Adrian masuk ke dalam kamar dan berjalan menuju ranjang. Adrian merebahkan tubuhnya di samping Kenzo. Adrian memeluk Kenzo. "Ayah janji, ayah akan memberikan keluarga yang lengkap untuk kamu, Sayang. Ayah, kamu dan bunda, kita akan tinggal bersama selamanya," ucap Adrian sambil mengecup kening Kenzo. Lyn masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang. Lyn menatap fotonya saat bersama Adrian dan Kenzo. "Apa aku boleh berharap untuk memilikimu lagi, Dri? Apa aku akan sanggup untuk membuatmu bahagia setelah apa yang aku lakukan sama kamu selama ini? Apa aku masih pantas mendapatkan cintamu? Tapi selama 5 tahun ini aku sudah banyak membuatmu menderita. Maafkan aku yang tidak mampu mempertahankan cinta kita dan malah mengkhianatimu. Tapi mengapa kamu masih mencintaiku? Mengapa, Dri? Padahal banyak wanita cantik yang menyukai kamu, tapi kenapa kamu masih tetap bertahan dengan cintamu kepadaku?" Adrian membuka matanya dengan perlahan. Adrian melihat Kenzo masih tertidur lelap. Adrian turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Adrian keluar dari kamar. Adrian berteriak memanggil Bi Irma. "Bi Irma lagi pergi ke pasar," ucap Lyn dari arah dapur. "Kamu ngapain di dapur?" tanya Adrian sambil berjalan menghampiri Lyn. "Lagi bikin sarapan lah emangnya mau apalagi." Adrian melihat Lyn sedang memasak sup kesukaannya. Adrian senang Lyn masih ingat makanan kesukaannya. "Kamu jangan percaya diri dulu, aku masak ini karena ini juga makanan kesukaan Kenzo," ucap Lyn sambil menyiapkan makanan di atas meja. "Iya-iya, siapa juga yang kepedean hanya gara-gara kamu memasak makanan kesukaanku. Tapi aku suka akhirnya aku bisa merasakan lagi masakanmu," ucap Adrian sambil tersenyum. Lyn senang bisa melihat senyuman Adrian seperti dulu lagi. Lyn memang sengaja memasak makanan kesukaan Adrian. "Apa Kenzo sudah bangun?" "Belum, biarkan saja dulu, Kenzo pasti kelelahan," ucap Adrian lalu duduk di kursi meja makan. Lyn duduk di depan Adrian dan mengambilkan makanan untuk Adrian dan meletakkannya di depan Adrian. "Makasih," ucap Adrian sambil tersenyum. Adrian mulai memakan makanan yang ada di depannya. Lyn bisa melihat Adrian memakan masakannya dengan sangat lahap. "Pelan-pelan saja, tidak akan ada yang minta makanan kamu," goda Lyn. "Habisnya masakanmu enak. Sudah lama aku tidak makan masakanmu. Andai aku bisa makan masakanmu setiap hari." "Aku akan memasak untukmu setiap hari. Aku akan bawakan bekal makan siang untukmu ke kantor." "Serius?!" "Iya, sudah sekarang kamu habiskan dulu makananmu." "Terima kasih, Lyn," ucap Adrian senang. Kenzo membuka matanya secara perlahan. Kenzo melihat ayahnya sudah tidak ada di kamar. Kenzo turun dari ranjang dan berjalan keluar. "Kenzo! Kamu sudah bangun, Sayang," ucap Lyn sambil melihat Kenzo berjalan ke arahnya. "Kenzo lapar, Bun," ucap Kenzo lalu duduk di samping bundanya. "Kenzo tidak mandi dulu?" tanya Adrian. "Nanti saja, Yah. Kenzo lapar banget, bunda masak makanan kesukaan Kenzo ya?" tanya Kenzo sambil melihat sup di atas meja. "Iya, Sayang. Ya sudah, bunda ambilkan makanan untuk Kenzo," ucap Lyn lalu mengambil piring dan diisi dengan nasi, sup dan lauk. Lyn meletakkannya di depan Kenzo. "Makasih, Bun," ucap Kenzo sambil tersenyum. "Mau ayah suapi?" tawar Adrian. "Enggak usah, Yah. Kenzo sudah bisa makan sendiri kok," tolak Kenzo sambil memasukkan satu suapan ke mulutnya. Adrian senang Kenzo sudah tumbuh besar. Adrian mengusap lembut puncak kepala Kenzo. "Anak ayah sudah besar ya," ucap Adrian sambil tersenyum. "Ayah, kita jadi jalan-jalan kan hari ini?" tanya Kenzo. "Iya, sekarang kamu habiskan dulu makanannya, setelah itu mandi." "Baik, Yah. Bunda juga ikut, kan?" tanya Kenzo sambil menatap bundanya. "Iya, Sayang," ucap Lyn sambil mengusap lembut puncak kepala Kenzo. Adrian senang melihat Lyn dan Kenzo bisa berkumpul dengannya saat ini. Adrian berharap semua ini tak akan cepat berakhir. Adrian tersenyum melihat Lyn dan Kenzo. "Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Lyn penasaran. "Enggak apa-apa kok. Ya sudah, aku mau memanaskan mobil dulu, setelah kalian selesai bersiap-siap segara temui aku. Aku tunggu di luar," ucap Adrian lalu berdiri. Kenzo dengan cepat menghabiskan makanannya. Setelah selesai makan, Lyn membantu Kenzo mandi dan berpakaian. Lyn menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. Lyn memasukkan beberapa bajunya Adrian dan Kenzo. Ia juga tidak lupa membawa bekal makanan yang sudah ia siapkan. Lyn dan Kenzo keluar dari rumah. Mereka masuk ke dalam mobil. Adrian melajukan mobilnya. "Apa kamu bahagia, Sayang?" tanya Adrian. "Iya, Yah. Kenzo sangat bahagia, karena Kenzo bisa jalan-jalan sama ayah dan bunda." "Ayah janji kita akan sering jalan-jalan seperti ini. Ayah akan lebih banyak meluangkan waktu ayah untuk Kenzo." "Ayah serius?!" ucap Kenzo senang. "Ya, Sayang. Semua ini demi Kenzo. Apa Kenzo bahagia?" "Kenzo sangat bahagia, Yah. Terima kasih, Ayah," ucap Kenzo lalu memeluk Adrian. "Ayah senang jika ayah bisa membahagiakan kamu, Sayang. Hanya itu yang bisa ayah berikan, tapi ayah janji, ayah akan memberikan keluarga yang lengkap untuk kamu suatu hari nanti," ucap Adrian sambil mengusap puncak kepala Kenzo. Jadi Adrian benar-benar serius mau mencari pendamping hidup dan ibu baru untuk Kenzo? Apa aku harus bahagia mendengarnya atau aku harus bersedih? Tapi apa hakku untuk bersedih? Aku sudah berusaha mengikhlaskan kamu, Dri, tapi kenapa hati aku tidak bisa? Gumam Lyn dalam hati. "Ada apa, Lyn?" tanya Adrian penasaran. "Enggak ada apa-apa kok?" "Dri, jangan kamu memberi janji sama Kenzo, takutnya kamu tidak bisa menepatinya dan malah mengecewakan Kenzo," imbuhnya lagi. "Tidak apa-apa Lyn, kita akan jalan seperti ini di akhir pekan." "Makasih, Dri." "Untuk apa?" "Semuanya, untuk kasih sayang kamu sama Kenzo dan perhatian kamu ke aku. Terima kasih untuk semuanya, terima kasih karena kamu masih mau mencintaiku sampai sekarang, terima kasih," ucap Lyn dengan senyuman di wajahnya. "Lyn, kamu-" "Maafkan aku karena selama ini aku sudah menyakiti kamu." "Sebenarnya kamu mau bilang apa, Lyn?" tanya Adrian penasaran. "Aku akan kasih tau kamu nanti, sekarang kamu fokus saja menyetir." Adrian begitu sangat penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Lyn. Adrian tidak mau terlalu berharap, tapi mendengar kata-kata Lyn tadi, Adrian yakin kalau Lyn sudah tau kalau selama ini dia masih sangat mencintai Lyn. Sesampainya di pantai mereka berjalan menyusuri pinggir pantai. Adrian menggendong Kenzo sambil menggandeng tangan Lyn. Entah mengapa Lyn tidak menolak saat Adrian menggandeng tangannya. Setelah merasa capek berjalan Adrian mengajak Kenzo untuk bermain ombak di pinggiran pantai. Sedangkan Lyn duduk di bawah payung sembari menunggu Adrian dan Kenzo selesai bermain.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
sangat bagus novel nya saya sukaa
28/04/2022
3cerita nya bagus euy...
24/04/2022
1cerita nya bagus banget
17/04/2022
5Lihat Semua