BAB 56

"Si Fubsy tidur sama aku," kata Alyssa. "Bukan muhrim dilarang tinggal satu kamar, itu aturan di Preanger."
"Si Reigha kan bukan muhrim," sahut Jodi asal. "Kok disuruh tinggal satu kamar?"
"Biar kursus jadi play boy yang baik! Gak merusak hubungan orang!"
Alyssa mendorong Reigha masuk, lalu menutup pintu. Eldo dan Daniel bengong. Apa maksudnya cowok tengil itu disuruh tinggal satu kamar sama mereka?
Alyssa benar-benar menyebalkan!
"Gua tidur di mana nih?" tanya Reigha.
"Di sofa!" jawab Eldo sadis. "Sambil melototin foto artis...siapa tuh? Lee So Young! Biar tahu adab!"
"Di dapur aja dekat kompor!" tukas Daniel. "Cocok sama sifat lu! Tukang ngomporin orang!"
"Makhluk-makhluk kayak begini yang bikin gua bete tinggal di kota gaul. Belum kenal udah nething duluan."
"Lu tidur sama gua di kamar depan," ujar Jodi.
"Nah, cowok freindly kayak gini bikin gua betah holiday di kota gaul." Reigha menepuk bahu Jodi. "Lu cocok jadi brother. Orangnya welcome. Dua kutu busuk itu bestie lu? Betah lu hidup sama mereka."
"Cuma makhluk langka itu yang tersisa di kelas gua. Yang lain udah punya circle bestie."
Tuan rumah dan tamu sama kurang ajarnya, geram Eldo dalam hati. Mereka berdua cocok...cocok jadi perkedel.
"Thanks brother," kata Reigha. "Gua pengen istirahat. Capek lihat muka jelek kayak mereka. Di Boston udah gak terbit."
Eldo dan Daniel mendelik. Konyol banget omongannya! Mentang-mentang mulut tidak punya rem!
"Mendingan dinner dulu deh," saran Jodi. "Baru lu istirahat."
"Gua udah dinner sama si Alyssa, sama si Fubsy."
"Gimana kalo kita tenggelamin aja nih cowok bule di jacuzzi?" toleh Eldo ke Daniel. "Lagunya tengil banget."
"Lu yang tengil," balik Reigha. "Menenggelamkan gua ke jacuzzi termasuk pembunuhan berencana, melanggar pasal 338 KUHP, ancamannya pidana mati."
Eldo melongo. Anak Boston tahu KUHP juga! Orang sini dites lima sila saja belepotan padahal ngaku nasionalis!
"Jadi si Fubsy udah datang?" tanya Jodi.
"Dari tadi. Habis dinner langsung disuruh masuk ke kamar sebelah."
"Kalau merebut pacar orang, melanggar pasal berapa?" delik Eldo. "Gua seret lu sekarang juga ke meja hijau."
"Meja coklat," ralat Daniel seraya menyentuh meja berwarna coklat. "Kita bejek-bejek di atas meja."
"Wah, itu termasuk penganiayaan, melanggar pasal 351 KUHP, diancam pidana lima tahun. Kalian pada gak tahu hukum ya? Omongannya kok lancip banget? Payah! Lahir doang di kota gaul, tapi gak tahu hukum yang berlaku!"
"Terus kalau merebut pacar orang diancam pidana berapa tahun?" desak Eldo mulai jengkel.
"Lu dari tadi nanya gitu mulu. Siapa yang merebut pacar orang?"
"Ada dua aja warga kayak gini di kota gaul pasti ambyar. Lu tahu tindak pidana buat orang, tapi pura-pura buta sama kesalahan diri sendiri. Playing victim! Lama-lama gua bikin perkedel lu! Yang kayak gini yang disebut semut di seberang lautan kelihatan, tapi kuman di depan mikroskop tidak kelihatan...."
"Gajah di depan mata tidak kelihatan," ralat Daniel.
"Kalau gajah di depan mata jelas gak kelihatan, pasti pingsan ketimpa!"
"Gua salah apa, men?" tatap Reigha kalem. "Sampai peribahasa absurd dikeluarin?"
"Kok absurd?"
"Gak absurd gimana coba? Jangankan semut di seberang lautan, semut di seberang kolam aja gak kelihatan."
"Udah pergi sana istirahat," potong Jodi. "Pepesan kosong diributin."
"Nah, ini baru bener. Ngapain pepesan kosong diributin? Pepes ikan, pepes jamur, pepes tahu, boleh juga diributin."
"Lu kok baik banget sih, Jo?" protes Eldo.
"Jelas baik...brother gua!" jawab Reigha.
"Lu kan udah merebut pacarnya! Bikin muntap cowok satu kota!"
"Wah, lu udah nyebar berita bohong. Kena pasal lagi, pidana 2 tahun 8 bulan. Setahu gua pacar si Unyu adalah si brother. Gua itu masih sedarah. Dia adalah putri adik papi gua. Jadi gua sepupunya. Kata guru agama, pacaran sedarah itu dosa besar."
Daniel dan Eldo bengong. Cewek gembel punya sepupu cowok Boston? Impossible!
"Emangnya di SMA Boston ada guru agama?" tanya Jodi.
"Itu kan kata lu brother. Si Unyu banyak cerita soal guru agama ini. Sampai-sampai gua gak kebagian waktu untuk cerita soal Boston."
Reigha pergi ke kamar depan. Di presidential suite room ini tersedia kamar dua, ruang tamu, ruang santai, bar mini, ruang makan, dapur, dan kamar mandi.
"Lu percaya kalau cowok blasteran got dan comberan itu sepupunya si Alyssa?" pandang Eldo.
"Gua percaya kalau si Reigha bukan pacarnya," sahut Jodi. "Masalah si Reigha sepupunya atau orang gila, bodo amat."
"Kayaknya ada yang aneh sama mereka. Apa mungkin cewek gembel punya sepupu crazy rich dan tinggal di Boston?"
"Maksud lu si Reigha disuruh pura-pura ngaku sepupu padahal pacarnya?"
"Maybe. Satu cewek dua cinta."
"Poliandri adalah perbuatan pidana, melanggar pasal 279 KUHP, diancam kurungan selama-lamanya lima tahun."
"Wah, mulai ketularan lu!"
"Kelakuannya tengil, tapi tidak melanggar pasal. Nah, kalian ... kelakuan sok baik padahal melanggar pasal."
"Cowok blasteran itu sudah menghina bestie lu! Masa gua sama si Kuda Nil dibilang muka jelek? Itu kan bullying!"
"Bullying apaan? Si Reigha ngomong sesuai fakta. Orang jelek dibilang jelek ibarat kera dibilang monyet, di mana bullying-nya?"
"Susah menangnya ngomong sama orang ganteng!"
"Nah, ini ... lu sudah melakukan kejahatan fitnah, kena pasal 434 KUHP, dengan pidana maksimal 4 tahun. Bukan susah menangnya, lu ngomong gak sesuai aturan, asal."
"Ini presidential suite room apa Kejaksaan Agung sih?" kicau Daniel. "Mendingan gua berendam di jacuzzi."
Mereka pergi dari ruang tamu. Pintu diketuk dari luar. Jodi membukanya. Tampak Alyssa dan gengnya sudah siap-siap untuk pergi.
"Si Reigha mana?" tanya Alyssa.
"Lagi istirahat."
"Capek kali kena macet. Nyasar juga. Kamu ajak makan saja nanti."
"Katanya sudah sama kamu dan Fubsy."
"Sudah apaan? Aku baru mau pergi dinner ke brasserie."
"Terus si Fubsy gak diajak dinner? Dia disandera di kamarmu saking jealous-nya?"
"Si Fubsy baru datang, sekalian aku mau jemput ke lobi."
"Berarti gak jadi jealous."
"Siapa bilang? Makanya credit card aku tahan sampai check out. Takut kamu pergi di belakangku."
"Dibawa pulang juga gak apa-apa."
"Terus kamu jadi gembel?"
"Aku tinggal laporan ke polisi. Kalau tidak sigap, aku takut dianggap cowok kelewat baik, terus di update credit card ku. Aku gak mau viral."
"Jangan samain aku sama si Fubsy."
"Kalian berdua kan sama ... sama-sama cantik."
"Cantikan aku!"
"Tumben percaya diri."
"Aku tidak mau bikin salah dua kali. Mengalah itu ada tempatnya. Sabar itu ada tempatnya. Dan akan kuperjuangkan tempat itu sampai takdir tiba."
"Nah, baru itu namanya pacar play boy."
"Terima kasih ya."
"Terima kasih untuk apa?"
"Aku bangga kamu bisa mengendalikan emosi, padahal aku tahu apa yang ada di dalam hatimu. Terus terang aku sempat kuatir si Reigha diapa-apain."
"Kamu tahu dari mana si Reigha gak diapa-apain?"
"Di tubuhnya dipasang alat sadap. Jadi aku tahu apa yang terjadi barusan."
Jodi terdiam. Sampai segitunya perhatian Alyssa sama sepupunya. Tambah gede kepala tuh anak. Mestinya dikutuk jadi Pinokio biar hidungnya makin panjang.
"Kamu cocok jadi calon sepupu si Reigha, sabar menghadapi kegilaannya, tapi nanti setelah aku lulus master."
"Maksudnya?"
"Pikir sendiri."
Jodi lagi malas berpikir. Dia capek menghadapi perubahan situasi yang cepat ini.
Dia sudah kehilangan banyak energi untuk menata hatinya gara-gara kemunculan Reigha. Tapi kemudian kenyataan berbalik mendakwanya. Dia sudah berburuk sangka pada pacarnya yang betul-betul butuh waktu untuk menyikapi perjodohan itu.
Sekarang Alyssa sudah mengambil sikap yang menyejukkan hati. Bersedia merajut cinta mereka sampai takdir memisahkan.
Tapi gadis itu tidak perlu juga pasang alat sadap. Temannya tidak pernah melakukan kekerasan fisik, meski sering terpancing emosi.
Mereka benci kekerasan. Ilmu bela diri yang dimiliki untuk membela diri dari orang mentang-mentang; mentang-mentang jagoan, mentang-mentang banyak massa, mentang-mentang dekat penguasa.
Kalau mau maju, kota gaul harus bebas dari orang mentang-mentang, dari rakyat kecil sampai rakyat besar.
Mentalitas mentang-mentang adalah mentalitas cemen dari setan yang berdiri mengangkang.
Tugasnya nanti selaku Gen Z untuk membersihkan kesewenang-wenangan rakyat atas rakyat, rakyat atas penguasa, dan penguasa atas rakyat.
"Terima kasih juga atas kedatanganmu," kata Jodi. "Selamat malam cinta."
Jodi menutup pintu. Tapi kemudian dibuka lagi karena Alyssa mengetuknya.
"Kamu bilang apa barusan?" senyum Alyssa manis. "Kupingku kurang jelas dengernya."
"Perasaan aku ngomong cukup keras deh, biasanya cewek di depanku ngomong kayak kehabisan batere."

Komentar Buku (82)

  • avatar
    Adhitama

    bagus

    26/01

      0
  • avatar
    MuthaMutmainnah

    Bagus berkualitas

    25/09/2024

      0
  • avatar
    zanafar

    good

    21/07/2024

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru