Athena menatap layar ponselnya lama, kemudian mematikannya lagi. Lalu ia mengguling-gulingkan tubuhnya di dalam selimut di atas kasurnya, dan kembali membukanya selimut. Beberapa menit terdiam menatap langit-langit kamar, kemudian menoleh lagi pada ponsel di sebelahnya—membuka kunci layar, melihat tidak ada notifikasi, kemudian mematikannya lagi. “Arghh… sebenernya gue nungguin apa sih?” monolognya. Dua detik kemudian, ponselnya berdering tanda ada telepon masuk. Tanpa melihat nama sang penelepon, Athena langsung menyambar ponselnya dan menekan tombol hijau bahkan sebelum dering pertama usai. “Halo?” tanyanya semangat. “Ada hal bagus pagi ini? Tumben lo semangat banget.” Suara Sidney menyahut dari seberang telepon. Wajah Athena berubah datar, “Sialan. Ternyata elo, Sid.” “Ooh, lo lagi nungguin telepon seseorang? Siapa, tuh?” goda Sidney. “Kepo lo. Kenapa nelepon pagi-pagi gini? Tumben jam 10 lo udah bangun?” “Gue ke rumah lo, ya? Pengen belajar masak.” “Bukannya lo udah bisa masak? Biasanya aja konten mukbang lo masak sendiri?” tanya Athena, kembali menutupi tubuhnya dengan selimut tebal, ingin kembali ke alam mimpi. “Gue bisa kalau savory. Tapi urusan dessert, lo jagonya.” “Ya, gue akui itu. Langsung aja lo dateng ke sini. Biasanya juga nggak pake izin tiba-tiba udah ada aja di rumah gue.” “Hehehe, okey thanks, babe. See you!” Setelah sambungan telepon dimatikan oleh Sidney. Athena dengan terpaksa harus menyeret tubuhnya ke kamar mandi dan menyiapkan diri sebelum kedatangan Sidney. Kalau sudah seperti ini, sahabat berponinya itu pasti akan mengambil kesempatan untuk membuat konten belajar memasak. Dan akan sangat gawat kalau dirinya tertangkap kamera dalam keadaan yang masih mengenakan baju tidur dan rambut berantakan. 20 menit kemudian, Athena muncul dengan kaus oversize dan hot pants. Seperti biasa rambunya ia cepol secara asal. Gadis itu dapat melihat Sidney yang sudah mengeluarkan berbagai alat untuk memasak--dapat ia tebak kalau Sidney sebenarnya sudah berangkat menuju rumahnya saat menelepon tadi. Menoleh ke sebelah kiri, Athena bisa melihat kedua adiknya dari jauh berada di ruang TV sedang bermain PS seperti biasa. Hari liburnya seharusnya sudah lengkap, namun Athena masih merasa ada sesuatu yang kosong. Ares. Tidak biasanya lelaki itu hilang kabar. Bukannya Athena menunggu, namun tanpa diminta pun Ares akan datang ke rumahnya dengan alasan ingin bermain dengan kedua adiknya, atau sekadar mampir karena melewati rumahnya. Tetapi sekarang, mengirim pesan teks pun tidak. “Nana! Ayok kita mulai!” Athena tersadar dari lamunannya, “Oh, iya. Ayok!” Sidney dapat menyadari bahwa ada sesuatu yang dipikirkan oleh Athena. Namun ia memilih untuk tidak bertanya dan menunggu Athena menceritakan kepadanya langsung. Karena itu, Sidney langsung menata alat yang akan digunakan dan mengeluarkan bahan-bahan untuk membuat dessert yang praktis. “Na, sebelum gue rekaman, lo kasih tahu dulu langkah-langkahnya, biar gue nggak terlalu kaku gitu, hehehehe.” ucap Sidney. Athena mendekat ke meja dapur. Matanya menyapu alat dan bahan yang disiapkan Sidney, “Ini nggak perlu,” Athena menyingkirkan beberapa bahan yang tidak dipakai, “Ini juga. Nggak perlu pakai pengaduk, kita langsung pakai mixer aja.” “Lo mau ngajarin gue bikin apa?” “Tiramisu dessert box.” “Okey!” Mula-mula Athena menjelaskan bahan dan alat yang harus digunakan untuk membuat bolunya terlebih dulu. Tiramisu dessert box sebenarnya bisa dibuat dengan biscuit tertentu, namun Athena lebih menyukai tekstur yang lembut, maka dari itu ia memilih membuat bolu terlebih dulu. Sidney memperhatikan dengan saksama sambil tangannya mencatat pada notes kecil yang ia bawa. Selanjutnya Athena menjelaskan cara membuat whipping cream sebagai unsur penting yang wajib ada setiap membuat tiramisu dessert. Lagi-lagi Sidney memperhatikan dengan baik sambil mencatat. Setelah semua sudah dijelaskan oleh Athena, Sidney menyiapkan posisi untuk kameranya. “Gue mulai rekaman ya. Muka lo jangan cemberut gitu dong, kita harus profesional.” Athena menatap temannya itu sedikit jengkel, “Yang punya konten kan elo, bukan gue. Jadi gue nggak perlu masuk di rekaman deh.” “Masuk dong, kan subscribers gue juga udah pada tahu kalau lo sahabat gue. Dan biar makin seru, enaknya bikin sama-sama!” jawab Sidney menggebu-gebu. Athena hanya bisa pasrah mengikuti kemauan sahabatnya itu. “SID! BIKIN YANG BANYAK YA! GUE SAMA AL JUGA MAU!” dari kejauhan, Alfred berteriak sampai terdengar oleh Sidney dan Athena di dapur. “Adek lo bener-bener.” “Biarin aja. Dicegah juga susah.” “Okey. Gue mulai rekam ya!” ### “Okey, guys! Jadi itu dia cara pembuatan tiramisu dessert box ala gue dan Nana! Ya walau di tengah jalan dia berhenti ikutan karena tangannya nggak sengaja pegang loyang kue yang masih panas dari oven—GWS NANA!— Dan ini hasilnya! Yah, walau visualnya emang kelihatan kurang rapi, karena tangan gue nggak terampil, tapi nggak apa-apa! Rasanya dijamin enak karena ini resep dari sahabatku tercinta, seorang ahli dessert, asik. Bercanda, guys. Tapi seriusan Nana jago bikin dessert, kalau mau nanti gue mintain dia resepnya dan kapan-kapan ajak dia masak bareng lagi!” Ares duduk di meja belajarnya sambil menonton video di saluran Zetube milik Sidney yang baru saja diupload beberapa menit lalu. “Ini gue cobain dulu ya.” Sidney tampak sedang menyuap tiramisu dessert ke dalam mulutnya, “Yumm! Enak banget, NAAAA! Aduh gila ini resepnya Nana emang top banget. Na, sini dong cobain juga!” Sidney terlihat berbicara pada seseorang di belakang kamera. Wajahnya tampak memohon meminta orang itu mendekat. Kemudian Athena muncul di layar. Ares dapat melihat tangan kanannya dibalut perban cukup banyak. Athena tersenyum dan menyapa pada kamera dengan tangan kirinya. “AA, buka mulutnya!” Sidney hendak menyuapi Athena, namun gadis itu menggeleng, “Gue aja, Sid.” katanya. “Keras kepala.” gumam Ares sambil menatap Athena pada video. Terlihat Athena yang berusaha memegang sendok makan, namun terlepas lagi dari tangannya. Sidney nampak sigap mengambil sendok baru, dan menyuapi Athena. “Enak kan?!” terlihat Athena mengangguk dan tersenym kecil, “Iya lah. Ini kan resep lo, hahahaha. Thanks ya, Na, udah mau ngajarin gue bikin dessert! Thanks juga buat kalian yang udah nonton video ini sampai habis! Sebelum video ini berakhir, jangan lupa like, komen, dan subscribe ya! Buat kalian yang mau request selanjutnya gue harus bikin konten apa, tulis aja di kolom komentar! Bye-bye!” Video berakhir. Ares langsung menutup layar laptopnya, dan berjalan ke kasur empuknya untuk merebahkan diri. Besok hari Senin, mau tidak mau Ares harus bertemu dengan Athena lagi. Melihatnya dari video saja sudah membuat Ares merasa kecewa, marah, dan terkhianati. Bagaimana jika bertemu langsung dengan Athena? “Kenapa dia ceroboh banget sih?” Pikiran Ares melayang pada tangan Athena yang dibalut perban. Namun sedetik kemudian dia menggeleng, dan menenggelamkan wajahnya pada bantal. “Bodo amat. Mau dia masuk jurang juga bukan urusan gue. Dia itu cuma kaki tangannya Papa. Cewek yang katanya lugu dan polos, tapi ternyata punya rencana di belakang gue, cih.” Ares berbalik, merentangan tangannya dan menatap langit-langit kamar cukup lama. Pikirannya kosong, namun hatinya sedang mengalami kesakitan. Dua detik kemudian dia tertawa. Dari tawa kecil sampai tawa yang meledak. Ares tidak sadar kalau dalam tawanya dia mengeluarkan air mata. Tangannya bergerak untuk meremas kausnya di bagian dada, rasanya sesak. “Kapan gue bisa bebas?” lirihnya. “Kapan gue bisa napas tanpa mikirin apapun?” “Usaha gue selama ini sia-sia, ya?” “Apa lebih baik gue mati aja?” Banyak pertanyaan yang diungkapkan Ares pada keheningan di kamarnya. “Gue coba mati aja kali, ya. Biar mereka tahu gimana rasanya ditinggalin selamanya sama orang yang belum sempat bahagia. Biar mereka tahu rasa penyesalan karena gue mati gara-gara mereka.” Ares menutup mata dengan lengannya, menyembunyikan air matanya. “Tapi kalau gitu nggak seru, dong? Gue belum lihat mereka tersiksa secara langsung. Gue harus tahu dulu balasan yang bakal mereka dapet. Baru setelah itu gue bebas untuk … mati.”
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
menarik
08/12
0good luck
03/08/2025
0bagus
13/06/2025
0Lihat Semua