logo text

BAB 14-MENEMUI EGI.

Pagi hari setelah selesai sarapan,Mama dan Papa Egi langsung berangkat menuju ke rumah Egi,mereka ingin mendengarkan langsung dari mulut Egi,apa gosip ibu-ibu yang mereka dengar itu benar atau nggak.
Setelah menempuh jarak yang tidak begitu jauh,kini mereka sudah tiba di rumah Egi.00
"Assalamualaikum,!"ucap mereka.
"Walaikuksalam,"ucap bik inah.
"Ya ampun,nyonya sam Tuan toh,mari silah kan masuk,"
"Terimkasih Bik,Egi ada kan Bik?"tanya Mama Egi.
"Ada nyonya,kalo gitu sebentar biar saya panggil kam dulu,"
"Taun,nyonya sama Tuan besar sedang menunggu tuan di ruang tamu,"
"Apa bik? Mama sama Papa datang kesini,"tanya Egi yang baru bangun karna hari libur.
"Benar Tuan,kalo gitu bibik tinggal dulu ya.mau bikinin minum buat mereka,"
"Baik bik,sebentar lagi Aku akan menyusul,"
Egi pun kini sudah berada di ruang tamu dimana kedua orang tua nya sudah menunggu nya.
"Kenapa, Mama sama Papa nggak bilang kalo mau kesini? emang ada apa Ma.Pa,"
"Ada sesuatu yang ingin kami tanya kan sama kamu Gi,tapi kami harap kamu jawab jujur ya,"ucap Mama Egi.
"Iya Ma,emang Mama sama Papa mau nanya apa,?"tanya Egi penasaran.
"Apa benar,kamu menghamili Sari? tolong jawab jujur Gi,"
"Nggak Ma,! emang beberapa hari yang lalu dia datang kesini,kata nya dia hamil dan dia minta Aku buat tanggung jawab,tapi Aku nggak mau.karna Aku yakin bahwa Anak yang di kandung nya bukan Anak ku,"ucap Egi jujur.
"Kenapa kamu begitu yakin,kalo anak yang di kandung nya bukan anak mu,bukan kah kamu udah sering melakukan itu sama dia,"ucap Papa Egi dingin.
"Memang Aku akui Pa,kalo Aku pernah melakukan itu sama dia,tapi Aku selalu memakai pengaman.jadi nggak mungkin kalo itu anak ku,lagi pula Aku pernah melihat dia memasuki hotel bersama pria lain,jadi aku sangat yakin itu bukan anak ku".
"Oh syukur lah,"orang tua Egi bernapas lega setelah mendengar ucapan dari Egi.
"Kalo Aku boleh tau,emang Mama sama Papa tau dari mana kalo Sari sedang hamil,"ucap Egi hati-hati.
"Semalam kami berkunjung ke rumah Rara,saat memasuki halaman rumah nya,disitu begitu banyak ibu-ibu yang sedang berkumpul,dan mereka menggisopi kamu dan seorang wanita hamil.dan kami sudah bisa menebak nya,kalo yang perempuan maksud itu adalah Sari.kata mereka Sari menangis di tepi jalan,saat salah seorang ibu menghampiri nya dan dia menceritakan masalah nya,kata dia kamu nggak mau bertanggung jawab".
"Astaga,jadi wanita itu bikin ulah lagi,"
"Kamu kan udah lama kenal dia,jadi nggak mungkin dong kalo kamu nggak mengenal sifat asli nya seperti apa,meskipun begitu kamu begitu tergila-gila sama wanita itu,"
"Sudah la Ma,itu kan hanya masa lalu.sekarang Aku ingin merubah sifat ku,Aku begitu menyesali nya, setelah kepergian Rara untuk selama nya,kini baru Aku sadari kalo Rara itu begitu berarti,seandai nya waktu bisa di ulang lagi,mungkin Aku tidak akan memperlakukan Rara begitu kejam,tapi Ma.semalam Aku nggak sengaja melihat wanita yang begitu mirip dengan Rara,saat Aku ingin mengejar nya Aku kehilangan jejak,"
"Kamu nggak usah ngaco Egi,Rara itu udah nggak ada.kami semua menyaksikan pemakaman Rara saat itu,jadi nggak mungkin kalo Rara itu masih hidup,"ucap Papa Egi.
"Tapi-"
"Benar kata Papa mu,mungkin itu cuman perasaan kamu aja,bisa jadi karna kamu belum bisa melepas kepergian nya,maka nya kamu berhalusinasi seperti itu,"
Apa benar yang di katakan Mama sama Papa tadi,kalo Aku cuman berhalusinasi aja.kenapa setelah kamu pergi baru terasa Ra,"batin Egi.
Di lain tempat.
Saat ini Fani sedang berada di makam Rara sahabat nya.
"Aku datang lagi Ra,kamu tau nggak? kalo Aku begitu kangen sama kamu Ra.setelah kamu pergi ninggalin Aku,hari-hari ku begitu sepi,Aku rindu tertawa bersama.Aku rindu masa-masa konyol kita,kenapa kamu begitu cepat ninggalin Aku Ra,"
"Kamu tau sendiri kan,Aku sudah tidak memiliki keluarga lagi Ra,saat kamu mengatakan kita berdua itu sodara.hati ku begitu senang dan bahagia banget Ra.saat Aku kehilangan semangat kamu yang selalu ada buat Aku Ra,tapi sekarang kamu juga ikut ninggalin Aku,sekarang Aku harus gimana Ra? Aku begitu kesepian...hiks...hiks,"ucap Fani terisak.
"Kamu nggak sendiri Nak,disini masih ada kita sebagai keluarga mu,jadi kamu nggak boleh bersedih,"ucap seorang sambil mengelus pundak Fani.
"Ibu,"Fani semakin menangis.
"Ihklas kan Rara Nak,kamu harus kuat.Rara pasti bersedih jika melihat sahabat kesanyangan nya menangis seperti ini,masih ada ibu sama bapak disini,kami berdua ini orang tua mu.jadi jangan pernah merasa sendiri di dunia ini,"ucao ibu Rara.
"Betul yang ibu mu bilang Nak,anggap lah kami ini sebagai orang tua mu,mulai sekarang tinggal lah di rumah Nak,agar ibu sama bapak tidak kesepian lagi,"timpal Ayah Rara.
Fani begitu terharu mendengar ucapam kedua orang tua sahabat nya itu,air mata Fani pun semakin deras mengalir,Fani memeluk ibu Rara dengan lembut.
"Terimakasih Bu,Pak.berkat kalian berdua,kini Aku bisa merasakan kasih sayang orang tua terhadap anak nya,"ucap Fani tulus.
"Sama-sama Nak,lebih baik sekarang kita kirim doa buat Rara.setelah itu kita pulang,karna sebentar lagi seperti nya akan datang hujan,terlihat dari cuaca nya yang sudah mendung,"
Mereka bertiga pun berdoa bersama.
Sementara Sari baru aja selesai melakukan hubungan badan dengan dukun yang beberapa hari lalu yang mereka temui,Sari begitu ketagihan bermain bersama dukun tersebut,bahkan Sari tak sedikit pun merasakan jijik.
"Apa kamu puas sayang,"ucap nya sambil memeluk Sari.
"Sangat Mbah,Aku begitu ketagihan dengan sentuhan mu Mbah,entah mengapa saat kita melakukan kan,Aku begitu ketagihan.hingga sekali saja tidak membuat Aku puas,"
"Kalo begitu,sering-sering lah datang kesini.biar kita bisa melakukan itu setiap saat,Mbah juga begitu suka dengan permainan mu,kamu begitu lihai saat bermain,"
"Ah,Mbah bisa aja,tapi Mbah?apa kita aman jika bermain disini,Aku takut nanti kita di pergoki sama tetangga,"ucap Sari.
"Kamu nggak usah takut,tak seorang pun yang berani mengusik Mbah,lagi pula kan ruamah ini cukup jauh dari kampung warga,jadi nggak mungkin kita ketahuan,"
"Baik la Mbah,Aku percaya sama Mbah,"
"Harus dong sayang,gimana kalo kita bermain lagi sebelum kamu pulang,karna Mbah masih belum puas,"ucap nya dengan genit.
"Dengan senag hati Mbah,"ucap Sari manja.
Mereka berdua pun kembali melakukan adengan panas mereka,Sari begitu tergila-gila dengan keganasan dukun tersebut.
"Egi,pergilah ke rumah Rara.minta maaf kepada orang tua Rara,bagaimana pun pasti mereka begitu terluka dengan ini semua,akui semua kesalahan mu,"ucap Mama nya.
"Tapi Ma,apa mereka mau menerima kedatangan ku,kesalahan yang Aku lakukan begitu fatal.Aku nggak yakin mereka akan menerima ku,"
"Coba dulu Gi,Mama sama Papa yakin.kalo orang tua Rara pasti mau menerima kedatangan mu,dan minta maaf lah dengan tulus,mereka itu orang baik,"timpal Papa Egi.
"Baik Pa.besok Aku akan kerumah Rara.semoga aja mereka mau maafin Aku,"
"Aminn,"ucap kedua orang tua nya.

Komentar Buku (190)

  • avatar
    Dekk Ihh

    sedih Bro , syabas novelnya kerana membuat ku menangis

    02/08/2022

      0
  • avatar
    AlisiaZaliyanti

    bagus ceritanya

    30/05

      0
  • avatar
    Gebex Putra

    kelanjutan nya mana min

    25/05

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru