Arus pusaran di pusat badai semakin kencang. Medan elektromagnetik listrik yang berpadu dengan pusaran arus yang begitu kencang telah membangkitkan suatu energi raksasa berupa daya hisap yang luar biasa besarnya. Kekuatan hisap yang dihasilkan jauh melampaui kemampuan kedua mesin pendorong pesawat untuk mempertahankan ketinggiannya. Mendadak....., pesawat kembali terhempas...! Namun kali ini bukan menghempas ke bawah, melainkan menghempas ke atas. Pesawat itu kini benar-benar mulai tersedot. Penumpang yang sekarat terlonjak dan terperanjat. Adam dan Ingrid sendiri yang tak menduga sebelumnya hal itu akan terjadi juga ikut tersentak. Pesawat terasa menyentak ke bawah, lalu kembali tersedot ke atas oleh suatu kekuatan misterius menuju ujung pusaran yang yang satunya lagi. Tak berapa lama kemudian kembali terhempas, lalu terhuyung hebat dan terhempas lagi berkali-kali. Badan pesawat itu masih terus tersedot ke atas..., seolah menghadang medan elektromagnetik listrik yang kuat. Dalam beberapa detik kemudian terhuyung lagi ke bawah, lalu melayang tanpa arah. Stick kemudi dan kokpit bergetar keras, Adam merasakan itu. Apa yang terjadi semua di luar kemampuan pesawat untuk bertahan. Semakin menakutkan kemudian. Angkasa malam terlihat memerah dihujani oleh garis putih berliku-liku mirip sambaran halilintar yang mengelilingi pesawat. Penumpang menjerit mendengar bunyi dentuman yang sangat keras hingga menggetarkan kaca-kaca pesawat. Detik berlalu....., hujan halilintar semakin menjadi-jadi di tengah-tengah lingkaran medan listrik yang kuat. Tak dipungkiri lagi...., ada suatu kekuatan gaib di sekitar kabut tebal berbentuk spiral raksasa itu. Atau...., mungkin juga medan magnet yang begitu kuat berpusat pada titik pusaran di atas pesawat. Adam masih berusaha mengembalikan pesawat ke posisi semula, namun usahanya sia-sia belaka. Berkali-kali pesawat terhuyung dipermainkan oleh lingkaran gumpalan kabut yang pekat. Untuk yang ke sekian kalinya pesawat itu kembali tersentak dengan hebat. Penumpang merasakan seperti adanya sebuah tubrukan kuat. Tubuh-tubuh yang letih terhuyung ke depan. Ingrid seketika menjerit, tangan Adam dia genggam erat-erat. Pesawat itu terhempas lagi, amat keras, genggaman tangan Ingrid kembali terlepas. Ngeri...., dadaa terasa sesak membayangkan kematian. Ingrid yang ikut menemani Adam di dalam ruangan kokpit pesawat itu benar-benar berada dalam puncak kengeriannya. Dia menyaksikan semuanya dengan jelas, bagaimana dahsyatnya badai yang kini tengah menghadang tepat di depan pesawat. “Adam, we can not make it.., oh my God, we can not make it.” ......Adam, kita tak akan mungkin bisa selamat.. oh Tuhan..., tak akan mungkin selamat........ Ucap gadis bermata biru itu. Bibirnya bergetar mengatakan, menunjukkan betapa sempurnanya kengerian yang dia rasakan. “I am going to die..., oh God, please forgime me.” .......aku akan mati..., ya Tuhan ampunilah aku....... Ucap gadis itu lagi. Cairan bening terlihat mulai membasahi kedua bola matanya yang biru. “We can make it Ingrid..., believe me, we can make it.” .... kita akan selamat.. percayalah Ingrid .... kita akan bisa melaluinya dengan selamat..... Teriak Adam. Pemuda itu langsung membantah apa yang ada di dalam pikiran gadis itu. “But......, no one can make it, no one....!” .......tapi, tak seorang pun yang akan bisa melaluinya....... Tepis Ingrid ketakutan. Gadis itu kemudian menutup kedua matanya, tak mampu lagi dia menyaksikan semua kengerian yang ada. Adam menatap tajam-tajam wajah gadis itu, lalu dia kembali berkata. “Ingrid...! open your eyes, and look at me, we can get through and I will bring you back, I promised you, please belive me, I never broke my promise.......!” .......Ingrid....! buka matamu dan melihatlah kepadaku, kita pasti bisa melewatinya, aku akan membawamu kembali, aku berjanji kepadamu, tolong, percayalah padaku, aku tak pernah pernah mengingkari janjiku......... Tegas Adam meyakinkan gadis itu bahwa mereka pasti akan berhasil keluar dengan selamat dari badai itu. Ingrid kembali membuka kedua matanya. Begitu sejuknya kalimat yang keluar dari mulut pemuda itu, hingga dia pun tak mampu lagi berucap. ****** Pesawat semakin tersedot dalam pusaran kabut hitam berbentuk spiral, kemudian diterjang oleh suatu fenomena misterius. Induksi elektromagnetik dengan magnitudo yang besar memorak-porandakan susunan sistem kerja syaraf setiap penumpang. Tak hanya itu, suara lengkingan yang sangat kuat hingga mencapai 150 desibel kemudian terdengar, nyaris memecahkan gendang telinga. Seisi ruangan pesawat geger, penumpang menjerit-jerit menutupi kedua lubang telinga. Tak seorang pun yang mampu mendengar dengingan yang menyakitkan itu. Karbon monoksida dan medan listrik mencapai jutaan volt per meter sangat luar biasa kuatnya, hal itu membuat sel-sel darah merah yang dipompa jantung ke seluruh tubuh jadi tak karuan kotornya. Tak ketinggalan, sistem kerja otak seluruh penumpang juga dibabatnya, hingga semua orang yang ada di dalam pesawat itu kehilangan akal sehatnya. Apa sebenarnya yang terjadi dengan seluruh penumpang.....? Badai misterius yang terlanjur mereka tembus itu ternyata bukanlah murni kabut asap biasa sebenarnya. Partikel-partikel debu vulkanik yang telah “terionisasi” menjadi “ion-ion” bermuatan listrik juga telah ikut ambil andil dalam terbentuknya terowongan spiral itu. Hingga terakumulasinya medan listrik statis dalam jumlah yang luar biasa di dalamnya. Menjadi “bom waktu” yang siap meledak kapan saja. Menjadikan momok yang menakutkan bagi siapa saja. Misteri itu mulai terbentuk sejak enam bulan yang lalu, tak seorang pun yang tahu. Partikel-partikel hitam itu muncrat dari moncong gunung vulkanik yang meletus di tengah-tengah lautan. Namun..., tak diduga, ternyata ada setumpuk dendam dibalik itu semua. Debu-debu vulkanik itu disusupi oleh jelmaan arwah-arwah manusia penuh gelimpangan dosa semasa hidup mereka. Dan..., tepat di pergantian tahun, mereka kembali mengganas, lautan pun bergejolak, itulah sebenarnya pangkal bencana dari semuanya. Mereka menjadikan lautan begitu buas, hingga mampu memorak-porandakan segala yang ada. Pemampatan gas, debu dan asap hitam bergumpal-gumpal menjadi satu. Membentuk badai ganas menghasilkan energi raksasa hingga menimbulkan anti materi dan medan listrik yang sangat kuat. Kengerian kini merayap senyap. Energi raksasa itu menghasilkan suatu terowongan yang mampu mendistorsi ruang dan waktu. Menyedot dan membelit benda apa saja yang ditelannya. Termasuk pesawat yang kebetulan melintas di sana. Hingga menghempaskannya ke suatu masa dia masa lalu. Apakah itu mungkin merupakan salah satu penjelmaan dari wujud “black-hole.” atau si “lubang hitam...?” Atau juga “lubang-cacing...?” atau lubang apa lagi sebutan nama lainnya. Seperti yang sering dijadikan bahan gunjingan oleh orang-orang pintar setelah membagi-bagi miliaran koin receh hasil korupsi...? Atau..., terkadang menimbulkan debat kusir di warung kopi...? Boleh jadi ya. Namun apapun itu namanya, badai itu itu kini bercokol di sekitar perairan segi tiga Masalembo. Sebuah garis segi tiga khayal yang menghubungkan kota Majene di Sulawesi barat, pulau Bawean dan kepulauan Tengah yang termasuk wilayah perairan Masalembo. Konon kabarnya perairan itu memang angker. Dihuni oleh para makhluk halus hingga mampu mendorong dan menghempaskan pesawat Airbus itu. *****
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
bgus
19/04
0bagus
23/03/2025
0"keren cerita nya, good"
08/01/2025
0Lihat Semua