CHAP 37

Mobil nya sudah memasuki halaman rumah Mami. Yuri berusaha untuk tidak panik. Di depan pintu sudah ada Mami yang menunggu kedatangannya.
Mobil tepat berhenti di depan rumah, pak supir membantu untuk membukakan pintu Yuri. Dia menurunkan kakinya dengan pelan - pelan karena perutnya sudah sangat berat.
Mami menyambut Yuri dengan senyuman yang lebar. "Halo sayang... sini Mami bantu jalan ya", Mami membantu Yuri untuk masuk ke dalam rumah.
Dengan hati - hati Mami membantu Yuri masuk ke dalam rumah. Yuri sedikit kesulitan jalan karena antara kekenyangan sama kandungannya yang sangat besar.
Duduk di sofa yang empuk, Yuri dimanjakan oleh Mami dengan berbagai makanan serta asisten rumah tangga yang memijit kaki Yuri. Dia bagaikan mendapatkan pelayanan seperti seorang ratu.
Sedang menikmati semua pelayanan yang diberi Mami, Yuri ditanyakan mengenai keadaan kandungannya saat ini.
"Sayang bagaimana kandungan kamu saat ini?"
Dengan cepat - cepat Yuri mengambil foto hasil USG nya yang ada di dalam tas. Dengan senang hati dia memberi foto tersebut ke tangan Mami.
Mami yang sudah berpengalaman pasti sudah tau keterangan dari hasil USG Yuri.
"Wah ini anak kamu sehat sekali, sudah 5 bulan ya nak. Sangat tidak terasa", ucap Mami sambil mengelus perut Yuri.
Dengan menerima banyak pujian, anak dalam kandungannya seperti menendang perut Yuri.
"Wah ini dia nendang lo sayang", Mami refleks merasakan tendangan anak Yuri.
Mereka sangat bahagia karena anak Yuri begitu humble dengan Neneknya.
"Ini belum ketahuan ya jenis kelaminnya?", tanya Mami dengan menunjuk foto USG
"Iya mi... si adek masih malu. Mungkin dia mau kasih surprise sama Omanya", kata Yuri
Di luar terdengar suara Roby, sepertinya dia sudah datang.
Memeluk dari belakang, Roby mengucapkan minta maaf pada istrinya. "Sayang maafkan aku ya tadi gak temanin kamu cek kandungan"
Yuri melihat ke arah tatapan Mami kepada suaminya ini, sepertinya Mami sangat marah dengan Roby. Agar mengalihkan semuanya ini, Yuri membaikkan badannya dan membalas pelukan suaminya.
"Iya sayang... ini si adek nendang lagi", ucap Yuri
Dengan bahagianya Roby menurunkan badannya dan mendekati kepalanya ke perut Yuri. "Sayangnya Ayah sudah bisa ngerti ya sekarang. Anak ayah ini hebat sekali ya", kata Roby dengan nada yang sangat lembut.
Pandangan mata Mami seketika berubah menjadi bahagia. "Ini cucu paling ku sayang. Anak pintar yang akan Oma bawa keliling dunia".
"Buset... Mi ini anak masih kecil jangan langsung keliling dunia lah. Bagusnya itu kelilingi negara Ibu dan Bapaknya ini, biar dia tau bahwa seluas apapun dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkan cinta Ayahnya kepada Ibunya ini", mulai deh gombalan maut Roby.
Menoyor pelan kepala Roby, "Eh jangan kamu ajari cucu ku cinta - cintaan dulu. Kamu aja Mami jodohin sama bidadari kecil ini. Sok - sok an ngomong cinta", ucap Mami dengan bercanda
Yuri tertawa kecil mendengar suaminya habis - habisan di katain sama Mami.
...
Tak terasa langit mulai gelap. Mami meminta menantu dan anaknya ini untuk tidur di rumahnya saja.
"Eh tidur rumah Mami saja ya sayang", ucap Mami pada Yuri yang duduk di depannya.
Yuri memandang suaminya yang duduk disebelahnya. Dia sebenarnya mau saja cuman semua keputusan ada ditangan suaminya. Roby sepertinya tidak mendengarkan apa yang dikatakan Mami tadi. Terlihat matanya sudah mulai lelah dan mencuri - curi untuk tidur sejenak.
"Roby... dengar Mami ndak?", suara Mami cukup keras hingga Roby langsung berdiri dari tepat duduknya.
"Siap apa mi?", wajahnya sangat shock mendengar kata Mami.
"Tuh liat aja dia mulai gak konsen... tidur rumah Mami by", ucap Mami dengan nada sedikit kesal.
"Oh tidur... ya udah iya", dengan singkatnya dia menjawab seperti itu.
"Kalau gitu aku tidur duluan ya mi", Roby pamit untuk masuk ke kamar.
Belum menaikkan kakinya ke anak tangga Roby terkejut saat Mami bicara kepada Yuri.
"Sayang kamu tidurnya di kamar Mami saja ya"
"Lah kok gitu mi?", tanya Roby membalekkan badannya.
"Ya kandungannya sudah mulai besar jadi harus dijaga sekali. Kalau naik tangga nanti Yuri kecapean", ulas Mami
Sebagai penengah Yuri lebih memilih Mami, "Gak papa Mas... benar juga kata Mami", Yuri memberi kode kedipan mata ke suaminya.
Akhirnya Roby paman maksud istrinya. Dia menuruti saja apa perkataan Mami. Setelah itu dia melanjutkan jalan menuju kamar nya.
Baru saja membuka pintu, pundak Roby ada yang memukul dari belakang. Spontan dia kaget dan memasang kuda - kuda pengaman.
"Astagah... Mami nya sendiri mau di gebukinnya", ujar Mami
Ternyata itu Mami... "Lagian Mami kagetin aku"
"Ya sudah lupakan... Mami disini mau kasih peringatan buat kamu ya. Jangan pernah kamu tinggalkan istri kamu sendirian dan kalau Mami liat lagi Yuri bawa mobil sendiri. Awas kamu ya, Mami gak segan - segan mengambil semua apa yang ada di tangan kamu sekarang".
Dalam hati Roby sebenarnya dia tak ada niat untuk meninggalkan istrinya sendirian tapi ini karena bujuk rayu asistennya untuk menghadiri meeting tadi pagi. Andai dia tak menyetujui pasti Yuri tak akan sendirian keluar rumah.
"Eh denger gak kata Mami. Ini anak ya", Mami menjewer telinga Roby sebab dia melamun.
"Aduh sakit Mi... iya iya", jeritan Roby
"Itu kamu dah janji loh ya", ucap Mami sembari meninggalkan Roby di depan pintu kamar.
Mami sudah pergi jauh. Roby membuka pintu untuk masuk ke kamarnya. Dalam pikirannya masih ada rasa menyesal telah meninggalkan istrinya tadi. Tapi sudah lah dia ada waktu besok untuk berbicara pada istrinya.
....
Di kantor dengan kondisi yang sunyi berubah menjadi riweh. Sarah yang membuat kopi di dapur kantor terheran dengan keributan di luar sana. Dia penasaran ada apa yang terjadi di luar sana. Berjalan keluar dengan menginjitkan kakinya melihat kumpulan orang - orang di Aula. Tak sengaja badannya disenggol oleh rekan kerjanya.
"Aduh... lu punya mata gak sih?", ucap Sarah dengan sedikit judes
Temannya itu tak memperdulikan Sarah, dia malah berlari ke depan untuk melihat kumpulan orang itu. Sarah makin penasaran, dia mulai berani menerobos kumpulan orang banyak.
"Awas...", katanya sambil mendorong badan teman - temannya.
Saat dilihat ternyata hanya lah istri bosnya.
Yuri melihat kedatangan Sarah di kumpulan orang banyak, dia sedikit tertawa. "Eh ada benalu", sindiran Yuri.
Baru ingin membalas perkataan Yuri, Roby datang dengan satu truk makanan di depan kantor. Karyawan kantor terkejut dengan kedatangan banyak makanan dan ada foto muka bos mereka bersama istri di depan truk makanan itu.
"Semuanya... saya dan istri tercinta hari ini akan mentraktir kalian untuk makan sepuasnya. Ini adalah hari spesial buat kami karena istri saya sedang hamil. Doa kan anak saya ya... Selamat Makan", Roby turun dari truk dan menghampiri istrinya.
Makanan langsung di sediakan. Semua karyawan berkumpul di depan mobil makanan itu.
Betapa bahagianya Yuri melihat semua orang bisa makan dan senang seperti ini.
Satu persatu karyawan mendatangi mereka dan mengucapkan terima kasih. Betapa mulianya Yuri membalas terima kasih mereka dengan penuh ke akraban. Tidak salah lagi kalau karyawan kantor cepat akrab dengan Yuri.
Mungkin efek dari hamil ya, Yuri meminta suaminya menemani ke atas untuk istirahat sebab kakinya mulai keram.
Berjalan menuju ke ruangan mereka, eh ada Sarah yang memberhentikan jalan mereka.
"Pak tunggu dulu", kata Sarah
Yuri mendengar suara Sarah saja mulai kesal apalagi muka nya.
"Ya ada apa?", jawab Roby
Firasat Yuri mulai tak enak...
"Begini pak. Kita sebentar lagi ada meeting, jadi lebih baik bapak langsung saja ke ruangan"
"Oh...-", belum selesai ngomong Yuri langsung memotong bicara suaminya.
"Mami bilang kamu harus temani aku dan untuk meeting bukannya sudah di urus sama asisten kamu ya sayang", ucap Yuri dengan raut wajah yang melas.
Terlihat dari tatapan Sarah seperti tidak suka dengan kata Yuri tadi.
"Tapi bapak harus ada disana pak", bantahan Sarah.
"Gak harus... Saya disini banyak asisten dan salah satunya kamu. Untuk apa saya gaji kamu kalau gak ada kerjanya. Ya sudah mending kamu pergi sana urus semuanya", kata Roby dengan tegas.
Sepasang suami istri ini langsung masuk ke dalam ruangan tanpa menghiraukan kata Sarah lagi. Sedangkan Sarah dia semakin sakit hari melihat Yuri yang semakin menjadi jadi...
...
Mulai masuk ruangan tadi sampai jam mau pulang mereka belum juga keluar dari ruangan tersebut. Karena kantor mau tutup jadi karyawan lain bingung bagaimana cara memberitahu bosnya itu.
Satpam kantor mulai bertindak, dia mencoba memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruangan bosnya itu.
Satu kali ketukan pintu ruangan langsung terbuka.
Roby keluar dengan menggendong istrinya yang sedang tertidur pulas.
"Eh pak... bisa saya bantu", ucap satpam itu
"Boleh.. kamu nanti bukakan pintu mobil saya ya", kata Roby
Satpam itu terharu melihat pak bosnya yang galak bisa romantis dan perhatian seperti itu kepada istrinya.
Selisih jalan pintu keluar kantor, terlihat di sudut ruangan ada Sarah yang melihat sinis keromantisan suami istri ini. Bahkan dia melihat mereka hingga masuk ke dalam mobil.
"Makasih ya pak", ucap Roby pada satpam yang membantunya.
"Sama - sama pak. Sangat lelah sekali ibuk", kata Satpam
"Iya pak... dia begitu bahagia dan aktif hari ini", ucap Roby sambil menatap istrinya yang sedang tidur.
"Kalau begitu saya pulang dulu ya pak", dia pamit untuk pulang.
Banyak perubahan yang terjadi selama Roby menikah. Dia lebih menganggap karyawannya itu sebagai saudaranya.
...
Sampai rumah Roby memasukkan istrinya ke kamar dan mereka beristirahat bareng.
.
.
.
Pagi hari, dengan rumah yang masih berantakan dan mata yang masih terpejam. Mereka masih tertidur dengan lelap di kamar.
Di dapur terdengar seperti ada orang yang beraktivitas di bawah. Yuri yang mulai peka, dia terkejut dengan adanya suara kompor dan piring - piring di bawah. Yuri mencoba untuk membangunkan suaminya.
"Sayang... bangun sayang", Yuri membangunkan suaminya dengan pelan - pelan.
Roby yang tak kunjung bangun membuat Yuri memberanikan diri untuk melihat ke bawah siapa orang yang berada di dapur.
Dengan membawa sebuah tongkat untuk jaga - jaga, dia perlahan turun menuju ke dapur.
Dari tangga masih belum terlihat ada orang di bawah tapi semakin ke bawah...
Yuri mulai masuk ke daerah dapur tapi kenapa kosong ya... mulai terasa aman Yuri balik ke kamar saja. Tapi saat balikkan badan, dia di kejutkan oleh...
"Aaaaaaa..", teriakan Yuri melihat sosok itu.
"Plakkk"
"kenapa sih kamu ini", ternyata itu Mamanya sendiri yang sedang memakai masker.
"Mama.... kok gak bilang mau datang"
"Lagian tadi Mama sudah pencet bel tapi gak ada yang denger. Jadi Mama telpon Mami suami kamu, ya dia kasih tau password kunci rumah kalian. Lagian ngapain kamu bawa tongkat segala. Mau mukul Mama?"
"Eh gak gitu Ma. Ini buat jaga - jaga", kata Yuri sembari menjauhkan tongkat itu dari Mama.
Dari atas Roby berteriak, "Ada apa yang?..."
"Eh turun sini", ucap Mama Yuri
Roby kaget mertuanya datang tiba - tiba di rumahnya. Dia langsung buru - buru turun untuk mendatangi mertuanya itu.
"Eh Ma", dia salami Mama Yuri.
"Kalian ya.. Mama dari tadi pencet bel tapi gak ada yang bukain pintu satupun", ucap Mama Yuri sambil bercanda.
Muka mereka berdua mulai sedikit panik..
"Hahaha santai aja... Yuk sini makan", ucap Mama Yuri sambil tertawa.
Mereka saling tatap - tatapan dan tersenyum sedikit.
Ketika makan agar tidak tegang suasananya, jadi Yuri membuka pembicaraan.
"Mama kemana aja sih. Kok pas aku ke rumah gak ada terus", tanya Yuri
"Oh Mama kan pergi ke Singapura sayang ngurus resto kita disana", jawab Mama sambil makan.
"Eh Mama hampir lupa gimana keadaan kandungan kamu nak?", tanya Mama
"Alhamdulillah Ma, sehat dan masuk usia 5 bulan sekarang", Yuri menunjukkan perut buncitnya kepada Mamanya.
Mamanya spontan senang melihat kandungan anaknya yang semakin membesar.
"aaa... cucu ku", Mama Yuri mengelus perutnya dengan penuh kasih sayang.
Dalam hati Yuri ini lah yang dinanti oleh kedua keluarganya. Semoga anak ini menjadi kuat dan tangguh...
...
Selesai makan, Mama Yuri menghubungi petugas pembersih rumah sedangkan suaminya bersiap - siap untuk berangkat ke kantor.
Yuri dan Mamanya bersantai di tepi kolam menghirup udara segar.
Mamanya bercerita bagaimana dulu mengandung Yuri.
(Flash back)...
Ketika Yuri lahir semua keluarga menyambut kedatangannya. Mulai dari Nenek Kakeknya hingga teman - teman Orang tuanya. Tangisan pertama Yuri adalah suatu hal yang sangat berharga saat itu.
Yuri lahir dengan keadaan prematur saat usianya masih 7 bulan di kandungan. Mamanya saat itu sedang sibuk membangun bisnis dengan papanya. Ketika meeting berlangsung, Mamanya sedang presentasi produk perusahaan. Tetapi tiba - tiba ketuban Mamanya pecah. Saat itu semua orang yang ada di kantor dengan sigap langsung membawa Mama ke rumah sakit. Dengan di dampingi Papa, air mata tak kunjung berhenti. Perut Mamanya sangat sakit sekali...
Sampailah di rumah sakit, ketika dokter mengecek kandungan ternyata kandungan Mamanya mengalami masalah dan di haruskan untuk melahirkan secara cesar. Keputusan itu harus diterima orang tuanya karena tak ada pilihan lain.
Memasuki ruang operasi, debar jantung Papanya sangat kencang. Dokter mulai melakukan operasi. Dengan bacaan doa Papanya selalu mengucapkan di telinga Mamanya hingga bayi itu keluar.
Yuri keluar dari perut Mamanya dengan kondisi badan yang membiru dan tak ada tangisan. Semua dokter yang ada dalam ruangan panik dan berusaha semaksimal mungkin menormalkan bayi ini.
Papa yuri berusaha tegar dan berdoa ada keajaiban Tuhan untuk buah hatinya itu. Papanya selalu mengalihkan pembicaraan Mamanya agar kondisi yang memburuk. Tetapi Mamanya bersikeras untuk memeluk bayi nya saat itu.
Dokter pasrah dan memberi bayi itu ke pelukan ibunya.
Bayi yang biru itu berada di pelukan ibunya. Dengan perlahan Mamanya mencium pipi anak nya dan membisikkan, "Anak ku sayang... Ibu dan Ayah sangat mencintai mu. Menangislah nak... Ibu percaya tuhan menyayangi mu tapi ku mohon bangun lah anakku". Tetesan air mata jatuh ke wajah bayi itu.
Dalam pelukannya hal yang menakjubkan terjadi, tangisan bayi itu terdengar dengan lantang. Badannya yang biru berubah menjadi merah. Satu ruangan operasi terdiam tak percaya hal itu benar terjadi. Tangisan haru terjadi dalam ruangan.
Dokter dengan sikap mengambil bayi itu untuk dilakukan tindak selanjutnya sebab dia lahir prematur.
Dalam tabung inkubator bayi itu mulai menunjukkan perkembangannya. Dengan kursi roda yang di dorong oleh suaminya. Mamanya memberikan nama bayi itu Yuri yang artinya mendengar, cerdas, bijaksana, lembut, dan pekerja keras. Yuri mampu mendengarkan permohonan Mamanya saat detik dimana dia belum menunjukkan adanya kehidupan saat baru lahir.
"Ma... makasih sudah berjuang untuk Yuri ya", ucap Yuri setelah mendengar cerita Mamanya. Dia memeluk erat Mamanya yang ada disampingnya.
Air mata mulai jatuh perlahan dari ujung mata Mamanya. "Mama sangat berterimakasih karena kmu sudah melengkapi hidup Mama dan Papa saat itu. Mama ingat sekali bagaimana sayang dan cintanya Papa ke kamu sayang"
Yuri menghapus air mata Mamanya, "Yuri kangen Papa ma".
"Kamu harus kuat ya nak. Papa pasti sekarang bahagia melihat anak kesayangannya akan menjadi seorang ibu", ucap Mama Yuri sambil mengelus perut Yuri.
"Iya Ma... Yuri sekarang ingin menjadi seperti Mama", kata Yuri
Mamanya langsung membantah, "jangan nak... Mama bukan ibu yang baik"
"Kenapa?"
"Mama sudah merebut masa remaja kamu sayang", ucap Mama Yuri
"Mah dulu Yuri memang sempat marah dengan keadaan semua ini. Tapi sekarang Yuri sadar bahwa semua ini adalah skenario tuhan yang harus Yuri jalankan Ma"
Dari depan pintu Roby ikut berbicara, "Dan aku ingin seperti Papa Ma... menjadi pria yang setia menemani istrinya kapan pun. Hingga berhasil membangun rumah tangga yang rukun dan damai"
Yuri kaget ternyata dari tadi ada suaminya di belakang, "Eh sayang dari tadi disana?"
"Sini nak..", ucap Mama Yuri
Roby langsung mendatangi mereka dan memeluk erat Yuri dan Mamanya. "Aku akan menjadi pria yang tangguh untuk membesarkan anak ku dan membahagiakan istriku Ma".
Pelukan erat membuat suasana menjadi haru. Ucapan Roby sama seperti Papa Yuri dahulu ketika Yuri masih dalam kandungan.
"Semoga papa tenang", ucap Yuri menghadap ke atas langit.
.
.
.

Komentar Buku (685)

  • avatar
    PutriMelisa Dwi

    Semangat melanjutkan tulisannya🥰

    14/04/2022

      4
  • avatar
    AmeliaResti

    keren

    26/08

      0
  • avatar
    HidayahNur

    bagus critanya smngt ya 👍👍

    19/08

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru