logo text

Part 28. Kisah di Ruang Pengap

Davian termenung di atas tatanan jerami yang menjadi alas tidur selama ia tertahan di balik penjara pengap milik pack Lunar. Kedatangan Alpha Dion beberapa waktu lalu membuatnya merenungi banyak hal. Terutama terkait Alpha Arthur. Ia yakin jika Alpha itu pasti akan melakukan sesuatu padanya.
Maka dari itu, ia akan meminta sesuatu nanti pada Alpha Dion. Ia harus melindungi hal berharga terakhir yang ia miliki sebelum Alpha kejam itu bertindak. Davian tahu, ia seorang Omega yang tak akan bisa menang melawan seorang dengan kekuatan superior seperti Alpha. Namun, ia bisa mengalahkan mereka dari segi strategi. Ia harus bertindak cepat, atau segala sesuatunya bisa terlambat.
“Dav,” bisik seseorang.
Davian mendengarnya. Namun, karena pencahayaan yang minim membuatnya tidak bisa melihat secara jelas wajah yang berdiri di pintu masuk menuju sel-nya. Akan tetapi, sebuah angin yang berhembus melewatinya dengan membawa sebuah aroma yang dikenalnya membuat ia terlonjak pelan dengan jantung yang berdebar lebih kencang.
“Mate!” seru Davian. Ia tak menyangka jika mate-nya akan mengunjunginya di tempat yang pengap ini.
Lunar melangkah pelan menuju Davian. Ia senang saat melihat keadaan Davian yang baik-baik saja dan tidak terlihat mengalami kekerasan fisik sama sekali.
“Dav, maafkan aku yang tidak mengunjungimu lebih cepat. Aku harus meminta izin dari ibu angkatku untuk keluar dari rumah sakit dan juga izin dari Alpha Dion.”
Davian menggeleng pelan. “Tidak apa-apa, Mate. Aku sangat senang kau bisa mengunjungiku di sini.”
Lunar tersenyum kecil, ia benar-benar senang saat bertemu dengan Davian seperti ini. Sebelum ke sini, ia memasak beberapa makanan terlebih dahulu dan membawanya diam-diam tanpa sepengetahuan ibu angkatnya. Sebenarnya ia juga berencana menyembunyikannya dari Alpha Dion, tetapi rasanya hal itu sangat mustahil mengingat reputasi Alpha superior itu.
Ah, sudahlah. Itu bisa di atur nanti.
“Aku membawakanmu beberapa makanan hasil masakanku sendiri. Aku takut mereka tidak memberikanmu makan dengan layak,” ujar Lunar sambil menata makanan yang ia bawa dan berusaha memasukkannya ke dalam sel tempat Davian dikurung.
Davian tersenyum mendengar ucapan Lunar. Shewolf itu terdengar sangat khawatir akan kondisinya. Ia bahkan rela merepotkan dirinya untuk memasakkan makanan yang dirasanya layak untuk dirinya. Memang benar, ia di perlakukan dengan baik di sini. Namun, tidak untuk makanan. Kini ia hanya berharap makanan yang dibawakan Lunar untuknya terasa lebih layak.
Ketika kotak makanan itu dibuka, harum aroma masakan rumahan tercium oleh indra penciuman Davian. Perutnya yang belum terisi makanan sedari pagi pun seolah menjerit menyuruhnya segera melahapnya. Di sel ini, Davian hanya mendapat jatah makan satu kali di malam hari. Ia sama sekali tak bisa berbuat apa-apa selain menerima keadaan yang menimpanya ini.
“Makanlah, Mate! Aku berharap kau menyukai masakanku.”
Davian mengangguk. Tanpa menjawab perintah Lunar yang menyuruhnya untuk makan, ia langsung menyantap makanan yang tersaji di depannya. Ia tersenyum, saat rasa masakan ini mengingatkannya kepada masakan yang ibunya buatkan untuknya di kala mereka berkumpul bersama.
Davian merindukannya. Sangat! Ia berharap bisa melakukan hal itu lagi ditambah dengan Lunar di sana. Ibu dan kakaknya pasti senang jika ia bisa membawa mate-nya berkumpul bersama mereka. Ya, semoga.
“Aku berharap aku memiliki banyak waktu bersama mereka,” batin Davian. Ia tahu, sesuatu tengah bergerak dalam kegelapan. Ia tak bisa menjabarkannya secara terperinci, untuk itulah ia mempercayakan segala hal kepada Alpha Dion, bukan kepada Alpha Arthur.
Tak terasa, satu tetes air mata keluar dari kelopak mata kiri Davian. Sebagai mate, Lunar merasakan hal itu juga dan ia juga meneteskan air mata dari kelopak mata kananya.
“Mate, ada apa? Mengapa kau bersedih hingga meneteskan air mata?” tanya Lunar. Davian tak menyadarinya, ia hanya menatap Lunar dengan pandangan ketidak mengertiannya dan menghentikan sejenak acara makannya.
“Kita terhubung, Mate. Jiwa kita menyatu tanpa kita sadari meski kau belum melakukan klaim padaku. Kau tahu, Mate. Melihatmu bersedih membuat Nathaline juga bersedih. Aku tak tahu apa yang kau pikirkan hingga kau sampai menitikkan air mata seperti itu. Mau kah kau berbagi denganku?” lanjut Lunar.
Davian masih saja terdiam meski Lunar telah mengajaknya berbicara. Tergorokannya terasa tercekat, ia sama sekali tak menyangka jika Lunar akan mengatakan hal itu. Memang benar, saat werewolf mengetahui pasangannya, mereka akan terikat lebih jauh meski klaim belum mengikat mereka.
“Mate, maukah kau berjanji padaku?” Bukannya menjawab, Davian malah mengajukan pertanyaan lain untuk Lunar. Untuk sementara ini Davian sama sekali tidak ingin berbagi apapun dengan Lunar. Biarlah, ia akan memikul semua bebannya sendirian.
“Janji?”
“Ya, berjanjilah padaku untuk hidup dengan baik setelah ini. Aku tahu mate-ku adalah shewolf yang kuat. Ia Delta dengan kekuatan luar biasa yang bisa membuatku kagum hanya dengan menatap matanya. Aku menyukai warna mata yang berbeda dari Nathaline, ku mohon sampaikan hal itu padanya, Mate.”
Lunar kembali menitikkan air matanya saat Davian mengatakan hal itu. Ada sebuah nada sedih yang ia rasakan dari suara itu. Ia tak terlalu lama mengenal Davian. Namun, sosok omega-male yang menjadi mate-nya itu memiliki tempat tersendiri di hatinya.
“Aku akan hidup dengan baik bersamamu, Mate. Ayo kita hidup bersama setelah ini. Nathaline sangat gembira saat kau mengatakan jika kau menyukainya. Tapi aku juga tak bisa membiarkan Nathaline keluar untuk bertemu denganmu. Kau tahu sendiri jika Nathaline keluar, hanya akan ada kehancuran. Iya, kan?” tutur Lunar. Ia mengatakan hal itu sambil tersenyum dan sesekali mengusap air mata yang sialnya masih mengalir deras itu.
Davian mengangguk dengan sebuah senyuman yang terlukis di bibirnya yang mulai memucat karena terkurung di tempat pengap tanpa sinar matahari dan asupan makanan yang cukup. Untung saja pencahayaan sangat minim, karena jika tidak, Lunar akan menatapnya dengan pandangan khawatir. Tidak! Davian tidak ingin melihat tatapan itu.
“Ya, Mate. Kita akan bersama. Nathaline dan Nathaniel juga akan bersama. Untuk sekarang, biarkan aku menghabiskan makanan yang kau buat ini, Mate.”
Lunar menganggunk dan berusaha untuk tidak mengatakan apa pun lagi dan membuat Davian menghabiskan makanannya. Ia tahu, Davian pasti kelaparan karena ia telah menanyakan perial peraturan di sini kepada guru Dan. Karena hal itu lah ia memberanikan diri untuk membuatkan Davian makanan.
Beberapa menit berlalu, Davian yang menyantap makanan yang dibawa Lunar kini telah menyelesaikan makannya dan tersenyum sambil membereskan pembungkusnya yang telah tiada isinya itu.
“Terima kasih, Mate. Aku akan mengingat rasa masakanmu dengan baik,” kata Davian.
Lunar menggeleng. “Aku akan sering memasakkanmu setelah kau keluar dari sini, ya. Aku menunggumu.”
Davian tahu hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Dari pembicaraannya dengan Alpha Dion, ia bisa menyimpulkan jika ia akan memiliki masa tahanan lebih lama. Ia berharap, ia masih memiliki waktu untuk menunggu Lunar menyelesaikan segala urusannya tentang pack dan statusnya sebagai warrior.
“Lun, aku sudah membicarakan hal ini kepada Alpha Dion. Dia hanya memberikanmu satu kesempatan untuk memberikanku makanan. Setelah ini kesempatanmu sudah habis dan Alpha Dion akan mengawasimu.”
“Itu benar, Delta Lunar. Aku berharap kau tidak melanggar aturan yang dibuat karena aku tidak akan memiliki toleransi lagi padamu.”
Lunar terkejut saat ia berbalik dan mendapati Alpha Dion berdiri di belakangnya dengan tangan yang terlipat di belakang tubuhnya. Jubah panjang menjuntai hingga menutupi kaki sang alpha dan Lunar langsung menundukkan kepalanya. Lunar tahu batasannya. Akan sangat tidak sopan jika ia menatap langsung mata alpha pack-nya.
“Pergilah! Tinggakan kami berdua karena aku memiliki sebuah urusan dengan mate-mu!” perintah Alpha Dion. Lunar megangguk, ia langsung bergegas membereskan kotak-kotak makan itu dan langsung beranjak tanpa berpamitan pada Davian.
 

Komentar Buku (195)

  • avatar
    Srihartati Sri

    sangat bagus saya suka sama novel nya

    28/11

      0
  • avatar
    Sofia Quend

    sangat menarik untuk di lihat

    28/08/2025

      0
  • avatar
    AmkMusrifa

    menarik

    12/07/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru