selama acara meeting berlanjut,tatapan Dirga tak berhenti menatap Satriya yang sesekali curi-curi pandang kepada Maya,dan hal itu membuat Dirga mengepalkan kedua tanganya untuk menahan amarahnya. "pak Satriya apakah anda tak bisa fokus melihat ke layar?" tegur Dirga. Satriya langsung menatap Dirga tajam,ia mendengus kesal. "kenapa pak apa ada masalah?bukankah sedari tadi saya memperhatikan?" ucap Satriya menantang. "jika anda memperhatikan kenapa mata anda selalu tertuju kepada asisten saya?" jawab Dirga tak kalah sengit. "kenapa anda begitu repot-repot untuk memperhatikan saya tuan Dirga?bukankah presentasi yang ada di depan lebih penting dari pada anda harus memperhatikan setiap gerak gerik saya?" ucap Satriya dingin,entah kenapa dia merasa Dirga ini selalu saja ingin membuat masalah denganya. Maya memegang tangan Dirga,memberi isyarat untuk tidak melanjutkan perdebatan yang tak penting,Maya hanya ingin segera menyelesaikan meeting hari ini dan berharap bisa pulang secepatnya,karena ia merasa kepala berdenyut nyeri,dan perutnya terasa sedang di aduk-aduk. Dirga menoleh kearah Maya yang menatapnya memohon agar menghentikan perdebatannya dengan Satriya,akhirnya lebih memilih diam dan melanjutkan meeting siang ini. sementara Satriya tersenyum kecut melihat pasangan yang ada di depanya terlihat begitu saling memahami. ia sadar ia salah karena telah mencuri-curi pandang terhadap Maya,karena dia merasa kawatir kalau terjadi sesuatu terhadap Maya karena wajah Maya terlihat sangat pucat dan terlihat jelas kalau Maya sedang tidak baik-baik saja. waktu terasa begitu sangat lambat bagi Maya,karena dia harus menahan rasa pusing dan mualnya. "baiklah kita akhiri meeting hari ini,mudah-mudahaan semuanya berjalan dengan lancar." ucap Dirga mengakhiri metingnya. "Maya kita langsung pulang atau mau kemana?apa kamu menginginkan sesuatu sebelum pulang?" tanya Dirga kepada Maya. Maya menggeleng,lemah "kita pulang aja om,aku ingin langsung istriharat." ucap Maya. "kamu kenapa?kamu sakit?" tanya Dirga menaruh tanganya di dahi Maya. "aku gak apa-apa om,hanya masuk angin aja lebih baik kita pulang ya om aku hanya ingin istirahat." ucap Maya pelan. Satrya terus memandangi dua orang yang terlihat sangat mesra,dan dia bisa melihat betapa Dirga begitu perhatian,dan pancaran mata Dirga terlihat begitu jelas jika Dirga begitu mencintai Maya, " semoga kamu bahagia bersamanya Maya." gumam hati Satriya,meskipun ada rasa tak rela di hatinya,tetapi ia segera menepisnya karena kesalahanya sendiri ia kehilangan Maya. ia harus merelakan Maya hidup bersama pria yang dia cintai dan mencintainya,Satriya berharap Dirga tidak akan melakukan tindakan bodoh terhadap Maya,sama seperti dirinya yang sudah menyia-nyiakan ketulusan Maya. "mas,ayo kita pulang sekarang." suara shanum menggema di ruangan VIP di sebuah restauran yang Dirga pesan untuk acara meeting hari ini. dan hal itu mampu membuyarkan lamunan Satriya. Satriya menoleh ke asal suara,terlihat shanum yang berjalan sambil mengelus lembut perutnya,senyum shanum merekah kala melihat Satriya yang juga tengah menatapnya. "kak shanum..." gumam Maya sendu,ia merasa iri kala melihat perut shanum yang terlihat membesar,jika di hitung perut Maya akan sebesar milik shanum,bahkan dirinya akan menantikan kelahiran anaknya,jika ia tak kehilangannya. "loh sha,kamu kok kesini?mas kan udah bilang kalau nanti mas akan menjemputmu." ucap Satriya berdiri dan menghampiri shanum istrinya. "om,lebih baik kita pulang sekarang om." ajak Maya yang tak ingin melihat kemesraan mereka berdua,Maya memang sudah membuang jauh-jauh perasaanya terhadap Satriya,tetapi melihat kehamilan shanum membuat Maya teringat bagaimana perlakuan Satriya yang membuatnya kehilangan anaknya. "tunggu,kamu Maya kan?" tanya shanum menghentikan langkah Maya,dan Dirga. "hai kak,apa kabar?" tanya Maya dan mencoba tersenyum melihat shanum sambil mengelus perut buncitnya. sementara shanum tersenyum menatap Maya,seolah mengejeknya sambil mengelus perut buncitnya. "ternyata kamu belum bisa move on,dari mas Satriya ya May?" "maksud kakak apa?" tanya Maya yang memang tak mengerti arah pembicaraan shanum. "shanum,udah...lebih baik kita pergi sekarang." Satriya mencoba menghalangi shanum untuk tidak mengatakan sesuatu yang bisa melukai Maya. "gak mas,sekarang aku tahu kenapa kamu betah dan bahkan sudah membeli sebuah apartemen di kota Jogja ini,ternya alasanya adanya Maya disini.aku kecewa sama kamu mas." ucap shanum yang sudah tak bisa menahan emosinya. Shanum terkejut saat melihat ada Maya di ruangan yang sama dengan suaminya,meskipun ada orang lain diantara keduanya tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mereka mencari kesempatan untuk mereka berduaan dan melepas rindu. sekarang ketakutan Shanum menjadi semakin bertambah kala melihat Maya berada di sekitar Satriya. "mas Satriya lebih baik menjelaskan secara detail,tentang kita yang sering bertemu.aku tak mau terjadi kesalah pahaman yang berujung akan merugikan saya." Maya berucap dingin dan segera meninggalkan ruangan yang terasa sesak baginya. Dirga hanya diam melihat perdebatan yang terjadi,dia segera mengikuti Maya untuk segera keluar dan mengejar Maya. "Maya apa kamu tak ingin menjelaskan sesuatu?" tanya Dirga saat sudah berhasil mensejajari langkah Maya. sementara Maya sekuat tenaga menahan pusing di kepalanya,ia tak menghiraukan pertanyaan Dirga,dia terus berjalan menuju tempat parkiran sambil menahan rasa sakit di kepalanya. "Maya apa kau tak mendengar ucapanku?" tanya Dirga menarik lengan Maya dan membuatnya menghentikan langkah kakinya. "om...." belum sempat Maya menjawab pertanyaan dari Dirga,tiba-tiba pandanganya buram dan sedetik kemudian semuanya menjadi gelap dan ia tak mengingat apapun lagi. sementara Dirga melihat Maya yang sudah tak kuat menopang beban tubuhnya langsung menangkap tubuh kurus Maya, "Maya...May,..." Dirga memanggil Maya dan menepuk pelan pipinya sebelum akhirnya bisa segera membawa pulang Maya dan menelpon dokter pribadinya untuk mengecek kondisi Maya.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
seneng bagus ceritanyaa
8h
0novela emang bagus
05/07
0mntap
03/07
0Lihat Semua