Bab 27 pemakaman

Part 32
Akhirnya emak bisa beristirahat dengan tenang, tak ada lagi rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya. Semua emak Luka sudah sirna seiring terpisahnya jiwa dari raganya yang Fana.
Selamat jalan emak, semoga engkau tenang di alam sana. Semoga semua amal ibadahmu diterima disisi Yang Maha Kuasa.
***
Rumah Saidah kini sudah ramai oleh para pelayat, Saidah sendiri masih shock dan menangis dikamarnya.
"Sudahlah Saidah, jangan begini terus, iniang sudah takdir, tak ada yang perlu disesali, seribu kali kau sesalipun tak akan membuat emak Bangkit lagi" Ucap Bang Umar membujuk adiknya.
"Ini semua salahku Bang, kalau saja aku tak meninggalkan emak sendiri... "
"Sudah sudah.. Jangan berkata apa apa lagi, sekarang ambil air wudhu, kita akan melakukan shalat jenazah untuk Emak"
Bang umar bangkit seraya menggandeng tangan adik perempuannya itu, dituntun nya Saidah kekamar mandi.
"Aku tunggu diluar Saidah, kalau sudah selesai lekas pakai mukenah dan bergabung dengan kami di depan" Bang Umar berlalu meninggalkan Saidah sendiri.
Di ambilnya air wudhu, dibasuh ke tangan hingga ke kaki. Setelas selesai berwudhu Saidah sudah merasa lebih tenang.
Ahmad dan Murni sudah menunggu Abang dan kakaknya untuk memalukan shalat jenazah. Jannah tak bisa shalat berhubung sedang datang bulan, ia hanya bisa duduk bersama pelayat sambil sesekali menyapu air mata yang mengalir membasahi pipinya.
"Maafkan Jannah Mak, maafkan Jannah yang sudah pernah menyakiti emak.. " Lirih Jannah sambil menyapu air matanya.
Samsul dan Umar sudah tiba ditempat yang telah di siapkan untuk shalat jenazah. Tak lama kemudian keluar Saidah yang sudah memakai mukenah.
"Bagimana sudah siap semuanya? " Tanya Pak Ustad Latif.
Jenazah emak yang sudah dikafan kan diletakkan didepan Pak Ustaz yang berdiri sebagai imam shalat jenazah.
"Allahu Akbar.. " Pak ustad mulai membaca Takbir, mendoakan shalat jenazah sudah dimulai.
Terlihat ada tiga shaf yang melakukan shalat jenazah, dua shaf laki laki dan satu shaf perempuan.
"Allahumma Firlahu, warhamhu, wa'afini wa'fuanhu.. " Suara Pak Ustaz yang merdu melantunkan ayat shalat jenazah membuat siapa saja yang mendengar pasti meneteskan air mata.
Tak terkecuali Jannah, ia tak bisa membendung tangisannya, semakin ia mendengar suara mendayu Pak Ustad membaca Ayat dan Do'a ia semakin merasa sedih.
"Huuhuuu... " Tangisan Jannah pecah membuat siapa saja yang melihat merasa simpati padanya.
"Sudahlah Jannah, ikhlaskan saja emak mu, ini sudah takdir kita tak bisa mengelak" Bujuk salah seorang pelayat yang berada disamping Jannah.
"Assalamu'alaikum warahmatullah... " Shata jenazah akhirnya selesai.
Pak Ustaz melanjutkam dengan membaca Doa Talqin mayit dan memberi tausiah kepada para pelayat, tausiah yang diberikan berupa nasihat dan renunganagar semua yang hadir pada tempat itu mengingat bahwa kematian pasti datang menjemput kita kapan saja.
Selesai Memberikan tausiah. Pak Ustaz meminta Kepada kelaurga yang berduka untuk mewakili almarhum untuk meminta maaf apabila ada salah pada para tetangga dan saudara, dan jika ada hutang untuk segera diberitahu kepada keluarga almarhum.
Bang Umar sebagai anak tertua mewakili keluarga untuk memberikan sedikit kata kata, " Saya selaku perwakilan dari Almarhum Ibuk syamsiah binti Machmud meminta maaf kepada semua yang hadir disini, apabila ada salah ibu saya mohon dimaakan dan apabila ada hutang almarhumah yang tak kami ketahui mohon memberitahu kami, baiklah hanya itu yang dapat saya sampaikan. Wassalamalaikkum.. "
Akhirnya setelah selesai di shalatkan Jenazah dibawa keliang lahat, Ahmad, Samsul, Bang Umar, dan Ramli mengangkat tandu keranda Almarhumah.
Setelah sampai di area pemakamam umum, Tandu keranda mayat diturunkan. Pak Ustad meminta salah satu anak dari almarhumah untuk turun keliang lahat untuk membantu menurun kan jenazah.
Ahmad dan Bang Umar yang turun kedalam liang lahat, jenazah diturunkan pelan pelan lalu dibaringkan di sisi kiri liang lahat, Ahmad meng Azankan tepat diposisi kepala jenazah.
"Allahu akbar.. Allah... Hu Akbarr" Suara Azan yang ahmad kumandangkan terdengar pilu dan menyayat hati.
Sesekali terdengar suara serak dari mulut Ahmad yang menahan Tangis. Ahmad tak bisa menyembunyikan kesedihannya tatkala harus mengAzani ibunya untuk terakhir kalinya.
Semua yang hadir di pemakaman terharu, apa luar yang menangis. Mereka adalah Jannah dan Saidah. Dua anak perempuan almarhumah yang merasa sangat sedih dan terpukul, dua duanya merasa sangat bersalah pada almarhumah emak.
Ahmad selesai Azan, dia lekas naik keatas dibantu oleh Samsul.
Pak Ustaz menurunkan tanah kedalam liang lahat satu persatu gengam seraya membaca do'a, setelah pak Ustaz selesai membaca do'a giliran Bang Umar yang menurunkan Tanah kedalam liang Lahat.
Tangis Bang Umar tidak dapat dibendung, sambil mencangkul tanah kedalam liang lahat, ia membasuh air matanya. Samsul dan Ahmad mengambil sekop lalu membantu Bang Umar menguburkan Tanah diatas pusara almarhumah emak.
Aneka kembang ditaburi diatas kuburan emak, Jannah dan Saidah masih terisak dengan tangis, mereka juga menaburi kembang diatas kuburan emak.
Sambil menangis, Jannah dan Saidah menaburi kembang diatas kuburan yang masih basah itu.
"Sudah Mba, jangan menangis lagi, emak susah tenang disana, emak sekarang hanya perlu doa dari kita" Ujar Ahmad membujuk kedua kakaknya.
"Maafkan Saidah ya Mak.. " Ucap Saidah sambil mengelus papan Nisan yang bertuliskan nama Ibunya.
Umar, samsul, Ahmad, Saidah dan Jannah akhirnya beranjak meninggalkan area pemakamam umum. Tinggallah pusara emak sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.
Tak ada yang abadi, semua yang bernyawa akan merasakan mati. Tua, muda, pasti akan dijemput oleh malaikat Maut.
Kita yang masih diberi kesempatan hidup, gunakanlah untuk berbuat kebaikan dan beribadah kepadaNya. Siapkan amal didunia selagi masih ada waktu.
Akhirnya emak bisa tidur untuk selama lamanya. Selamat jalan emak Syam, segala sedih dan sakitmu kini telah sirna.
Semoga emak tenang di alam sana.
Amin.
Tamat.

Komentar Buku (278)

  • avatar
    FitriyahAnis

    bagus ceritanya

    15d

      0
  • avatar
    OjanFauzan

    makasih telah membantu aku

    01/08

      0
  • avatar
    bengkulueva

    sedih

    18/04

      0
  • Lihat Semua

Selesai

Rekomendasi untuk Anda