logo text

Bab 29 RAHASIA 25 TAHUN LALU RAHASIAH 25 TAHUN LALU

"Maaf, nyonya! Waktu itu bibi binggung mau di bawa kemana. Bibi menitipkan bayi yang masih merah tersebut kepada teman. Kalau saat itu bibi membawanya ke rumah itu sama saja membiarkan anak nyonya dalam bahaya. Nyonya Marina bisa saja mencari jalan lain untuk melenyapkannya kembali."
"MasyAallaah! Apa benar yang bibi katakan bahwa anak saya masih hidup? Ini seperti mimpi bagi saya. Sekian tahun saya di bohongi oleh Marina. Saya tidak habis pikir mengapa ia tega melakukan semua ini pada saya. Apa salah saya, perasaan hubungan kami baik-baik saja. Lalu bagaimana keadaan anak saya, bi?"
"Nak Andy, saat itu dada saya bergemuruh, campur aduk rasanya. Anak yang di nyatakan meninggal ternyata masih hidup. Kalau betul apa yang di ceritakan bi Jum itu benar berarti sekarang anak saya sudah berumur 25 tahun. Keterlaluan sekali Marina!"
"Yang sabar dan iklas, ya, Bu. Kita sebagai manusia biasa tidak tahu rencana Tuhan di balik kejadian yang menimpa ibu. Atas izinnya juga rahasiah besar itu akhirnya terkuak juga"
Andy menatap wajah Bu Kartika yang basah oleh air mata.
"Iya, nak Andy. Insyaallah saya iklas dan menyerahkan semuanya kepada sang maha pencipta"
"Alhamdulillah, lalu bagai mana dengan anak ibu sekarang apakah sudah bisa berkumpul kembali?" Andy merasa penasaran denga kelanjutan cerita Bu Kartika.
"Sampai sekarang saya masih harus terus bersabar. Saya haya bisa membayangkan dan berdoa agar secepatnya bisa segera bertemu dengan anak saya. Anak yang sama sekali belum pernah saya lihat wajahnya."
"Maksud ibu?"
"Menurut cerita bi Jum, bayi saya di titipkan pada temannya namun ia kehilngan jejak. Rupanya teman bi jum pindah ke kampung halamannya tanpa memberi kabar"
"Maafkan Bibi nyonya. Baru bisa memberitahu kebenaran ini." Bi Jum mengusap linangan airmatanya.
"Terus di mana anak saya sekarang, bi?" Bu Kartika tak sabar ingin tau keberadaan anaknya.
"Sejak menitipkan anak nyonya pada teman bini. Justru bibi kehilangan jejeknya. Bibi yang jarang ada waktu menemui teman bibi tak tau kalau dia sudah pindah tempat tinggal." Bi Jum menundukkan wajahnya.
Ada raut kecewa di wajah bu Kartika. Mimpinya untuk bisa bertemu dengan anaknya seketika sirna.
"Nyonya jangan bersedih. Percaya sama Gusti Allah suatu saat nyonya akan bertemu dengan anak nyonya." Bi Jum berusaha menghibur dan membesarkan hati bekas majikanya.
"Iya, bi. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa berkumpul dengan anak saya. Terima kasih, ya, bi, sudah menyelamatkan anak saya setidaknya ia tidak terlantar dan meninggal dengan menyedihkan." Bu Kartika berusa menutupi kekecewaannya.
"Bagaimana kabar Mas Arman, bi?" Seolah ingin mengalihkan pembicaraannya bu Kartika menayakan kabar mantan suaminya.
"Keadaan Tuan Arman sangat menyedihkan nyonya. Bu Marina memasung tuan Arman sejak beberapa tahun ini"
Mata bu Kartika membelalak. Sejahat itukah sahabatnya, Marina.
Sejak tuan Arman sakit, dan perusahaan Tuan Arman bangkrut, nyonya Marina selalu memperlakukan tuan seperti hewan.
Itu di karenakan Tuan Arman selalu mengingat nyonya. Apalagi setelah nyonya Marina tahu sebagian besar aset kekayaan tuan Arman untuk nyonya Kartika .
Mata Bu Kartika berkaca-kaca. Terus terang sejak datang ke Jakarta ia selalu mencari tahu keberadaan Mas Arman. Dari orang-orang kepercayaannya ia mendapat informasi kalau perusahaan suaminya sudah bangkrut.
"Nyonya, apakah bibi bisa minta tolong?" Wajah bi Jum menunduk.
"Minta tolong apa, bi?" Bu Kartika balik bertanya.
"Tolong keluarkan Tuan Arman dari rumah. Bibi tidak tega melihat beliau di pasung. Bibi tidak tahu harus minta tolong sama siapa?"
"Bagai mana caranya, bi? Bibi kan tahu bagai mana jahatnya Marina"
"Mumpung sekarang nyonya Marina dan anaknya sedang di luar kota , nyonya bisa mengeluarkan tuan Arman dari rumah , tuan Arman butuh perawatan medis."
" Baikalah bi..nanti saya urus soal itu"
"Tapi saya juga minta tolong sama bibi, tolong bibi kumpulkan bukti kejahatan Marina!"
"Bagai mana caranya?" Wajah bi Jum berseri. Begitu pedulinya ia pada tuan Arman.
"Caranya bibi kumpulkan semua bukti kejahatan Marina dengan cara merekamnya. Nanti saya kasih ponsel dan saya ajarkan bagaimana caranya. Numun bibi harus berhati-hati saat menjalankan misi ini. Jangan sampai ketahuan Marina dan Rossa."
_____________
"Menjelang tengah malam anak buah saya, membawa mas Arman dari rumahnya.
Tentunya setelah melakonkan dulu drama di kediaman Mas Arman. Saat beberapa jam lagi Marina akan sampai di rumahnya Mas Arman di culik, rumah di buat acak-acakan dan barang berharga di gasah semua oleh anak buah saya. Bi Jum di sekap di dalam gudang degan posisi mulut di sumpal dan tangan di ikat. Hal ini agar Marina percaya kalau rumahnya kerampokan dan tidak curiga pada bi Jum"
"Untuk lebih menyakinkan saya juga meminta uang tebusan dengan sejumlah uang yang tidak di miliki oleh seorang Marina."
"Cihh ... Aku tidak akan pernah menebus pria lumpuh itu dengan sepeser uang pun. Kalau kalian ingin menghabisi nyawanya lakukan saja. Aku lebih suka dia mati!" Itulah jawaban dari Marina.
Andy bergidik mendengar semua cerita Bu Kartika. Sejahat itukah mertuanya, beruntung selama ini dia selalu bersikap baik pada mertuanya yang licik itu.
"Saat di bawa ke rumah ini kondisi mas Arman sangat memprihatinkan. Pria yang saya cintai tak ubahnya seperti mayat hidup. Kaki dan tangannya di pasung. Bukan hanya itu saja Marina juga setiap hari menyuntikan racun yang bisa melemahkan pungsi sarap mas Arman hingga kondisinya menjadi semakin lemah dan lumpuh. Kalau tak ada bi Jum entah bagaimana nasibnya. Bi Jum rela kerja tanpa di bayar demi bisa merawat mas Arman. Memang mas Arman belum pulih kembali tapi saya selalu yakin kalau kondisi kesehatan mas Arman akan pulih kembali."
"Astagfirullah..!" Andy merasa geram mendengar cerita kejahatan mertuanya yang tak berprikemanusiaan.
"Begitulah ceritanya, nak Andy. Saya harap kamu lebih hati-hati menghadapi mertuamu itu.
Dia itu licik dan sangat jahat"

Sebalum berpamitan pulang, bu Kartika berpesan agar menjaga bi Jum dan bersikap baik pada Rossa menjaga sikap di depan marina. Besar harapan bu Kartika agar Andy bisa menyadarkan Rossa ke jalan yang lebih. Soal anak yang sedang di kandungnya walaupun bukan darah daging Andy tapi anak tersebut tidak tahu apa-apa.
BERSAMBUNG

Komentar Buku (585)

  • avatar
    Jennisa Channel

    Ini gak ada lanjutannya Rosa yang menjelaskan kesalahannya,lalu Anisa dan Andy hidup bahagia dan diberi momongan☺️

    02/09/2023

      1
  • avatar
    Salsa Bila

    sangat laa suka dan menarik

    19/03

      0
  • avatar
    AnsanayEdwin

    Trimakasih telah sediakan novel yang sangat menyentuh dan terharu buat kami pembaca novel

    13/02

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru