Lucy merasa seolah dirinya menciut dengan tatapan tiga pasang mata serius yang terang-terangan sedang menghakiminya untuk meminta penjelasan. "Bisa kau ulangi lagi ucapanmu tadi Lucy?" Nick membuka pembicaraan untuk mencari penjelasan dari karyawan di depannya itu. "Kau bilang kekasih Sherly tadi apa? Apa maksud ucapanmu tadi?" tanya Nick lagi. Lucy menggeleng perlahan dengan mimik memelas, berharap agar mereka melepaskannya. Tapi tampaknya itu tidak mungkin, ia sendiri sebenarnya tahu bahwa dirinya sudah tak dapat lolos lagi dari situasi yang sedang dihadapinya sekarang. Dan ia juga sebenarnya masih ragu untuk mengungkapkan rahasia Sherly. "Lucy tolong, katakan apa yang kau ketahui tentang kekasih Sherly. Kau tak ingin Sherly dirugikan oleh orang tak bertanggungjawab yang hanya memanfaatkannya saja kan?" Nick tampak mulai tak sabar. "Kalau kita bisa menolong dan melepaskannya dari genggaman si berengs**k itu, aku mohon bicaralah. Apa kau ingin Sherly celaka?!" desak Nick lagi. "No! Tentu saja tidak, hanya saja Nick, aku telah berjanji pada Sherly untuk tidak membuka mulut tentang Dean." "Walau itu berarti kau dengan sengaja mungkin telah menjerumuskannya pada hal yang buruk?!" "Oh ... Nick, kau membuatku terdengar seperti teman yang buruk" "Benar. Jika kau tak mengatakan apa-apa kau memang seorang teman yang buruk." "Uugh ... oke ... oke..!" walau bimbang, Lucy akhirnya memutuskan untuk menceritakan yang ia ketahui tentang Dean. Ia tak sanggup lagi menghadapi tekanan dari Nick. Lucy menarik napas panjang untuk menghilangkan kegugupannya sebelum ia bercerita. "Sebenarnya, Dean adalah seorang host, ia adalah pria penghibur di Heaven Nightclub bagi para pelanggannya. Siapa saja yang mampu membayarnya tinggi untuk kencan dengannya, pasti akan ia layani. Baik itu pria ... maupun wanita ..." Lucy menjelaskan dengan cepat lalu memejamkan matanya. Ia tak ingin buru-buru melihat reaksi ketiga rekannya begitu selesai mendengar penjelasannya. Ia yakin mereka pasti seolah seperti sedang disambar petir sekarang. Perlahan-lahan Lucy membuka matanya untuk memeriksa efek dari ucapannya tadi. Benar saja, hanya Nick yang tampaknya sudah bisa menguasai jantungnya, berbeda dengan Anthony dan Cecil yang masih mematung dengan mulut menganga karena terkejut. "A ... apa Sherly tahu?" Nick mengusap mulutnya dengan gusar. Lebih karena tercekat dan terkejut oleh pengakuan Lucy yang ternyata masih menyisakan efek shock padanya. "Y ... ya... ia tahu Nick, maka dari itu ia berusaha untuk memenangkan hati Dean." "WHAAT???! Apa kau bilang?!" kali ini Nick terlonjak dari kursinya, ia semakin merasa cemas. "Apa kau yakin?! Apa Sherly masih tetap menyukainya setelah ia tahu semuanya?!" tanya Nick lagi. Lucy mengangguk takut-takut. "D ... dan aku bahkan telah melepaskannya begitu saja karena aku pikir ia benar-benar bahagia! Argh!! Bodohnya aku!!" teriak Nick kesal. Tanpa sadar beberapa pengunjung restoran yang ada disekitar mereka refleks menatap meja mereka. Rupanya umpatan Nick menarik paerhatian disekitarnya. "B ... bos ... tenanglah, kita sedang berada di tempat umum, jika mungkin kau lupa" Anthony akhirnya buka suara lagi setelah pulih dari keterkejutannya. "Bisakah kau perjelas lagi? Di mana tadi Dean bekerja? Dan apa saja yang sudah Dean manfaatkan dari Sherly?" ulang Nick dengan dada bergemuruh. "Heaven Nightclub. Dan maaf Nick, aku tak tahu banyak. Hanya suatu malam Sherly pernah datang padaku dengan sedih dan menangis saat ia tahu tentang Dean. Dan walau begitu ia berkata akan mencoba memenangkan hati Dean dan menerima Dean apa adanya karena ... karena ia mencintainya. Itu saja yang yang aku tahu." "Dan kau bahkan tak bercerita padaku Lucy?!" protes Cecil yang kemudian ikut-ikutan kesal. "Itu karena aku terpaksa. Kau pikir mudah bagiku untuk memendam semua ini? Aku pikir jika Sherly merasa bahagia aku pun akan mendukungnya apa pun keputusannya." ucap Lucy membela diri. "Bahkan dengan misi membawa Dean ke atas tempat tidur sekali pun?!" tanya Cecil tak percaya. Nick membelalakkan matanya begitu mendengar penuturan Cecil. "D ... dia apa?!!! Apa maksudmu?!" "Mm ... sebenarnya, ah entahlah belum tentu Sherly berhasil juga. Yang pasti, ia sudah bertekad untuk berusaha menarik perhatian Dean. Ia akan melakukan beberpa cara untuk itu. Yah, mm wa ... walau itu artinya ia harus memancing Dean untuk ... ehm, yah kau tahu maksudku ..." ucap Lucy takut-takut. "Da***!!!!" umpat Nick. Ia memijit keningnya dengan frustasi. Ia segera meraih ponselnya dari kantung. "Aku bersumpah akan menendang parasit itu dari kehidupan Sherly!" dengan geram Nick menekan nomor tujuannya. Tekadnya terlihat jelas pada raut wajahnya. Tak beberapa lama kemudian sambungan teleponnya terjawab. "Sherly, di mana kau sekarang? Bisakah aku menemuimu?" ada jeda sejenak sebelum akhirnya Nick berkata lagi, "Oke, jika kau keberatan, bagaimana jika kau yang menemuiku? Ada hal penting yang harus kita bicarakan. Tidak ... bukan hanya aku, tapi KAMI semua. Datanglah ke apartemenku, kami menunggumu." Raut wajah Nick kembali serius, ia mengerutkan alisnya dengan dalam. "Guys, ayo kita ke tempatku. Sherly akan menemui kita di sana. Sebisa mungkin malam ini kita harus berhasil membujuk dan menyelamatkannya dari si parasit Dean itu. Kita harus membantunya untuk menendang jauh-jauh pria tak berguna itu dari hidup Sherly." tegasnya berapi-api. Ketiganya mengangguk mantap. Hanya Lucy yang setelahnya merasa bersalah karena telah membongkar rahasia Sherly malam ini.
***** Sementara itu... Sherly bimbang setelah menerima telepon dari Nick. Ia merasa sedikit cemas karena sepertinya Nick akan membicarakan hal penting. Lebih dari itu, ia bilang rekan-rekannya yang lain juga akan berada di sana. Ada apa sebenarnya? Suara Nick tadi juga terdengar begitu serius. Sherly bertanya-tanya dalam hati, ia takut sesuatu yang buruk benar-benar terjadi seperti yang firasatnya rasakan. Beberapa menit yang lalu Dean kembali ke kantornya karena ada hal mendesak yang harus ia lakukan. Dan sekarang Sherly kembali sendirian di rumah. Sherly tadi menolak Nick untuk datang menemuinya karena ia tak ingin siapa pun mengetahui kediaman Dean jika Dean sendiri belum mengizinkannya. Ia hanya takut salah langkah. Karena dengan profesi Dean, bukankah sudah seharusnya ia menjaga informasi apa pun yang sifatnya pribadi dan rahasia? Sherly segera berganti baju dan menyambar tas kecilnya. Ia mengenakan celana jeans longgarnya, tapi ia tetap memakai kemeja Dean sebagai atasannya. Sherly mengetik pesan singkat pada Dean untuk memberitahukan keberadaannya agar Dean tidak cemas saat mengetahui dirinya tak di tempat. Setelahnya, ia memakai sepatu bootsnya dan segera keluar. Hanya butuh waktu beberapa menit sampai taksi yang ditunggunya lewat. Kondominium Dean yang memang berada pada jalur ramai dan sibuk, memudahkannya untuk segera mendapat tumpangan. Sherly menyebutkan alamat Nick dan taksi segera meluncur ke kediamannya.
____****____
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
Komentar Buku (117)
Jasmine
Hai ... hai ... selamat membaca kisah romantis Sherly dan Dean ya, tentu saja dengan bumbu-bumbu kocak lainnya. Semoga kakak-kakak pembaca dapat menikmatinya... 💖🥰 follow author untuk dapat pemberitahuan upadate bab terbaru... terima kasih... Luv... Luv...💖💖
31/03/2022
5
Mamyko
Ini kocak, asli ... hhaha... masi inget bget aku pas Sherly ny.... hihi😝😝 untung dah masuk sini, aku mau baca sampe tamat!
30/03/2022
4
KERTASKEMBANG
penasaran dengan apa yang ingin dilakukan Dean. mungkinkah dia punya maksud terselubung, dengan tidur di rumahnya Sherly?! 🤔
semangat menulis, Kak Thor ...
Hai ... hai ... selamat membaca kisah romantis Sherly dan Dean ya, tentu saja dengan bumbu-bumbu kocak lainnya. Semoga kakak-kakak pembaca dapat menikmatinya... 💖🥰 follow author untuk dapat pemberitahuan upadate bab terbaru... terima kasih... Luv... Luv...💖💖
31/03/2022
5Ini kocak, asli ... hhaha... masi inget bget aku pas Sherly ny.... hihi😝😝 untung dah masuk sini, aku mau baca sampe tamat!
30/03/2022
4penasaran dengan apa yang ingin dilakukan Dean. mungkinkah dia punya maksud terselubung, dengan tidur di rumahnya Sherly?! 🤔 semangat menulis, Kak Thor ...
30/03/2022
5Lihat Semua