Aldo masih mencari cara agar bisa mendapatkan cerita dari penghuni baru tentang hal mistis yang mereka alami. Namun keanehan sudah sangat kentara dengan anak kecil itu. Para penonton kontennya selalu menagih ia untuk membuat video baru yang tentu saja menarik. "Bu, kalau penghuni baru kontrakan kenanga ke sini, ibu cepat hubungi aku ya!" ucap Aldo bekerja sama dengan ibu warung. Karena tempat itu lah salah satu tujuan mereka keluar kontrakan. Wati sangat sulit memejamkan mata. Ia masih kepikiran hal-hal menakutkan yang ia alami seharian ini, terutama masalah Cita. Keanehan Cita semakin menjadi saat tertawa tadi. Matanya menutup tapi tawanya sangat keras. Seperti bukan tawa seorang anak kecil. Cita yang tidur di samping kasur Papanya, terlihat bangun dan berjalan menuju kamar mandi. "Ta, Cita. Mau kemana, Nak?" ucap Wati. Namun putrinya itu tak menoleh sedikit pun. Karena khawatir, Wati pun menyusul putrinya. Terlihat Cita sedang berjongkok di sisi dekat pintu kamar mandi. "Kamu sedang apa, Nak?" tanya Wati sambil memegang bahu Cita. Betapa terkejutnya Wati saat melihat putrinya tengah merokok dan minum kopi dari atas nampan. Entah dari mana nampan berisi sesajen itu datang, yang pasti saat suaminya mandi tadi, sesajen itu belum ada. Wati panik sekaligus ketakutan. Ia meraih tangan Cita untuk bangun dan pergi dari sana. Namun kekuatan Wati tak mampu menggerakkan anak sembilan tahun untuk berpindah tempat. Sangat berat dan sukar di tarik. "Nak, sadar, Nak. Apa yang kamu lakukan." Wati berucap sambil menangis. Namun Cita tetap asyik memakan sesajen itu. Wati bangkit dan berlari ke arah suaminya yang sedang tidur. "Mas ... mas, bangun, Mas!" Wati menggoyang-goyangkan bahu suaminya. "Apa sih, Ma? Papa masih ngantuk, Ma," gumam Sugeng. "Cita, Pa. Citaaa ...! "Iya, Cita kenapa?" Pak Sugeng berusaha membuka mata dengan menguceknya dengan tangan. "Cita-," Wati terkejut saat menoleh putrinya sudah berbaring lagi di kasurnya. "Itu Cita ada. Ganggu orang tidur aja. Papa ini capek, Ma. Harus berangkat pagi lagi besok. Jadi tolong jangan ganggu istirahat papa lagi." Raut marah dan kesal terlihat dari wajah Sugeng yang sedang menahan kantuk. Sedangkan Wati seperti tengah difitnah dan dipojokkan. Dengan tangan bergetar Wati mengelus surai putrinya. Terlihat noda bekas kopi di sudut bibirnya. Wati yakin, yang dilihatnya tadi bukan mimpi semata. Ia berusaha memejamkan mata, namun rasa was-was dan khawatir pada Cita, membuat matanya sulit terpejam. Wati terus memaksakan matanya menutup, tiba-tiba, ada suara ketukan dari dalam lemari yang berada di depan suaminya. Tuk! ... tuk ... tuk .. tuktuktuktuktuk.! Suara ketukannya semakin cepat. Wati ketakutan, ia memeluk punggung suaminya untuk berlindung sambil membacakan doa-doa. Wati pun akhirnya tertidur. Suara gayung dan air bak beradu membangunkan Wati dari tidurnya. Tak didapati Sugeng berada di sisinya. Mungkin suaminya tengah mandi, pikir Wati. Benar saja, suaminya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sepotong handuk saja. Cita pun masih tidur nyenyak di kasurnya. Wati segera bergegas ke dapur untuk membuatkan secangkir kopi untuk suaminya. "Mas, ada yang aneh di rumah ini. Cita seharian terlihat aneh, Mas. Dia seperti sedang bermain dengan lelembut." Wati mencoba meyakinkan suaminya. Namun sepertinya Sugeng tak percaya. Ia hanya menjawab dengan singkat dan gumaman. Setelah meminum kopi, Sugeng pun pamit berangkat bekerja. Wati tak bisa membiarkan teror terus mengganggunya. Maka ia menelepon guru spiritualnya di Jawa untuk meminta perlindungan. "Mbah, ini Wati. Saya diganggu oleh penunggu kontrakan baru. Mohon dibantu mengusirnya ya, Mbah," ucap Wati sambil berharap sebuah solusi. "Posisi kontrakan kamu menghadap kemana? tanya Mbah Surip. "Ke barat, Mbah." "Kontrakan itu memang banyak penunggunya. Kamu lebih baik pindah dari sana." "Tapi Mas Sugeng tak percaya, Mbah. Juga tak bisa pindah sekarang-sekarang." "Ya sudah. Mbah bantu doa dari sini." Tiba-tiba terdengar suara Cita memanggil dari kamar mandi. "Mama,!.. Ma ... Mama ..." Wati pun bangkit dan berlari ke kamar mandi. Lagi-lagi Cita sedang berada di dalam bak air. "Kenapa kamu di situ lagi sih, Nak. Ayo cepat turun!" Bukannya menurut, Cita malah tertawa. "Ibu ke warung dulu, ya Nak. Jangan kemana-mana!" "Ikuut." Cita malah ingin ikut. Segera Wati memangkunya turun dari bak. Dikeringkan dengan handuk lalu membalurkan minyak telon agar tak masuk angin. Pakaian baru pun sudah dikenakan. Cita sangat bersemangat. Ia berjalan sambil loncat-loncat dan bersenandung. Wati teringat pemuda yang menanyainya tentang keanehan kontrakan. Ia berharap bisa bertemu lagi untuk menceritakan apa yang ia alami. Mungkin pemuda itu bisa menolongnya. Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya tiba juga di warung. Cita langsung mengambil permen dan camilan. "Permisi, Bu. Ada minyak goreng?" ucap Wati pada ibu pemilik warung. "Oh, ada. Mau berapa kilo?" "Itu saja yang kemasan, Bu." Setelah memberikan minyak, ibu warung langsung menelepon Aldo. Saat telepon berdering, Aldo masih tidur. Tak ada lagi gangguan-gangguan aneh di kosan barunya. Jadi ia bisa tidur dengan nyenyak. Setelah mendapat kabar dari ibu warung. Aldo bergegas pergi ke sana. Ia tak ingin melewatkan momen bertemu penghuni baru itu lagi. Setelah selesai menghitung belanjaannya, Wati menyerahkan selembar uang merah pada ibu warung. "Bu, pemuda yang kemarin itu tinggal di mana ya?" tanya Wati. "Saya bukan?" Aldo tiba-tiba menjawab membuat Wati terkejut. "Ada apa ibu mencari saya? Ibu mengalami hal ganjil di sana?" tanya Aldo. Wati menganggukkan kepala. "Kenalkan, saya Aldo. Mantan penghuni kontrakan yang sekarang ibu tempati." "Sa-sa-saya Wati," jawabnya. Aldo sudah mempersiapkan kamera yang sudah mulai merekam. "Coba ceritakan apa yang Anda alami di sana." "Anak saya, seperti bisa berkomunikasi dengan mereka." Tiba-tiba Cita merengek meminta pulang. Malah sampai nangis ingin segera pergi dari sana. Aldo sudah mempersiapkan spray ajaib pemberian Doma. Katanya kalau di semprotkan, makhluk itu akan pergi. Aldo menyemprotkannya ke wajah anak Wati. Dan benar saja, Cita langsung diam dan tenang. "Anak saya bilang sering diajak main ke dalam bak mandi dan ada yang menjambak rambutnya ke dalam air sampai hampir kehilangan napas. Oh iya ada sesajen juga di pojok dapur." Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba Cita berlari seperti ketakutan. Aldo pun mengejarnya. "Cita_Cita. Tunggu. Kamu mau ke mana sayang?" teriak ibunya. Namun anak itu tetap berlari kencang. Aldo ikut mengejarnya. Anak itu berlari ke dalam semak-semak belakang kontrakan kenanga. Aldo hafal betul karena ia pernah terbangun di sini. "Cita__Cita. Kamu dimana?" ujar Aldo. Terlihat ada rumput yang bergerak, Aldo langsung menghampiri. Namun nihil. Aldo terus mencari anak itu sambil memanggil namanya. Lalu dari kejauhan terlihat anak itu sedang berjongkok di dekat tower Air. “Cita kamu kenapa di sini. Kenapa kamu lari, tadi?" tanya Aldo sambil memegang bahu si anak. Tiba-tiba anak itu menoleh. Aldo menjerit karena wajah anak itu rusak, rata dan hanya ada satu matanya. "Tolong selamatkan aku, tolong....!" ucap hantu itu. Aldo ketakutan dan berlari sekencang-kencangnya keluar dari semak yang rimbun itu. Bi Sumi yang melihatnya dari tower air, tersenyum. Akhirnya Aldo sampai juga di kosannya dengan sangat kecapean. "Nak Aldo kenapa? Kaya dikejar sesuatu?" tanya Bapak kos. "Iya, Pa. Aku dikejar setan. Wajahnya serem, matanya cuma satu," jelas Aldo. "Di mana?" tanya Bapak kos penasaran. "Di belakang kontrakan Kenanga." Aldo langsung masuk dan mengunci pintu. Ia langsung menelepon Doma. ". Doma. Cepet ke sini. Gue dikejar hantu." Bagaimana nasib Cita ya? Kemana dia? Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komennya ya
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (270)
PurnamaDian
baru baca uda seru, mantap jiwa ni, bagi penyuka jantung dagdigdug wajib baca ni
03/06/2022
1
Nur MaulidanattaM. Rifky
IH BAGUS BANGETT NOVEL NYA SAMA SEREM BANGETT😥 TPI SERU😆 POKOKNYA BINTANG 5 DONG😆👍🏻
20/05/2022
0
IdrisZunnurain
boleh dibayangkan suasana dan tempat kejadian. buat lebih banyak cerita yang berkualiti dan menarik!
baru baca uda seru, mantap jiwa ni, bagi penyuka jantung dagdigdug wajib baca ni
03/06/2022
1IH BAGUS BANGETT NOVEL NYA SAMA SEREM BANGETT😥 TPI SERU😆 POKOKNYA BINTANG 5 DONG😆👍🏻
20/05/2022
0boleh dibayangkan suasana dan tempat kejadian. buat lebih banyak cerita yang berkualiti dan menarik!
17/05/2022
0Lihat Semua