logo text

BAB 34.KEMBALI KE INDONESIA

"Be carefull Diana,we will miss you so much" Ucap Mrs Aaron's saat mengantar Diana ke Changi airport.
"Yes ma'am, I will miss you too" Diana dan majikannya berpelukan. Mereka menangis didalam pelukan.
"the plane bound for Surabaya Indonesia will take off in twenty minutes,"ucap Mr Aaron's yang membuat mereka melepas pelukannya. (pesawat tujuan surabaya Indonesia akan lepas landas dalam dua puluh menit)
" Hurry up Diana, don't miss the plane."Mrs Aaron's pun segera membantu membawa barang Diana untuk dibawa masuk tapi hanya sampai pintu saja.
"Thankyou ma'am, Sir for everything, I will miss you" Ucap Diana sambil masuk kedalam Bandara untuk chek in. Diana membalas Lambaian dari kedua majikannya itu. Tidak terasa air matanya jatuh.
"Indonesia I'm coming" Seru Diana setelah pesawat yang dia naiki lepas landas. "Bagaimana ya keadaan Indonesia ku setelah empat tahun dan ibu ayah apa mereka masih sama seperti dulu, aku bener bener sudah tidak sabar bertemu mereka. " Batin Diana. Karena pesawat akan mendarat di bandara Surabaya satu jam lagi Diana memutuskan untuk tidur dulu di pesawat. Satu jam kemudian pesawat yang Diana tumpangi sudah mendarat di Bandara Juanda Surabaya, Diana keluar dari pesawat dan mengambil barang bawaannya, ketika dia keluar sudah banyak sopir taksi, travel dan lain-lain yang menawarkan untuk mengantar pulang.
"Tidak Terima saya sudah dijemput" kata Diana menolak. Diana berjalan menuju tempat makan karena memang sudah sangat lapar. Dia menemukan sebuah tempat makan khas Surabaya akhirnya dia masuk dan memesan makanan.
"Buk nasi rawon sama es teh manis 1 ya" Diana memesan makanan.
"Iya neng, silahkan duduk dulu"
"Iya buk terimakasih" Diana duduk di sebuah bangku kosong. Sambil menunggu pesanan datang Diana memainkan hpnya karena bosan. "Harusnya aku bilang ayah sama ibuk untuk jemput jadi tidak sendirian seperti ini." Gumam Diana.
Dari kejauhan ternyata ada seseorang yang mengawasi Diana semenjak Diana keluar Bandara. Seorang laki-laki memakai hem putih dan jas hitam tersenyum melihat Diana bergumam sendiri.
"Pak tolong antar gadis yang sedang makan di warung rawon itu sampai rumahnya, bapak taukan rumahnya dimana"
"Baik Tuan saya mengerti"
"Terimakasih pak"
"Sama sama tuan" Lalu laki-laki yang diminta mengantar Diana segera mendatangi Diana diwarung rawon.
"Permisi neng,saya di minta tuan saya untuk mengantar neng pulang"
"Maaf Pak saya tidak mengenal bapak, jadi saya tidak bisa ikut sama bapak"
"Tapi Tuan Muda sangat mengenal Neng ini, mohon kerja samanya"
"Maaf Pak kalau boleh tau siapa Tuan Muda bapak ini, kenapa memaksa saya seperti ini"
"Maaf neng saya tidak bisa mengatakan siapa Tuan Muda kami, tapi neng juga mengenal baik Tuan Muda kami, hanya saja Tuan Muda ingin memberi kejutan" Katanya bohong.
"Maaf Pak saya tidak bisa"karena selalu mendapatkan penolakan dari Diana,akhirnya bapak supir itu menelpon Tuan mudanya.
" Assalamu'alaikum Tuan Muda neng cantiknya menolak"
"Bagini saja pak bilang saja saya Ali, teman kerjanya dulu di warung makan" Kata laki-laki berjas yang duduk di cafe depan Diana makan.
"Tapi Tuan"
"Sudah bilang gitu saja, ingat pak jangan pernah keceplosan menyebut namaku, bilang saja aku Ali"
"Iya Tuan" Pak supir itupun mendekati Diana yang sudah selesai membayar pesanan yang sudah dia makan tadi.
"Neng, mohon maaf biar bapak antar ya, Tuan muda Ali yang meminta, Ali yang yang dulu menjadi teman kerja neng Diana diwarung"
"Kok bapak tau nama saya"tanya Diana heran.
" Kan tadi bapak sudah bilang kalau saya supirnya Tuan muda Ali"
"Kalau begitu Alinya mana, trus bagaimana Ali tau kalau aku pulang hari ini, orang tuaku saja tidak tau"
"Begini neng, tadi saya mengantar Tuan Muda kesini untuk keberangkatan ke luar kota, ternyata Tuan Muda melihat neng nya keluar Bandara jadi daripada mobil kosong saya diminta mengantar neng Diana pulang"Diana masih ragu ragu tapi Diana akhirnya menyetujui keinginan supir itu.
" Baiklah pak, ayo kalau begitu"
Melihat Diana setuju untuk diantar laki-laki berjas itu mengacungkan jempol kearah supir itu tadi, yang dibalas oleh supir itu dengan senyum.
"Ayo neng sebelah sini" Diana masuk didalam mobil sedangkan supir yang katanya supir Ali itu memasukkan barang barang Diana kedalam bagasi.
Didalam perjalanan Diana hanya bertanya tanya, "Ali bisa sesukses ini ya sekarang, tidak menyangka. Bagaimana dengan melly, bella, Rudi apa mereka juga sukses seperti Ali, Rudi bagaimana ya kabarnya I Miss you Rud" Gumam Diana pelan tapi ternyata didengar oleh supir Ali itu, diapun tersenyum mendengar gumaman Diana.
"Bapak sudah berapa lama bekerja dengan Ali" Tanya Diana.
"Nama saya Karto neng, panggil saja pak Karto, saya baru satu tahun ini kerja sama Tuan Muda Ali" Jawab pak Karto bohong.
"Ooo, memang Ali punya usaha apa pak kok bisa sesukses  ini sampai keluar kota segala" Tanya Diana.
"Oh I itu neng bisnis em itu makanan" Pak Karto gugup karena takut salah bicara.
"Kenapa pak Karto gugup gitu"
"Tidak neng, memang begini saya terkadang gugupan kalau sedang capek"
"Ada ya hubungannya gugup dengan capek" Batin Diana. "Kalau bapak capek kita istirahat dulu saja pak"
"Tidak usah neng ini juga mau nyampek" Diana menengok ke jendela mobil, dan benar ternyata mereka sudah memasuki kotanya.
"Ibu ayah Diana pulang" Gumam Diana.
"Pasti sudah kangen sama orang tua ya ning, sudah empat tahun kerja keluar negeri pasti sudah rindu" Pak Karto langsung membungkam mulutnya karena tau kalau keceplosan.
"Bapak tau dari mana kalau saya sudah empat tahun kerja diluar negeri" Tanya Diana penuh selidik.
"I itu neng dari Tuan muda Ali, tadi dia bilang kalau neng kerja di Singapura selama empat tahun"
"Ooo"
Beberapa menit kemudian mobil yang ditumpangi Diana akhirnya sampai didepan rumah Diana.
Diana langsung membuka pintu mobil dan berlari kedalam rumah tanpa salam.
"Buk ibuk Diana pulang buk, ayah yah Diana pulang yah" Tidak ada jawaban dari kedua orang tuanya. Lalu Diana berlari kerumah tetangganya.
"Assalamu'alaikum bulek ibuk ada disini ya" Tanya Diana.
"Lo ini nak Diana to" Tanya tetangga Diana.
"Nggeh bude" Jawab Diana.
"Ya Allah nak, kamu tambah cantik saja, ibuk kamu tadi kewarung beli gula katanya, paling sebentar lagi pulang, itu dia ibu mu" Tetangga Diana menunjuk kearah ibu Diana yang sedang berjalan dengan membawa gula ditangannya.
"Ibuuuukkk" Dian berlari menuju ibunya dan memeluknya.
"Diana ini kamu nak, Ya Allah kenapa pulang tidak kasih kabar" Ibunya menitihkan air mata kebahagiaan. Merekapun pulang kerumah diikuti tetangganya tadi karena pingin tau kabar Diana.
"Pak Karto mari masuk dulu, minum minum teh dulu pak" Ajak Diana pak Karto pun ikut masuk.
"Kenapa pulang tidak bilang ayah sama ibu to nduk" Tanya ayah Diana setelah semua duduk diruang tamu.
"Biar jadi kejutan yah" Jawab Diana sambil terkekeh.
"Kalau bilang kan ayah sama ibu bisa jemput, untung saja ada pak Karto kalau tidak bagaimana" Ucap ayah Diana.
"Iya yah maaf" Percakapan mereka tentang tanya kabar dan melepas kerinduan berjalan cukup lama hingga akhirnya Diana pamit mau mandi dan istirahat setelah pak Karto pulang.

Komentar Buku (42)

  • avatar
    Almeera Azzahra

    bagus ceritanya tetap semangat berkarya Thor....

    17/04/2022

      1
  • avatar
    fithriaaayu

    bagus bangett

    21/09/2025

      0
  • avatar
    ClzFais

    menarik

    09/05/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru