logo text

BAB 19-MENGUBAH PENAMPILAN.

"Apa kamu tidak merindukan orang tua mu?"ucap Kenzo,mengelus rambut Rara.
"Sangat,Aku sangat merindukan kedua orang tua ku,bagaimana ya kabar mereka sekarang?rasa nya nggak sabar banget pengen ketemu sama mereka,"ucap Rara.
"Kenapa kamu tidak menemui nya saja,kamu kan sudah sembuh dari penyakit mu,"
"Pengen nya sih gitu,tapi jika Aku pergi sekarang.aku belum tau balik lagi kesini atau nggak,"ucap Rara.
"Kalo gitu kamu nggak boleh pergi,karna aku nggak mau dan nggak akan bisa jauh dari kamu,"Kenzo memeluk Rara erat.
"Aduh Dok,kalo meluk pelan-palan dong.nafas aku sesak tau,"ucap Rara cemberut.
"Maaf,maaf,lebih baik kita makan siang sekarang.karna waktu nya sudah tiba,"Kenzo menggandeng tangan Rara menuju meja makan.
DI RUMAH KELUARGA EGI.
"GI,kamu nggak ada niat buat cari calon istri lagi?,"ucap mama Egi.
"Nggak ma,untuk saat ini aku belum kepikiran kesana,aku belum bisa lupain Rara,"
"Tapi gi,istri mu udah cukup lama pergi.nggak mungkin selama nya kamu hidup dalam bayang-bayang Rara,bukan nya kedua orang tua Rara juga sudah mengijinkan kamu menikah lagi,kamu harus meneruskan hidup mu lagi,"
"Tapi ma,untuk mencari calon istri seperti Rara itu susah,jika pun aku menikah itu harus pernikahan ku yang terahir kali nya,"ujar Egi.
"Kamu nggak usah khawatir soal itu,Mama punya kenalan seorang gadis,dia teman anak mama.orang nya juga nggak kalah jauh dari sifat Rara.kalo kamu mau malam ini juga mama akan undang mereka buat makam malam,"
"Terserah mama aja,aku mau istirahat dulu,"Egi bangkit dari tempat duduk nya.
"Bu,ini gaji ku hasil dari kerja di Cafe.Ibu simpan ya dan ibu juga boleh memakainya untuk membeli kebutuhan di rumah ini,"Fani memberikan sebuah amplop yang berisi uang ke tangan ibu Rara.
"Nggak usah Nak,ini kan uang kamu jadi kamu simpan saja buat beli kebutuhan mu,soal kebutuhan di rumah ini kamu nggak usah pikirin,hasil dari ladang udah lebih dari cukup nak,"tolak ibu Rara lembut.
"Tolong terima lah bu,bukan nya ibu sudah menganggap aku sebagai anak ibu?jadi udah seharus nya seorang anak memberikan yang terbaik dan ingin membagiankan orang tua nya,"ucap Fani.
"Baik la nak,tapi jika kamu butuh minta saja pada ibu ya,"
"Iya bu,kalo gitu aku mau mandi dulu ya,"ucap Fani.
Saat ini Rara dan Kenzo sedang berada di pusat perbelanjaan,sehabis makan siang tadi mereka langsung pergi belanja,karna Rara ingin mengubah penampilan nya.
Rara sedang di salon yang cukup terkenal,ia melakukan perawatan dan mewarnai rambut nya,setelah beberapa jam Rara pun keluar dengan penampilan baru nya.
"Gimana Dok,apa penampilan ku sudah bagus,?"ucap Rara tersenyum manis.
"Cantik,"ujar Kenzo pandangan nya masih pokus melihat Rara.
"Dokter bilang apa,aku tidak mendengar nya,"
"Cantik,kamu cantik sekali sayang,rasa nya tidak rela jika kamu keluar dari rumah dengan penampilan seperti ini,pasti banyak mata buaya yang melihat dengan genit,"Kenzo memeluk Rara tampa melihat situasi di sekitar nya.
"Lepas Dok,disini banyak orang yang melihat kita,aku jadi malu,"ucap Rara,sementara Kenzo merasa biasa-biasa aja.
Setelah selesai dari salon,mereka berdua pun melanjutkan acara belanja nya sampe puas.
Brukkk!
"Kalo jalan hati-hati dong,"ucap Sari kesal sambil memungut barang-barang nya.
Rara mencoba bersikap biasa aja,karna dia sangat mengenal perempuan yang ada di depan nya saat ini,Sari pun tak kalah kaget melihat wanita yang di depan nya.
"Rara,"ucap nya terbata.
"Maaf ya mbak,aku nggak sengaja,"ucap Rara.
Sari masih tidak menjawab nya,karna ia masih terkejut.
"Kamu Rara ka?"
"Rara,maaf dia itu siapa ya?dia Mawar calon istri ku,"ucap Kenzo merangkul pinggang Rara.
"Oh,lupakan saja Mas,aku cuman salah sebut tadi.habis nya calon istri Mas mirip bangat sama seseorang,"ucap Sari senyum.
Dasar gatal,kalo lihat orang ganteng langsung deh kayak cacing kepanasan,"batin Rara.
"Tidak masalah mbak,sekali lagi maaf ya,kita permisi dulu.yuk sayang,"Rara memengang tangan Kenzo dan menarik nya pergi.
"Aku nggak suka ya,Dokter senyum-senyum seperti tadi sama perempuan lain,apa lagi sama perempuan tadi,"entah kenapa Rara begitu cemburu saat melihat Kenzo tersenyum seperti tadi,apa karna rasa cinta nya pada Dokter yang sudah merawat nya itu terlalu besar.
"Kamu cemburu,"goda Kenzo.
"Issss,tau ah Dokter bikin aku makin kesel aja,"Rara pun membuang pandangan nya keluar jendela mobil Kenzo.
Tampa aba-aba Kenzo langsung menarik tangan Rara hingga membuat nya menatap Kenzo.dan di luar dugaan Rara,Kenzo mencium bib*r Rara entah dorongan dari mana Rara pun membalas ciuman Kenzo meskipun masih terasa kaku.
"Dokter,disini tempat umum tau.kalo ada yang melihat kita gimana?"
"Tapi kamu suka kan,"ucap Kenzo.sementara Rara menahan malu.
"Kamu nggak usah cemburu gitu dong,aku tu nggak akan berpaling dari kamu sayang,apa kamu mengenal perempuan tadi,?"
"Iya Dok,perempuan itu lah yang menjadi selingkuhan suami ku dulu,aku sangat membenci nya,"ucap Rara.
Bukan nya menanggapi ucapan Rara,Kenzo malah bertanya hal yang lain.
"Apa sebelum nya,kamu tidak pernah berci*man,?"tanya Kenzo.
"Belum,"ucap Rara jujur.
"Belum?bagaimana mungkin sementara kamu bilang kalian menikah sudah ada satu tahun,apa kamu juga masih,"
"Iya Dok,aku masih suci,"ucap Rara lirih.
"Meskipun kami menikah sudah satu tahun,tapi suami ku tidak sudi menyentuh ku,kami tidur satu kamar tapi pisah ranjang,mungkin bagi nya aku ini terlalu menjijikan untuk di sentuh,"tampa sadar Rara meneteskan air mata.
"Maaf,aku tidak bermaksud untuk membuat mu menangis,dan tidak ada niat membuat mu untuk mengingat kenangan pahit mu,"Kenzo menghapus air mata Rara.
"Tidak apa Dok,kita pulang saja yuk.aku sudah lelah bangat ni pengen istirahat,"
"Baik calon istri ku,"ucap Kenzo,dan segera menyalakan mesin mobil nya.
"Apa,perempuan ini yang di sebut Vina semalam?sekilas sih emang mirip bangat sama Rara,tapi nggak mungkin dia Rara orang wanita itu udah mati lama pun,ini mah seperti wanita berkelas cantik dan pakaian nya juga mahal-mahal pasti nya,"
"Mana calon suami nya ganteng bangat lagi,serasi lah pokok nya,kalo gitu ganteng nya jadi yang kedua pun aku mau,:"gumam Sari.
MALAM HARI.
Saat ini keluarga Egi sedang menunggu kedatangan keluarga,yang akan mereka kenalkan sama Egi.
Tin.....tin....tin.
Suara mobil pun sudah terdengar di halaman rumah Egi,kedua orang tua Egi pun segera keluar untuk menyambut kedatangan tamu yang mereka tungu-tunggu sedari tadi.
"Assalamualaikum,pak Hans,bu Lina."ucap nya pada kedua orang tua Egi.
"Walaikumsalam,bu Ana,pak Herman.mari silahkan masuk,"ucap mama Egi.
Mereka semua pun masuk ke dalam rumah Egi,biar lebih enak ngobrol nya.
"Duh,kamu makin cantik aja Nak,"ucap mama Egi,pada seorang gadis yang di dekat nya.
"Makasih Tan,"ucap nya tersenyum.
Tak berselang lama Egi pun datang,ia kelihatan tampan malam ini,Kayla pun terpesona melihat Egi.
"Om,Tante.gimana kabar nya?"ucap Egi sopan sambil menyalami nya.
"Baik Nak,kamu sendiri gimana kabar nya?"
"Alhamdulillah,baik Tan,"ucap Egi.
"Kok,cuman orang tua nya yang disapa gi? nak Kayla nya nggak nih"goda mama Egi.
"Egi"ucap Egi memperkenalkan diri.
"Kayla Mas,"ujar nya malu-malu.
"Nanti lagi di lanjut ngobrol nya,lebih baik sekarang kita makan malam dulu,"ucap papa Egi.
Mereka semua pun segera menuju meja makan,disana sudah tersedia berbagai macam hidangan yang lezat-lezat.
"Mas egi,suka nya makan apa?biar Kay ambilkan,"ucap Kayla manis.
"Apa aja aku suka,kalo soal makanan aku nggak milih-milih,"ucap Egi.
"Baik Mas,"Kayla pun mengambilkan nasi beserta lauk buat Egi.
"Duh,belum jadi istri aja udah di perhatiin begitu,gimana nanti kalo udah jadi istri,"ucap Mama egi.
"Udah dong Ma,jangan godain mereka terus.Mama nggak lihat calon mantu kita jadi malu gitu,"ucap papa Egi.
Setelah selesai makan,mereka semua pun kembali keruang tamu.
"Gimana menurut mu nak Kayla,apa kamu bersedia menjadi istri nya anak Tante?"
"Apa lagi Egi seorang duda,dia di tinggal mati oleh istri nya,"sambung Mama Egi lagi.
"Aku si mau aja Tan,tapi itu tergantung sama Bunda dan Ayah juga,biar bagaimana pun restu orang tua kan sangat penting,"ucap Kayla menatap kedua orang tua nya.
"Ayah sama Bunda merestui Nak,karna kebahagian seorang anak adalah hal yang utama bagi orang tua,kami juga sangat yakin jikan Nak Egi mampu membahagiakan mu,"ucap bunda Nayla.
"Betul itu Nak,jika kamu bersedia maka kami pun akan meretui nya,"timpal Ayah Nayla.
"Alhamdulillah,kalo kamu gimana gi?"
Sebelum berbicara Egi terlebih dahulu menarik nafas.
"Apa kamu udah yakin Kay,untuk menjadi istri ku?asal kamu tau,aku ini dulu seorang laki-laki yang egois dan nggak punya hati,dulu aku rela menyakiti hati istri ku demi menyenangkan hati wanita simpanan ku,hingga di saat terahir nya pun aku nggak ada di sisi nya,apa kamu masih yakin Kay,"ucap Egi lirih.
"Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan Mas,dan setiap manusia juga pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan,mungkin saat itu Mas Egi sedang berada di jalan yang sesat,selagi kita mau berubah pasti ada jalan Mas,dan aku sudah yakin menjadi istri mu,"ucap Kayla mantap.
"Baiklah,kalo gitu di depan kedua orang tua mu,aku melamar mu,Kayla Putri mau kah kamu menjadi istri ku, dan menjadi ibu untuk anak-anak ku kelak
dan berjanji tidak akan meninggalkan ku dalam suka mau pun duka,"ucap Egi menatap Kayla.
Kayla begitu terharu mendengar ucapan Egi,begitu pun para orang tua mereka masing-masing.
"Aku bersedia Mas,"ucap Kayla menangis bahagia.
"Alhamdulillah,"ucap mereka serempak.
Kini mereka semua pun membahas tanggal pernikahan Egi dan Kayla yang akan di langsungkan dalam waktu dekat.
"Kalian berdua mau acara nya seperti apa,?"
"Aku sih terserah sama Kayla aja Ma,pasti dia lebih tau,"ucap Egi.
"Baik Mas,aku yang pilihkan,"ucap Kayla.
Semua pun kini sudah selesai di bahas mengenai acara tersebut,Kayla dan keluarga nya pun pamit untuk pulang.

Komentar Buku (190)

  • avatar
    Dekk Ihh

    sedih Bro , syabas novelnya kerana membuat ku menangis

    02/08/2022

      0
  • avatar
    AlisiaZaliyanti

    bagus ceritanya

    30/05

      0
  • avatar
    Gebex Putra

    kelanjutan nya mana min

    25/05

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru