logo text

Bab 22 IBU KARTIKA

Pagi ini Andy bermaksud menemui orang yang kemarin di ceritakan bi Jum. Sejak semalam ia begitu bersemangat dan penasaran ingin segera berjumpa dengan orang yang ada dalam alamat tersebut.
Jalanan kota Jakarta pagi itu nampak lenggang. Hari minggu yang indah "Ahh...andai Anissa bersamaku." Gumam Andy lirih.
Dulu ia dan Anissa selalu menghabiskan waktu libur berdua. Setiap hari minggu mereka sering joging bersama di lanjutkan mencari jajanan kuliner yang ada di kota Jakarta.
Dua tahun setelah kepergian Anissa tak membuat cintanya pudar. Setiap hari perasaan rindunya semakin bertambah. Terkadang untuk menghibur hatinya Andy selalu berpikir kalau dirinya hanya sedang berpisah sementara dengan Anissa. Semua hanya tentang jarak dan waktu saja.
Setiap waktu Andy selalu berdoa memohon agar kelak ia di pertemukan kembali. Ia yakin semuanya akan indah pada waktunya.
"Anakku, satu pesan ibu padamu, jangan pernah sekalipun kamu menghianati cinta Anissa. Susah mencari wanita sebaik dia di zaman sekarang ini. Bila kamu melakukan itu maka kamu akan menyesal." Begitulah pesan ibu Andy semasa ia masih hidup.
___________
Mobil Andy berhenti di depan sebuah rumah megah yang di kelilingi pagar besi yang sangat kokoh.
Andy melihat ada dua orang berseragam satpam sedang berjaga di post pintu masuk.
Dengan langkah canggung ia menghampiri kedua orang tersebut bermaksud menanyakan tentang alamat yang di berikan oleh bi Jum.

Saat Andy sampai di depan pagar yang menghubungkan pintu masuk ke dalam post penjagaan tiba-tiba seorang pria berbadan kekar dengan kepala pelontos langsung menghampirinya.
Nyali Andy menjadi ciut apalagi saat melihat tatto tengkorak di lengan pria tersebut. Ingin rasanya Ia putar balik meninggalkan tempat tersebut.
"Den Andy, ya?" Suara bariton pria tersebut menghentikan langkah Andy yang hendak berbalik meninggalkan tempat tersebut.
Andy bergidik, "Apa aku salah masuk, ya? jangan-jangan bi Jum mengirim aku ke sarang Mapia" Batin Andy.
"I-iya, saya Andy, maaf mungkin saya salah alamat" Andy membalikan tubuhnya walaupun ia merasa heran dari mana pria tersebut tahu namanya.
"Maaf, kalau penampilan saya membuat Aden takut, silahkan masuk Aden sudah di tunggu Nyonya di dalam" Pria bertubuh kekar itu membungkuk sopan. Tanganya memberi isyarat agar Andy mengikutinya.
Dengan pikiran yang masih binggung Andy mengikuti pria bertato tersebut. Pria tersebut membawa Andy masuk ke dalam rumah yang sangat megah. Suasana di dalam rumah tersebut nampak lenggang tak terlihat aktivitas apapun di dalamnya.
Rumah bergaya Eropa tersebut di kelilingi tembok tinggi, hampir di setiap sudut ruangan terdapat SSTV menandakan penjagaan yang benar-benar ketat.
"Maaf Nyonya, saya datang bersama Den Andy"
"Ya sudah, tinggalkan kami berdua di sini"
Pria yang membawa Andy pun pergi meninggalkan tempat itu.
"Silahkan duduk nak Andy"
Seorang wanita yang kalau di taksir usianya kira-kira seumuran dengan ibunya. Dalam hati Andy menerka-nerka siapakah wanita ini.
"Kenalkan nama saya, Kartika."
"Saya banyak denger cerita tentang Nak Andy dari bi Jum. Terima kasih sudah menerimanya bekerja di rumah Nak Andy" lanjut wanita yang bernama tersebut.
Andy semakin binggung siapa sebenarnya perempuan ini. Dia seperti banyak tahu tentang dirinya. Mendengar nama pembantunya di sebut, Andy jadi teringat titipan yang harus di berikan kepada perempuan itu.
"O, iya, Bu, hampir lupa, ini ada titipan dari bi Jum, mungkin yang di maksud pembantu saya, barang ini harus di berikan kepada Ibu" Andy menyodorkan benda pipih kepada bu Kartika.
Ibu Kartika menerima benda yang di sodorkan oleh Andy, "Terima kasih, Nak Andy sudah menjaga barang ini dengan baik. Bi Jum cerita saat hampir ketahuan oleh Marina dan anaknya. Beruntung waktu itu Nak Andy berhasil menyelamatkan benda ini."
"Maaf, Bu, tadi Ibu menyebut nama Marina? Apa hubunganya ponsel Itu dengan nama itu" Andy mengutarakan rasa penasarannya.
"Marina itu nama mertua kamu, Rina. Tak heran kalau kamu juga asing dengan nama itu karena nama Marina jarang di gunakan dia."
"Ibu kenal dengan mertua saya? Tapi seinget saya Tante Rina sama Rossa nggak pernah cerita tentang ibu" Andy semakin tertarik dengan ucapan bu Kartika.
Bu Kartika tersenyum, senyum yang terlihat penuh dengan luka. Tapi luka apakah itu? apa ada hubungannya dengan tante Rina?
"Mungkin kalau Nak Andy melihat seseorang, Nak Andy akan tau siapa sebenarnya saya dan Marina. Mari ikut saya menemui seseorang."
__________
Sambil mengikuti langkah Bu Marina dari belakang mata Andy memindai setiap sudut ruangan yang tertata rapih. Ada banyak lukisan indah tergantung di dinding. Begitupun beberapa barang antik berupa guci dan pajangan lainya turut menghiasi sudut ruangan. Andy semakin heran ketika melihat beberapa pria bertubuh tegap sedang berjaga. Siapa yang di jaga dengan begitu ketat di rumah ini?
Setelah melewati beberapa ruangan, langkah Bu Kartika berhenti di sebuah ruangan yang pintunya di jaga oleh dua orang pria tinggi besar. Melihat kedatangan bu Kartika mereka langsung membungkuk sopan.
Salah seorang dari mereka membuka pintu ruangan. Setelah pintu tersebut di buka ternyata di dalamnya adalah sebuah kamar yang begitu luas. Mata Andy berkeliling memperhatikan kamar tersebut sampai akhirnya mata Andy tertegun pada sesosok pria yang terbujur di sebuah ranjang luas dengan peralatan medis di sebagian tubuhnya.
Andy terus mengikuti langkah kaki bu Kartika yang semakin mendekati sosok tersebut. Setelah Andy berada di dekat tempat tidur tersebut bibir Andy berdesis menyebut sebuah nama. "Om Arman!"
Walaupun Andy jarang bertemu dengan pria yang kini sedang terbaring tak berdaya. Namun Ia masih bisa mengenali kalau sosok tersebut adalah Om Arman.
Om Arman adalah Ayah tiri Rossa suami dari Tante Rina. tapi, mengapa beliau sekarang ada di sini? siapa sebenarnya bu Kartika? apa hubungannya dengan Tante Rina?
Berbagai pertanyaan memenuhi kepala Andy.
Bu Kartika seperti mengetahui apa yang ada di pikiran Andy dengan sebuah isyarat bu Kartika mengajak Andy keluar dari ruangan tersebut.
Andy ingat saat Tante Rina bercerita kalau suaminya ada yang menculik. Perasaan Andy semakin yakin kalau sekarang dirinya sedang berada di sarang mafia. Keyakinan itu semakin kuat dengan melihat penjagaan yang sangat ketat. Ingin rasanya Andy pergi dari tempat itu namun rasa penasarannya lebih kuat dari rasa takutnya.
BERSAMBUNG

Komentar Buku (585)

  • avatar
    Jennisa Channel

    Ini gak ada lanjutannya Rosa yang menjelaskan kesalahannya,lalu Anisa dan Andy hidup bahagia dan diberi momongan☺️

    02/09/2023

      1
  • avatar
    Salsa Bila

    sangat laa suka dan menarik

    19/03

      0
  • avatar
    AnsanayEdwin

    Trimakasih telah sediakan novel yang sangat menyentuh dan terharu buat kami pembaca novel

    13/02

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru