Mak Jiny pulang ke rumah dalam keadaan yang kotor dengan wajah yang masih penuh dengan noda saus cilok. Berulang kali wanita itu membersihkan dengan lengan bajunya yang panjang. “Mak! Emak abis ngapain?” tanya Juju yang tampak penasaran. “Diam lu, Ju! Emak lagi kesel!” cantas Mak Jiny. Perempuan paruh baya itu begitu murka. Bagaimana tidak, niat hati ingin membuat masalah kepada mantan suaminya, tetapi malah dia sendiri yang mendapat kesialan. “Aduh, mana muka panas banget kena saus!” ujarnya sambil membasuh wajahnya dengan air kran. Sang Emak sedang bergumam dengan nada penuh amarah, Juju hanya bisa diam dengan perasaan heran. Akhirnya dia memilih untuk pergi meninggalkan rumah. Ia menghampiri sahabatnya yang bernama Patria. “Pat! Patria!” panggil Juju sambil mengetuk pintu rumah. Ceklek! Patria membuka pintu rumahnya. “Ada apa, Ju?” “Lagi pengen main aja. Sekalian mau tanya soal cewek yang kita lihat kemarin,” ujar Juju. “Cewek yang kemarin?” Patria langsung terdiam, sambil mengingat peristiwa kemarin ketika berada di pinggir sungai. Dalam bayangannya, tampak wajah seorang gadis yang keluar dari dalam sungai. Senyumnya merekah dihiasi dengan gigi yang kuning-kuning bak lapisan emas, alisnya tebal hitam legam bak ulat bulu, ditambah tompel di pipi, dan disempurnakan oleh kulit yang kusam karena kelebihan daki. Seketika Patria mengerutkan kening dan bergidik merinding. “Amit-amit Jabang Bayi!” ujar Patria sambil mengetuk keningnya tiga kali. “Lu kenapa, Pat?” tanya Juju yang heran. Patria langsung mengerjapkan kelopak matanya dengan cepat. “Eh, enggak kok!” Patria berpura-pura biasa saja. 'Gue gak boleh bilang ke Juju kalau cewek yang kemarin jelek banget. Biarin Juju tetap negajar-ngejar tuh cewek! Makan tuh anaknya Abah Rene!' bicara Patria di dalam hati. “Pat! Elu kenapa sih? Kok dari tadi aneh banget? Perasaan banyak melamun?” tanya Juju sekali lagi. “Eh, sori Ju! Gue cuma keingat sapi gue!” jawab Patria. “Sejak kapan elu punya sapi?” “Ah, gak penting soal sapi. Elu tadi nanya soal cewek yang kemarin, kan? Entar biar gue bantuin elu buat dapatin dia!” “Wah,serius lu, Pat? Mau bantuin gue?” “Serius dong! Besok gue usahain supaya kalian bisa ketemu!” “Wah, serius?! Ketemuan di mana enaknya, ya?” “Di mana aja, yang penting jangan di kuburan!” “Ah, Pat! Elu mah bercanda mulu!” “Yaudah, kalian ketemuan di sungai lagi aja. Besok biar gue yang atur deh!” ucap Patria meyakinkan Juju. Juju pun juga percaya dengan ucapan Patria. Bahkan pemuda itu tampak antusias untuk melakukan kencan pertamanya dengan gadis cantik yang ia lihat kemarin. Sungguh, Juju begitu polos, sampai tak sadar jika dia sedang dibohongi oleh Patria. Mungkin reaksi ia akan berubah dalam sekejap mata, andai dia tahu bahwa gadis yang ia lihat kemarin adalah saudari tirinya sendiri. Seorang gadis yang sangat ia benci, dan bahkan untuk bertemu di dalam khayalan saja ingin ia musnahkan dengan geranat. *** Hari yang ditunggu telah tiba. Patria telah mempersiapkan semuanya. Ia sudah berunding dengan Marpuah, dia juga sudah berhasil membujuk Marpuah untuk berdandan cantik seperti dua hari yang lalu. “Puah, gila lu cantik banget kalau begini. Andai wajah lu aslinya begini, pasti gue udah jadiin elu pacar gue!” ucap Patria memuji Marpuah. “Ih, Patria! Puah memang cantik sejak dalam kandungan. Mujinya jangan berlebihan deh!” sahut Marpuah dengan senyuman manisnya. “Please, gue nyesel banget udah muji elu! Rasanya lidah gue kayak udah kena kutukan!” Patria menghela napas begitu berat. “Dasar, Makhluk Astral,” makinya dengan pelan. “Udah buruan! Jangan banyak cincong! Buruan ke sungai, dan ingat apa kata gue tadi, bilang kalau nama elu 'Salsa' bukan 'Marpuah!'” pesan Patria pada Marpuah. Gadis itu menganggukkan kepalanya. Dan mereka pun menuju ke arah sungai yang kemarin. Soal keindahan sungai itu tak perlu diragukan. Karena tempatnya benar-benar asri, dan air sungainya sangat bersih. “Marpuah, tuh temen gue udah ada di sana! Samperin gih,” suruh Patria sambil menunjuk ke arah Juju yang sedang duduk. “Ih, itu bukanya Juju ya?” tanya Marpuah. “Iya, Juju kan teman gue. Dan dia naksir sama elu!” jawab Patria. “Ah, gak mau! Dia itu kakak tiri aku, masa mau jadi pacar aku? Ya gak boleh dong, Pat!” protes Marpuah. “Udah gak apa-apa, lu deketin aja dia. Siapa tau dengan begitu, elu dan Juju jadi akur. Selama ini elu kan pengen baikan sama Juju, kayak adik dan kakak gitu, kan?” “Iya, sih ....” Marpuah menganggukkan kepalanya. Ucapan Patria rupanya mampu membuat Marpuah percaya. Bahwa dengan ia mendekati Juju, hal ini bisa membuat hubungan dia dengan Juju akan membaik. Karena selama ini Juju sangat membenci Marpuah. Begitu pula dengan Mak Jiny, pokoknya mereka berdua sangat anti berdamai dengan keluarga Marpuah. “Gini ya, Puah. Elu nyamar jadi Salsa, dan buat Juju jatuh cinta. Kalau sudah jatuh cinta, elu suruh Juju supaya baikan sama Marpuah. Pasti tu anak bakalan nurut, karena kalau sudah jatuh cinta si Juju itu suka blo'on!” tutur Patria. Marpuah manggut-manggut saja mendengar ucapan Patria, lalu ia pun melancarkan aksinya. Ia mulai memasang senyuman yang menawan untuk menemui Juju. Namun baru satu langkah ia berjalan, Patria kembali memanggil Marpuah. “Puah,” “Iya, apa lagi, Pat?” “Senyumnya jangan lebar-lebar,” “Loh, memangnya kenapa?” “Gigi lu ada cabenya,” jawab Patria. Marpuah langsung merogoh saku bajunya, untuk mengambil cermin kecil di dalamnya. Dia langsung mengecek bagian giginya dan membuang kulit cabe itu. “Padahal, ini yang bikin manis,” gumamnya. ***** “Ju!” panggil Marpuah. Dan pemuda itu pun langsung menoleh. “Eh, cewek cantik yang kemarin,” bicara Juju pelan. “Tenyata Patria gak bohongin gue,” raut wajah Juju begitu sumringah. “Hai, nama kamu Juju, kan?” tanya Marpuah seraya mengulurkan tangannya. “Iya, bener! Nama kamu siapa?” sahut Juju menyambut tangan Marpuah. “Aku Salsa,” jawab Marpuah. “Wah, nama yang sangat cantik, mirip orangnya!” puji Juju. Sifat alamiah Juju yang seorang playboy cap kuda terbang, serta yang di tubuhnya mengalir darah buaya darat, dari Abah Rene pun mulai bergejolak. Bersambung.
Unduh Novelah App
Anda dapat membaca lebih banyak bab. Anda akan menemukan cerita-cerita hebat lainnya di Novelah.
bguss
07/05/2025
0the hell marpuah😭
19/03/2025
0novel benaran rupiah masuk aplikasi Dana saldo
22/02/2025
0Lihat Semua