logo text

Mencari Calon Istri

"Kami berangkat dulu," ucap Lyn lalu mencium tangan kedua orang tuanya.
"Kenzo berangkat dulu ya Oma, Opa," pamit Kenzo sambil mencium tangan oma dan opanya.
"Hati-hati ya, Sayang," ucap Mikayla.
"Iya, Bun."
Lyn dan Kenzo berjalan menuju mobil. Mereka masuk ke dalam mobil. Lyn melajukan mobilnya menuju rumah Adrian.
Semenjak Adrian memutuskan untuk tinggal di Pekanbaru, Adrian membeli sebuah rumah yang letaknya dekat dengan kantor, karena itu akan memudahkannya untuk datang ke kantor.
Dimas juga menawarkan untuk tinggal di rumahnya, tapi Adrian menolaknya karena Adrian tau kalau dia tinggal di rumah Lyn, maka akan membuat Lyn merasa tidak nyaman.
Sesampainya di rumah Adrian, mereka turun dari mobil. Kenzo langsung berlari menuju taman tempat di mana Adrian sedang duduk di tepi kolam ikan.
"Ayah!" teriak Kenzo sambil berlari menghampiri ayahnya.
"Kenzo sayang, ayah sangat merindukanmu," ucap Adrian sambil memeluk anaknya.
"Kenzo juga sangat merindukan ayah."
"Hai Lyn, ayo masuk," Ajak Adrian lalu menggendong Kenzo masuk ke dalam rumah.
"Bi, buatkan minuman ya!" teriak Adrian.
"Baik, Tuan," sahut Bi Irma dari arah dapur.
Adrian mendudukkan Kenzo di sofa, dia lalu berjongkok di depan Kenzo.
"Ayah senang Kenzo datang ke rumah ayah."
"Kenzo akan tinggal sama ayah," ucap Kenzo yang membuat Adrian tersenyum lebar.
"Benarkah?! Ayah senang sekali. Berapa hari Kenzo akan tinggal sama ayah?"
"Kenzo akan tinggal sama kamu selama libur sekolahnya, aku minta maaf jika sudah merepotkanmu," ucap Lyn.
"Kamu ini bilang apa Lyn, justru aku senang Kenzo mau tinggal denganku, walau hanya sebentar. Aku bisa menghabiskan waktu aku bersama dengan anakku," ucap Adrian sambil mencium pipi anaknya.
"Kenzo sayang, selama Kenzo tinggal di sini ayah akan ambil cuti, dengan begitu kita bisa pergi jalan-jalan," ucap Adrian.
"Hore! Jalan-jalan, apa bunda juga ikut?"
"Bunda tidak bisa, Sayang. Bunda kan harus bekerja," ucap Lyn.
"Tapi Kenzo ingin jalan-jalan sama ayah dan bunda. Kenzo juga ingin ayah dan bunda bisa tinggal bareng sama Kenzo," ucap Kenzo sedih.
"Kenzo jangan sedih ya, kita akan jalan-jalan sama bunda kalau bunda libur, oke?" ucap Adrian sambil menggenggam tangan Kenzo.
Kenzo menganggukkan kepalanya.
Ayah akan mengabulkan permintaan kamu, Sayang. Tidak akan lama lagi kita akan tinggal bersama-sama. Sampai berapa lama lagi Lyn kamu akan menolakku? Pikir Adrian dalam hati.
Maafkan bunda, Sayang, karena bunda tidak bisa memberikan keluarga yang lengkap untuk kamu. Tapi bunda janji kamu tidak akan kekurangan kasih sayang bunda dan ayah, pikir Lyn dalam hati.
"Kalau begitu aku pulang dulu, Dri, " pamit Lyn.
"Kenapa buru-buru? Kamu tidak akan tinggal di sini walau hanya sehari? Biarkan Kenzo merasakan tinggal bersama kedua orang tuanya walau hanya sehari," bujuk Adrian.
"Tapi, Dri-"
"Ini demi Kenzo Lyn, bukan demi aku. Aku tau Kenzo itu sangat ingin kedua orang tuanya selalu bisa berkumpul dan berada di sisinya. Aku tidak ada maksud lain kok Lyn, tenang saja. Aku tau kamu tidak mau bersamaku lagi dan aku tidak akan pernah memaksamu. Kamu tau kan aku akan mulai memikirkan kebahagiaanku sendiri. Aku akan mencari seseorang yang benar-benar bisa mencintaiku dengan tulus."
Jadi Adrian benar-benar serius saat mengatakan ingin mencari pendamping hidup? Pikir Lyn dalam hati.
Bi Irma datang dengan membawa minuman dan camilan.
"Silakan diminum, Nyonya," ucap Bi Irma sambil meletakkan minuman dan camilan di atas meja.
"Makasih, Bi," ucap Lyn.
"Sama-sama, Nyonya. Bibi senang nyonya mau datang ke sini lagi, jadi tuan tidak akan kesepian, karena tuan sering-"
"Bi, kamu boleh pergi sekarang," ucap Adrian sambil menatap Bi Irma.
Adrian tidak mau Bi Irma semakin banyak bicara. Bisa-bisa nanti Bi Irma menceritakan soal dirinya yang selalu menyebut nama Lyn di saat dia merindukan Lyn dan Kenzo.
"Maaf, Tuan. Bibi permisi dulu," ucap Bi Irma lalu melangkah pergi.
"Maaf Lyn, Bi Irma itu memang cerewet sekali. Kalau kamu tidak mau menginap di sini juga tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksa kamu."
"Bunda tinggal di rumah ayah sehari saja, ya?!" rengek Kenzo.
"Kenzo, jangan paksa bunda kamu. Malam ini Kenzo tidur sama ayah ya dan besok kita akan bersenang-senang. Kita akan jalan-jalan berdua, sekarang Kenzo minum jus ini dulu."
Adrian mengambil jus dari atas meja dan memberikannya kepada Kenzo. Lyn juga mulai meminum jus buatan Bi Irma.
"Maaf Lyn, jika kata-kataku tadi tidak berkenan di hatimu. Tapi aku benar-benar tidak ada maksud lain kok, niat ku hanya ingin membuat Kenzo bahagia itu saja."
"Dri, aku-"
***
Adrian tak ingin memaksa Lyn untuk tetap di rumahnya.
"Sayang, kamu mau jalan-jalan ke mana?" tanya Adrian kepada anaknya.
"Kenzo mau ke taman bermain, kebun binatang, dan pantai," jawab Kenzo dengan antusias.
"Oke, besok kita akan datangi semua tempat yang kamu sebutkan tadi," ucap Adrian dengan mengusap lembut puncak kepala anaknya.
"Ayah janji?" tanya Kenzo senang.
"Iya, ayah janji."
"Adrian, kamu jangan terlalu memanjakan Kenzo," ucap Lyn tidak suka Adrian terlalu memanjakan anaknya.
"Tidak apa-apa, sekali-kali, karena hanya itu yang bisa aku berikan ke Kenzo. Kebahagiaan," ucap Adrian sambil menatap wajah anaknya.
"Kenzo, sekarang kamu main dulu sama bibi ya, ada yang mau bunda omongin sama ayah," pinta Lyn.
"Baik, Bunda," ucap Kenzo lalu berdiri dan berjalan mendekati Bi Irma.
Lyn mengajak Adrian keluar rumah dan duduk di pinggiran kolam ikan. Lyn ingin menanyakan tentang kata-kata yang pernah Adrian ucapkan waktu di Jogja.
"Kamu mau bicara apa, Lyn?" tanya Adrian penasaran.
"Soal yang kamu ucapkan waktu di Jogja."
"Soal apa?"
"Kamu benar-benar tidak ingat atau hanya pura-pura?" tanya Lyn dengan nada serius.
"Maksud kamu apa? Aku benar-benar tidak mengerti?" tanya Adrian sambil mengerutkan dahi.
Lyn menatap wajah Adrian yang kini tengah menatapnya. Lyn tidak tau harus memulainya dari mana. Lyn takut Adrian akan salah paham dengannya.
"Soal kamu yang ingin mencari calon istri," ucap Lyn pelan.
"Oh…" Adrian menganggukkan kepalanya.
"Kok hanya ‘oh’ jawaban kamu?"
"Aku kira soal apa, ya aku serius. Aku sudah bosan hidup sendiri. Aku juga butuh seseorang untuk menemaniku dan memanjakanku. Kenapa? Kamu mau mencarikan calon istri untukku?" tanya Adrian dengan senyuman di wajahnya.
"Ih, ogah! Kamu cari saja sendiri," tolak Lyn sambil cemberut.
"Terus kenapa kamu menanyakan itu?" tanya Adrian penasaran.
Bilang kalau kamu tidak setuju dan bilang kamu takut kehilanganku, tidak sanggup hidup tanpa diriku, pikir Adrian dalam hati.
"Aku hanya khawatir saja, apa calon istri kamu nanti bisa menerima Kenzo? Selain itu, apa Kenzo mau mempunyai ibu tiri?" ucap Lyn tanpa berani menatap Adrian.

Komentar Buku (702)

  • avatar
    Febby Dwi Lestari

    sangat bagus novel nya saya sukaa

    28/04/2022

      3
  • avatar
    TrsrmakerAsahi_

    cerita nya bagus euy...

    24/04/2022

      1
  • avatar
    ZonkiffeeAfrina

    cerita nya bagus banget

    17/04/2022

      5
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru