Mira yang Manja

"Sayang, ternyata Adrian sudah tunangan sama pacarnya yang ada di Paris, bahkan setelah Adrian lulus mereka akan menikah," ucap Vivi.
"Kamu serius, Sayang?!" ucap Theo terkejut.
"Kalau tidak percaya tanya aja sama Lyn," ucap Vivi.
"Iya, Adrian sudah tunangan satu tahun yang lalu dan bentar lagi mereka akan menikah," ucap Lyn.
"Aku ikut senang Adrian akhirnya bisa move on dari kamu, tapi kenapa tidak mengundang kita? Apa Adrian sudah tidak menganggap kita teman lagi?" ucap Theo.
"Bukan begitu, Adrian hanya ingin keluarga aja yang tau," ucap Lyn.
"Bunda, ayo pulang!" rengek Kenzo.
"Ini anak kamu Lyn?" ucap Theo.
"Ya. Sayang, beri salam sama om Theo," ucap Lyn.
"Hallo, Om," ucap Kenzo lalu mencium tangan Theo.
"Hallo, Sayang. Nama kamu siapa?" tanya Theo sambil memangku Kenzo.
"Kenzo, Om," ucap Kenzo.
"Kenzo mau coklat? Om punya coklat," ucap Theo.
"Tidak, Om. Makasih, kata bunda Kenzo tidak boleh sering sering makan yang manis-manis nanti gigi aku bisa sakit," ucap Kenzo.
Dalam hati Theo, ‘Anak yang pintar, aku tidak menyangka anak sekecil ini sudah sepintar ini.’
"Maaf ya, Theo. Aku memang melarang anakku untuk tidak terlalu sering makan yang manis-manis," ucap Lyn.
"Tidak apa-apa kok, Lyn. Anakmu masih kecil tapi pintar banget," ucap Theo.
***
Di Paris
Adrian sedang sibuk membuat skripsinya, tapi Mira selalu mengganggunya dan tak membiarkannya sendirian. Sejak mereka bertunangan Mira selalu menempel ke mana pun Adrian pergi, bahkan Mira sering menginap di apartemen Adrian.
"Sayang, aku lapar," ucap Mira manja.
"Mir, kalau kamu lapar ya kamu bikin makanan sendiri atau pesan apa terserah kamu. Jangan menggangguku karena aku lagi sibuk ini," ucap Adrian.
"Tapi aku maunya kita berdua makan di luar," ucap Mira sambil merangkul lengan Adrian.
"Mir, lepaskan tidak! Kalau kamu kayak gini aku tidak bisa menyelesaikan skripsiku, kamu tau kan ini penting buat aku? Ini yang menentukan masa depanku," ucap Adrian sambil melepas tangan Mira dari lengannya.
Dengan wajah cemberut Mira merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Apa kamu tidak pulang?" tanya Adrian.
"Tidak, aku mau menginap di sini, kita kan sudah tunangan," ucap Mira.
"Tapi Mir, sudah seminggu kamu menginap di sini, apa orang tuamu tidak khawatir?" tanya Adrian.
"Tidak, mereka malah senang karena kita kan akan segera menikah," ucap Mira.
Dalam hati Adrian, ‘Aku sudah capek menghadapi sikap manjanya Mira, mau sampai kapan aku seperti ini terus? Walau Mira hanya tempat pelarianku untuk melupakan Lyn, tapi selama ini Mira baik padaku walau dengan sikap manjanya yang bikin aku pusing.’
"Kamu malam ini boleh menginap di sini, tapi besok kamu harus kembali ke rumahmu. Kita ini belum menikah, jadi kita tidak boleh tinggal seatap," ucap Adrian.
"Tapi malam ini temani aku tidur di ranjang ya? Kamu jangan tidur di sofa lagi, kita kan sudah tunangan jadi boleh dong kita tidur berdua," ucap Mira sambil tersenyum menatap Adrian.
"Tidak," ucap Adrian tegas.
"Kenapa, Sayang? Apa kamu tidak menginginkanku?" tanya Mira lalu turun dari ranjang dan mendekati Adrian.
Mira mencium leher Adrian dan menarik tangan Adrian agar menyentuh buah dadanya, Adrian sontak langsung mendorong Mira hingga terjatuh.
"Mir, aku mohon jangan seperti ini," ucap Adrian emosi.
"Kenapa, Sayang? Bukankah waktu di rumahmu, kamu bilang padaku kalau kamu sudah tidak tahan melihat buah dadaku yang montok? Katanya kamu ingin melahapnya," ucap Mira lalu berdiri.
"Itu aku hanya bercanda," ucap Adrian.
"Aku tau kamu melakukan itu hanya untuk membuat Lyn cemburu, kan? Tapi kenyataannya Lyn tidak cemburu sama sekali," ucap Mira.
"Cukup, Mir! Kamu tidak berhak ikut campur dalam urusan pribadiku," ucap Adrian lalu berdiri dan berjalan menuju sofa.
"Mau sampai kapan kamu mengharapkan Lyn? Dia sudah tidak peduli sama kamu, kita sudah tunangan sayang, tapi kenapa kamu belum bisa melupakan Lyn? Kenapa?" ucap Mira tanpa sadar airmata menetes membasahi kedua pipinya.
Adrian tau kalau selama ini dia sudah menyakiti hati Mira, walau Mira tau kalau Adrian masih sangat mencintai Lyn, tapi Mira masih tetap setia mendampinginya bahkan mau bertunangan dengannya. Adrian berdiri lalu memeluk Mira.
"Maafkan aku, Mir. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti kamu, tapi aku tidak mau melakukan itu sebelum kita menikah," ucap Adrian.
"Kamu janji tidak akan meninggalkan aku?" ucap Mira.
"Kalau kita memang jodoh, maka aku akan menjadi milik kamu," ucap Adrian.
"Aku mencintaimu, Sayang. Sangat mencintaimu," ucap Mira lalu mencium kilas bibir Adrian.
Dalam hati Adrian, ‘Maafkan aku, Mir. Aku tidak bisa mencintaimu karena cintaku hanya untuk Lyn, dulu dan selamanya.’
***
Lyn dan Andre berniat mengajak Kenzo untuk pergi ke taman hiburan, sudah lama mereka tidak pergi bersama sama karena Andre selalu sibuk dengan pekerjaannya.
Kenzo sangat bahagia karena akhirnya dia bisa pergi bersama kedua orangtuanya. Mereka kini sedang naik komedi putar, Kenzo terlihat sangat bahagia.
"Bunda, Kenzo mau naik kereta api," ucap Kenzo manja.
"Ya sudah, ayo!" ucap Lyn sambil menggandeng tangan Kenzo.
"Sayang, kamu naik sendiri ya, karena bunda dan ayah tidak mungkin ikut naik," ucap Andre.
"Iya, Yah. Kenzo berani kok," ucap Kenzo.
Andre mengusap-usap puncak kepala anaknya.
"Anak ayah memang pemberani," ucap Andre.
Kenzo naik ke atas kereta api, Lyn dan Andre hanya melihat Kenzo dari samping. Kenzo terlihat begitu bahagia, Lyn tidak lupa mengabadikan momen-momen ini dengan merekam semua hal yang mereka lakukan di taman hiburan.
Lyn dan Andre juga mengambil foto mereka berdua. Andre merangkul Lyn, bahkan Andre tak segan segan mencium pipi Lyn saat Lyn sedang mengambil potret mereka.
"Ayah!" teriak Lyn terkejut.
"Tidak apa-apa, kan, Bu? Coba lihat! Bagus kan, fotonya?" ucap Andre sambil melihat foto di ponsel Lyn.
"Tapi kan malu dilihat banyak orang," ucap Lyn malu.
Kenzo sudah selesai naik kereta, mereka sudah menaiki berbagai wahana. Kini mereka berniat untuk makan siang, mereka berjalan menuju warung bakso di sekitar taman hiburan.
"Sayang, kamu makannya pelan-pelan ya," ucap Lyn.
"Iya, Bun," ucap Kenzo.
Mereka makan dengan lahapnya, tiba-tiba ponsel Andre berbunyi.
Tut… Tut…
"Hallo, Dri," Jawab Andre.
"Hallo, Kak. Kak Andre lagi di mana?" tanya Adrian.
"Kakak lagi ada di taman hiburan sama Lyn dan Kenzo, ada apa menelepon?" tanya Andre.
"Aku kangen sama Kenzo, boleh aku bicara sama Kenzo?" ucap Adrian.
"Apa kamu tidak tidur?" tanya Andre.
"Em, gimana bisa tidur kalau tiap malam Mira tidur di sini," ucap Adrian pelan.

Komentar Buku (702)

  • avatar
    Febby Dwi Lestari

    sangat bagus novel nya saya sukaa

    28/04/2022

      3
  • avatar
    TrsrmakerAsahi_

    cerita nya bagus euy...

    24/04/2022

      1
  • avatar
    ZonkiffeeAfrina

    cerita nya bagus banget

    17/04/2022

      5
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru