logo text

Bab 29 Sebuah Kebetulan

Sampai lah Elena di depan rumahnya yang sudah lama ia beli dan baru sekarang dirinya menempati rumah ini.
Saat Elena masuk di sambut oleh pelayan yang sangat senang saat kedatangann nona nya ini di sini.
“Nona selamat datang!” ucap pelayan tersebut.
“Terimakasih Len sudah mau menjaga rumah ini,” ucap Elena dengan senyuman.
“Iya nona, kama nona ada di atas sudah saya bersihkan!” ucap Len pelayan setia Elena.
“Kamu bisa istirahat sekarang Len terimakasih yah,” ucap Elena dengan senyum yang tulus kepada pelayannya.
“Anu nona, tetangga sebelah rumah kita selalu mengantar makanan setiap harinya tapi aku tidak memakannya tapi terpaksa menerima,” ucap Len berkata jujur kepada Elena.
“Baiklah Len, tidak masalah.” Ucap Elena yang sudah tau.
Setelah itu Len pun dimatikan daya nya dan di buat ke dalam kamar yang sudah di siapkan oleh Elena, Len itu pelayan robot tapi mirip dengan manusia.
Jadi itu tidak bisa lelah atau pun makan, setelah selesai Elena pun menaruh kopernya kekamar yang ada dilantai 2.
Lalu beberapa menit akhirnya turun kembali dan menuju dapur yang sudah di isi dengan banyak bahan makanan yang telihat didalam kulkas.
Beruntung tadi dia membeli beberapa kue akhirnya Elena keluar dengan baju santai menuju ke rumah tetangga sebelah nya yang sudah berbaik hati selalu menemani Len sendirian.
*****
Rumah Tetangga
Elena sekarang sudah berada di depan pintu rumah tetangga yang sering menemani Len di rumah, lalu Elena pun menekan bell yang ada di dekat pintu.
Tettt!
Menunggu sebentar akhirnya terdengar pintu itu terbuka dan Elena bisa melihat seorang wanita yang bisa ia lihat seperti lebih tua dari mommynya.
“Permisi tante saya pemilik rumah yang di sebelah tante, terimakasih sudah baik kepada pelayan saya,” ucap Elena dengan sopan kepada orang yang lebih tua darinya.
“Ah tidak apa-apa, apa kamu sudah menikah?” ucap ibu tersebut sambil menatap Elena.
“Saya belum menikah, oh tante ini ada sedikit kue dari saya semoga suka!” ucap Elena sambil memberikan kue yang masih di bungkus dengan rapi.
“Terimakasih, kalau boleh tau nama kamu siapa?” ucap ibu itu sambil menerima pemberian Elena.
“Nama saya Elena tante,” ucap Elena sambil tersenyum.
“Nama kamu sangat cantik sekali,” ucap sang ibu tersebut yang juga tersenyum hangat kepada Elena.
“Terimaksih tante, kalau begitu saya permisi tante!” ucap Elena tidak enak kalau berlama-lama disini.
“Iya.” Ucap ibu tersebut yang faham maksud Elena.
Setelah itu Elena pun pulang kerumahnya langsung masuk kamar karena sangat capek sekali sebab perjalanan jauh.
****
POV Elena
Setelah aku selesai menyapa tetangga di dekat rumahku, akupun kembali kerumah karena meresa lelah dan berakhir masuk kedalam kamar lalu tertidur.
Aku tidak tau beberapa lama aku tertidur saat aku bangun hari sudah malam dan aku pun membersihkan tubuh lalu kedapur mau buat makan malam sebab, tadi siang aku belum makan.
Aku hampir lupa tidak mengabari orang tuaku kalau aku sudah sampai di Indonesia, tapi karena perutku sangat lapar akhirnya aku mau masak dulu baru nanti nelpon orang rumah bahwa aku sudah berada disini.
30 menit akhirnya aku selesai membuat masakan untuk dimakan, lalu aku menuju meja makan untuk menaruh semuanya dan makan dengan tenang sebab hanya aku yang tinggal di rumah ini sendirian.
Aku sudah biasa jadi tidak masalah setelah beberapa menit akhirnya aku selesai makan malam, lalu aku membereskan semuanya dan kembali kekamar untuk menelpon keluargaku.
POV OFF
“Halo mommy,” ucap Elena menelpon sang mommy tercinta.
“Kenapa baru nelpon sekarang?” ucap sang kaka kedua yaitu Abi yang menjawab.
“Maaf kak aku lupa,” ucap Elena sambil meminta maaf.
“Ya, bagaimana disana?” ucap kak Abi lagi yang berbicara.
“Biasa saja,” ucap Elena datar.
“Pasti disana sudah malam kan! Lebih baik tidur bukannya kamu akan bekerja besok,” ucap kak Abi lagi memerintahkan Elena.
“Iya kaka.” Ucap Elena yang tidak bisa membantah.
Akhirnya telpon itu pun telah berhenti dan Elena menaruh handphonenya di naskah dekat lampu tidur, setelah itu tertidur karena memang sangat ngantuk.
*****
Dirumah Tetangga
Seorang wanita tua yang bisa di lihat seperti ibu-ibu pada umumnya lagi menunggu anaknya yang belum juga pulang dari pekerjaannya.
Sampai jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam beberapa menit lagi seorang ibu itu menunggu sambil makan kue yang tadi di berikan tetangganya.
Lalu terdengarlah pintu di buka oleh seorang pria yang umur nya sekitaran 26 tahun tapi masih terlihat muda, sebab pria itu memang belum menikah sama sekali.
“Kenapa baru pulang jam segini?” ucap sang ibu kepada anak satu-satunya ini.
“Maaf bu tadi masih ada sedikit pekerjaan,” ucap pria itu sambil menghampiri ibunya yang duduk di sofa dekat tv tersebut.
“Baiklah, bersihkan tubuh kamu sana setelah itu baru makan malam karena ibu sudah menyiapkannya di atas meja makan!” ucap sang ibu kepada anaknya tanpa menoleh sedikit pun.
“Iya ibuku tersayang,” ucap pria itu kepada sang ibu tapi sebelum ia benar-benar beranjak pergi dari sana matanya tertuju kepada sebuah kue di atas meja kecil tersebut.
“Ibu makan apa?” ucap pria itu bertanya kepada sang ibu.
“Kue tadi tetangga sebelah kita kasih,” ucap sang ibu kepada anaknya.
“Oh tetangga kita yang sebelah itu!” ucap sang anak sambil berpikir.
“Iya tapi tadi pagi yang mengantar kue ini adalah seorang gadis cantik dan katanya dia adalah pemilik rumah tersebut,” sang ibu pun menjelaskan kepada anak laki-lakinya itu.
“Siapa namannya bu?” ucap sang anak penasaran.
“Namanya tadi kalau tidak salah Elena,” ucap sang ibu lagi dan hal itu membuat sang anak kaget.
“Apaaaa?! Elena bu?” ucap sang anak yang sangat kaget mendengar nama seorang perempuan yang sangat ia kenal.
“Kamu kenapa berteriak di malam hari Justin!” ucap sang ibu menatap tajam anak nya ini tidak biasa sekali.
“Ibu katakana gimana ciri-cirinya?!” ucap pria itu yang tidak lain adalah Justin yang tidak mempedulikan perkataan ibunya sama sekali.
“Memiliki rambut yang panjang, lalu mata yang berwarna coklat gelap dan terakhir mudah tersenyum!” sang ibu pun menjelaskan ciri-ciri Elena yang ia ingat.
Nampak Justin sedang berpikir mengingat-ingat Elena dengan ciri-ciri yang di beritahukan oleh sang ibu, karena tidak mengingat apa-apa akhirnya Justin merogoh handphone yang ada di dalam jas nya dan mencari sebuah foto.
Setelah mendapatkannya Justin pun menunjukkan kepada sang ibu foto tersebut, lalu mulai bertanya lagi.
“Ibu apa sosoknya seperti ini?” ucap Justin menunjukkan sebuah foto di handphonenya.
Sang ibu pun melihat foto itu seksama lalu beberapa menit berlalu barulah sang ibu berbicara lagi.
“Iya itu orangnya,” ucap sang ibu sangat yakin.
“Kalau begitu Justin kekamar deh bu,” ucap Justin sambil tersenyum menuju arah kamar.
“Iya.” Ucap sang ibu sambil melihat anaknya aneh sekali.
*****
Sudah pagi terlihat Elena sudah rapi dengan pakaian yang ia pakai sekarang lalu Elena keluar kamar sebab akan pergi kekantor agama sebab hari ini dirinya sudah mulai bekerja disana.
Akirnya Elena pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah menuju kantor agama di tengah kota bandung, sebab akan bekerja disana mulai hari ini.
Hampir 1 jam Elena di perjalanan akhirnya sampai juga ia di kantor keagamaan dan akhirnya Elena pun masuk kedalam kantor tersebut, tapi belum ia bertanya kepada pekerja disini Elena dikejutkan sebab teman satu kampusnya juga bekerja disini.
“Lyen kamu juga bekerja disini?” ucap Elena menyapa temannya ini.
“Elena kamu juga disini! Aku sangat senang sekali,” ucap perempuan itu sambil tersenyum hangat kepada Elena.
“Iya.” Ucap Elena juga tersenyum.
Lalu kedua perempuan ini pun menuju ruang atasan mereka sebab mereka di tempatkan di pekerjaan yang sama, banyak yang memandangi kedua perempuan yang baru masuk kantor ini sebab tidak pernah melihat mereka berdua.
Lalu kedua perempuan tersebut masuk kedalam ruangan boss yang sudah di perbolehkan masuk, saat masuk kedalam ruangan boss mereka yang baru biasa Elena lihat ada satu orang yang ia kenal tapi Elena hanya diam saja tanpa peduli sama sekali.
“Baiklah terimakasih sudah mau datang kesini dan membantu pekerjaan disini,” ucap sang boss kepada Elena juga Lyen.
“Tidak masalah pak,” ucap Elena.
“Baik, ruangan kerja kalian berdua sudah di siapkan.” Ucap sang boss kepada kedua perempuan ini.
Setelah mengatakan hal tersebut Elena dan Lyen menuju ruangan yang akan menjadi tempat mereka bekerja, tapi Elena tidak menyangka bisa bertemu kembali dengan seorang pria yang selama ini selalu menghubunginya setiap ada waktu.
Siapa lagi kalau bukan Justin yang juga bekerja di sini, tapi Justin tidak melihat Elena jadi Elena langsung berjalan cepat menuju tempatnya bersama Lyen.
[Apa itu yang dinamakan takdir ataukah hanya sebuah kebetulan sesaat saja]
[Tidak ada perubahan yang terjadi pada dirinya, biarlah hanya waktu yang menentukan hal ini]

Komentar Buku (78)

  • avatar
    Adhitama

    bagus

    26/01

      1
  • avatar
    AjaNasta

    keren

    21/01

      0
  • avatar
    Tri pus paning tyasDea

    bagus

    03/10/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru