logo text

MEMUTUSKAN KONSULTASI PSIKOLOG

Nisha sedih melihat perubahan perilaku Naffa yang makin mencamaskan. Putri kecilnya menarik diri dari lingkungan. Dia seperti berada di dalam dunianya sendiri,
Itu sebabnya Nisha memindahkan sekolah Naffa, agar gadis kecilnya tak melihat Menik, tak melihat lingkungan tempat dia setiap hari turun dari mobil ayahnya, lalu dia akan melihat mamanya Menik naik mobil sang papa. Itu dia lihat selama satu minggu penuh sejak Menik memberitahu kalau ayah Nisha telah jadi papanya.
 
Nisha mencari artikel tentang konsultasi psikologi anak dan di mana lokasi yang terdekat yang mudah dia jangkau.
Saat ini dia baru memarkir mobilnya ke sebuah rumah sakit besar. Dia telah melakukan pendaftaran online di poliklinik kejiwaan. Sejak pulang dari Banten dulu Nisha telah membeli mobil untuk operasionalnya.
Dulu saat belum bercerai dia merasa belum butuh. Fajar memang inginnya Nisha pakai mobil sendiri, tapi Nisha bilang cukup satu mobil saja, dia lebih memilih motor agar bisa cepat ke mana pun.
 
“Jadi nanti putra Ibu akan menjalani rangkaian pemeriksaan menyeluruh terkait kondisi psikologis anak, mencakup perilaku, emosi, dan tumbuh kembangnya. Melalui pemeriksaan ini, diharapkan gangguan-gangguan terkait psikologis anak dapat terdeteksi lebih cepat sehingga dapat ditangani sesegera mungkin.” jelas dokter yang Nisha kunjungi. Tentu saat awal dia datang sendiri tanpa membawa Naffa.
“Dalam konsultasi psikologi anak, perilaku anak yang tampak pada sesi pemeriksaan, akan dikaitkan dengan faktor-faktor yang diduga memengaruhi kemunculannya. Faktor-faktor tersebut meliputi genetik, lingkungan, emosional, kognitif, dan pendidikan anak.” jelas sang dokter lagi.
“Mungkin menurut beberapa orang ini tak berkaitan, tapi bagi kami ini sangat penting, yaitu tumbuh kembang anak dari sejak lahir hingga usianya saat pemeriksaan juga akan dinilai. Hal ini diperlukan untuk melihat adanya gangguan tumbuh kembang yang mungkin memengaruhi kondisi psikologi anak.”
“Baik Dokter, saya mengerti,” jelas Nisha. Di tangannya memang ada satu berkas yang harus dia isi dengan sangat rinci.
“Orang tua dapat membawa anak untuk diperiksa oleh dokter anak, psikiater atau psikolog khusus anak, jika orang tua menduga anak mengalami gangguan psikologis. Gangguan mental dan psikologi pada anak sering kali tidak terdiagnosis sejak dini, karena tanda dan gejalanya tidak selalu terlihat dengan jelas. Tapi kalau sekarang Ibu bilang sudah melihat perubahan perilaku sejak dia mengetahui tragedy itu, jelas dia harus dipulihkan.”
 
Nisha memang sudah membaca kalau gangguan mental pada anak dapat ditandai dengan adanya perubahan perilaku, seperti suka melawan, mudah marah, murung, dan menyakiti diri sendiri atau orang lain. Menarik diri atau menghindari interaksi dengan keluarga dan teman-teman atau pernah mengalami kejadian traumatis, seperti yang Naffa alami.
“Maaf Bu. Kami petugas yang berwenang akan melakukan investigasi sebelum, selama, atau setelah konsultasi psikologi anak, terhadap pihak-pihak yang terkait. Hal ini dilakukan jika pihak terkait tersebut dicurigai melakukan tindakan yang salah terhadap anak seperti yang mantan suami Ibu lakukan yaitu membuat putra Ibu terluka. Apa boleh kami bicara dengan dia?”
“Saya mengerti, jika diperlukan, dokter juga akan melakukan tanya jawab dengan orang selain keluarga yang sering berinteraksi dengan anak,  agar dokter bisa mendapatkan informasi penting terkait kondisi psikologi anak saya. Tapi apa bisa dalam hal ini tak perlu melibatkan dia? Saya sama sekali tak ingin dia ada andil dalam kesembuhan putri saya. Anak saya putri Dok, bukan putra,” jelas Nisha.
“Owh baik. Akan kami upayakan tak melibatkan ayahnya dalam sesi pengobatan. Yang perlu ibu tahu adalah Prosedur Konsultasi Psikologi Anak.  Langkah utama konsultasi psikologi anak adalah dengan wawancara dan pemantauan terhadap kondisi anak. Jika anak tidak bisa berkomunikasi dengan baik kepada petugas medis karena faktor usia atau hal lain, wawancara akan dilakukan bersama orang tua atau wali anak. Jadi Ibu akan menemani putri Ibu agar dia merasa nyaman,” jelas dokter itu.
 
Sebelum mendaftar di sini memang Nisha sudah mencari informasi tentang apa yang dimaksud dengan Psikologi. Nisha membaca Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mental dan perilaku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Psikologi tidak hanya mempelajari mengenai perilaku dan mental pada individu dewasa namun juga anak-anak pun bisa memperoleh manfaat dari psikologi.
Psikolog anak berbeda dengan psikolog untuk orang dewasa dalam berbagai hal. Salah satunya mengenai pendekatan yang diambil untuk membantu menangani masalah mental dan perilaku yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Psikolog anak adalah ahli psikologi yang menangani permasalahan psikologis dari usia anak hingga remaja (0-18 tahun). Psikolog anak membantu  dalam melakukan evaluasi tumbuh kembang, memberikan arahan stimulasi kepada orangtua, melakukan dampingan pada anak dalam menghadapi tekanan atau masalah mental yang mempengaruhi kehidupan, misalnya terkait dengan keluarga, lingkungan pertemanan, atau pun sekolah.
Tugas psikolog anak termasuk menilai kondisi mental anak dan memberikan diagnosis serta menawarkan solusi bila ditemukan masalah, antara lain lewat terapi. Sebelumnya, psikolog akan melakukan rangkaian evaluasi psikologi, wawancara dan observasi lebih dulu dalam prosedur tersebut. Hal ini tidak hanya dilakukan kepada anak namun juga membutuhkan keterlibatan orangtua atau pun keluarga terdekat.
Psikolog anak menyediakan jasa konsultasi untuk menggali informasi mengenai anak yang menjadi pasien. Dari konsultasi ini, terjalin interaksi yang digunakan psikolog untuk lebih mengenali si anak, termasuk mengetahui latar belakang masalahnya. Psikolog kemudian mendampingi anak untuk menceritakan dan mendampingi anak dalam menyelesaikan masalah yang dialami.
Sering kali anak  sulit terbuka sehingga butuh waktu dalam mengetahui dan mendalami suatu masalah yang dihadapi. Peran orang tua juga dibutuhkan dalam hal ini untuk memberikan informasi mengenai anaknya sehingga Psikolog mampu menemukan dinamika dan gambaran masalah sebenarnya. Kerja sama dan peran serta orangtua memiliki pengaruh yang besar dalam evaluasi psikologis dan juga terapi yang dijalankan.
 
Semua info itu yang membuat sekarang Nisha berada di sini. Dia ingin Naffa benar-benar kembali sembuh apa pun caranya. Walau Nisha sedih, dokter bilang pengobatan kejiwaan ini tak bisa instan seperti sakit batuk. Diberi obat langsung beberapa saat sembuh. Kalau untuk pengobatan penyakit kejiwaan dibutuhkan waktu beberapa saat dan bertahap. Butuh hitungan bulan bahkan ada yang tahunan. Nisha harus benar-benar sabar.
 
Nisha dipersilakan ke ruang sebelah untuk mengisi berkas dengan sangat teliti, dokter akan menemui pasien berikutnya. Cukup lama dia mengisi, karena satu kesalahan data bisa berakibat fatal untuk putrinya.
 
‘Apa aku akan membiarkan dia dipanggil ke sini demi pengobatan Naffa? Kalau aku melarangnya, tentu pengobataan Naffa akan sedikit terhambat. Tapi kalau aku membolehkannya, aku keberatan dia ikut andil terhadap kesembuhan sakit yang Naffa rasakan akibat kelakuannya,’ batin Nisha sambil mengisi data itu. Dia jadi bingung sendiri, Nisha akan sharing dengan ambunya nanti malam.
 

Komentar Buku (62)

  • avatar
    RosdianaDian

    bagus

    05/08/2024

      0
  • avatar
    BaitAhlul

    bagus

    03/07/2024

      0
  • avatar
    putragavin

    lumayan

    29/06/2024

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru