POV Diana. Hari ini tepat setengah tahun aku mengenal Andre, seorang pria lima tahun lebih tua dari usiaku, dia juga yang selama ini menghiburku hingga aku bisa sedikit menghapus kenanganku bersama Roi,meskipun cintaku kepada Roi masih sangat besar. Andre orangnya humoris, sangat menyenangkan bisa berteman dengannya. Malam ini aku dan Andre berencana untuk pergi berjalan jalan sepulang kerja.kebetulan pekerjaan kami selesai sejak sore, tetapi kami tidak memutuskan untuk pulang. sambil menunggu sehabis magrib,kita duduk duduk diruangan sambil melihat teman-teman kami yang sedang lembur. "Di kamu gak pulang, katanya mau kencan" Kata Riska sambil terkekeh. "Kencan apaan sih gak kok cuma mau jalan jalan saja " "Tidak apa apa lagi kalau kalian mau kencan orang jomblo semua" Riskapun tertawa lebar. "Sudah ngeledek nya" Tanyaku. "Sudah" Jawab Riska singkat "itu sudah habis magrib ini, sana buruan pergi kencan keburu malam" "Iya iya aku pergi, disini kamu ledek terus males" Akupun langsung keluar dari ruang kerjaku, ku langkahkan kakiku lebih cepat takutnya Andre sudah menunggu lama diparkiran, tadi dia bilang habis dari mushola langsung menungguku ditempat parkir. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan aku berdiri di sebelah Andre yang sedang duduk diatas sepeda motornya. "Maaf ndre aku lama" Sesalku. "Tidak kok aku juga baru sampai" Aku tau dengan raut wajahnya yang berusaha menyembunyikan sesuatu itu sedang berbohong. Tapi aku tidak mau tau yang penting aku sudah minta maaf. "Ayo kita berangkat" Ajakku. Andre pun menyetater sepeda motornya. Kamipun berjalan jalan keliling Surabaya. Melihat lampu kota berjejer disepanjang jalan, beberapa taman yang juga dihiasi lampu hias tak luput dari pandanganku. "Stop stop" Aku menyuruh Andre untuk berhenti. "Ada apa di" "Tidak ada apa-apa cuma... " Kata kataku yang menggantung membuat Andre penasaran diapun langsung menoleh kebelakang menghadap ku. Tatapan andre yang terlalu dekat denganku membuatku gugup.sesaat kami saling pandang. Tiiiiiit Suara klason dari sepeda motor lain membuyarkan segala lamunan. Andre pun menepikan sepeda motornya . "Ada apa di, kenapa harus berhenti" Tanya Andre. "Kita ke taman sini aja ya, sepertinya bagus" "Baiklah kalau begitu maumu" "Ayo" Ajak Andre sambil menggandeng tanganku, setelah dia memarkirkan sepeda motornya. "Apa kamu mau beli minum dulu" Tawarnya. "Boleh" Andre pun langsung memesan minuman botol, untuk kami, dia merogoh kantong celananya untuk mengambil dompet. "Oh astaga Dompetku" Kulihat Andre memegangi kedua saku celananya bergantian. "Ada apa" "Dompetku hilang di," "Ya sudah pakai uangku saja" "Mana bisa seperti itu di,aku yang mengajakmu jalan jalan masa kamu yang bayar " "Tidak apa apa orang dompetnya hilang mau bagaimana lagi" Aku langsung mengambil dompet didalam tas ku dan ku ambil uang untuk membayar minuman kami. "Kembaliannya buat ibuk saja"kataku " Terimakasih neng" "Sama-sama Buk" Lalu aku dan Andre berjalan mencari kursi untuk kami duduk, ku pandangi wajah Andre seperti melamun semenjak kehilangan dompetnya. "Kamu tidak apa apa ndre" Tanyaku. "Tidak di, hanya aku menyesal kenapa Dompetku harus hilang sekarang" Keluhnya. Wajah Andre tertunduk. "Tidak apa apa ndre, mungkin dompet mu dan isi nya belum menjadi rejekimu. " Aku berusaha menghiburnya. "Ini bukan masalah uangku hilang di, tapi ,karena dompet ku hilang kamu yang harus membayar minuman kita. " "Ndre kita kan teman sesama teman harus saling berbagi kan, kamu sudah sering membelikan ku makanan minuman, bahkan baju,tapi kamu selalu menolak kalau aku beri sesuatu" "Karena aku laki laki di, tidak pantas seorang laki laki meminta atau menerima sesuatu dari perempuan, apalagi perempuan itu yang dia sayang" Deg jantungku rasanya telah berhenti mendengar kata kata Andre, perempuan yang dia sayang. "Pokoknya sesudah kita jalan jalan ditaman ini kita ke kostku dulu, aku mau ambil uang buat kita makan" "Baiklah terserah kamu saja, padahal kalau kamu mau, sementara pakai uangku, kalau kamu ingin ganti ya besok kamu ganti" "Tidak Diana aku tidak bisa seperti itu karena ini prinsipku. " "Iya oke kita ke kost mu" Kamipun duduk dibangku taman terlihat banyak anak anak yang sedang bermain, ada yang bermain kejar kejaran.bermain sepatu roda ada juga penjual balon. "Indah ya" Gumamku pelan. "Iya tapi lebih indah gadis didepanku" Ucap Andre. Aku langsung menoleh kearahnya ternyata wajah Andre sudah terlalu dekat dengan wajahku. Yang membuat bibir kami bertemu. Spontan membuat mata kami melotot karena terkejut. Kamipun seketika mundur dan menunduk karena malu. "Ayo kita ke kost dulu ngambil uang" Ajak Andre memecah kecanggungan kami. "I iya a ayo" Aku masih sangat gugup detak jantungku tidak beraturan. "Ciuaman pertamaku " Batinku sambil memegang bibirku. Tanpa aku sadari andre melihat gerak gerik ku. "Ini ciuman pertama mu ya" Tanya andre seakan tau apa yang sedang aku pikirkan. "I iya" Jawabku malu. "Alhamdulillah ternyata aku dapat ciuman pertama seorang Diana Larasati" Ucap andre lalu tertawa lebar. Aku spontan memukul lengan Andre, "kenapa malah tertawa lebar akukan malu sengaja ya" Batinku. Melihatku memukulnya diapun menarik tanganku dan membawaku didalam pelukannya. "Tidak apa apa di, tidak usah malu." Hiburnya. Aku hanya diam dan menenggelamkan kepalaku didada Andre. Untuk sesaat Andre membiarkan ku didalam pelukannya. Setelah aku rasa debaran jantungku mulai normal aku melepaskan diri dari pelukan Andre. "Ayo" Ajakku.kamipun meninggalkan taman dan bergegas ke kost Andre yang tidak jauh dari taman yang kita kunjungi. Selama perjalanan kami hanya diam tidak seperti biasanya yang banyak bicara. Beberapa menit kemudian kami sampai dikost Andre. Andre memarkirkan sepeda motornya dihalaman kost. "Ayo masuk dulu di, aku mau kekamar mandi sebentar" Akupun mengikuti ajakan Andre. Kamar kost Andre sangat bersih semua tertata rapi ditempat. Sementara aku melihat lihat kamar kost Andre, Andre masuk kamar mandi untuk menuaikan hajatnya. Beberapa saat kemudian ku lihat andre keluar kamar mandi. "Sudah selesai" Tanyaku. Andre tidak menjawab pertanyaanku. Dia langsung menghampiri ku. "Kalau sudah selesai ayo aku sudah laper" Rengeku tetapi Andre tidak menjawabku lagi. Dia semakin mendekatiku sehingga aku terpaksa mundur pelan. "Ndre" Tanyaku. Andre masih saja tidak menjawab kupanggil dia sekali lagi, dan hasilnya masih sama, aku mundur sampai tubuhku menabrak lemari yang berdiri disamping tempat tidur, andre langsung memelukku. "Tetaplah seperti ini Di, tetaplah seperti ini, " Gumam Andre, aku hanya diam ku angkat kepalaku untuk melihat wajah Andre, Andre pun menatapku dengan raut muka yang entah bagaimana menggambarkan nya. "Aku sangat mencintaimu Di, tapi kamu tidak pernah menganggap ku, kamu selalu menganggap ku teman, untuk malam ini, tetaplah seperti ini" Ucap Andre yang membuat jantungku kembali berdetak kencang. Tiba-tiba andre menundukkan kepalanya dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. Andre pun mengecup bibirku sekali lagi, lalu melumat bibirku, aku hanya bisa diam mematung dan berusaha agar detak jantungku tidak terdengar oleh Andre, "Bibirmu manis sekali di" Ucap andre yang masih melumat bibirku. Aku berusaha untuk mengontrol diriku. Tetapi sekuat aku mengendalikan diri, aku gadis normal dengan apa yang dilakukan Andre mengontrol diri pun percuma aku masih bisa dikalahkan oleh nafsu. Kubalas lumatan Andre yang membuatnya tersenyum tipis. Beberapa saat kami menikmati manis nya madu dari bibir masing-masing, terlena akan bujuk rayu syaitan yang entah membawa kami kemana. "Andreeeeee" Suara teriakan dari depan pintu mengagetkan kami sehingga melepas lumatan kami. "Nur" Jawab Andre, aku lihat Andre sangat terkejut.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
bagus ceritanya tetap semangat berkarya Thor....
17/04/2022
1bagus bangett
21/09/2025
0menarik
09/05/2025
0Lihat Semua