Bab 40 Kabar Mengejutkan

Pov Author
Ketukan itu semakin menjadi gedoran karena sang empu kamar tidak lekas membukakan pintu.
Sutiardji terpaksa bersembunyi di balik dipan tempat tidur Tantri, kebetulan di antara dipan dan springbed masih ada rongganya sehingga dengan terpaksa ia menyelinap di situ.
Krieett
Pintu di buka oleh Tantri, ternyata yang menggedor adalah Rika adik angkatnya.
"Rika, kenapa malam-malam kau menggedor pintu kamar aku? Memangnya nggak bisa besok ya kalau memang ada yang ingin di bicarakan?" protes Tantri.
"Eh, kamu tau dimana Papaku nggak? Itu Mamaku pingsan, Papa harus segera membawanya ke rumah sakit! Tapi Papaku kok nggak ada dimana-mana padahal sudah aku cariin ke seluruh penjuru rumah ini!" tanya Rika, terlihat sekali wajahnya sangat khawatir.
"Aku juga nggak tahu, ayok aku bantuin nyari Papa," jawab Tantri pura-pura peduli.
Rika pun berlalu dan Tantri segera menyuruh Sutiardji keluar dari persembunyiannya.
Sutiardji berlari ke kamar dan segera menggendong lalu membawa Aline istrinya masuk ke mobil, begitupula Tantri dan Rika.
Sesampainya di Rumah sakit Aline segera di larikan ke UGD.
Setengah jam mereka menunggu akhirnya dokter pun keluar.
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya Aline?" tanya Sutiardji khawatir.
"Oh, iya. Begini ... Bu Aline asam lambungnya naik lumayan parah karena lambung Bu Aline tidak terisi makanan, apakah Bu Aline sering mengabaikan asupan makanan beberapa hari ini?" tanya dokter.
Sutiardji gelagapan  bingung mau jawab apa, karena sudah lama Sutiardji tidak peduli lagi apapun yang di lakukan istrinya Aline apalagi masalah makanan.
Yang terpenting baginya hanya karir dan nama baiknya saja.
"Ooh, iya dok ... Istri saya katanya lagi diet," ucap Sutiardji asal.
"Maaf, Pak. Lebih baik dari sekarang Bu Aline berhenti diet dahulu, karena kalau tidak ... akan sangat berbahaya bagi kesehatan Bu Aline."
Sutiardji mengangguk setuju ...
Dua hari sudah Aline di rawat inap, yang menunggu Aline di rumah sakit adalah Tantri, kalau Rika yang notabenenya anak kandung malah entah pergi kemana lah anak itu bikin Sutiardji stres saja, makanya Sutuardji lebih condong ke Tantri karena dia anak yang baik sekaligus gundik  dan terutama Tantri terlihat sangat menyayangi Aline.
***
Suatu hari Rika di dapati tertangkap polisi karena sedang mabuk-mabukan di club malam, Sutiardji yang mendapat laporan Tantri pun meradang dan segera menelepon kakak Rika yang sedang berada di singapura.
Tidak mungkin Sutiardji sendiri yang menjemput Rika di kantor polisi, bisa-bisa wajahnya tertangkap kamera lalu hancurlah nama baiknya.
Pagi hari kakak Rika yang baru sampai di bandara gegas menuju ke kantor polisi, Dengan paksaan kakak Rika menyeret Rika ke dalam mobil.
Sejak hari itu Rika di bawa okeh kakak Rika ke singapura, Rika tinggal bersama kakak Rika dan kakak ipar.
Tinggal bersama mereka bagai di dalam neraka. Kakak Rika yang galak dan tegas, kakak ipar yang cerewet di tambah tidak menyukai Rika. Bahkan kakak Rika tidak segan-segan memukuli Rika bila tidak menuruti kata kakaknya.
Begitulah akhir masa muda Rika, ia pindah sekolah ke Singapura. Tetapi masih dengan sembunyi-sembunyi tabiatnya yang suka membully teman sendiri itu tidak pernah hilang.
Selang beberapa waktu Rika berada di Singapura, ia di nyatakan hamil tiga minggu di usia nya yang baru menginjak 16 tahun.
Si*lnya lagi Rika tidak tahu siapa ayah dari bayi yang di kandungnya. Karena ketakutan yang berlebihan kepada kakaknya yang galak, ia memutuskan untuk meminum racun serangga agar keguguran di toilet kamarnya.
Benar saja Rika memang mengeluarkan gumpalan gumpalan darah dari area intimnya namun dia juga keracunan sehingga tak sadarkan diri.
Istri kakak Rika merasa heran karena sejak pagi hingga siang si Rika tidak keluar kamar, merasa penasaran dengan apa yang sedang di lakukan adik iparnya itu, dia pun memutuskan untuk menengoknya.
Tok tok tok
"Heh Rika! Kamu ngapain di kamar terus! Ayo keluar bantuin bibik bersih-bersih rumah!" teriaknya.
Hening ...
Tak ada jawaban atau suara dari dalam kamar Rika, hanya terdengar sayup-sayup bunyi gemericik air.
"Apa Rika sedang mandi?" gumamnya.
Namun, karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya ia pun membuka pintu kamar Rika.
Kaget bukan kepalang sungguh netranya jadi sakit karena melihat kamar yang bak kapal pecah.
"Dasar anak gadis jorok!" umpatnya.
"Rika! Kamu ngapain di kamar mandi daritadi! Cepat keluar!" teriaknya.
Menunggu lima menit kok Rika tak bersuara sedikitpun, di dorongnya pintu kamar mandi ternyata tidak di kunci.
Astaga!
"Rikaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!"
Rika yang tergeletak bersimbah darah di lantai kamar mandi membuat bulu kuduk merinding.
Rika di larikan ke rumah sakit secepat yang ia bisa tapu na'as sesampainya di rumah sakit, Rika di nyatakan meninggal dunia beserta janin yang di kandungnya.
Kakak Rika yang baru tiba di rumah sakit menangis meraung-raung. Hatinya sangat sakit kehilangan adik semata wayangnya apalagi di tambah mendengar penyebab kematian adiknya adalah Rika bunuh diri menenggak racun serangga.
Orang tua Rika yang mendengar kabar itu pun shock dan langsung pingsan di tempat.
Tantri hanya menyunggingkan senyum licik, hatinya puas karena ahli waris kekayaan Sutopo berkurang satu sehingga bagiannya menjadi lebih banyak hahahaha.
Sementara itu di sekolah SMA Bina Harapan ...
Kabar duka tentang Rika yang meninggal pun sudah tersebar di penjuru sekolah, ada yang bersimpati, ada yang sedih tapi tak sedikit pula ada yang bersyukur dan mencaci maki mengingat kelakuan Rika selama di sekolah itu.
"Hahahaha sukurin! Dasar tukang bully kena karma juga dia!"
"Kasian juga sih masih muda kok mati tapi mau bagaimana lagi namanya juga karma is real!"
"Mamvus!"
Masih banyak lagi cacian-cacian yang di tujukan ke almarhum Rika, kasian ya? Sudah meninggal pun masih di caci maki.
Itu salahnya sendiri selama hidup kelakuannya nggak menanamkan kebaikan malah menanam kebencian.
Mughen yang mendengar kabar itu sedikit merasa puas tapi merasa kasihan juga, Rika yang selama ini membullynya sudah tiada.
Rika adalah anak ketua yayasan yang menaungi SMA Bina Harapan makanya satu sekolah tahu kabar ini.

Komentar Buku (1020)

  • avatar
    Aulia Zahdi

    Sangat bagus

    04/02

      0
  • avatar
    MftiIndra

    sangat bagus

    03/02

      0
  • avatar
    SaputraHerman

    seru

    03/01

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru