Karena hal itu erlin menjadi terbiasa dengan ketidak beradaan pria itu, meski nathan sering memberikan kabar padanya melalui email, namun kabar ataupun kasih virtual seperti itu tidak membuat gadis itu puas ataupun bahagia, di sela sela waktunya yang hanya seorang diri ia mencoba untuk mencari pengganti nathan, namun siswa di kampusnya tak ada satu yang menggugah hatinya, entah kenapa keberadaan seseorang yang selalu ada untuk sepupunya justru membuatnya tertarik. "Aku akan mendapatkanmu darinya" ucapnya dengan smirk di wajahnya saat ia melihat daren. Dalam perjalanan pulang menuju rumahnya, erlin sengaja untuk tidak meminta nathan menjemputnya, karena meski begitu nathan tak akan datang, itulah pikiran gafis itu saat itu, ia lalu berjalan kaki, dengan sesekali memperhatikan ke belakang, melihat apakah mobil daren akan melintas., Tepat seperti dugaan dan harapannya, mobil mewah hitam itu melaju mendekatinya. "Bukankah itu erlin" ucap cleri pelan. Daren hanya menoleh sesaat, meski sesungguhnya mengetahui keberadaan erlin di depan mobilnya itu, ia tak ingin bertanya atau memperdulikan gadis itu, ia justru menaikan kecepatan mobilnya dan melewati erlin begitu saja, cleri yang terkejut karena mobil yang tiba tiba melaju dengan cepat, gadis itu langsung menatap pada daren. "Ada apa?" Tanya daren. "Aku melihat erlin" ucap cleri. "Lalu?" Ucap daren tak peduli. "Kenapa dia jalan kaki, ap nathan tak menjemputnya" ucap cleri pelan memikirkan sepupunya itu. Daren : "Baby, lupakan, jangan terlalu peduli pada gadis itu" Cleri: "Tapi dia sepupuku" "Ya dia hanya sepupumu dan aku yang akan menikahimu, tidakkah kau berpikir, lebih baik kau memikirkan bagaimana kita akan melewati malam ini?" Ucap daren. "Memangnya apa yang akan kita lewati?" tanya cleri. Daren : "Baby seperti kau selalu berpura pura polos agar bisa selamat dari terkaman ku, kau benar benar tak ingin menenangkan adik kecilku hmmm" daren dengan menatap sekilas pada cleri. "Sampai kapan aku harus menyewa jalang untuk bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan pada juniorku hmm" lanjutnya. Ucapannya pun membuat gadis itu merinding. Sesampainya di mansion. Cleri yang telah membersihkan dirinya duduk bersandar pada ranjang sembari membaca majalah, lalu beberapa menit setelahnya daren juga keluar dari kamarnya. "Baby" panggilnya dengan menaiki ranjang itu. Cleri yang masih fokus pada majalahnya tak memperdulikan daren, hingga sikapnya itu membuat daren benar benar kesal, ia lalu mendekatkan dirinya pada gadis itu dan mengurung cleri dengan kedua tangannya yang menekan pada kepala ranjang, cleri pun melepaskan genggamannya pada majalahnya. "Ada apa?" Tanyanya. Namun daren langsung saja melumatnya dan mencium gadis itu dengan nafsu. "Kau sudah berani mengacuhkanku baby" bisik daren di sela ciumannya. "Hmpppp" cleri menggeng erat kaos daren. Daren terus melanjut aksinya dengan turun pada jenjang leher gadis itu, ia banyak meninggalkan tanda cintanya disana. "Ehhh kak daren" ucap cleri dengan nada tertahan. "Apalagi baby, kau ingin beralasan apa lagi hmmm, apa kau masih mau memakai alasan bulananmu hmmm" bisik daren. Cleri : "Ehgg kak" "Sekalipun kau sedang bulanan, aku tak peduli, sudah saatnya kau sendiri yang bertanggung jawab atas godaanmu ini" lanjut daren. Ia terus turun dan mulai melepaskan tali gaun malam gadis itu, dirinya turun dengan terus mencium pada setiap lekukan tubuh indah dan sexy itu, dengan tangannya yang ikut bermain, membelai dengan sentuhan yang memberikan nikmat pada gadis yang berada di bawah kukungannya. "Ahh Ahh, emm ahhh, ahhhhh, ahhhhh" desah cleri. "Mungkin sudah saatnya" batin cleri. Ia benar benar menikmati setiap sentuhan pria itu, sentuhan yang sangat membuatnya terbuai dan semakin menginginkannya, daren terus mengecup dan tangannya mulai menyentuh sesuatu di bawah, ia memainkan jarinya pada gua indah itu, memberi sentuhan yang nikmat hingga madu cinta meleleh keluar dari sesuatu milik cleri, mengalir dengan deras membasahi gadis itu. "Baby, milikmu sudah basah" bisiknya. Daren mendongakan kepala menatap cleri yang meremas pada kain sprei, pria itu sangat menyukai itu, ia pun memasukan kedua jarinya yang dilumuri madu cleri, setelahnya ia menurunkan bibirnya pada surga dunia itu, mengecup dan lidahnya bermain, mengisap semua madu itu, hingga tangan cleri menyentuh pada rambut pria itu. "Baby apakah terasa begitu nikmat hmmm" lanjut daren dengan memasukan salah satu jarinya dan bermain pada gua cleri. "Baby itu sangat basah" godanya. "Ahhhkk, ahhhh, ahhhkkk" desah cleri, meski dirinya sangat malu mendengar setiap ucapan daren tapi permainan pria itu sangat membuatnya kenikmatan. Daren kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah cleri. "Baby aku mulai ya" bisiknya. Sementara cleri masih terpejam karena malu. "Baby jawab, atau aku menghentikannya" lanjut daren. Namun tak ada sedikitpun jawaban dari cleri, daren lalu menarik tangannya yang bermain indah pada gua milik cleri. "Kita berhenti saja baby" ucapnya. Cleri membuka matanya dan menatap tajam pada daren, kesal dan marah, saat dirinya benar benar terbuai dengan semua itu daren justru menghentikannya. "Aku tidur saja" ucap daren dengan merebahkan dirinya. Air mata cleri mulai membendung kerenanya, "Ckk hiks" decak cleri menahan tangisnya. "Kenapa sayang" goda daren. "Emp" cleri malu mengatakannya. "Bukankah kau tak ingin aku melakukannya?" Ejek daren. Cleri menunduk malu dengan air mata menetes. "Jadi bagaimana?? Aku lanjut atau berhenti?" Goda daren lagi namun cleri hanya diam.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
ceritanya bagus
30/05/2025
0sangat menginspirasi
25/05/2025
0bagus sekali critanya
22/05/2025
0Lihat Semua