24. Izin Rana

Rana sedang menunggu Kai yang sedang rapat, ia ingin meminta izin agar ia juga diizinkan untuk ikut lembur hari ini. Tapi, ia juga sedangkan memikirkan alasan apa yang pasti bisa meyakinkan Kai tanpa harus tau tujuan sebenernya ia tidak bisa lembur besok.
Sambil terus fokus ke layar komputer didepannya, sesekali pikirannya mengingat momen saat Kai merawatnya saat sedang sakit. Bohong kalau Rana tidak terpesona dengan ketelatenannya saat merawat Rana. Kai begitu sabar dan tulus.
Sadar apa yang ia pikirkan, ia pun mengetuk kepalanya sendiri untuk mengingatkan pikirannya. Ia tidak boleh lupa kalau Kai sudah memiliki anak, ya, Kai sendiri yang bilang bukan. Tidak, jangan sampai ia menjadi alasan rumah tangga orang lain retak.
"Kenapa dengan kepalamu, Ran?" Tegur Kai yang melihat kelakuan Rana sambil terus berjalan ke arah ruangannya.
Tidak lama Rana pun menyusul ke dalam ruangan Kai.
Rana mengetuk pintu dan terdengar perintah, masuk, dari dalam. Rana pun masuk dan mulai mendekati meja Kai. Baru diingatnya beberapa hari ini ia tidak bicara dengan Kai secara langsung.
"Duduk Ran! Ada apa?"
Rana pun duduk langsung menyampaikan maksudnya.
"Oh begini pak, saya dengar tadi Jemin memerintah lembur Wenda dan Pras hari ini. Bisa tidak hari ini saya ikut lembur?"
"Kamu gak capek? 2 hari berturut-turut sudah lembur loh?"
"Justru itu pak, pasti bapak mau nyuruh saya untuk lembur besok kan? Besok saya gak bisa pak."
"Kamu mau kemana memang? Kan kamu bisa bawa pekerjaan ke rumah."
"Gak mau pak, saya sebenernya paling males bawa kerjaan kantor ke rumah kalo gak urgent banget."
"Terus?" Kai tampak menatap Rana lekat. "Memangnya ada apa?"
"Ya, intinya saya gak bisa lembur besok saya ada urusan."
"Bener gak masalah? Udah 2 hari berturut-turut kemarin. Saya ini kasih kamu 1 hari jeda untuk kamu istirahat."
"Itu bukan masalah pak, saya masih bisa mengatasinya." Ucap Rana berusaha membuat Kai yakin.
Kai terlihat mengamati wajah Rana yang terlihat memohon. Ia jadi penasaran apa yang membuatnya begitu ingin ikut lembur hari ini.
Beberapa hari ini pekerjaan memang terasa padat, selain karena akan libur akhir tahun, beberapa karyawan akan mengambil cuti dan membuat pekerjaan semakin menumpuk.
"Kamu bilang kamu ada urusan. Urusan apa yang mengharuskan saya untuk mengizinkanmu tidak lembur besok?" tanya Kai penuh penekanan yang membuat Rana kehilangan kata-kata yang tadi sudah ia rangkai.
"Iya pak, urusan. Emm.. pribadi."
"Kamu mau liburan, Ran?"
"Hah?" Dalam hati ia kaget karena Kai mengetahui tujuannya.
"Iya besok libur panjang, pasti banyak yang menggunakan kesempatan itu untuk liburan."
"Oh iya, benar."
Ada sedikit rasa kecewa saat Kai mengutarakan pernyataannya karena analisa, bukan karena menebak khusus untuk Rana.
"Rencana mau kemana, Ran?"
"Jogja pak." Jujur Rana tanpa sadar.
Rana memang terbiasa jujur, jadi jika ada pertanyaan dengan polosnya ia akan langsung menjawab jujur tanpa berpikir untuk bohong.
"Oh, oke juga ya kalo ke Jogja."
'Kok gue malah ngomong ke Pak Bos si gue mau kemana.' Dalam hati Rana mengutuki dirinya sendiri. Lagi pula sepertinya tau atau tidak taunya Kai tidak ada hubungannya dengan Rana.
'Hei, kenapa Rananta jadi sangat percaya diri seperti ini?'
"Ran?" Panggilan Kai menyadarkan Rana untuk kembali ke alam sadarnya. "Kenapa ngelamun?"
"Eh? Ngelamun?"
"Iya kamu diem aja dari tadi. Kamu sakit lagi?"
"Oh, gak kok, saya gak apa-apa. Jadi gimana pak?" Tanya Rana memastikan.
"Kenapa?"
"Boleh saya izin?"
"Kemana?"
"Ke Jogja." Jawab Rana cepat. "Eh, ngapain saya izin ke Jogja sama bapak si." Sambungnya sambil menghentakkan kakinya salah tingkah. Entah karena dia polos atau karena terlalu bersemangat untuk pergi hingga membuatnya begitu kacau.
Melihat tingkah kikuk Rana, Kai pun tidak tahan untuk tertawa. Sedangkan Rana hanya bingung melihat Kai yang tertawa.
"Kok bapak malah ketawa? Emang ada yang lucu?"
"Yang lucu itu kamu, Ran. Kamu izin sama saya ke Jogja, kalau saya gak ngizinin gimana?"
"Ya bapak tanya kemana.."
Kai menyudahi tawanya dan kembali serius.
"Oke, kita semua lembur aja. Biar besok kalian semua pulang seperti biasa."
"Baik, makasih pak." Rana pun beranjak dari duduknya dan segera keluar setelah berpamitan.
"Kamu mau ke Jogja sama siapa, Ran?" Tanya Kai saat Rana sudah berhasil memegang knop pintu.
"Sama seseorang pak."
"Seseorang? Siapa? Jemin?"
Diam-diam Kai juga penasaran, Rana akan liburan dengan siapa ke Jogja.
"Kok Jemin?"
"Ya, siapa tau kamu mau liburan berdua sama Jemin." Samar memang ada nada menyelidik dan cemburu disana. Tapi Rana tidak menyadarinya.
"Gak pak, saya sama tante saya kok."
Samar Kai tersenyum lega setelah Rana mengatakan dengan siapa dia akan pergi.
"Tante?"
"Iya, sekarang saya punya kerabat yang peduli."
"Dulu?"
"Mereka pasti punya alasan kenapa mereka dulu tidak peduli, pak."
Kai tersenyum penuh arti dan Rana keluar ruangan.
"Yuhuu.... Hari ini kita lembur semua. Jadi besok bisa pulang ontime." Teriak Rana begitu keluar dari ruangan Kai.
"Wihh.. Lo abis ngerayu pak bos, Ran?" Tanya Wenda frontal.
"Hey.. mulut kalo ngomong suka gak di filter."
"Bagus deh kalo hari ini lembur, besok kan jadi balik cepet." Ucap Pras menimpali.
**
Keesokkan harinya, Rana benar-benar terlihat bersemangat. Ya, Rana sangat menantikan hari ini. Ia percaya perjalanannya nanti tidak akan mengecewakan. Ah, baru akan berlibur saja ia sudah bisa melupakan lelahnya akhir-akhir ini. Apalagi kalau setelah liburan nanti.
@ Kubikel Kebakar @
Rahma: Halo gengzzz... Ada yang merindukan aku?
Rana: Hai mbak, apa kabar?
Rahma: Wehh.. Cepet bener balesnya? Gak ada kerjaan?
Rana: Ada, sibuk malah. Tapi yaa.. nyantai dikit boleh lah..
Rahma: Pantesan gak ada yang nyaut lagi.
Rahma: Gue cuma mau ngabarin, gue udah balik dari RS dan bawa si baby. Kalo mau mampir dipersilahkan.
Wenda: Nanti balik gue mampir deh
Pras: Boleh tuh Wen, gue ikutlah
Jemin: Aku ikut sekalian deh, gak ngapa-ngapain juga balik cepet.
Rana: Oke mbak salam ke baby Zi yaa
Rahma: Gue tunggu pokoknya......
*****

Komentar Buku (148)

  • avatar
    Trie Rahayu

    bangkit lebih maju biarpun jatuh berkali kali, yakin dan teruz berikhtiar kebahagiaan itu pasti ada

    17/07/2025

      0
  • avatar
    karismaaprasasti

    bagus

    23/06/2025

      0
  • avatar
    2909Deis

    Baguuusss

    01/05/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru