POV BI SUMI Kontrakan Kenanga, empat puluh tahun lalu aku dibawa oleh Ibu Lastri untuk bekerja dengannya. Sebagai perawan tua yang tak kunjung mendapatkan jodoh, aku nekat saja menyanggupi tawarannya itu. Bagi orang di kampungku, dua puluh tahun belum menikah sudah dianggap perawan tua. Mereka terbiasa menikahkan anak gadis saat masih belasan tahun. Demi menghindari omongan orang tua dan tetangga, aku memilih ikut Bu Lastri. Bu Lastri memperlakukanku layaknya pembantu biasa. Menyuruh-nyuruh yang memang hak dia untuk melakukan itu. Namun rasa lelah dan kadang kesal karena disuruh-suruh terus terhapus sudah jika sudah menerima amplop gaji, hasil keringatku dari majikan. Suami Bu Lastri--Pak Karyo sering menggodaku saat Ibu tak ada. Awalnya aku menolak tapi ia mengancam akan memecatku jika tak mau. Karena takut akhirnya aku menjalin cinta terlarang di belakang Bu Lastri. Dosa itu terus berjalan hingga aku melahirkan seorang putra. Namun ia mengalami cacat sejak lahir. Matanya buta sebelah kanan. Pak Karyo tak menerimanya, ia menyuruhku untuk membuang anak itu. Ibu mana yang tega membuang darah dagingnya sendiri. Terpaksa aku mengancam tuan majikan, jika ia membiarkan putraku hidup aku akan melakukan apa pun untuknya. Seorang gadis muda dititipkan Pak Rudi pada Bu Lastri. Namanya Kalina. Ibu sangat menyayanginya. Kalina diberikan gratis tinggal di kontrakan kosong yang berada paling pojok. Sengaja ia tak membawa Kalina karena takut tuan majikan tergoda. Belakangan diketahu kalau Kalina adalah putri Pak Rudi, adik Bu Lastri yang dari kampung. Mereka memintaku untuk merahasiakannya pada orang-orang termasuk istri Pak Rudi, karena ia adalah seorang RT yang harus berwibawa. Tapi sebenarnya Pak Rudi takut pada istrinya, karena ia bisa berhasil seperti ini di ibu kota, karena peran istrinya yang kaya. Ah sudahlah aku bingung membahas mereka. Dasar setan, tuan majikan kembali melakukan hal yang sama pada Kalina, seperti yang ia lakukan dulu padaku. Bedanya Kalina langsung mengadu pada Bu Lastri dan Bapaknya-Pak Rudi. Sehingga tuan majikan langsung dimarahi dan mereka bertengkar hebat. Demi menutupi semuanya Bu Lastri mau mengasuh bayi keponakannya itu. Namun tuan majikan malah mengajukan syarat jika majikan istri mau bayi itu yang memang darah dagingnya, harus mau membagi kontrakan separuh menjadi miliknya. Majikan istri tak mau hartanya dibagi dengan sang suami, tak masuk akal katanya karena kontrakan itu adalah warisan dari orang tuanya. Saat mereka tengah bertengkar, Kalina melahirkan. "Bu, Kalina mau melahirkan. Kasian, cepat bawa ke klinik," ucapku pada kedua majikan itu. "Jangan bawa dia keluar, nanti jadi ribet urusan. Kau urus saja dia di dalam," ucap tuan majikan. Majikan istri tak menjawab apa-apa, tak peduli sedikit pun. Aku juga mendatangi rumah Rudi agar ia membawa putrinya ke klinik bersalin namun ia juga tak peduli. Tak menjawab apa pun malah berlalu pergi. Iba aku melihat nasib gadis itu. Maka sebisaku menolongnya mengeluarkan bayinya. Dia mengejan kesakitan. Aku pun ikut menangis menyaksikannya. Gadis sebaik dan secantik dia harus mengalami nasib buruk. Setelah bayinya keluar, aku membersihkannya dan membedong dengan kain. "Ini bayimu Na" Kalina menangis melihatnya lalu detik kemudian dia menutup mata tak bergerak lagi. Aku panik langsung memberitahukan kondisi Kalina pada majikan. Yang ada di sana hanya tuan majikan, segera ia ikut bersamaku melihat kondisi Kalina. "Cepat, Pak. Dia pendarahan, bisa mati jika tak segera dibawa ke rumah sakit," ucapku panik. "Biarkan saja dia mati. Itu bukan urusanku," ucap tuan majikan seakan-akan tak mengenal wanita yang telah melahirkan darah dagingnya. Dia benar-benar bukan manusia. Lalu tuan memerintahkan untuk mengangkat tubuh Kalina yang sudah dingin. Ia lalu mendorongku untuk menjatuhkan Kalina ke lantai bawah. Enam meter kira-kira tingginya. Tanganku bergetar setelah menyaksikan itu. Tak percaya tanganku telah membunuhnya. Dia sudah mati sebelum kujatuhkan. Tuan majikan pergi seakan merasa tak bersalah. Ia berakting terkejut seperti orang-orang sekitar. Dengan perasaan takut dan bingung, aku membawa bayi merah itu ke rumah majikan istri untuk menyerahkannya. "Majikan, ini bayi non Kalina," ucapku sambil menyerahkan bayi itu. Namun majikan istri dan Pak Rudi yang juga ada di situ mengatakan " kamu bawa saja, aku tak menginginkannya." Sungguh tega mereka. Lalu bayi itu kuarahkan pada Pak Rudi. Ia pun malah balik badan. Lalu apa yang harus kulakukan dengan bayi itu. Tak lama bayi itu juga pergi karena tak diberi susu. Aku tak punya uang karena semua gajiku diambil Tuan. Mayat bayi dingin itu masih dalam dekapanku. Namun tuan majikan merebutnya kasar. Ia mengubur tubuh anak itu di bawah keramik lantai kontrakan Kalina. Setelah selesai disemen, ia lalu mendorong lemari untuk menutupinya. Semua orang jahat di sini. Tak satu pun yang baik. Mereka telah membunuh Kalina, termasuk aku. Setelah kejadian itu, arwah Kalina sering menampakkan diri padaku dan pada tuan Majikan. Kontrakan jadi sepi dan tak ada yang mau lagi menyewa. Gosip kuntilanak berbaju putih dan berambut panjang di kontrakan Kenanga terlanjur tersebar. Tak ada lagi penyewa dan semua kosong tak berpenghuni. Majikan mencari orang pintar untuk membersihkan rumah itu dari roh jahat. Sudah beberapa yang mencoba, namun suasana tak berubah. Ternyata tuan majikan menghubungi paranormal malah agar tempat itu dipenuhi makhluk halus agar kontrakannya sepi dan bangkrut. Tuan majikan memerintahkanku untuk menyajikan sesajen di kamar itu sesuai perintah paranormalnya. Entah bagaimana aku jadi bisa melihat makhluk halus. Mereka sering datang meminta ini dan itu padaku. Tuan menyuruhku untuk melakukannya juga. Tapi batinku mendidih saat tahu anakku dijadikan tumbal oleh Tuan. Putraku memang cacat, tapi aku tak rela dia ditumbalkan. Aku membakar semua jimat dan barang-barang ritual pemujaan. Aku pun menyiram bensin ke seluruh kontrakan. Lalu aku membakar semuanya. Semoga dengan terbakarnya kontrakan itu, lepas pula penderitaanku selama ini. Namun nyatanya tidak. Tuan mengetahui rencanaku. Disiksanya aku dengan besi panjang yang dipukulkan pada seluruh tubuh. Jujur saat itu aku ingin mati. Namun ternyata ia memberikan putraku pada siluman berkepala manusia. Aku memberontak saat melihat putraku ketakutan. "Kau harus melayaniku kembali jika ingin anak ini selamat," ucapnya. Sebagai seorang ibu, aku akan melakukan apa pun untuk menyelamatkannya. Dengan terpaksa aku kembali menjadi budaknya. Semenjak itu putraku hanya terbaring lemah. Tak apa asalkan ia masih ada bersamaku. Hingga ada seorang anak muda tergiur dengan iklan kontrakan murahku. Tuan yang menyuruh mengiklankannya dengan harga murah, selain mencari tumbal, juga uangnya bisa jadi pemasukan. Namun makhluk-makhluk itu serasa memiliki mainan baru, maka tak ada yang sanggup bertahan lama di sana. Aku selalu senang jika mereka akhirnya pindah, setidaknya mereka bisa pergi dalam keadaan hidup tak sepertiku yang terpasung di sini. Anak muda itu sering membawa teman paranormalnya yang membuat para lelembut terganggu. Mereka menyuruhku untuk mengusirnya. Apalagi mereka kemarin menantang untuk menghancurkan kerajaan gaib di sana. Siluman ular berkata agar aku membunuhnya, jika tidak semua kejahatan akan terbongkar. Maka aku pun mengajak Rudi melakukan itu. Nahas teman wanitanya memergoki saat aku membekapnya dengan bantal. Segera kulari, takut mereka membalas. Namun aku harus melakukan sesuatu lagi pada mereka agar kerajaan gaib kontrakan Kenanga tetap aman. Semua demi kau putraku. Biarlah hanya aku yang menjadi penjahat asalkan kau tetap hidup. Kira-kira Bi Sumi akan melakukan apa ya gais?? Dia ternyata tak tahu kalau Sukma putranya di alam gaib. Terima kasih sudah setia membaca ya
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (270)
PurnamaDian
baru baca uda seru, mantap jiwa ni, bagi penyuka jantung dagdigdug wajib baca ni
03/06/2022
1
Nur MaulidanattaM. Rifky
IH BAGUS BANGETT NOVEL NYA SAMA SEREM BANGETT😥 TPI SERU😆 POKOKNYA BINTANG 5 DONG😆👍🏻
20/05/2022
0
IdrisZunnurain
boleh dibayangkan suasana dan tempat kejadian. buat lebih banyak cerita yang berkualiti dan menarik!
baru baca uda seru, mantap jiwa ni, bagi penyuka jantung dagdigdug wajib baca ni
03/06/2022
1IH BAGUS BANGETT NOVEL NYA SAMA SEREM BANGETT😥 TPI SERU😆 POKOKNYA BINTANG 5 DONG😆👍🏻
20/05/2022
0boleh dibayangkan suasana dan tempat kejadian. buat lebih banyak cerita yang berkualiti dan menarik!
17/05/2022
0Lihat Semua