logo text

BAB 41•MARKAS BARU•

~HAPPY READING~
Seperti biasa di kantin akan selalu ramai dengan murid-murid yang kelaparan setelah selesai pelajaran yang membuat tenaga serta isi perutnya terkuras habis.
Bondan Cs, Caca dan Ega memaksa Naura untuk ikut mereka ke kantin. Setelah semua temannya mengkhawatirkan kondisi Naura di kelas tadi. Ada yang prihatin dengan Naura, ada yang nangis dan meluk Naura, ada pula yang memberi semangat pada Naura. Naura sangat bersyukur mempunyai teman-teman seperti mereka.
"Mau bakso Ra ???" tanya Ega.
"Lah pake nanya segala.. Naura sama Bakso itu udah kayak bestie..." sahut Caca sedikit menggoda Naura disampingnya. Naura hanya tersenyum padanya.
"Ya udah kalau gitu kalian duduk di atas aja ya... ntar gue bawain keatas.." ucap Ega menunjuk kelantai dua kantin.
"Ehh emang udah selesai di bangun ya??" Tanya Naura yang terlihat bingung.
"Makanya neng masuk sekolah biar gak ketinggalan info penting .. sekarang markas kita diatas.. tempatnya bagus banget pasti lo suka... " ucap Caca menarik tangan Naura dan berjalan menaiki anak tangga di sudut kantin.
Naura tak henti-henti nya mengedarkan pandangannya dari sudut satu ke sudut lain di ruangan itu. Bukan terlihat seperti kantin namun seperti cafe. Perpaduan antara warna hitam dan putih serta hiasan dinding foto-foto mereka saat bertanding dan juga toilet kecil di sudut ruangan. Ada juga dua sofa merah panjang dan meja di tengahnya.
"Serius ini kantin ??" tanya Naura yang terlihat tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Ya iyalahh Ra... dan lo tau sebenarnya ini tuh buat guru-guru gitu.. cuma karena Bunda Reyna berkuasa di sekolah ini dan sekaligus istri pemilik sekolah ini.. jadi si Ega minta ruangan ini buat markas kita.." Caca menjelaskan pada Naura tentang ruangan itu. Membuat Naura menganga dan membulatkan kedua matanya.
"Serius Caa ??" tanya Naura yang masih tak percaya. Karena yang dia tau ayahnya Ega di London mengurus bisnis keluarga karena dia asli sana. Sedangkan Bunda Reyna adalah pemilik Cafe dan Restoran bintang lima yang cukup terkenal di Jakarta.
" Iya serius ngapain gue bohong.. dan satu lagi yang harus lo tau.. sebenarnya Ega bikin tempat ini supaya..."
"Hey ngomongin apa sihh serius banget.. " ucap Ega membawa 1 nampan berisi 4 mangkok bakso di tangannya. Caca berdecak sebal karena Ega memotong ucapannya.
"Supaya apa Ca.. ??" Tanya Naura lagi yang masih penasaran. Ega pun ikut menatap Caca dengan sorot mata tajam.
"Ee.. Supaya.. Supaya kita punya markas.." Entah kenapa kalimat itu yang ada di kepala Caca. Setelah melihat sorot mata elang Ega yang sangat mematikan.
"Udah yukk makan dulu.. keburu dingin baksonya.." ucap Ega memberi kode Caca supaya dia tidak keceplosan.
"Lahh minumnya mana ???" ucap Caca.
"Ntar Naufal kesini sama Bondan Cs merekaa masih antri tuh di bawah... " Jawab Ega sambil menunjuk ke lantai bawah di mana Bondan Cs dan Naufal masih antri dengan siswa siswi dan saling berdesakan.
Naura mengambil garpu di atas nampan dan mengaduk bakso nya. Dia masih penasaran apa betul pemilik sekolah ini adalah keluarganya Ega. Ia pun memberanikan diri menanyakan langsung pada Ega.
"Ga..." ucap Naura.
"Emmm.." jawab Ega yang juga mengaduk bakso miliknya.
"Emang bener bokap lo yang punya sekolah ini ??" ucap Naura lagi.
Ega yang mendengar ucapan Naura tiba-tiba tersedak saat mengesap sendok berisi kuah panas dari mangkok bakso.
"Uhukkk...Uhukk...Uhuk..."
"Astaga ni anak... bentar-bentar gue ambilin air putih di kulkas.." Caca langsung berlari mengambil air mineral di dalam kulkas kecil di dekat sofa itu. Dan segera memberikan air itu pada Ega. Ega langsung menyambar botol itu dan menenggaknya hingga habsi setengah botol.
"Maaf kalau pertanyaan gue salah ?" ucap Naura merasa bersalah. Kemudian ia kembali mengaduk aduk baksonya.
Ega menatap Naura yang kembali menunduk dan terlihat bersalah padanya. Ega kemudian menatap Caca dengan membulatkan kedua matanya. Pasti Caca yang memberi tau Naura. Apa dia juga bilang rahasianya selama ini yang ia tutup rapat saat ini.
"Ra..." ucap Ega memegang tangan Naura.
Gadis itu menatap dua bola mata Ega.
"Lo gak salah kok .. gue aja tadi yang kurang hati-hati.." imbuhnya.
"Jadi ???" Naura berharap Ega masih mau menjawab pertanyaannya. Ega yang tau maksud Naura akhirnya menjawab jujur pertanyaan Naura.
"Iya Ra.. Bokap gue pemilik sekolahan ini." jawab Ega.
"Bukannya papanya Laras yg punya sekolah ini.. " Tanya Naura penasaran.
"Yahh ini nihh kalau kelaman gak masuk sekolah... " Sahut Caca.
"Papanya Laras itu hanya penyalur dana rutin di sekolah kita, seperti untuk kegiatan sekolah, beasiswa, dan lain-lain... Untuk pemilik sekolah ini tetap bokap gue Jordan Arganta.. meskipun gak banyak orang tau karna bokap gue jarang ke Indonesia.. " jawab Ega.
Naufal menaiki anak tangga membawa minuman di ikuti Bondan Cs di belakang mereka. Naufal mendekat kearah ketiga orang yang terdiam menatapnya.
"Heyy.. kenapa mukanya begitu serius amat... Nih minuman kalian." ucap Naufal meletakkan nampan itu di meja.
"Iya serius banget..." sahut Gilang.
"Jangan bilang kalau kalian ngomongin gue..." Ucap Roni menggoda.
"Idihhh... ngarep bangett di omongin sama kita.." ketus Caca. mengesap es jeruk yang dibawakan Naufal tadi. Mereka tertawa melihat keduanya.
Naura terlebih dahulu menghabiskan baksonya. Ia akan menanyakan nanti tentang Laras pada mereka semua. Sudah banyak kejadian yang ia lewatkan di sekolah ini. Tentang Laras dan juga papanya yang ternyata adalah pembunuh ayahnya. Dan juga tentang keluarga Ega yang ternyata pemilik Sekolahan ini.
Naura menikmati baksonya, makanan favoritnya yang sudah lama tidak ia nikmati lagi, terakhir adalah saat dia mampir di toko kue untuk pengajian di rumah mama Fenty. Padahal saat sedih Naura pasti akan melampiaskan semua pada makanan satu itu. Entah itu satu porsi dengan sambal yang banyak, atau bahkan lima porsi tanpa sambal tergantung mood nya.
"Habis ini jam kosong woy... mantapp lahh... " ucap Bondan menatap benda pilih di tangannya.
"Ngada-ngada bocahh..." Roni menjitak kepala Bondan hingga ia mengaduh kesakitan.
"Sakitt Woy... nih baca... " ucap Bondan mengarahkan ponselmya pada Roni. Roni pun terlihat gembira saat membacanya.
"Kenapa sihh ???" sahut Caca.
"Iyaa.. habis ini kita ada ulangan matematika ya jangan ngawur kalau kasih info." Tambah Ega.
Naura dan Naufal hanya memperhatika mereka sambil sesekali mengesap es mereka.
"Ya elahhh buka Hp lo sekarang gue gak bohong..." ucap Bondan sedikit keras karena merasa tidak ada yang percaya padanya.
"Iya woy .. guru-guru ada rapat sampai jam terakhir... T.O.P B.G.T lah pokoknya." sahut Roni.
"Trus kita gak jadi ulangan ??" tanya Naura yang ikut nimbrung.
"Enggaklah... mungkin minggu depan .." jawab Gilang.
"Syukurlahh gue belum sempat belajar..." Caca menghela nafas pelan.
Semua yang ada di ruangan itu malah tertawa mendengar ucapan Caca.
"Kenapa ??? Ada yang lucu ??" tanya Caca sebal.
"Lagian sejak kapan Caca Anatasya belajar... " jawab Bondan yang di ikuti gelak tawa teman-temannya.

Komentar Buku (84)

  • avatar
    LestariSheila

    baik

    24/09/2025

      0
  • avatar
    Nurul Huda

    seruuu

    13/09/2025

      0
  • avatar
    Setia

    bagus bro

    17/07/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru