Semua pandangan mata tertuju kepada Reina ketika pertanyaan itu terucap. Keringat dingin mulai membasahi pelipis Reina. Ia berusaha untuk tetap tenang melihat respon ketiga orang yang melihatnya. “Mengapa kau menanyakan itu disaat kau sudah melihat dengan mata kepalamu sendiri?” Rangga berucap dengan kedua tangannya yang terlipat di dada. “Soalnya ... orang-orang menganggap vampir itu tidak ada. Aku cerita soal kejadian diserang vampir ke teman-temanku dianggap mengkhayal. Sebenarnya sejak kapan vampir itu ada di kota ini? Baru kali itu aku melihat malam hari di Lunaria sepi sekali, bahkan di dekat pusat kota.” “Jelaskan ke dia, Kael,” titah Rangga. Kael memposisikan duduknya menyerong menghadap Reina. “Vampir itu benar-benar ada. Mereka memasuki kota ini dua tahun yang lalu. Itulah kenapa organisasi Night Watcher terbentuk, karena vampir-vampir ini mengincar manusia untuk diambil darahnya sebagai sumber makanan,” tutur Kael. “Dua tahun lalu? Kenapa aku tidak pernah mendengar kabar tentang ini sebelumnya? Juga, Night Watcher adalah organisasi pemerintahan kan? Kenapa pemerintah tidak mengumumkan organisasi ini kepada masyarakat? Pastinya jika Night Watcher diketahui masyarakat, kalian akan mendapatkan banyak dukungan dan diistimewakan. Lalu –“ “Oi oi ... satu-satu bertanyanya, Reina.” Kael menyela Reina yang menghujani mereka berbagai macam pertanyaan. “Jawaban singkatnya, tidak semudah itu. Ada sebuah peristiwa yang mengawali ini semua.” Bukan Kael yang menimpali, melainkan Daniel. Reina menoleh ke arah pria berambut hitam kebiruan itu. “Sebuah ... peristiwa?” Daniel mengangguk. Ia kemudian menceritakan sebuah kejadian yang selama ini tidak pernah diberitakan di media massa. Kejadian itu berawal dari seorang polisi yang ditugaskan menjaga perbatasan antara kota Lunaria dengan hutan Rembulan. Polisi itu pada suatu malam melihat sosok orang yang muncul dari hutan yang terkenal angker itu. Setelah didekati, ternyata sosok itu adalah vampir dan tak butuh waktu lama polisi itu dimangsa oleh vampir hingga tewas secara mengenaskan. Pagi hari, teman dari polisi itu menemukan kawannya yang telah terbujur kaku. Sekujur tubuhnya penuh dengan cakaran dan di bagian lehernya terdapat luka lebar. “Kepolisian kota lalu menginvestigasi kasus ini, tapi tidak membuahkan hasil karena pelakunya tidak diketahui. Tapi, peristiwa pertama ini tidak ditanggapi secara serius. Mereka membuang kasus ini dan menganggap seolah tidak terjadi apa-apa. Dan ini adalah kesalahan fatal,” pungkas Daniel. “Fatal bagaimana?” Reina penasaran. “Serangan vampir itu tidak berhenti sampai di situ saja. Hari-hari berikutnya, vampir itu membawa teman-temannya dan memangsa manusia yang beraktivitas di hutan Rembulan maupun yang berada di perbatasan. Peristiwa ini tidak diberitakan karena lagi-lagi pelakunya tidak diketemukan. Vampir-vampir itu hanya muncul di malam hari dan setelahnya mereka kembali ke dalam hutan. Orang-orang yang meninggal itu diberitakan mati karena diserang binatang buas yang keluar dari habitatnya.” Kael menyambungkan cerita Daniel. “Begitu ... lalu kenapa sekarang dihimbau untuk tidak keluar diatas jam 10 malam karena kriminalitas?” “Itu himbauan yang paling masuk akal supaya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Aturan itu juga atas dasar supaya kami dapat leluasa melaksanakan tugas memberantas monster-monster yang tidak ada habisnya.” Pertanyaan Reina direspon oleh Rangga yang mengucapkannya tanpa ekspresi. Reina terdiam mendengar ucapan ketiga laki-laki itu. Menangkap semua informasi yang baru diketahuinya sekarang membuat kepalanya pening. Sungguh, ia merasa mengalami peristiwa yang bagaikan karangan cerita di novel ataupun film yang dikonsumsinya di waktu senggang. “Soal kenapa kami bekerja secara rahasia .... Simple saja, kami tidak butuh pengakuan. Kami hanya orang-orang biasa yang tergerak untuk melindungi kota ini. Sebuah hal yang tidak mampu dilakukan oleh kepolisian kota,” tambah Rangga. Kalian orang-orang luar biasa, tutur Reina dalam hati seraya mengingat kejadian Rangga menyelamatkannya dari maut. “Kami harap cerita-cerita tadi menjawab rasa penasaranmu.” Kael tersenyum simpul. “Terima kasih. Aku senang akhirnya apa yang mengganjal di pikiranku terjawab,” tutur Reina. “Terkait keinginanmu untuk bergabung dengan kami, dari kami bertiga tidak ada masalah. Tapi satu hal yang kau harus tahu, Night Watcher bukanlah organisasi sembarangan. Mengikuti organisasi ini berarti kau harus siap menerima segala konsekuensinya. Salah satunya, kau harus siap untuk mempertaruhkan nyawamu di medan perang, setiap hari,” lontar Daniel. “Dan ... kau harus menutup mulut mengenai keikutsertaanmu ke dalam organisasi kami. Tidak ada seorangpun yang boleh mengetahui kau anggota Night Watcher, termasuk teman-teman dan keluargamu,” imbuh Rangga. Reina meneguk ludah. Kesepuluh jari tangannya bertaut seraya gemetar. Ia tahu kalau organisasi yang sudah menyelamatkan dirinya ini mengemban tugas yang tergolong sangat berat. Namun, mendengar kata ‘mempertaruhkan nyawamu’ membuat nyali Reina menciut. Awalnya, Reina berpikir jika ia mengikuti organisasi ini, ia tidak akan ditempatkan di medan pertempuran. Ia mengira anggota Night Watcher berjumlah paling tidak lima orang, dan anggota-anggota yang disebutkan di SMS adalah anggota yang ditugaskan untuk bertarung. Namun, melihat sejak awal hingga sekarang ia berada di markas ini hanya tiga orang saja yang menemui dirinya, lalu ucapan tadi, membuyarkan imajinasinya. Ditambah lagi, jika Reina bergabung ke Night Watcher, hanya dia sendiri yang merupakan seorang wanita. “Sebentar lagi waktunya kami akan melakukan persiapan untuk melaksanakan misi. Bagaimana keputusanmu?” ujar Rangga. Ia beranjak dari sofa abu-abu yang sedari tadi didudukinya dan berjalan meninggalkan ruang tengah. Respon Reina hanya diam seribu bahasa. “Jika kamu belum bisa memutuskan, kamu boleh melakukannya di lain hari kok. Kami paham memutuskan ikut organisasi ini membutuhkan waktu untuk berpikir,” ungkap Kael yang berusaha untuk membuat Reina tidak tegang dan panik. Ia kemudian bangkit berdiri, mengikuti kedua rekannya yang akan bersiap-siap. Reina menutup kedua matanya seraya mengambil nafas. Ia menahannya selama lima detik dan setelah itu menghembuskannya kembali melalui hidung. Kemudian, Reina bangkit berdiri dari sofa berwarna abu-abu itu dan berkata, “Aku akan bergabung ke Night Watcher.” Ketiga orang pria yang tengah berjalan terkesiap. Mereka membalikkan badan dan kembali berjalan ke ruang tengah. “Kau sudah yakin dengan keputusanmu?” tanya Daniel. Posisinya membelakangi sofa yang diduduki oleh Rangga tadi. Reina mengangguk. “Melihat aksi Night Watcher yang menyelamatkanku dan mendengar penjelasan-penjelasan kalian, aku tetap berkeinginan untuk bergabung ke organisasi ini. Aku paham akan segala konsekuensi yang akan aku jalani nantinya. ” “Baiklah jika itu keputusanmu,” kata Rangga. “Dengan mengatakan paham, berarti kau siap untuk menjalaninya. Bergabung ke Night Watcher hanya membutuhkan satu syarat.” “Mempersiapkan mental bukan? Aku sudah mengetahuinya dari SMS soal seleksi calon anggota,” tandas Reina. Rangga menyunggingkan senyuman. “Bagus, dengan begini aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar soal syarat itu. Aku akan langsung ke intinya.” “Apa seleksinya?” Reina tidak sabar untuk mengetahuinya. Senyuman Rangga berubah menjadi seringai. “Melawan vampir.”
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (20)
erna
Novel fiksi yang bagus...walau awalnya kurang begitu tertarik,tetapi karena penasaran lanjutannya,q baca,dan makin kesini makin seru,sampai akhirnya gak berasa baca sampai tamat...Klo ada ses 2 pasti q baca lagi,tapi sayangnya aplikasinya tidak mendukung untuk reader's baca novel karya author yg di sukai reader'snya...
Novel fiksi yang bagus...walau awalnya kurang begitu tertarik,tetapi karena penasaran lanjutannya,q baca,dan makin kesini makin seru,sampai akhirnya gak berasa baca sampai tamat...Klo ada ses 2 pasti q baca lagi,tapi sayangnya aplikasinya tidak mendukung untuk reader's baca novel karya author yg di sukai reader'snya...
18/05/2025
1👍👍
04/03/2023
0seru kayaknyaa
04/12/2022
0Lihat Semua