logo text

Bab 31 Bertemu Mantan

Trik matahari pagi memasuki kamar Elena tapi orang yang dikamar ini sudah bangun dari tadi pagi, sebab sekarang yang di lakukan Elena adalah mencari baju yang cocok untuk pergi jalan bersama Justin.
30 menit akhirnya Elena mendapatkan baju yang cocok untuk kali ini tidak pikir lama lagi akhirnya Elena memakai baju tersebut dan berias agas sedikit cantik
.
Setelah Elena selesai siap-siap ia pun turun kebawah untuk keluar dari rumahnya, saat sampai diluar Elena melihat sebuah mobil yang berhenti di depan rumahnya.
Bisa Elena lihat yang keluar dari mobil tersebut adalah Justin yang akan mengajaknya jalan hari ini, lalu Elena pun menghampiri Justin dan setelah itu mereka langsung berangkat saja.
1 jam sampailah mereka di taman bermain akhirnya Elena juga Justin pun masuk kedalam sana sesudah membeli tiket masuk.
“Mau main yang mana dulu?” ucap Justin bertanya kepada Elena.
“Cari ardenalin yuk,” ucap Elena menarik tangan Justin agar mengikuti Elena.
“Baiklah.” Ucap Justin yang pasrah saja.
Kedua pasangan ini pun akhirnya berjalan mencari permainan yang memacu ardinalin, tapi yang meminpin jalan adalah Elena sebab yang paling suka permainan menyiksa itu hanya dirinya.
Dibelakang Justin malah diam-diam memotret Elena dari belakang hal itu tidak diketahui oleh Elena sama sekali.
Sampai lah mereka di rollecoaster Justin yang melihat permainan itu menelan salivannya yang sangat sulit, tapi ia harus berani untuk Elena jadi mereka pun mengantri untuk menaiki wahan tersebut.
Akhirnya giliran mereka pun sudah jadi Elena juga Justin duduk didepan sampai akhirnya rollecoaster tersebut mulai bergerak pelan sampai naik keatas dan berakhir turun dengan kecepatan tinggi.
Aaaggghhh!
Suara teriakan dari para pemain heboh seketika karena rollecoaster tersebut melaju dengan sangat cepat sampai beberapa menit akhirnya permainan itu pun selesai juga.
Saat Elena dan Justin turun dari permainan tersebut bisa Elena lihat kalau Justin wajahnya sudah pucat, ingin rasannya ia tertawa tapi karena kasihan tidak jadi.
Alhasil Elena membeli sebotol air didekat situ baru kembali lagi kepada Justin yang duduk di bangku kosong sendirian.
“Minum dulu,” ucap Elena sambil memberikan sebotol air tersebut.
“Aku tidak haus kok,” ucap Justin menolak karena malu.
“Jangan bohong! Ambil,” ucap Elena yang tau kalau pria di depannya ini kehausan.
“Terimakasih.” Ucap Justin yang mengambil sebotol air tersebut.
Setelah itu Justin pun meminum air tersebut karena merasa cukup ia pun berhenti minum dan menenangkan jantungnya yang masih berdetak kencang.
“Sudah lebih baik?” Elena pun bertanya kepada Justin.
“Iya,” ucap Justin pelan.
“Bagaimana kalau kita ke mall aja,” ucap Elena menyarankan kepada pria di sampingnya ini sekarang.
“Ayo.” Ucap Justin sangat semangat sekali.
Elena yang melihat perubahan tingkah laku Justin tertawa kecil sebab tidak biasanya bisa melihat tingkah imut seperti itu.
Akhirnya Elena juga Justin pun pergi menuju mall yang akan mereka datangi sebab mall tidak terlalu jauh jadi sampai ke mall hanya butuh waktu 45 menit saja.
Sampailah kedua pasangan itu di depan mall baru juga mereka ingin masuk tapi seseorang memanggil Justin dan akhirnya Justin maupun Elena menoleh kearah suara yang memanggil tadi.
Elena sempat kaget saat mengetahui siapa orang yang sudah memanggil Justin tapi kaget nya itu bisa ditutup dengan wajah datar nya.
“Oh Gavin,” ucap Justin kepada pria itu.
“Kau dengan siapa kesini?” ucap Gavin sambil memperhatikan Elena yang berada di samping Justin.
“Saya pacarnya Justin,” ucap Elena dengan tegas sambil mengandeng tangan Justin.
“Wow selamat yah,” ucap Gavin yang masih menatap Elena karena seperti mengenal perempuan tersebut.
“Nama kamu siapa?” ucap seorang perempuan kepada Elena.
Elena pun menoleh kepada perempuan tersebut lalu menyengit bingung saat melihat perut perempuan tersebut.
“Nama saya Tasya Alexander, emmm maaf apa anda lagi hamil?” ucap Elena bertanya sopan.
“Iya, aku lagi hamil!” ucap perempuan tersebut sambil mengelus perutnya yang buncit.
“Selamat yah,” ucap Elena sambil tersenyum.
“Terimakasih, apa kalian disini mau kencan?” ucap perempuan itu lagi yang bertanya.
“Iya, memangnya ada apa?” ucap Elena yang tau sedikit tentang ibu hamil.
“Sebenarnya aku mau minta tolong! Sebab aku bingung kalau ibu hamil itu kan harus makan-makanan yang sehat sedangkan aku tidak bisa masak,” ucap perempuan tersebut menjelaskan sambil menahan malunya.
“Kamu minta saya untuk bantu hal tersebut?” ucap Elena bertanya.
“I-ya ka-lau tidak keberatan,” ucap nya sambil menunduk.
Lalu Elena melihat sebentar kepada Justin beruntung Justin lagi memperhatikan Elena, jadi Justin hanya mengangguk.
“Baiklah saya akan membantu kamu, tapi siapa nama kamu?” ucap Elena yang tersenyum tipis.
“Nama saya Icha,” ucap perempuan tersebut.
“Ok Icha, ayo.” Ucap Elena sambil berjalan berdua dengan ibu hamil ini.
Kedua perempuan itu pun berjalan di depan meninggalkan ke 2 cowok yang berada dibelakang mereka, ke 2 perempuan itu berjalan menuju minimarket didalam mall untuk membeli kebutuhan ibu hamil ini.
Sampailah kedua perempuan itu di minimarket mereka berdua masuk sambil mengambil troli berlanjaan, Elena memulai dari susu hamil dulu sebab itu bagus untuk kesehatan ibu hamil.
POV Elena
Aku sempat kaget saat bertemu dengan Gavin lagi tapi setelahnya aku biasa saja sebab bisa menutupi dengan wajah datarku.
Aku memang tidak mencitainya lagi tapi aku hanya tidak suka bertemu dengannya, aku selalu ingat hal itu jadi saat bertemu dengannya aku takut.
Tapi aku melihat seorang perempuan aku memperhatikan perut tersebut yang bisa aku tebab perempuan itu sedang mengandung.
Aku sangat kaget perempuan itu sekarang adalah istri Gavin tapi aku tidak peduli dan malah membantu mereka untuk berbelanja kebutuhan.
POV OFF
“Jadi bagus kalau mau minum susu untuk pertumbuhan baby didalam tubuh,” ucap Elena mengambil satu kota susu hamil.
“Tapi aku tidak suka minum susu!” ucap Icha kepada Elena.
“Kamu suka eskrim?” ucap Elena bertanya kepada Icha.
“Aku sangat suka!” ucap Icha berwajah gembira sekali.
“Baiklah kita akan tetap beli susu tapi nanti bisa dibuat eskrim,” ucap Elena yang tetap membeli susu tersebut.
“Tapi aku tidak bisa…” ucap Icha yang tidak sempat melanjutkan pembicaraannya sudah di potong oleh Elena.
“Nanti akan aku jelasakan dan tuliskan seperti apa cara membuatnya! Jadi kamu tenang saja yah.” Ucap Elena yang tersenyum tipis kepada Icha.
Icha yang melihat senyuman tersebut hanya mengangguk tanda mengerti dan mereka kembali membeli beberapa kebutuhan lagi.
****
Untuk kedua pria yang mengikuti dari belakang hanya diam saja sambil memperhatikan dua perempuan tersebut.
“Apa kau masih mencintanya?” ucap Justin sambil melirik Gavin yang terus-terusan memperhatikan Elena dari tadi.
“Aku memang mencintainya tapi tidak bisa mendapatkannya lagi dan kalau bisa aku hanya ingin meminta maaf padanya saja atas semua yang sudah aku lakukan padanya,” ucap Gavin yang menatap terus kearah Elena.
“Pasti kau akan bisa bertemu dengannya,” ucap Justin yang juga menatap kearah Elena.
“Kenapa kau sangat yakin?” ucap Gavin yang bingung atas jawababn Justin.
“Yang aku tau Elena ada di Indonesia sekarang,” ucap Justin sedikit bersuara keras supaya Elena bisa mendengarnya.
“Kau serius!” ucap Gavin menatap kearah Justin sekarang.
“Ya.” Ucap Justin sangat yakin.
***
Kembali kepada kedua perempuan yang masih senang belanja di market mall ini sampai 2 jam barulah para perempuan selesai belanja.
Setelah itu mereka keluar dari market tersebut dan menuju keluar mall sebab sudah kelamaan disini.
Akhirnya mereka keluar juga dari mall dan berpisah di parkiran setelah memberikan nomor masing-masing kalau ada yang di butuhkan lagi.
“Terimakasih Tasya!” ucap Icha dengan senyuman yang amat bahagia.
“Iya.” Ucap Elena sambil menepuk pelan kepada Icha karena sudah terbiasa seperti itu.
Lalu Gavin juga istrinya pergi meninggalkan Justin dan Elena di parkiran mobil.
“Maaf yah,” ucap Justin menatap Elena.
“Maaf untuk apa?” Elena bertanya kepada Justin.
“Tentang bilang kamu ada di Indonesia,” ucap Justin yang masih menatap Elena.
“Tidak masalah, kan pasti akan ketahuan juga!” ucap Elena yang tersenyum tipis.
“Mau pulang atau cari makan?” ucap Justin bertanya kembali.
“Pulang saja.” Ucap Elena sebab sudah lelah.
Justin hanya menganggukkan kepala dan mereka pun menuju mobil lalu meninggalkan mall, akhirnya pulang menuju rumah.
Terimakasih sudah mau baca!
Semoga suka dengan ceritanya !
Semoga masih bertahan sampai selesai yah…

Komentar Buku (78)

  • avatar
    Adhitama

    bagus

    26/01

      1
  • avatar
    AjaNasta

    keren

    21/01

      0
  • avatar
    Tri pus paning tyasDea

    bagus

    03/10/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru