CHAP 38

Hari ini Shena berada di kampus untuk lakukan penyusunan Proposal penelitiannya. Dia tidak ada waktu mengajar hari ini. Dalam kelasnya salah satu dosen meminta Shena untuk menambah teori dalam proposalnya. Tapi karena di kampus buku yang di cari Shena tidak ada jadi dia terpikir untuk membeli buku di toko yang pernah di ajak sama bang putra.
Awalnya dia ingin mengajak Bang Putra tapi setelah di pikir panjang sepertinya tidak usah. Sebab hanya merepotkan Bang Putra saja. Apalagi Bang Putra hari ini terlihat sangat sibuk.
Karena tak ada waktu lagi Shena pergi sendirian. Tak mau Bang Putra melihatnya, Shena mengambil jalan belakang gerbang Kampus. Disana banyak sekali pangkalan ojek untuk pergi ke toko buku.
Akhirnya Shena mendapatkan ojeknya dan langsung pergi ke tempat tujuannya.
Pak ojek lumayan cepat membawa kendaraan sehingga tak butuh waktu lama Shena sudah sampai di toko buku langganan Putra.
"Makasih ya pak"
Shena langsung masuk ke dalam toko buku. Ternyata pemilik toko buku itu tidak lupa dengan Shena. Dia langsung disambut hangat oleh pemilik toko itu.
"Nak Shena ya... mau beli apa nak?", tanya Ibu toko
"Eh ibuk... saya mau cari buku bisnis*** ada gak buk?"
Ibu toko menunjukkan buku yang ku cari, ternyata ada. Syukurlah tak harus susah - susah mencari. Selesai mendapatkan buku Ibu toko menanyakan sesuatu kepada Shena.
"Kamu sendiri saja nak?. Putra mana?", tanya ibu toko
"Oh bang Putra masih ngajar buk"
Belum sempat membayar, Ibu toko mengajakku ke lantai atas untuk mengobrol. "Nak ikut ibu ke atas dulu yuk".
Karena waktu ku banyak kosong jadi ikut saja apa kata ibuk tersebut. Naik ke lantai atas sangat berbeda suasananya dari lantai bawah. Warna yang sangat adem di lihat, ditambah suhu ruangannya sejuk. Benar sangat mendukung untuk membaca. Shena memperhatikan semua sudut ruangan hingga kehilangan keberadaan ibuk toko.
"Eh ibu toko tadi mana ya", tanya ku dengan suara yang kecil.
"Sini nak", jawab Ibu toko dari belakang. Sedikit membuat shock tapi terpukau dengan nuansa tempat duduk baca yang indah dan nyaman.
"Kemari duduk lah", ajakan ibu toko
Duduk di bawah bantal duduk ini sangat nyaman jika nongkrong membaca disini. Balik ke awal untuk apa ibu toko membawa Shena masuk ke ruangan tersebut.
"Buk... ini tempat apa ya?", tanya Shena
Ibu toko menunjukkan salah satu pajangan foto yang ada disana. Dalam foto tersebut ada dua pasang anak SMA yang masih berseragam, sepertinya mereka pacaran.
"Ini siapa ya buk?", tanya ku
Ibu toko menunjukkan salah satu pria yang ada di foto itu, "Ini adalah Putra, yang ini anak ibuk dan orang lagi adalah teman - temannya. Dulu putra sering sekali main ke toko buku ini sama temannya ini, namanya Roby. Mereka sahabat sejati, kemana - mana saja selalu berdua. Nah yang ini anak Ibuk namanya Laras. Laras dulu sempat pacaran dengan Roby, mereka sangat mencintai tapi saat itu terjadi masalah besar sehingga persahabatan mereka menjadi hancur"
"Hancur kenapa buk?. Trus kalau perempuan satu ini siapa buk?", tanya ku
"Oh ibuk hampir lupa bilang. Maaf ya nak ini dulu pacar putra namanya Syifa. Maksud ibuk menceritakan ke kamu karena ibu percaya kalau kamu sangat mencintai putra dan putra pun sebaliknya. Sebab banyak orang yang tak mau menerima masa lalu dan kamu harus tau mereka. Mereka yang berjuang sama - sama dan hancur begitu saja. Dulu Putra dan Roby sengaja datang ke toko untuk menemui anak ibuk Laras. Mereka mencoba saling mengenal dan ibuk pun terbuka kepada mereka, sebab mereka itu sangat sopan dan anaknya tidak berniat macam - macam.
Ketika mereka lulus SMA banyak sekali masalah yang terjadi sama mereka. Ibuk sebenarnya cukup kesal dengan Roby karena dia sudah mengkhianati cinta anak Ibuk. Dia juga mengkhianati sahabatnya sendiri yaitu Putra. Terjadi perkelahian yang cukup besar saat itu. Roby kepergok sedang jalan sama Syifa pacar Putra.
Putra benar - benar sangat emosi berat sampai dia menghajar Roby hingga dia koma dan harus dibawa ke luar negeri. Sedangkan anak ibuk Laras, dia meninggal bunuh diri. Ibuk tak mau menyalahkan Roby dalam masalah ini sebab mereka saat itu masih kecil dan cinta mereka itu hanya seperti cinta monyet. Mungkin anak ibuk yang sangat berlebihan mencintai Roby.
Setelah kejadian itu, Syifa dan Putra putus. Syifa datang ke rumah dan memohon minta maaf ke ibuk dan Bapak. Dia datang tanpa sepengetahuan Putra. Setelah minta maaf dia pergi merantau tapi ibuk gak tau dia pergi kemana. Ibuk dengar kabar kalau dia sudah ganti identitas dan operasi karena malu.
Dan Roby juga tak ada kabar sampai sekarang. Hanya Putra lah yang menemani ibuk sampai sekarang. Dia pasti setiap minggu kesini. Bahkan dia baru pertama kali bawa perempuan kesini setelah sekian lama kejadian itu.
Ibuk percaya bahwa kamu itu memang perempuan yang di cintainya. Dan ibuk mau kasih tau seandainya kamu bertemu dengan masa lalu Putra seperti Roby atau Syifa. Semoga kamu mau mendamaikan mereka. Ibuk kasian sama Putra dia terkadang masih merasa bersalah atas kejadian itu. Padahal sebenarnya bukan salah mereka juga. Tapi namanya emosi tidak bisa di kendalikan, ya terjadilah seperti itu"
Setelah mendengar cerita ibuk toko, aku menyimpulkan bahwa anak - anak remaja yang ada di foto ini mereka saling sayang dan saling melindungi. Pasti masih ada rasa persahabatan yang tersisa di hati mereka masing - masing. Tapi cukup malang nasib Laras yang menyelesaikan masalahnya dengan sendiri. Padahal Orang tuanya sangat mencintai dan menyayanginya.
Kasian Ibu toko yang harus kehilangan anaknya karena masalah ini. Air mata mulai menggenang, tangis harus pecah saat Shena memeluk tubuh Ibu Toko.
Masih tersisa rasa sayang kepada anaknya. Mana ada seorang ibu yang rela anaknya meninggal konyol seperti ini. tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur tak bisa diulang kembali.
"Ibuk yang sabar ya. Kak Laras pasti bangga punya seorang ibu yang pemaaf seperti ibuk. Saya bangga melihat ibuk sekuat ini sampai sekarang"
"Nak kamu janji ya jagain Putra dan cintai dia selayaknya kamu bisa. Ibuk sudah menganggap dia seperti anak sendiri. Dia anak yang malang..", kata buk Toko
Mendengar kata malang membuat hati ini terheran, "Malang kenapa buk?. Apa karena kehilangan sahabat - sahabatnya?"
"Setelah dia ditinggalkan Roby dan kehilangan orang di dekatnya. Sebulan kemudian kedua orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan pesawat. Dia anak yang benar - benar kuat dan tangguh hingga menjadi dosen yang hebat sekarang. Ibuk yang bukan orang tua kandungnya saja bangga melihat perjuangan dia"
Benar - benar tidak salah pilihan Shena kali ini. Pria sejati yang hebat dan menyayangi orang sekitarnya. Putra memang pilihan ku yang tepat kali ini.
"Ibuk tenang aja... semoga bang Putra benar - benar mencintaiku. Sebab dia sangat susah di tebak", sambil menghapus air mata di pipi Ibu toko.
"Ibuk yakin dia memang mencintai kamu nak. Boleh ibuk memeluk kamu lagi"
"Oh boleh sekali ibuk"
"Ibuk rindu dengan Laras. Lekuk badannya sama seperti kamu"
"Peluklah dengan erat jika ibuk merindukan kak Laras", ujar ku.
Tak bisa terpikirkan oleh Shena kalau dia mendengarkan semua itu saat ini. Sepertinya persahabatan Bang Putra dengan Roby saat erat. Kata ibuk Bang Putra masih menyalahkan dirinya karena membuat bang Roby koma padahal itu memang harus di dapat bang Roby sebab dia sudah mengambil pacar sahabatnya sendiri bahkan mengkhianati naka ibuk toko. Benar - benar seperti tokoh yang ada di film - film karakter bang Putra ini.
Tapi tunggu dulu Roby itu nama yang sama dengan suami Yuri dan usia bang Putra sama dengan suami Yuri. Apa bang Roby itu memang sahabat Putra yang dulu. Tapi kalau dilihat dari fotonya berbeda.
Selesai cerita, Shena ke bawah menuju kasir untuk membayar buku tersebut. Saat mbak kasih sudah list harga buku dan ketika Shena mau bayar, Ibu toko menolak uang dari Shena.
"bawa saja nak. Gak usah bayar", ucap Ibu Toko dengan tersenyum lebar.
"Loh gak papa buk biar saya bayar saja. Ini bukunya sangat mahal loh buk", tolakan ku pada ibu toko
"Gak papa... sudah bawa saja"
Mau gimana lagi kalau sudah di paksa, ya harus di terima. Setelah itu Shena pamit untuk pulang.
"Buk Shena pamit dulu ya"
"hati - hati ya nak"
...
Sepanjang perjalanan Shena masih mikir apa yang di ceritakan Ibu toko tadi seperti sebuah film. Tapi kasih sekali ibu toko harus kehilangan putrinya. Terlintas di pikiranku sepertinya aku bisa membuat perdamaian di antara persahabatan mereka.
Atau coba saja bawa Bang Putra untuk menemui suami Yuri. Namun apa yakin kalau suami Yuri itu Roby sahabat Bang Putra. Sepertinya Shena kurang yakin.
Cara satu - satunya harus cerita ke Yuri soal ini. Sepertinya Yuri bisa membantu Shena dalam memecahkan masalah ini.
Tapi sekarang karena malam tidak mungkin untuk menemui Yuri, ditambah lagi suaminya ada di rumah. Yang ada nanti akan menjadi berantakan. Untung saja tadi sudah mengambil foto Bang Putra dan sahabatnya.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya Shena mendatangi rumah Yuri tapi kalau dilihat dari luar sepertinya sedang tidak ada orang di dalam. Pas telpon Yuri ponselnya malah tidak aktif. Shena mencoba untuk memencet bel rumah Yuri. Tapi tetap tidak ada yang respon. Sepertinya memang tidak ada orang.
Akhirnya Shena memutuskan untuk pergi saja ke kampus karena sudah ada panggilan juga dari dosen pembimbingnya.
.
.
.

Komentar Buku (685)

  • avatar
    PutriMelisa Dwi

    Semangat melanjutkan tulisannya🥰

    14/04/2022

      4
  • avatar
    AmeliaResti

    keren

    26/08

      0
  • avatar
    HidayahNur

    bagus critanya smngt ya 👍👍

    19/08

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru