logo text

Bab 11 The Sweetheart

Reen menatap dua laki-laki beda usia yang tidur di sisi kanan kirinya. Keduanya berambut pirang dan keduanya sedang memeluknya.
"Dua jagoanku!" serunya xengan senyum.
Reen mencium kening keduanya. Ingatannya memang belum pulih tetapi dia sudah mulai mengingat sedikit demi sedikit.
Termasuk semalam mengingat bunda yang sangat mahir membuat Barbie atau biasa disebut orang lain itu Barbeque.
Bahkan, Reen juga berhasil menebak dua saos yang biasa dibuat oleh bunda. Saus special resep bunda yang penuh kasih
"Saus yang rasanya mild dan lebih ringan dengan base kecap asin, atau yang rasanya kental dengan base saus tomat."
Semua tersenyum senang mendengar penuturan Reen, lalu Reen juga berhasil mengingat nama kue yang dibuat oleh Julia.
"Pap, Pav. Ya, ehm pav. Pavlopa, right?"
"Yes, right!" jerit Julia yang begitu senang sekali mendengarnya.
"Ini kue kesukaanku?" tanya Reen sambil menatap Julia yang mengangguk dengan wajah ceria dan senyum yang terkembang sempurna.
"Yeah, dear. Kue tradisional Selandia Baru yang juga mudah ditemukan di Australia. Namun, kue dengan tekstur yang sangat lembut ini dipercaya berasal dari Selandia Baru. Kue dengan adonan meringue ini terbuat dari gula halus dan telur. Atasnya selalu kuberi irisan buah segar seperti buah kiwi," Julia menjelaskan.
"Biasanya kue ini dinikmati saat Natal dan musim panas. Jadi, bila liburan musim panas di Selandia Baru pada akhir tahun, wajib mencicipi kue manis ini," Julia melanjutkan lagi menjelaskan tentang kue tersebut.
"Kau seperti iklan di TV," cetus Reen, wanita itu tergelak. Chad menatapnya dengan senyum.
"Dia selalu melakukan itu, setiap kali membuat kue itu," ujar Chad mengingatkan.
"Sorry, aku tidak mengingatnya," ucap Reen terlihat sedih. Chad mengusap lembut tangannya.
" It's okay," ucap Chad lembut. Mereka tersenyum lembut menatap Reen sambil mengangguk.
"Mommy."
Suara pelan dan serak itu membuat Reen menoleh cepat. Wanita itu menatap dengan mata berbinar sosok kecil yang terlihat lucu dan imut itu dan membuyarkan lamunannya tentang tadi malam.
"Hei baby. Sudah bangun? sini peluk Mommy!" serunya dengan suara riang, Andro pun beringsut memeluk hangat Reen.
"Mom, kita jadi pergi beli ice cream Hokey Pokey?" tanya anak itu dengan nada rengekan.
"Ice Cream Hokey Pokey?" Reen balik bertanya, mata wanita itu menatap bocah kecil itu meminta jawaban.
"Yeah, Dad told me," Andro mengangguk dan dia menatap Chad yang terterlihat membuka matanya.
"Good morning sweetheart, hei baby boy."
Chad yang mendengar percakapan ibu dan anak itu terbangun. Dia mencium pipi istrinya dan juga anaknya.
"Dad, jadi beli Hokey Pokey?" tanya Andro menatap manja ayahnya.
"Ya, tentu. Kita akan pergi setelah sarapan," jawab Chad sambil mengangguk, tangannya mengacak sayang rambut buah hatinya.
"Hokey Pokey?" Reen menatap Chad meminta penjelasan.
"Ice cream, sayangku. Ice cream rasa Vanilla dengan remahan sarang madu. Kamu dulu ngidam Ice cream itu, hampir setiap hari minta beli. Nah, sekarang anaknya suka sekali Ice Cream itu," papar Chad, Reen tersenyum.
"Jadi sewaktu hamil aku tinggal di sini?" tanya Reen, Chad mengangguk.
"Yes!" seru Chad sambil dia mencubit pelan pipi istrinya yang tertawa pelan.
"Aku ngidam apa lagi?" tanya Reen sambil menatap Chad dan Andro bergantian.
"Buah Feijoas," jawab Chad cepat.
"Buah Feijoas?" tanya Reen sambil menatap Chad yang tersenyum.
"Ya, buahnya kecil, warnanya hijau. Agak sulit dicari kalau bukan musim panas. Aku, William, Bucky dan Ozzie sibuk ke sana ke mari mencarinya," ungkap Chad sambil tertawa. Reen ikut tertawa.
"Merepotkan sekali aku ini," tukas Reen di sela-sela tawanya, Chad menggeleng.
"Tidak, sayangku. Bayi ini yang mau buah Feijoas."
Chad menjawil hidung Andro. Bocah itu tertawa seolah mengerti. Mereka tertawa bersama, lalu bunyi ponsel Reen menghentikan tawa mereka.
Reen tampak pucat ketika melihat nama siapa yang terlihat di layar ponselnya. Chad menatap istrinya yang senyumnya langsung hilang.
"Siapa?" tanya Chad sambil menatapnya.
"Ibu!" seru Reen lirih.
"Angkat saja, jangan membuatnya khawatir," saran Chad, Reen mengangguk. Dia beranjak turun dari tempat tidur dan menuju balkon, Chad dan Andro menatapinya.
"Hallo..iya bu," sapa Reen pelan.
"Adh, bagaimana perjalanannya?" suara ibu di seberang sana terdengar khawatir.
"Baik, baik bu. Semua lancar," jawab Reen sedikit gugup.
"Syukurlah. Hanya satu minggu ya, Adh?" tanya ibu lagi tanpa sadar Reen mengangguk.
"Eh, iya. Ya bu. Satu minggu," jawabnya cepat.
"Hati hati ya, Adh. Jangan tidur terlalu malam," ibu menasehati dengan nada lembut, Reen menghela napas.
"Iya bu," jawab Reen pelan
"Mommy, cepat. Kita beli Hokey Pokey."
Tiba-tiba Andro berteriak. Jantung Reen berdegup kencang. Wajahnya pucat, dia menatap Andro yang berjalan menghampirinya.
"Siapa itu Reen? kenapa ada anak kecil?" tanya ibu dengan suara agak keras.
"Itu, ibu. Dia itu..eh, anaknya kakaknya Shabrina bu, barusan datang bawa sarapan. Rumahnya dekat dari sini bu," jawab Reen gugup.
"Oh, ya sudah. Kamu sarapan ya, nak," ucap ibu dengan nada penuh perhatian.
"Iya bu."
Reen cepat menutup sambungan panggilan dengan ibunya, dia menatap Andro yang berbalik masuk lagi ke kamar.
"Mommy.." bocah itu pun berteriak lagi tidak sabar.
"Andro.."
Chad menyimpan telunjuknya di depan bibirnya, pria itu menatap Reen yang tersenyum menatap mereka.
"Ya sayang. Ayo kita mandi, terus sarapan. Nah, setelah itu baru kita beli Hokey Pokey, okay," ucap Reen sambil berjalan menghampiri mereka.
"Yes, Mom!" seru Andro senang.
"Apa kamu akan memandikan Andro?"
Chad menatap Reen yang langsung membalas pertanyaannya dengan anggukan dan senyum cantiknya, Chad gemas menatapnya.
"Apa nanti daddy Andro akan dimandikan juga?" tanya Chad dengan senyum nakal.
Reen menatap Chad yang menatapnya dengan penuh harap dengan mengulum senyum dan dia mengedipkan matanya.
"Nope!" seru Reen tegas.
"My Reen, dulu kamu suka memandikanku, come on.." Chad terdengar merengek, Reen pun tertawa pelan.
"No, aku tidak mengingatnya."
Reen berlalu sambil menggandeng tangan Andro menuju kamar mandi. Bocah itu meloncat-loncat sambil berteriak.
"Yeeeaaay, hokey pokey!"
Chad terkekeh, menatap kebahagian yang nyata di hadapannya. Pria itu pun mengusap dadanya yang terasa begitu hangat.
"Reen, I love you," gumamnya dengan senyum.

Komentar Buku (466)

  • avatar
    YaniKalina

    sungguh luar biasa ceritanya panjang dan sangat terhibur

    29/06/2025

      0
  • avatar
    NuraeniFanya

    lebih baik ini daripada slot

    29/06/2025

      0
  • avatar
    SaputeraRody

    kereeeeen....lanjut

    13/03/2024

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru