Beranda/Aku Jelek Bukan Seleramu Aku Cantik Seleraku Bukan Kamu Mas/
Bab 46 Mimpi Buruk
Pov Yanto "Tolong.. Tolong..jangan bawa aku!!! Bapak ibu tolong!!!! Puk puk Saat aku sedang di seret seret oleh orang orang berbaju hitam tiba tiba pipiku terasa ada yang menepuk nepuk padahal aku tidak melihat orang orang berbaju hitam menepuk nepuk pipiku. Hiiii kok ngeri banget gak ada apa apa kok pipiku terasa ada yang menyentuh. "Nto... Ngun.. Nto... " Suara siapa tu? Kek suaranya ibu.. Byurrrr Puah hap hap seketika aku gelagapan karena merasa ada yang menyiram wajahku dengan air seember. "Alhamdulillah akhirnya kamu bangun Yanto." Suara yang sangat aku kenali, suara ibu.. Benar ibu berdiri tepat di sampingku yang sedang berbaring di ranjang kamarku. Ku pindai sekeliling aku benar benar masih berada di kamarku, lalu tadi apa? Apakah aku bermimpi? Tapi terasa begitu nyata karena rasa takut di seret seret orang orang berbaju hitam masih menyelimuti diri ini. "Ibu kok aku di sini? Lalu orang orang berbaju hitam tadi kemana bu? Apakah mereka sudah pergi?" tanyaku memastikan. "Orang berbaju hitam? Siapa nto??" tanya ibu bingung. "Loh kok ibu malah balik nanya.. Tadi ibuk lihat sendiri kalau aku di seret seret orang orang berbaju hitam. Aku teriak teriak minta tolong sama ibu dan bapak tapi ibu dan bapak gak bisa berbuat apa apa." jelasku. "Hah? Owalah kamu tadi teriak teriak minta tolong karena ngimpi di seret seret orang berbaju hitam gitu? Pantesan!" ujar ibu. Hah bearti tadi itu benar benar mimpi? Tapi kok terasa begitu nyata? Kalau memang mimpi haeh leganya aku! "Aku mimpi buk!? Hahhh leganyaaaa!" aku menghela nafas lega selega leganya. 💞💞 Pov Mug Sementara itu Mug yang geli melihat kelakuan absurd Yanto pun terpingkal pingkal.. Terlihat dari video yang di rekam oleh mata mata Mughen saat itu Yanto mengendap endap keluar dari ruang UKS, berkali kali kepalanya celingak celinguk begitu waspada. Mungkin dia ketakutan kalau aku akan mengutus orang untuk menangkap dan menyiksanya hahahaha. Jujur awalnya memang aku berfikir seperti itu setelah ku timbang berulang kali daripada mengotori tanganku dengan melakukan kekerasan lebih baik menyiksa mentalnya. Aku membayar seorang tetangga dekat rumah Yanto yaitu mang Sapdi yang bebas punya akses keluar masuk rumah Yanto untuk memantau Yanto. Ternyata mang Sapdi ini adalah pemilik asli motor ninja yang setiap hari di pakai Yanto berangkat sekolah. Aku bisa kenal dengan mang Sapdi karena melihatnya di sekolah sedang membawa motor yang biasanya di tunggangi Yanto, lalu tanpa berfikir panjang aku menemui mang Sapdi dan menanyakan perihal motor Yanto yang di bawanya. "Permisi pak tunggu sebentar!" panggilku pada mang Sapdi. "Iya dek ada apa ya?" tanya mang Sapdi. "Bapak ini siapanya Yanto? Kok motor Yanto bapak yang bawa?" tanyaku. "Oh saya tetangga dekat rumahnya dek.. Kalau masalah motor ini adalah motor saya dek..Yanto hanya menyewa motor saya untuk dia berangkat sekolah, dan kata ibunya hari ini Yanto mendadak sakit jadi tidak bisa membawa pulang motor ini, terpaksa saya yang ambil motor ini di sekolah." Lalu dengan sendirinya otak ini menemukan ide cemerlang yaitu meminta bantuannya memantau Yanto hahahhhaaha kebetulan yang menguntungkan bukan? Dan tentu saja mang Sapdi dengan senang hati menerima tugas dariku dengan bayaran yang pantas dong. Dari mang Sapdi pula aku mengetahui kehidupan sebenarnya Yanto. Ternyata gayanya selama ini bak pangeran kayaraya adalah hanya tipuan belaka. Dia berhasil menipu semua penghuni sekolahanku, belagak punya segalanya ternyata beginilah aslinya. Ckckckckkck dasar gak tahu diri.. Menyesal aku dulu sempat menyukainya. Aku kira dulu Yanto adalah orang baik yang mau berteman denganku apa adanya, dialah temanku satu satunya waktu pertama kali kami masuk SMA begitupun ia hanya akulah temannya satu satunya, saat itu ia sangat perhatian. Namun setelah Yanto mempunyai teman baru perangainya mulai berubah dan tidak mau berteman denganku lagi sehingga entah dari hasutan siapa ia tega membullyku. Ugh aku malah mengingat ingat masa masa suram itu, aku harus mencoba melupakan memory memalukan itu. Barusan aku mendapat laporan sebuah video dari mang Sapdi. Terlihat Yanto sedang berbaring di ranjang dan berteriak Teriak minta tolong dengan mata yang masih terpejam, ibu dan bapak Yanto begitu panik melihat anaknya histeris dalam tidur. Ibu Yanto mengambil air segayung dan menyiramkannya tepat di wajah Yanto hahahahaha aku benar benar tidak bisa menahan tawa. Jelas Yanto gelagapan namun berhasil membuatnya bangun dari mimpi buruk. Hahahaha ternyata Yanto ketakutan karena mimpi di kejar kejar orang orang berbaju hitam. Keknya ketakutanya terhadapku terbawa sampai ke mimpi. Dugaanku tidak meleset sedikitpun, tanpa harus tangan ini melakukan pembalasan, dianya sudah kena balasan sendiri. Kena mental lebih berbahaya daripada sakit fisik. Cukup dululah hari ini ku habiskan memantau Yanto. Aku harus bergantian memantau antek antek Yanto yang membully Siti. Mereka juga harus merasakan sakit mental kek bosnya yang tukang tipu itu. Kutelepon mata mataku lainnya yang memantau antek antek Yanto. Orang orangku sudah berhasil menyekap mereka di sebuah wc terbengkalai masih sekitaran sekolah. "Haloo gimana?" tanyaku. "Bos kami terpaksa menggunakan obat bius untuk melumpuhkan anak anak itu karena mereka berani berteriak histeris, takut ada warga yang dengar." lapornya. "Ya sudah tapi jangan pakai kekerasan ya.." "Iya bos, sedikitpun mereka tidak lecet bos." "Baik sekarang juga saya menuju ke sana." ujarku. "Siap bos." Selang 15 menit perjalanan dari rumah aku sudah sampai di toilet kosong tempat di sekapnya antek antek Yanto berjumlah empat murid. "Huu huuu huu mengapa kalian menyekap kami? Apa salah kami? Tolong lepaskan kami!" ucap antek Yanto bernama Emi sembari menangis dengan matanya di tutup kain oleh Bee. Terlihat dari name tagnya. Begitupula dengan yang lainnya, mereka menangis hahahahaha. Saat mereka ngebully sesama murid kenapa tidak menangis ya? "Bos apa yang akan kita lakukan dengan anak anak ini bos?" tanya orang suruhanku panggilannya Bee. "Ambil ulat ulat bulu sebanyak banyaknya yang ada di kebun belakang sekolah, bawa ke sini." titahku. "Oh ulat bulu pohon alpukat di belakang sekolah itu ya bos?" "Iya.. Kamu berani kan megang ulat bulu?" "Ah itu mah kecil bos! Ya sudah saya ke belakang dulu bos." Aku mengangguk. "Hei siapa itu? Kok mau ambil ulat bulu segala buat apa?!" teriak antek Yanto bernama Faiz. "Buat nemenin kalian bermalam di sini.. Lumayan kan biar kalian tambah temen." kelakarku. "Eh suara ini kok aku kenal! Mughen? Iya suaranya Mughen! Hey Mughen tolong kami! Tolong lepaskan kami! Aku mohon huu huu huu." teriak Emi dan lainnya sembari menangis. "Hmmm kenapa? Disini kalian bakal punya teman baru lho gays.. Apalagi ulat bulu kan lucu imut ngegemesin!" kelakarku lagi. "Apa!!! Jangan Mughen jangan bawa ulat bulu kemari! Aku geli dengan ulat bulu!" iba antek Yanto bernama Ririn. "Iya tolong jangan beri kami ulat bulu..Mughen maafin kami.. Jangan siksa kami seperti ini.. Kami akui kami salah karena telah membullymu dulu, tapi sekarang kami tidak akan membullymu lagi kok Mug."ucap antek Yanto bernama Farhan. "Hahahahahahaha ya iyalah sekarang kalian gak bisa ngebully aku karna aku anak Ammar Rashif yang akan membuat pembalasan!" ucapku geram. Rasakan pembalasan ku ini wahai antek Yanto biad*b!
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Sangat bagus
04/02
0sangat bagus
03/02
0seru
03/01
0Lihat Semua