Kembali Ke Jogja

Andre berdiri dan kembali menemui Rafael. Andre menciumi kedua pipi Rafael lalu memeluk dengan sangat erat. Melanie melihat dari depan pintu. Setelah sekian lama Melanie bisa melihat senyuman dari wajah Andre.
Maafkan aku, Andre, jika selama ini aku sudah menghancurkan hidupmu. Tolong jaga Rafael untukku, aku yakin Rafael akan lebih bahagia bersamamu daripada bersama denganku. Terima kasih atas semua kesabaran kamu selama ini. Terima kasih karena kamu sudah pernah mengisi hari-hariku dengan kebahagiaan walau hanya sebentar. Tapi itu sangat berharga untukku, gumam Melanie dalam hati.
Andre melambaikan tangannya dan meminta Melanie untuk mendekat. Walau mereka akan segera bercerai, Andre tetap tak menyerah untuk mendekatkan Rafael dengan Melanie lagi, karena bagi Andre kasih sayang seorang ibu itu sangat penting untuk pertumbuhan Rafael. Meski Rafael terus menolak, tapi Andre terus memberi pengertian kepada Rafael bahwa Melanie sangat menyayanginya, seperti dia menyayangi Rafael.
***
Adrian mengajak Lyn dan Kenzo untuk mengunjungi kedua orang tuanya di Jogja. Semenjak mereka menikah, mereka jarang berkunjung ke Jogja.
Saat ini Lyn sedang berkemas-kemas memasukkan pakaiannya, Adrian dan Kenzo ke dalam koper. Mereka ingin menginap selama 1 bulan karena Lisa sangat merindukan mereka. Awalnya Adrian menolak karena pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan, tapi Lyn meminta kepada ayahnya agar mengizinkan Adrian untuk tinggal bersama kedua orang tuanya selama satu bulan. Dimas pun mengizinkannya, apa pun akan Dimas lakukan demi kebahagiaan anak semata wayangnya.
"Sebaiknya kita tidur, besok kita harus berangkat pagi-pagi sekali," ucap Adrian sembari mengecup kening Lyn. Lyn menganggukkan kepalanya lalu memeluk Adrian.
"Aku sangat merindukan mama dan papa, sudah hampir 7 bulan aku tidak pulang ke Jogja," sambung Adrian lagi. Lyn mengusap lembut pipi Adrian lalu mengecupnya.
"Tidak usah sedih, besok semua kerinduan kamu akan terlampiaskan. Mama dan papa pasti akan senang saat mereka tahu mereka akan mempunyai cucu lagi." Adrian menepuk keningnya sendiri. Bagaimana dia bisa sampai lupa memberi tahu kedua orang tuanya tentang kabar gembira ini, bahkan sekarang usia kehamilan Lyn sudah 5 bulan.
"Kamu ini juga aneh, istri hamil bukannya memberi tahu kedua orang tua kamu tapi malah selalu ngerecokin aku," ucap Lyn sembari cemberut.
"Itu kan karena ini pengalaman pertamaku, Sayang. Aku ingin selalu ada buat kamu. Aku tidak ingin melewatkan momen-momen yang sangat berharga ini," ucap Adrian sembari mengecup kening istrinya.
"Makasih untuk semua perhatian dan kasih sayang kamu."
***
Setelah selesai mengurus perceraiannya dengan Melanie, Andre bersiap-siap untuk pulang ke Jogja. Meski terasa berat, Melanie harus merelakan kepergian Andre dan Rafael. Melanie memeluk Andre dan Rafael untuk terakhir kalinya. Andre membalas pelukan Melanie lalu mengecup keningnya.
"Kalau kamu kangen dengan Rafael, kamu bisa dagang kapan saja, aku tidak akan pernah melarangmu.” Melanie tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Melanie berjongkok di depan Rafael lalu memeluk tubuh mungil anak semata wayangnya.
"Sayang, maafkan mama, jika selama ini mama tidak bisa menjadi mama yang baik untuk kamu. Tapi Rafael harus ingat satu hal, mama sayang sama Rafael. Rafael harus menjadi anak yang baik dan mendengarkan semua kata-kata papa." Rafael mencium pipi mamanya dan menganggukkan kepalanya.
Ini pertama kalinya Rafael mencium pipi mamanya setelah sekian lama. Tanpa Melanie sadari air mata mengalir membasahi kedua pipinya. Melanie langsung memeluk tubuh Rafael, dia meluapkan semua kerinduannya selama ini.
***
Kini Andre dan Rafael sudah berdiri di depan pintu rumahnya. Andre sangat merindukan suasana rumah ini, dia juga sangat merindukan mama dan papanya. Sudah satu setengah tahun Andre meninggalkan rumah ini. Andre mengetuk pintu rumahnya.
Tok! Tok! Tok!
Lisa yang sedang asyik bermain dengan Kenzo mendengar pintu diketuk. Dia berjalan menuju pintu utama. Lisa membuka pintu, dia terkejut saat melihat Andre berdiri di depan pintu rumahnya. Andre sontak langsung memeluk mamanya. Dia sangat merindukan sosok yang telah melahirkan dan membesarkannya selama ini.
"Sayang, mama sangat merindukanmu. Akhirnya kamu pulang juga," ucap Lisa sambil mengusap lembut pipi Andre.
"Maafkan Andre, Ma, karena Andre sudah membuat mama menderita selama ini. Andre minta maaf karena Andre telah pergi meninggalkan mama dan papa karena keegoisan Andre," ucap Andre sambil menundukkan kepalanya.
"Sudahlah, Sayang, semua sudah berlalu. Oh iya, di mana istri kamu? Kamu datang ke sini sama anak dan istri kamu, kan?" tanya Lisa sambil melihat ke kanan dan kiri Andre, tapi Lisa tidak menemukan sosok Melanie.
"Andre ke sini sama anak Andre, Ma. Sayang, kemari!" panggil Andre. Andre menarik tangan Rafael yang sedari tadi bersembunyi di belakangnya.
Rafael keluar dari persembunyiannya, ia menatap lekat wajah wanita paruh baya yang kini tengah berdiri di depan papanya. Lisa berjongkok di depan Rafael.
"Ini oma, Sayang. Rafael pasti tidak kenal dengan oma," ucap Lisa sambil mengusap lembut kepala Rafael.
Kenzo yang sejak tadi menunggu omanya yang tak kunjung masuk ke dalam akhirnya memutuskan untuk menyusulnya. Kenzo terkejut saat melihat Andre berdiri di depan pintu, begitu pun dengan Andre.
"Kenzo sayang!" panggil Andre lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Andre langsung memeluk anak yang selama ini dia rindukan. Andre menciumi kedua pipi Kenzo berkali-kali.
"Ayah!" panggil Kenzo pelan. Andre tersenyum bahagia, setelah sekian lama akhirnya dia bisa mendengar panggilan ayah dari mulut Kenzo.
"Sayang, ayah sangat merindukan Kenzo. Maafkan ayah karena sudah meninggalkan Kenzo selama ini," ucap Andre lalu kembali memeluk Kenzo. Andre tidak menyangka anaknya kini telah tubuh besar, dia terlihat sangat tampan dan tinggi.
"Wajah kamu sangat mirip dengan ayah kamu saat masih kecil," ucap Andre sambil mengusap lembut puncak kepala Kenzo.
"Kenzo kangen sama ayah, selama ini ayah pergi ke mana? Kenapa ayah tidak pernah menghubungi Kenzo lagi?"
"Maafkan ayah, Sayang. Ayah sibuk, yang terpenting sekarang ayah sudah ada di sini bersama Kenzo. Oh ya, Sayang, ayah ingin memperkenalkan Kenzo dengan adik Kenzo." Andre menyuruh Rafael untuk masuk ke dalam rumah.
Lisa menggandeng tangan Rafael dan membawanya masuk ke dalam rumah. Andre memperkenalkan Rafael kepada Kenzo. Kenzo memeluk Rafael, dia merasa senang karena dia memiliki adik laki-laki. Dia sudah tidak sabar untuk mengajak Rafael bermain. Andre senang Kenzo mau menerima Rafael sebagai adiknya.
"Oh ya, Ma, kalau Kenzo ada di sini itu berarti Lyn dan Adrian juga ada di sini?" Lisa menganggukkan kepalanya. Dia menyuruh Kenzo untuk mengajak Rafael bermain.
"Lyn dan Adrian sudah di sini selama satu minggu, mereka akan tinggal di sini selama satu bulan," ucap Lisa. Lisa melihat raut wajah Andre yang seketika berubah.

Komentar Buku (702)

  • avatar
    Febby Dwi Lestari

    sangat bagus novel nya saya sukaa

    28/04/2022

      3
  • avatar
    TrsrmakerAsahi_

    cerita nya bagus euy...

    24/04/2022

      1
  • avatar
    ZonkiffeeAfrina

    cerita nya bagus banget

    17/04/2022

      5
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru