Benar kata orang, jangan melihat sesuatu dari covernya. Kini, Miss Helly merasa sangat amat bersalah karena telah menyepelekan makanan yang ia pesan tadi. Dirinya kini malah ingin menambah dan menambah lagi ke makanan yang ia pesan tadinya. Entah kenapa, napsu makanya meningkat akhir-akhir ini. Mungkin saja, efek bahagia karena sang suami akan pulang dari dinasnya besok pagi? Mungkin .... Karena hati kecilnya juga ragu. Sungguh makanan yang ia pesan kali ini memang benar-benar nikmat. Godaan setan tentang makanan memang tak akan ada habisnya. Iga Soup, hmmm. Kenapa rasanya sangat nikmat jika dibandingkan dengan rasa-rasa yang sudah ia pernah rasa sebelumnya. Kenapa kali ini sungguh-sungguh nikmat rasanya? Menggugah selera. Kenapa hidupnya selalu penuh godaan, Ya Rabb? Miss Helly atau yang memiliki nama asli Hellyana itu mengangguk dan tersenyum berkali-kali kala merasakan nikmatnya Iga Soup yang ia pesan tadi. Rasanya sangat-sangat nikmat. Melebihi nikmatnya memandang sesuatu yang indah saja enak nya. “Beef steak mu enak, Al?” tanya Miss Helly pada anak didiknya. Beef steak milik Alyra terlihat tak kalah menggoda juga. Bukankah ia boleh makan lebih dari satu? Tapi, apakah hal itu akan diperbolehkan? Entahlah ..... Alyra mengangguk dengan antusias. “Sangat-sangat enak, Miss. Kok Miss Helly bisa tahu kalau beef steak yang Alyra pesan sangat enak?” tanya gadis itu. Tanpa sadar, Miss Helly menelan ludahnya kasar. Kenapa ia jadi ingin memakan beef steak milik Alyra juga. Ahhh, kenapa semuanya merepotkan? Kenapa? Hahhhh, dunia ini tak adil. “Pesan minuman lagi yuk, Al,” ajak Miss Helly pada anak didiknya yang malah terlihat seolah tak peduli dengan apa yang dirasakan oleh Alyra. “Kamu tidak kepedasan, Al?” tanya Miss Helly spontan. Dengan jujur, Alyra menggeleng. Yang di mana, gelengan kepala itu justru membuat Miss Helly mengernyit heran. Gadia itu benar-benar terlihat baik-baik saja. Apakah gadis itu benar-benar merasakan rasa gurih saja dalam panggangan daging ini? Huh, mengagumkan! Tring .... Miss Helly menekan bel lonceng khusus untuk memanggil pelayan agar tidak perlu berteriak-teriak seperti orang gila dipinggir jalan. Dan beberapa detik kemudian .... Pelayan itu datang dengan santai. Bahkan terkesan tidak tergopoh-gopoh atau terburu-buru oleh waktu sama sekali. Dan ya, Miss Helly salut dengan apa yang pelayan itu sampaikan. Sangat-sangat terkesan santai. “Ada menu pesanan lain, Nyonya?” tanya pelayan tersebut mengulas senyum riang. “Dia manusia kan?” tanya Miss Helly dalam hati. “Saya manusia, Nyonya,” ucap pelayan itu santai. “Ka-kamu, bisa membaca ucapan hati seseorang?” netra Miss Helly membelabak. Pelayan itu menggeleng seraya tersenyum ramah. “Saya manusia biasa, Nyonya. Mohon pikiran macam-macam yang sudah anda pikirkan hilangkan dari batin akal anda,” kata pelayan itu mulai melatkkan menu makanan yang ia bawa di meja Miss Helly juga Alyra. “Silakan dipesan, Nyonya,” ucapnya lagi. “Kamu pesan apa lagi, Al?” tanya Miss Helly menawari anak didiknya tersebut untuk memilih. Alyra mendongak, menatap Miss Helly dan buku menu bergantian. “Tambah banana rool smootie saja,” kata Alyra. Menuturkan apa yang ia mau dengan sangat hati-hati. “Baik, banana rool smootie dan blueberry ice saja,” Pelayan itu mengangguk. Miss Helly tersenyum lega saat pelayan itu sudah menjauh dari pandangannya. Saat ada di dekatnya tadi, Miss Helly merasakan de javu yang sangat-sangat amazing. Mungkin saja, karena wajah pelayan itu telah mengingatkannya pada lelaki yang ia sukai dulu kala. Atau jangan-jangan, pelayan tadi itu anak lelaki yang pernah ia sukai dulu? Rasanya tidak mungkin! Sangat-sangat tidak mungkin! “Miss melamun?” tanya Alyra seraya menyentak jemari Miss Helly pelan. Miss Helly mengangguk dan menggeleng. Kemelamunan yang hqq ya, Miss? “Lain kali kita harus makan seperti ini sih, Al!” desak Miss Helly riang. Alyra mengangguk dan mengulas senyum riang. “Tapi, lain kali kita harus bayar sendiri-sendiri, Miss!” deru Alyra. Kalau seperti ini terus, Miss Helly bisa bangkrut dong! “Boleh juga,” timpal Miss Helly acuh. “Miss tadi memesan biar Alyra yang ambil ya,” ucap Alyra hati-hati. Pasti kalau Miss Helly yang ambil, pasti nanti Miss Helly yang bayarkan. Tidak, ini tidak boleh terjadi. “Biar Miss Helly ambil sendiri saja,” jawab Miss Helly riang. Seru an dari Miss Helly yang riang membuat Alyra bungkam. Setelah Miss Helly bangkir dari duduknya, Alyra pun terfokus mengiris dan memakan beef steak yang ia pesan dan dibayarkan Miss Helly tadi. “Pantas saja mama sama papa mau beli langsung ke sini terus. Nanti mama sama papa aku pamerin ah,” celetuk Alyra jahil. “Aku foto saja, nanti setelah itu, aku kirim di nomor papa dan mama. Panas, panas deh tuh kalian. Siapa suruh kalian bakal pergi tanpa Alyra?” seloroh Alyra ketus. ‘Cekrek,’ Suara jepretan foto yang berhasil kini terdengar di indra pendengaran gadis itu sendiri. Bayangan kegemasan di wajah mama dan papanya sudah memenuhi ingatannya. “Alyra, alyra. Ternyata kamu sangat-sangat jahil ya,”lirihnya seraya tertawa pelan. Dia tidak sabar melihat wajah sang mama dan papanya nanti. Pasti mereka akan merasa iri dengan anak semata wayangnya yang telah berhasil makan di restoran yang sudah mereka tuju selama ini. “Gurih, agak pedas, dan segar. Beef steak nya pasti nampol enak banget kalau dicocolin ke saus tomat.” Gadis itu memberenggut sebal kala mengingat bahwa dirinya mempunyai alergi untuk mengkonsumsi saus tomat meskipun dalam bentuk makanan yang ia sukai sekalipun. Pasti enak, manis, tidak pedas, dan menyegarkan tenggorokan. Pasti! Itu adalah hal pasti! Benar bukan?! “Saus tomat, dengan beef steak yang aku iris tipis. Wuihh, rasanya pasti mantap tuh. Boleh lah ya, kalau aku besok-besoj nyoba makan junk food dengan saus tomat saja,” ucapnya pelan. Kalau sampai dunia mengetahui ucapan Alyra yang pelan itu. Pasti sesisi dunia akan menertawakan Alyra bagaimanapun caranya. Karena, Pada dasarnya, orang yang memiliki alergi dengan hal tertentu. Pasti lah hal tertentu itu yang akan diincar orang yang seharusnya menghindari hal tertentu tersebut. Ingatlah! Bagi beberapa orang termasuk Alyra, larangan adalah sebuah tantangan tersendiri bagi orang yang memantangi hal tersebut. Alyra sedang menghela napas kasar kala menyadari tangannya tercekat oleh situaai yang tidak kondusif. Kaktus! Jemari alyra tertusuk daun-daun kaktus yang berupa duri-duri kecil tersebut. Payah! Alyra payah! Dalam sehari saja ia sudah mencari-cari masalah bagi dirinya sendiri lebih dari satu kali. Sebenarnya kamu tuh manusia dari planet mana sih, Al? Sepertinya dilihat-lihat kok semua yang kau lakukan tak pernah normal sepertinya! Ke mana dirimu yang dulunya hati-hati tersebut, Alyra?!
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
cerita menarik
04/07/2025
0bagus kak
14/06/2025
0bagus banget
03/04/2025
0Lihat Semua