logo text

BAB 26-GIMANA PERTEMUAN NYA.

Setiba di rumah majikan nya,Bik Inah langsung mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam,ternyata kedua orang tua Egi sudah berada di ruang tamu sedang mengobrol-ngobrol.
"Loh,Bik.Bibik darimana?kok tadi Saya nggak lihat Bibik di rumah?"ucap Mama Egi.
"Maaf Nyonya,tadi Saya ijin keluar sebentar,tapi Saya udah minta ijin kok sama Non Nita,mau bilang sama Nyonya,Nyonya sama Tuan udah pergi pagi-pagi tadi,"ucap Bik Inah.
"Betul itu Ma,tadi Bibik udah minta ijin sama ku sebelum pergi,lagi pula Bibik kan nggak lama juga,"Nita yang baru turun dari lantai atas sambil menggendong anak nya.
"Iya Nit,emang Bibik tadi ketemu sama siapa?"
"Temen dari kampung Nya,dia baru sampe di kota ini,jadi dia minta ketemuan,"......maafin Saya Nya,Saya terpaksa berbohong,Saya udah janji sama Non Rara untuk merahasiakan ini semua"batin Bik Inah.
"Oh,Baiklah Bik"Mama Egi mengangguk percaya dengan ucapan asisten rumah tangga nya tersebut.
"Iya,tapi Nya.boleh nggak minggu depan Bibik ke rumah yang lama?"ucap nya hati-hati.
"Mau apa Bibik disana?"tanya Papa Egi.
"Anu Tuan,Bibik mau ngambil baju-baju Bibik yang masih tersisa disana,lumayan buat ganti sehari-hari karna masih layak pake,apa lagi sebagian dari baju-baju itu pemberian dari tetangga Bibik,katanya buat kenang-kenangan"
"Boleh Bik,tapi Bibik diantar sama pak Asep aja ya,nggak usah naik-naik angkot segala,"ucap Nama Egi.
"Terimakasih,Nyonya.kalo gitu Bibik ijin ke kamar dulu,"ucap Bik Inah sopan.
Mereka pun mengangguk sebagai jawaban..
DI RUMAH DOKTER KENZO.
Rara baru aja tiba di rumah Kenzo,ternyata rumah masih sepi belum ada siapapun didalam kecuali Rara sendiri.
"Kenapa aku nggak sakit hati,pas Bibik tadi bilang kalo Egi sudah menikah lagi?apa karna aku sudah mati rasa terhadapnya,sudah ah Ra.ngapain lagi kamu mikirin dia,sekarang lebih baik kamu fokus pada perceraian mu sekaligus masa depan pun,"monolog Rara.
Rara pun bangkit dari tempat duduknya,ia segera menuju ke kamarnya untuk segera mandi karna badan nya sudah lengket karna keringat.
Sedari tadi Kenzo hanya melirik-lirik jam yang melingkar di tangan nya,rasa nya Kenzo sudah tidak sabar ingin cepat-cepat pulang dan bertemu dengan Rara.
"Rara udah di rumah belum ya? kenapa aku nggak bisa tenang sedikit pun,apa lagi Rara pergi tampa aku temani,pasti buaya-buaya diluaran sana pada ngelirik dia,arrrggghhhh!!!,"Kenzo semakin tak tenang dengan pikiran nya.
"Astaga,kenapa aku nggak kepikiran buat nelfon dia aja sih"rutuk Kenzo,ia pun segera mengambil ponsel nya yang terletak di meja kerjanya.
Sudah hampir empat kali Kenzo menghubungi Rara,tapi hasil nya nihil karna Rara tidak menjawabnya,membuat Kenzo semakin berfikir yang tidak-tidak.
Tampa Kenzo ketahui orang yang ia hubungi,sedang asyik berendam di kamar mandi.
"Permisi Dok,boleh saya masuk"ucap seorang wanita rekan kerja Kenzo.
"Silahkan"ucap Kenzo dengan malas.
"Dokter Kenzo,belum makan siang kan?kebetulan ini tadi aku pesan dua kotak makanan nya,kita makan sama-sama yuk"dengan telaten perempuan yang bernama Lisa itu menyiapkan makanan tersebut.
Dengan terpaksa Kenzo duduk dan makan bersama dengan Lisa,Kenzo tau kalo Lisa sudah lama memiliki perasaan terhadapnya,tapi Kenzo tidak memperdulikan sedikitpun.
Meskipun kamu nggak ada rasa sama aku Ken,tapi aku akan berusaha meluluhkan hati mu.bagaimana pun caranya,aku tidak peduli sama sekali"batin Lisa,sesekali Lisa melirik Kenzo.kalo Kenzo sedang pokus pada makanan nya.
"Ken,malam minggu ini kamu ada acara nggak?"ucap Lisa mencairkan suasana diam mereka.
"Belum tau,emang ada apa?"ucap Kenzo tampa melihat ke arah Lisa.membuat Lisa kesal.
"Kini Ken,aku mau ngajakin kamu keluar malam minggu ini,kita jalan-jalan kemana gitu.kamu mau ya"ucap Lisa memohon.
"Maaf Lis,aku nggak bisa karna ada ha--'---"
Belum sempat Kenzo meneruskan ucapan nya,tiba-tiba ponsel nya berbunyi,seketika Kenzo tersenyum begitu melihat siapa yang menghubungi nya.
(Halo sayang,kenapa tadi panggilan ku tidak di jawab)ucap Kenzo sangat jelas,membuat Lisa kaget sekaligus sakit hati mendengar Pria yang ia cintai sejak lama,memanggil seseorang dengan sebutan sayang.
(Oh,baiklah sayang,tunggu aku pulang kerja ya.kamu mau di bawain apa nanti)
(Baiklah,Love you)ucap Kenzo mengahiri panggilan tersebut.
"Yang nelfon siapa Ken"ucap Lisa ketus.
"Calon istri ku,udah selesaikan makan nya?lebih baik sekarang kamu kembali keruangan mu,aku nggak mau ada ngosip yang nggak-nggak nanti tentang kita,apa lagi calon istri ku mengetahui kita makan berdua begini,"ucap Kenzo dingin.
Lisa pun segera bangkit dari tempat duduk nya,ia segera keluar dari ruangan Kenzo dengan hati marah dan cemburu.
"Hey Ken,kamu apain tu si Lisa?aku lihat dia keluar dari ruangan mu dengan muka merah,seperti menahan sesuatu,"ucap Alfi yang menyelonong masuk keruangan Kenzo tampa permisi.
"Kebiasaan,kalo mau masuk itu ketuk dulu napa"Kenzo menjitak kepala Afli.
"Awwww,sakit tau"keluh Alfi.
"Lebay,kamu kayak nggak tau aja gimana sifat nya Lisa,"ucap Kenzo.
"Kenapa kamu nggak terima aja sih Lisa,dia itu udah lama loh nyimpan perasaan terhadap mu Ken,Lisa sering curhat ke Aku,"ucap Alfi.
"Aku nggak ada rasa sama Lisa,dan cinta itu nggak bisa dipaksain Al,dan kamu harus tau Al.bahwa aku sedang menjaga hati sesorang,"ucap Kenzo tersenyum.
"Widihh,siapa kah wanita yang berhasil mencairkan hati seorang Kenzo,kok kamu nggak bilang sih sama Aku,kalo kamu udah punya kekasih,"
"Emang perlu,nanti aja ketika kami udah menuju ke jenjang yang serius,kamu orang yang pertama dapat undangan,"Kenzo menepuk pundak Alfi.
"Ok,aku tunggu,tapi kapan-kapan aku boleh nggak main ke rumah mu? aku penasaran sama calon istri mu itu,"
"Boleh,tapi seperti nya pernikahan kami masih lama Al,"Kenzo menghela nafas.
"Kenapa,bukannya kalian berdua udah sama-sama serius"
"Iya,tapi dia masih berstatus istri orang Al,"
"Apa?gila kami Ken.istri orang pun kamu embat juga,awas entar kamu di gebukin sama suaminya,"ucap Alfi tak habis fikir.
"Dengarin dulu Al,aku kan belum selesai ngomong,makanya jangan di potong dulu,"decak Kenzo.
Kenzo pun menceritakan semuanya pada Alfi,mulai pertemuan pertamanya dengan Rara hingga mereka menjalin hubungan sampe saat ini.
"Gia tu lakik,wajar sih jika calon mu melakukan itu.terukan aja Ken,aku selalu mendukung mu,kalo gitu aku mau keruangan ku dulu,"Alfi pun pergi keluar dari ruangan Kenzo.
Sore hari Kenzo pun pulang dari tempat kerjanya sementara Rara sudah menunggu di ruang tamu,begitu melihat Kenzo datang Rara langsung berlari dan memeluk Kenzo,Kenzo pun membalas pelukan Rara serta mencium kening Rara dengan lembut.
"Emang nggak bau sayang?kan aku belum mandi,"ucap Kenzo.
"Nggak Dok,biarpun Dokter belum mandi tapi tetap wangi kok"ucap Rara.
"Gimana tadi,saat bertemu dengan asisten rumah tangga mu itu,"
"Nggak papa Dok,aku udah minta tolong sama Bibik buat ngambil berkas-berkas di rumah,biar kita cepat ngurus surat perceraian aku,"jelad Rara.
"Bagus lah,aku juga nggak sabar menantikan saat itu,biar kita berdua bebas ngelakuin apapun,"ucap Kenzo senang.
"Iya Dok,semoga aja Bibik nggak kesulitan buat ngambil berkas itu,semoga aja Egi mau pun yang lain nggak menyimpan nya di tempat yang lain,"ucap Rara.

Komentar Buku (190)

  • avatar
    Dekk Ihh

    sedih Bro , syabas novelnya kerana membuat ku menangis

    02/08/2022

      0
  • avatar
    AlisiaZaliyanti

    bagus ceritanya

    30/05

      0
  • avatar
    Gebex Putra

    kelanjutan nya mana min

    25/05

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru