karma

"mas,kenapa harus ke Jogja aku ikut ya." ucap shanum saat Satriya akan pergi ke Jogja.
"sudahlah jangan bersikap manja,jaga anak ini." kata Satriya datar,dan segera pergi meninggalkan shanum yang menatapnya sendu.
Satriya berubah menjadi datar dan dingin semenjak kedatangan Nikco ke rumah mereka. saat itu Satriya sedang libur,dan ingin menghabiskan waktu bersama shanum ingin bermanja-manja dengan istrinya dan mengelus perut buncit istrinya.
usia shanum sekarang sudah menginjak ke lima bulan,saat tahu kalau shanum hamil Satriya begitu perhatian dan menuruti semua keinginan istri tercintanya. ya,Satriya sudah memutuskan untuk melupakan Maya dan memulai hidup baru bersama istri dan anaknya walau terkadang di dalam hatinya masih mengharapkan Maya untuk kembali.
semuanya berjalan dengan baik rumah tangga shanum dan Satriya harmonis dan bahagia,tetapi semuanya berubah saat Nicko mantan suami shanum datang di hari itu.
"m-mas Nicho,kenapa kamu kesini?" tanya shanum kaget saat tahu yang memencet bel pintunya adalah Nicho.
"tentu saja ingin menemui istri dan anakku." ucap Nicho tersenyum senang,tetapi senyumnya perlahan pudar pasalnya melihat perut shanum yang masih saja terlihat membuncit.
"tunggu,bukankah seharusnya anak kita sudah lahir?tapi kenapa perutmu masih sama buncit seperti ini?" tanya Nicho heran.
"siapa saja yang datang?" tanya Satriya yang keluar ingin melihat siapa yang datang karena istrinya lama sekali membuka pintu.
shanum kaget dan terkejut saat Satriya dan Nicho saling menatap.
"kenapa kamu kesini?" tanya Satriya saat melihat Nicho datang kerumahnya.
"tentu saja menemui istriku,ini rumahku." tekan Nicho.
Satriya mengrenyit pasalnya yang membeli rumah ini adalah shanum tentu saja dengan uangnya,tetapi kenapa Nicho bilang kalau ini rumahnya dan untuk apa dirinya datang untuk menemui shanum lagi.
"aaa...aku tahu,ini pasti trik licik dari shanum,dan kamu sudah masuk pernagkapnya dan tentu saja denganku yang juga bisa di bodohinya." ucap Nicho menebak.
"aku tidak membodohimu mas,kita sudah sepakat untuk berpisah dan rumah ini adalah rumahku,sudah menjadi hakku saat kau menikahiku bukankah rumah ini untukku." ucap shanum kesal.
"seperti kami harus menjelaskan semuanya sha,apa yang terjadi." ucap Satriya datar menatap shanum dengan dingin.
shanum yang mendengar nada dingin dari Satriya seketika wajahnya menjadi pucat.
"apa kau tahu Satriya aku sama sekali tidak pernah meninggalkan shanum,tetapi aku pergi untuk mengurus perusahaanku yang hampir bangkrut dan aku akan kembali di saat aku sudah sukses,dan aku setiap bulan masih mengiriminya uang untuk keperluanya,dan sekarang aku melihatnya sedang bersamamu lalu dimana anakku?katakan padaku shanum!" ucap Nicho marah sungguh ia benar-benar merasa di bodhi oleh wanita yang mungkin sudah menjadi mantan istrinya itu,karena ia yakin shanum sudah mengurus surat perceraian mereka dan terbukti kalau shanum sekarang tengah hamil lagi,lalu dimana anaknya.
"anak kita sudah meninggal mas,saat di hari pertama kau meninggalkanku,dan aku meminta maaf Satriya untuk mengurus surat perceraian kita."
"iya karena kamu bilang waktu itu Nicho meninggalkanmu dan anakmu Bahkan Nicho bersikap kasar terhadapmu hingga kau keguguran." ucap Satriya datar,lagi-lagi dia di bohongi shanum.
dan saat itu juga semua kelicikan shanum terbongkar,Nicho bersyukur karena sudah lepas dari wanita licik sepeti shanum,meski kecewa kalau anaknya sudah meninggal tetapi ia harus menerima kenyataan kalau semua ini adalah takdir.
sementara Satriya sikapnya berubah menjadi dingin dan datar,sungguh ia tak menyangka ternyata shanum bisa sejahat itu. dan karena shanum Satriya bahkan rela menyakiti Maya demi shanum. mungkin semua ini karma baginya,dan sekarang hatinya di Landa penyesalan dan selalu berharap bisa di pertemukan kembali dengan Maya,bukan menginginkan menjalin hubungan lagi,lebih tepatnya meminta maaf dan mengetahui kalau Maya baik-baik saja. untuk hubunganya dengan shanum dia bisa perlahan akan menerima shanum dan berharap sikap shanum bisa berubah. bagaimanapun ia tidak ingin pernikahanya yang kedua akan berakhir seperti pernikahanya dengan Maya.
dan betapa beruntungnya dia,keputusanya untuk datang ke Jogja bisa bertemu dengan Maya,bahkan Maya bekerja sebagai asisten Dirga. kesempatan ini tidak akan dia sia-siakan bagaimanapun dia harus meminta maaf kepada Maya dan berharap hubunganya dengan mantan istrinya akan membaik tidak ada permusuhan.
tok...tok...
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Satriya,ia beranjak dari duduknya dan segera membuka pintu melihat siapa yang datang menemuinya sore begini,baru saja dirinya ingin mengistirahatkan tubuhnya dari rasa lelahnya karena baru pulang bekerja. ya Satriya memutuskan untuk membangun hotel di Jogja ini dan mencari tempat tinggal agar bisa dekat dengan Maya.
dan jika Dirga menolaknya maka dia akan mendirikan hotelnya sendiri disini.
"pak Dirga,kenapa anda tidak mengabari saya dulu sebelum kesini?' tanya Satriya heran pasalnya Dirga datang ke hotel,dimana ia menginap.
"tidak perlu basa basi dimana Maya?" tanya Dirga tanpa basa basi.
"tak perlu banyak bicara tauan Satriya,saya tahu Maya sedang bersama anda dimana dia?" tanya Dirga menerobos masuk dan mencari sosok yang ia cari.
Satriya mengerti sekarang ternyata Dirga mengira kalau Maya sedang bersamanya.
"Maya tidak ada disini tuan Dirga,dan untuk apa anda mencarinya disini?aneh." ucap Satriya tenang.
"cih...jangan pura-pura bodoh tuan,berapa kau membayarnya untuk satu malam."
Satriya yang mendengar hal itu langsung memberikan Bogeman mentah kepada Dirga,
Dirga tak tinggal diam dia langsung membalas pukulan Satriya,mereka saling memukul tanpa ada yang mau mengalah,hingga saat keamanan datang melerai mereka.
"ingat tuan Dirga,jika anda berani menyakiti Maya maka anda akan berhadapan dengan saya." tekan Satriya.
"lepas," ucap Dirga menghempas cekalan dari keamanan hotel tersebut dan mendekati Satriya.
"dengar,memangnya anda siapa?berani kau memeintahku?" tanya Dirga menantang.
kedua keamanan yang melihat akan terjadi perseteruan lagi dengan segera memisahkan mereka dengan membawa Dirga keluar dari kamar Satriya.
Satriya masih di buat tak percaya kenapa Dirga bisa menghina Maya seperti itu,karena dia sangat tahu bagaimana Maya.
"aku harus mencari tahu ada masalah apa Dirga dan Maya,aku tak ingin Maya tersakiti,cukup sudah ia menderita dan aku beharap Maya akan mendapatkan pria yang baik dan tulus terhadapnya."gumam satriya

Komentar Buku (154)

  • avatar
    AstutiWidia

    seneng bagus ceritanyaa

    4d

      0
  • avatar
    bongekMuhamadidrisbongek

    novela emang bagus

    05/07

      0
  • avatar
    Bambang Biantoro

    mntap

    03/07

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru