Setelah 1 minggu seresai festival Elena merasakan seperti diganggu oleh dua cowok yang selalu menempel padanya sekarang. Bisa dilihat Elena berada di kantin bersama teman-temannya sambil mengobrol hal sesame cewek. “Sebentar lagi akan dilaksanakan Ulangan Tengah Semester kan?” ucap Elena bertanya kepada teman-temannya. “Males belajar!” ucap Lia mengeluh. “Kau kan selalu begitu setiap ada ujian atau tugas,” ucap Salsa mengejek Lia. “Jangan dibongkar juga!” ucap Lia tidak terima rahasiannya di buka oleh kembarannya sendiri. Haha Suara tawa pecah dari ketiga cewek yang melihat Lia kesal sebab rahasianya dibuka oleh Salsa, kalau Elena sendiri hanya tersenyum tipis saja supaya tidak menyakiti perasaan Lia. “El, bantu aku belajar yah!” ucap Lia menatap temannya yang sangat pendiam sekali. “Aku? Ajari kamu belajar,” ucap Elena bertanya balik kalau salah dengar. “Iya El, mau yah?!” ucap Lia menatap Elena dengan puppy easy. “Sebenarnya aku juga males belajar,” ucap Elena berkata jujur kepada Lia. “What? Lalu kenapa kamu bisa mendapatkan beasiswa?” ucap Ana tidak percaya dengan perkataan Elena. “Karena jawaban aku benar semua,” ucap Elena dengan santai. “Mungkin IQ Elena tinggi jadi bisa masuk tanpa harus belajar,” ucap Salsa menjelaskan kepada 2 temannya ini yang tidak mengerti. “IQ kamu berapa El?” ucap Lia bertanya karena penasaran sekali. “148,” ucap Elena dengan santainya bilang begitu. “Oh!” ucap mereka serempak.. LODING…. 1% 5% 10% 100% “APAAAAAA?!” Ketiga teman Elena langsung teriak dan itu membuat para penghuni kantin menatap kearah mereka, lalu Elena yang mendengarkan teriakan mereka hanya menutup telingannya agar tidak pecah gendang telinga. “Kalian ini bisa diam,” ucap Elena menatap kesal. “Kamu sungguhan El?!” ucap Salsa yang tidak bisa mengontrol ekspresinya. “Iya!” ucap Elena cuek. Lalu saat mereka masih mengobrol datang 5 cowok yang menghampiri meja ke 4 cewek cantik itu dengan langkah cepat. “Boleh kami duduk disini?” ucap salah satu cowok meminta izin kepada ke 4 cewek tersebut. “Tentu saja,” ucap Lia yang belum melihat kearah 5 cowok tersebut. “Hay sayang! Kamu tidak mau melihat aku?” ucap Calvin kepada Lia setelah dia duduk. Lia yang mendengar suara pacarnya itu melihat kedepan dan benar saja kalau pacarnya ada di depannya sekarang. “Sayang,” ucap Lia sambil tersenyum. Elena hanya diam saja sebab males berbicara karena ada 2 cowok yang dari tadi pagi sudah menganggunya hal itu membuat Elena kesal. “Elena,” ucap Justin memanggil nama Elena yang berada di hadapannya. “Ada apa kak?” ucap Elena bertanya. “Apa minggu depan kamu sibuk?” ucap Justin bertanya tentang kesibukan Elena. “Tidak sibuk sih kaka, memangnya kenapa?” ucap Elena menjawab kembali pertanyaan Justin. “Aku hanya ingin mengajakmu jalan, kalau kamu mau!” ucap Justin menatap Elena penuh harap. “Emmm…aku pikirkan dulu yah kaka,” ucap Elena ragu langsung jawab. “Baiklah, nanti bisa chat aku kalau sudah tau jawabannya,” ucap Justin dengan senyum tipis nya. “Baik.” Ucap Elena yang juga tersenyum. “Elena, cowok yang kemarin peluk kamu itu siapa?” ucap Lia bertanya kepada temannya ini. “Siapa yang berani memeluk Elena!?” ucap Aksara yang tidak suka. “Itu temanku,” ucap Elena yang langsung menjawab pertanyaan Lia agar Aksara tidak bertanya lagi. “Siapa namanya?” ucap Ana yang penasaran. “Kak Azka Nugroho,” ucap Elena singkat. “What?!” ucap Lia kembali syok. “Iya Lia!” ucap Elena geleng-geleng kepala sendiri melihat tingkah teman yang satunya ini. “Kak Azka itu kan sangat populer sekali! Lalu dia juga senior kita tingkat akhir,” ucap Ana yang menjawab. “Sungguh! Elena gimana bisa kamu kenal dengan kak Azka?” ucap Lia semakin penasaran sekali. “Kak Azka itu senior aku dulu saat SMA dan juga tetanggaku, tapi kami lama gak ketemu saja!” ucap Elena menjelaskan. Sebelum Lia kembali bertanya ada seseorang cowok yang menghampiri meja kantin mereka, lalu langsung membuka suaranya didekat Elena. “Lena mau pulang bareng hari ini?” ucap cowok itu yang tidak lain adalah Azka. “Kak Azka! Kenapa kak?” ucap Elena bingung. “Karena ada yang mau aku bicarakan padamu dan juga aku dapat tiket ini! Kau mau kesini kan?” ucap Azka sambil menunjukkan 2 tiket kepada Elena. “Wah kaka dapat diman tiket itu?!” ucap Elena yang sudah berdiri menjajarkan tubuhnya didekat Azka. “Mau pergi tidak?” ucap Azka sambil mengacak acak rambut Elena. “Mau!” ucap Elena dengan sorot mata gembira. “Baikalah, kita pergi hari ini,” ucap Azka kepada Elena. “Siap kaka!” ucap Elena yang sangat gembira sekali. Elena tidak tau semua teman-temannya yang berada di meja tersebut memperhatikan tingkah Elena yang sangat imut begitu. “Kak tunggu di depan nanti dan ini minumanmu!” ucap Azka sambil mencium pipi Elena langsung pergi begitu saja. “Kaka!” ucap Elena yang kesal karena pipinya dicium. “Cieee Elena,” ucap Ana bersamaan dengan Lia. “Apa sih!” ucap Elena menatap datar kedua temannya ini. “Kalian pacaran yah?” ucap Ana langsung bertanya hal itu dengan mudah. “Haha! Tidak lah,” ucap Elena yang mendengar pertanyaan yang sering sekali dia dengar. “Lalu kepada kak Azka bisa menciummu!” ucap Lia ragu kalau menyinggung perasan Elena. “Kak Azka itu …. Kaka sepupu aku! Haha,” ucap Elena diakhir tertawa karena sudah buat mereka berpikir negative tentang dirinya. “Elena kamu nyebelin!” ucap ketiga cewek itu kesal kepada Elena. “Sorry,” ucap Elena yang masih tidak berhenti tertawa. “Elena cowok idaman kamu seperti apa?” ucap Ana bertanya. “Kenapa bertanya hal itu,” ucap Elena yang menyengit bingung dengan pertanyaannya. “Sebab aku tidak pernah lihat kamu memiliki pacar?” ucap Ana semakin bertanya. “Aku punya pacar kok!” ucap Elena menjawab dengan mudahnya. “KAU SERIUS ELENA!” ucap Lia teriak. “Berisik!” ucap Laskar mendengar terikan Lia yang menyakitkan. “Kalau gak suka bilang saja!” ucap Lia menatap tajam Laskar. “Sudah hentikan kalian ini! Elena siapa orangnya?” ucap Ana mengoyangkan tubuh Elena. “Dia berada disini kok,” ucap Elena sedikit tersenyum kearah orang tersebut. “Siapa?” ucap Lia yang menoleh kearah 4 cowok yang duduk kecuali Calvin tentunya. “Apa Gavin?” ucap Lia menatap tajam Gavin yang dari tadi senyum-senyum tidak jelas. “Bukan!” ucap Elena menentang keras. “Lah terus siapa Elena? Bilang saja kenapa sih!” ucap Salsa yang juga penasaran. “Yang memiliki cincin yang sama denganku,” ucap Elena yang sudah berdiri mengambil tasnya. “El kamu mau kemana?” ucap Lia yang melihat Elena beranjak dari duduknya. “Aku mau nonton, cari sendiri yah!” ucap Elena yang langsung meninggalkan teman-temannya yang masih penasaran. “Siapa sih!”
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
bagus
26/01
1keren
21/01
0bagus
03/10/2025
0Lihat Semua