Guyuran air hangat kembali memulihkan tenaga Airin yang sempat habis terkuras tadi, Airin selesai lebih dulu dan gegas keluar dari kamar mandi meninggalkan Dazel yang masih membersihkan diri. Airin terkekeh saat kembali memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai dan kembali mengenakannya. Lututnya masih terasa gemetaran dan perutnya pun terasa sangat lapar sekali. Permainan Dazel benar-benar membuatnya bertekuk lutut dan lupa siapa dirinya dan siapa Dazel. Dazel keluar dari kamar mandi dengan segaris senyum di bibirnya, dilihatnya Airin yang sedang merias diri di depan cermin dan ia berkata dalam hati, “Aku harus bisa memilikimu, Airin. Kamu perempuan yang mampu menyita semua pikiranku. Aku sangat mencintaimu dan inginkan kamu menjadi istriku.” “Yank ....” Airin memanggil Dazel manja. “Ya, kenapa, Sayang,” “Aku—lapar,” “Ya sudah, habis ini kita makan dulu, Sayang,” “Tapi tolong bantu keringkan rambut aku dulu, Yank,” pinta Airin yang masih membalut rambutnya yang basah menggunakan handuk. Dazel yang telah selesai mengenakan pakaian lalu mendekati Airin dan mulai mengeringkan rambutnya dengan hair dryer yang tersedia. “Yok kita bersiap, Yank,” kata Dazel setelah selesai mengeringkan rambut Airin dan dijawab Airin dengan anggukan. Setelah semuanya rapi dan memastikan tak ada yang tertinggal, mereka beranjak untuk check out dan berencana untuk mampir dulu ke sebuah restoran untuk mengisi perut yang sama-sama keroncongan. “Sayang ...,” panggil Dazel pada Airin sesaat sebelum mereka keluar dari kamar hotel. “Ya.” “Sini peluk dulu,” ucap Dazel seraya mengulurkan kedua tangannya dan bersiap untuk memeluk Airin. Airin mendekat dan memeluk erat tubuh Dazel seakan tak ingin melepasnya kembali. “I love you, Sayang,” bisik Dazel di telinga Airin lalu menciumi pucuk kepala wanita mungil itu dengan penuh kasih sayang. Airin terlena dalam dekapan Dazel sampai tak sadar Dazel telah menciumi wajahnya. Kemudian ia mengurai pelukan dan berkata, “Udah, ah, enggak pulang-pulang nanti,” dan dijawab Dazel dengan kekehan. “Sayang nanti jalan di depan mobilku, ya, jangan jauh-jauh,” “Siap Pak Bos!” Lalu mereka berdua tertawa dan keluar meninggalkan kamar hotel dengan tangan yang saling menggenggam. *** Hujan telah reda dan jalanan sudah tak terlalu ramai, Airin mengendarai mobilnya dan di belakang Dazel mengawalnya. Setelah tadi sempat mampir ke sebuah restoran untuk mengisi perut yang kelaparan, kini Airin dan Dazel sama-sama akan kembali ke rumah tempat ternyaman untuk pulang setelah melakukan kegiatan dengan sejuta kepenatannya. Dazel akan kembali ke rumah di mana ia akan disambut dengan ceria oleh istri yang cantik dan kedua anaknya yang masih kecil dan sangat lucu serta pintar. Sementara Airin menuju pulang ke rumah dan ada Kenzo yang menunggunya sementara Bram tengah berjuang menyelamatkan perusahaan yang mungkin saja mengalami masalah besar hingga berisiko kebangkrutan. Setelah keluar dari tol dalam kota, Airin mengurangi kecepatan laju kendaraannya dan memilih tempat untuk menepi sebentar untuk sekadar pamit pada Dazel, setelah menemukan tempat yang ia rasa cukup aman, lalu ia menepikan kendaraannya dan tak lama disusul oleh kendaraan Dazel. Dazel keluar dari mobil lalu menghampiri Airin yang tetap di dalam mobil dan hanya menurunkan kaca jendelanya saja. “Kenapa, Sayang?” tanyanya pada Airin. “Kita berpisah di sini, Yank, aku langsung pulang, ya,” “Enggak mau aku antar sampai rumah?” “Enggak usah, Yank, aku bisa sendiri, kok, lagian kamu juga udah telat pulang, ‘kan?” “Enggak papa, aku bisa antar kamu dulu, Yank,” “Udah, enggak usah, aku bisa sendiri, kok,” “Ya sudah kalo begitu, hati-hati, ya, Sayang, terima kasih untuk hari ini.” Dazel berkata seraya menggenggam tangan Airin. “Kamu juga hati-hati, ya,” balas Airin seraya memberikan senyum manisnya. “Kabari kalo sudah sampai, Yank, love you.” “Oke, love you too, Sayang.” Airin kembali menyalakan mesin mobilnya dan perlahan melaju meninggalkan Dazel yang masih berdiri sampai mobil Airin menghilang di belokan lalu ia pun beranjak ke mobilnya untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah. *** Hari ini tepat satu minggu Bram berada di Malang. Setiap hari ia tak pernah lupa mengabari Airin di sela-sela kesibukan dan masalah yang sedang dihadapinya. Bram menarik napas lega setelah berhasil mengatasi masalah yang sedang dialami oleh perusahaannya yang berada di Malang. Seseorang telah memanipulasi keluar masuk barang hingga berakibat kerugian yang lumayan besar dan berimbas kepada anjloknya pemasukan perusahaan. Beruntung Bram mempunyai beberapa kenalan dan tim yang ahli dalam melacak berbagai macam tindak kejahatan, hingga tidak membutuhkan waktu lama akhirnya semua bisa terungkap siapa pelakunya. Kini semua permasalahan sudah selesai dan alhamdulillah perusahaan bisa diselamatkan dari kebangkrutan. Bram tidak ingin menceritakan kesusahannya pada Airin, ia hanya ingin Airin tahu semua baik-baik saja. Alhamdulillah semua telah selesai dan Bram bisa segera kembali ke Jakarta untuk berkumpul dengan anak istri tercintanya. Hari ini, Bram berencana untuk pulang ke Jakarta menggunakan pesawat dengan penerbangan siang, sengaja ia tak mengabari Airin, ia ingin memberikan surprise untuk istri tercintanya. Setelah makan siang ia bertolak ke bandara dengan diantar oleh Pak Suryo dan sopirnya. Sementara di lain tempat, Airin dan Dazel tengah kembali merajut kasih di sebuah kamar hotel. Pertemuannya kali ini dengan Dazel memang sudah direncanakan sejak dua hari yang lalu. Entah kenapa baik Airin maupun Dazel setelah mereka melakukannya saat di Bogor, mereka menjadi candu dan selalu ingin bertemu untuk melakukannya lagi dan lagi. Waktu sudah menunjukkan pukul 17:00 dan itu artinya sudah saatnya bagi keduanya menyudahi pesta. Dazel harus segera pulang karena sebagai mana biasa di jam seperti ini merupakan jam pulang kantornya begitu pun Airin yang biasa sampai di rumah paling telat jam enam sore. Airin sedang merapikan diri di depan cermin setelah selesai mandi dan Dazel sedang memakai kaos kakinya, mereka tengah bersiap untuk check out dari hotel. Ponsel Airin bergetar, gegas ia melihat dan alangkah terkejutnya saat di tampilan layar tertera nama suaminya yang memanggil, ia lalu memasukkan ponsel ke dalam tasnya. Sejak menjalin hubungan dengan Dazel, Airin selalu mengubah mode panggilan atau pun pesan di ponselnya menjadi mode getar saat sedang berdua dengan Dazel. Dengan hati waswas ia mengabaikan panggilan suaminya. “Sudah, Sayang? Yok,” ajak Dazel seraya memeluk pinggang Airin. Saat di dalam lift kembali Airin merasakan ponselnya bergetar, ia yakin pasti Bram yang meneleponnya. Hatinya dilanda resah karena tak pernah Airin mengabaikan panggilan dari suaminya, tetapi tidak mungkin juga ia menerimanya sementara ada Dazel bersamanya. Karena masing-masing mengendarai mobil sendiri, saat tiba di pelataran parkir, Dazel kembali memeluk dan mengantarkan Airin sampai masuk ke mobilnya. “Hati-hati, ya, Sayang, kabari kalau udah sampe di rumah.” “Ya, aku duluan, ya,” pamit Airin. Sebelum Airin menutup kaca mobilnya, Dazel masih sempat mencium kening Airin dan mengusap lembut pipinya. Perlahan Airin melajukan kendaraannya meninggalkan Dazel yang menatap kepergiannya seraya tersenyum di belakang sana. Setelah sekitar lima menit Airin gegas memasang earphone dan menelepon balik suaminya, tak butuh waktu lama panggilan segera tersambung. [Halo, Mi, kamu di mana, Sayang?] “Maaf, Pi, aku di jalan ini arah pulang, tadi aku mampir ke apotek dulu ponselnya di tinggal di mobil jadi enggak tau kalo Papi telepon.” [Oh, ya sudah enggak papa, Sayang, aku sudah sampai Jakarta, nih.] Deg! Bersambung ....
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (26)
Wafa Firmansyah
seru
29/08/2025
0
NoviantiSalsabila tri
bagus
14/05/2025
0
Vano surabayaVino
menarik dan menyenangkan dan ucapan selamat ulang tahun lebih tua dari usianya kelopak mata yang kendur secara alami dan ucapan selamat ulang tahun lebih tua dari usianya kelopak mata yang kendur secara alami dan ucapan selamat ulang tahun lebih tua dari usianya kelopak gak tau ngekei di Indonesia dengan harga terjangkau untuk kalangan sendiri yang akan kita gunakan dalam hal itu bisa menjadi alternatif ini hp kak buat para pecinta film nya Fano di dalam hal yang akan terjadi selanjutnya ya 🙂↕
seru
29/08/2025
0bagus
14/05/2025
0menarik dan menyenangkan dan ucapan selamat ulang tahun lebih tua dari usianya kelopak mata yang kendur secara alami dan ucapan selamat ulang tahun lebih tua dari usianya kelopak mata yang kendur secara alami dan ucapan selamat ulang tahun lebih tua dari usianya kelopak gak tau ngekei di Indonesia dengan harga terjangkau untuk kalangan sendiri yang akan kita gunakan dalam hal itu bisa menjadi alternatif ini hp kak buat para pecinta film nya Fano di dalam hal yang akan terjadi selanjutnya ya 🙂↕
24/03/2025
0Lihat Semua