logo text

BAB 25.KISAH RUDI DAN PESAN KERINDUAN DARI NEGERI SINGA

POV RUDI
Hari ini tepat satu tahun Diana bekerja diluar negeri.Rasa rindu ini amatlah menyiksaku. Akan tetapi aku harus kuat,demi hubungan kami nanti.
"Semoga kamu baik baik disana Diana sayang, aku sangat merindukanmu"gumamku sembari bersiap diri untuk bekerja. Sudah satu tahun ini aku sudah tidak bekerja lagi diwarung tempat Diana dan aku bekerja, tempat dimana aku jatuh cinta kepadanya,Cinta pada pandangan pertama. Hanya saja aku tidak mampu untuk mengucapkannya, cemen kan aku. Pada akhirnya Diana jadian dengan pelanggan kami dan diana menjadi korban nya,pada saat itulah aku memberanikan diriku untuk melindunginya. Bukan hanya itu, seiring dengan berjalannya waktu aku mulai memberanikan diri untuk menyatakan cintaku kepadanya, walaupun Diana sampai sekarang tidak pernah membalasnya. Tetapi aku tau dihati Diana juga menyimpan perasaan yang sama terhadapku, itu aku ketahui ketika dia tiba-tiba menciumku saat kami sedang berdua saja. Kisah kami terpaksa berakhir karena Diana mendapatkan tawaran kerja ke LN. Ya walaupun aku juga yang memaksa dia, aku berfikir jika dia bekerja disana setidaknya lelaki brengs*k itu tidak mengganggunya lagi.
"Kamu sudah mau berangkat le"tanya Ibuku, ibuku seorang single parent. Beliau membesarkan aku sendiri tanpa adanya sosok suami yang menemani, berkat ibuku dan juga orang tua angkat ku aku bisa sekolah tinggi. Ayahku sudah lama pergi meninggalkan ibuku dan aku demi wanita simpanannya. Aku masih ingat dulu usiaku masih tujuh tahun aku duduk dikelas dua sekolah dasar.
Flashback
" Jangan tinggalkan kami pak, ibu mohon"pinta maya .
"Aku sudah tidak mencintai kamu lagi bu, aku sudah mendapatkan semuanya dari wanitaku sekarang" Kata pak Misto.
"Kalau bapak pergi, bagaimana dengan kami pak" Maya memelas bersimpuh dikaki suaminya itu. Suami yang kini ingin meninggalkannya dengan wanita simpanannya yang jauh lebih kaya daripada maya.
"Itu sudah bukan jadi urusanku, aku pulang hanya untuk mengambil buku nikah kita, aku akan siapkan surat gugatan cerai kita secepatnya" Misto pun melangkah keluar rumah. Maya yang melihat suaminya keluar rumah dengan membawa buku pernikahannya dengan suaminya itu, berlari mengejar suaminya.
"Tunggu pak ibu mohon, ibu tidak masalah apabila bapak ingin memadu ibu,tetapi tolong jangan tinggalkan kami pak" Pinta maya.
"Sudah tidak bisa maya, aku butuh uang untuk kehidupanku bisnisku hampir bangkrut, dan susilah yang bisa membantuku, dengan syarat aku harus menceraikanmu lalu menikahinya" Misto akhirnya menjelaskan maksudnya menceraikan maya. "Beberapa bulan lalu aku menyetujui syarat itu, ya walaupun dulu aku terpaksa, tetapi pesona Susi dan kecantikannya juga keahliannya diatas ranjang sangatlah menggodaku aku akhirnya jatuh cinta kepadanya. Dia jauh dari mu maya. Kamu tidak bisa apa apa. Kekayaan ayahmu tidak mampu menyelesaikan permasalahanku, kecantikanmu pun tidak ada apa apanya dibanding dengan Susi. Bahkan diranjang kamu tidak bisa membuatku bergairah. "Lanjut Misto.
Deg bagai ditusuk Duri semua ucapan suaminya itu membuat maya lemah lunglai tak berdaya tidak ada yang bisa dia lakukan lagi. Harga dirinya sebagai istri kini sudah tidak bisa dipertahankan kembali, suami yang dia nikahi karena paksaan ayahnya telah meninggalkan nya dan juga anaknya. Gelap semua gelap tidak ada lagi cahaya yang mampu menerangi dirinya. Dia terkapar ditanah. Sementara Misto melenggang pergi dengan acuhnya menaiki sebuah mobil warna hitam . Rudi yang sedari tadi mengintip pertengkaran ibu dan juga ayahnya berlari menuju Ibunya yang sudah pingsan ditanah.
"Ibuuuu.bangun bu" Tangis Rudi. "Jangan tinggalkan Rudi sendirian Bu, ibu bangun" Pinta Rudi didalam tangisannya.
"Tolooooong tolong tolong ibuku" Rudi berlari kejalanan meminta pertolongan dari orang orang yang lewat. Tapi tidak satupun orang yang mau menolong.
"Kenapa semua tidak ada yang mau menolong ibuku" Teriak Rudi, tiba-tiba seseorang menghampiri Rudi.
"Ada apa nak, kenapa kamu berteriak teriak disini, dimana ibumu" Tanya seseorang itu.
"Ibu pingsan tante tadi habis bertengkar dengan bapak" Ucap Rudi dengan polosnya.
"Astaga maya, kamu kenapa" Orang itupun segera berlari menuju ketempat dimana maya terkapar.
"Sebentar nak biar tante telpon paman dulu biar bantu tante angkat ibumu" Orang itupun menelpon suaminya.
"Ya pak segera kesini, ini kasihan maya pingsan katanya habis berantem sama suaminya" Tidak lama setelah menelpon seorang laki-laki seusia bapaknya Rudi datang.
"Sini buk biar saya angkat, ibu bawa masuk Rudi saja, sepertinya dia shock." Ucap laki-laki itu sambil menggendong maya dan masuk kedalam rumah.
"Terimakasih om tante" Ucap Rudi.
"Iya nak kamu tenang saja ibumu akan baik baik saja. Kita tetangga jadi kita bisa saling bantu" Ya sepasang suami istri itu adalah tetangga Rudi, yang tidak bisa memiliki momongan.
Semenjak ditolong oleh tetangganya itu Rudi sering diantarkan makanan oleh sepasang suami istri itu, ibu Shinta dan juga Bapak Karto begitulah nama mereka, mereka juga meminta kepada maya agar membiarkan Rudi menjadi anak angkatnya. Setelah bertanya kepada Rudi Maya pun menyetujui. Menurut Maya,tetangganya itu pasti mampu menyekolahkan Rudi hingga di perguruan tinggi. Dan benar saja Rudi lulus S1 Dibidang Pertanian berkat bantuan orang tua angkatnya. Sedangkan ibunya sakit sakitan semenjak sepeninggal ayahnya. Tetapi Rudi tidak pernah patah semangat untuk menyembuhkan ibunya itu. Dia sudah terbiasa bekerja semenjak usia delapan tahun. Dia mencari uang untuk pengobatan ibunya. Orang tua angkatnya selalu memberi saran agar dia mau menerima bantuan dari mereka untuk pengobatan ibunya itu, tetapi maya ibunya selalu menolak.
"Le, jangan pernah mau jika diberi oleh orang tua angkatnya, untuk pengobatan ibu, mereka sudah banyak membantu kita Le, biarkan saja ibu seperti ini" Ucap maya setiap kali Rudi pulang membawa uang dari orang tua angkatnya.
Flashback selesai.
Tanpa terasa air mataku menetes bagaikan hujan yang membasahi bumi.
"Kenapa Le kamu ingat kejadian kelam itu" Tanya ibuku.
"Tidak bu, Rudi hanya bangga menjadi anak ibu" Aku pun mencium kening ibuku lalu memeluknya erat.
"Sudah sudah cepat berangkat, kasihan bapak angkatmu menunggumu dikantor" Perintah ibuku.
"Iya bu Rudi berangkat dulu" Pamit ku sambil mencium punggung tangan ibuku. Akupun bergegas menggunakan roda duaku yang biasa aku gunakan untuk membonceng Diana gadis impianku. Diana tidak pernah tau asal usul ku. Bagaimana aku. Karena aku saat itu tidak pernah memperlihatkan jati diriku yang sebenarnya. Entahlah apa tanggapan Diana saat dia mengetahui bahwa aku bukanlah Rudi pemilik warung kopi yang bekerja dirumah makan bersamanya melainkan seorang manager diperusahaan orang tua angkatku.perusahaan orang tua angkatku di bidang makanan dan juga pertanian. Perusahaan yang sudah dibangun oleh kakek dari orang tua angkatku yang kini diwariskan kepadaku. Walaupun begitu aku masih belum mampu menjadi CEO di perusahaan orang tua angkatku itu.
Beberapa menit aku telah sampai di kantor, dan menyiapkan semua berkas berkas untuk laporan ke ayah angkatku. Tiba-tiba telpon berdering kulihat dari nomor LN dari kodenya aku lihat itu kode Singapore. "Ini pasti Diana" Batinku. Aku tidak menjawab telpon Diana, bukannya aku tidak mencintainya lagi, cintaku untuknya semakin dalam bahkan aku tidak tau sudah sedalam apa. Tetapi dia harus fokus akan pekerjaannya disana. Biarlah rinduku dan rindunya terpendam akan indah pada waktunya. Aku seketika mengetik pesan kepada Melly.
[Assalamualaikum Mel, tolong jika ada pesan atau telpon dari Diana jangan dijawab ya, aku mohon demi kebaikan dia Mel, takutnya kalau kamu jawab dia menanyakan tentang aku]pesan pun kukirim tidak lama setelah itu Melly membalas pesan ku.
[Walaikumsalam, siap bos apa sih yang gak buat kalian]
[Kamu bercanda mulu, jangan lupa bilang ke yang lain ya]
[Ok]
[Terima kasih Mel]
[Sama sama]setelah aku mengirim pesan kepada Melly ternyata Diana pun sudah mengirimiku pesan. [Assalamualaikum, Rud ini aku Diana, kamu apa kabar]aku baca pesannya tapi tidak aku balas.
"Maafkan aku di" Batinku. Ku sibukkan diriku dengan pekerjaanku, tanpa menghiraukan hpku yang sedari tadi bergetar. Setelah semua perkerjaan beres, dan waktunya pulang aku baru melihat pesan dari Diana.
[Rud apa kamu marah, kok tidak mau balas SMS ku]
[Aku rindu kamu Rud, kenapa kamu tidak mau membalas SMS ku, jika aku melakukan kesalahan aku minta maaf ya rud, I Miss You ]
Pesan terakhir dari Diana membuatku ingin segera membalasnya. Tetapi jika ini aku lakukan tidak akan ada kerinduan. Biarlah untuk kali ini aku cuek terhadapnya.
"Aku akan melamar ketika kamu pulang di, aku juga sangat merindukan mu, biarkan rindumu terpendam untuk sementara waktu di, suatu saat kita akan bertemu dan melampiaskan kerinduan kita dalam status halal" Batinku. "Akan aku simpan pesan kerinduanmu dari negeri singa dihatiku" Lanjut ku.
Hai readers masih semangat puasanya. Tetap semangat ya salam Ramadhan. O ya ada yang ingin masalalu Diana datang dibab selanjutnya gak ya. InsyaAllah dibab selanjutnya akan ada masalalu Diana yang akan datang siapa dia...... Nantikan di bab selanjutnya.

Komentar Buku (42)

  • avatar
    Almeera Azzahra

    bagus ceritanya tetap semangat berkarya Thor....

    17/04/2022

      1
  • avatar
    fithriaaayu

    bagus bangett

    21/09/2025

      0
  • avatar
    ClzFais

    menarik

    09/05/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru