
Guruku Istriku
hanya engkau16Berkelanjutan
109816 kata-kata
Ikhtisar
|Katalog
- Tag(s):
- Kecantikan
- Kampus
- Drama
Krisna Alko seorang remaja siswa SMANDEL yang memiliki wajah tampan, ganteng, pinter, namun juga playboy dan rada-rada nakal. Dia suka mempermainkan banyak perempuan. Dia juga suka berbuat mesum dengan banyak perempuan di dunia maya dan perempuan di media sosial. Di sekolahnya dia jatuh cinta dengan guru baru yang berkarakter lembut. Putri Rahayu namanya. Bagaimanakah kisah cinta beda usia antara guru dan murid ini? Apakah Krisna benar-benar serius mencintai Putri Rahayu? Apakah Putri Rahayu bisa tulus menerima cinta Krisna? Lalu bagaimana pula dengan perempuan-perempuan dunia maya yang selama ini terkena bujuk rayu Krisna? Termasuk mereka yang diporoti uangnya atau yang hanya dimanfaatkannya di bidang yang lain? Semuanya akan dikupas tuntas dalam I Love You Bu Guru.
Pembaharuan Terakhir
Pilihan Editor
Rekomendasi
Komentar Buku (659)
- Total: 115
Bab 1 Ibu Guru Cantik (1)
Krisna Alko adalah seorang pemuda tampan yang tengah duduk di kelas XII SMANDEL. Karena keBab 2 Bu Guru Cantik (2)
Bab 2. Ibu Guru Cantik (2)
Sinar matahari pagi itu, menerobos masuk ke celah-celah jendela kaBab 3 Krisna Cowok Playboy
Putri Rahayu tampak gelisah. Perempuan itu menghembuskan nafas kesalnya. Sepertinya dia baru sajaBab 4 Mengantar Pulang Bu Guru
Bel yang menandakan pulang sudah berdering sekitar satu jam lalu, tetapi Putri Rahayu masih tetaBab 5 Obrolan di Cafe
Alko Cafe merupakan cafe yang cukup mewah yang diidolakan remaja dan anak-anak muda karena hargaBab 6 Ingin Nikah Muda
Entah mengapa hari itu, Putri Rahayu kelewat kesal pada Krisna. Terlebih setiap kali mengingat tBab 7 Semuanya Berawal di Sini
"Selamat pagi, Ayah. Selamat pagi, Ibu," sapa Putri Rahayu sambil menuruni tangga. Sesekali ia mBab 8 Pergi ke Mall
Putri Rahayu dan Elena sedang berada di apartemen Ganis. Tapi sayang, Ganis baru bangun tidur daBab 9 Sebuah Pilihan Yang Sulit
Setelah satu jam lebih terjebak macet, akhirnya Putri Rahayu sampai juga di halaman rumahnya. DiaBab 10 Sebuah Keputusan
Keesokan harinya, Krisna masih memikirkan permintaan kedua orang tuanya ketika bertemu dengan keBab 11 Kenapa Harus Janda?
Hari ini Putri Rahayu memutuskan untuk masuk kembali ke sekolah setelah beberapa hari ia memiliBab 12 Rika
Dengan motor sportnya, Krisna menyusuri jalan raya. Penampilannya sangat memesona sekali, memakBab 13 Mengantarnya Pulang
Putri memundurkan posisi duduknya ketika ada di atas motor gagah miliknya Krisna. Krisna, tadi tiBab 14 Bolos Sekolah
Dengan mengenakan seragam sekolahnya dan tas di bahu kanan, Krisna berjalan menuruni tangga. TomBab 15 Pertemuan Keluarga
Pertemuan keluarga kembali terjadi. Kali ini yang menjadi tuan rumah Tomy dan Ketryn. PertemuanBab 16 Fitting Baju Pengantin
Krisna dan Putri Rahayu sedang melakukan fitting baju pengantin di butik milik Ketryn. Sehabis jBab 17 Alhamdulillah Sah
Hari itu merupakan hari terpenting dalam sejarah kehidupan Krisna dan Putri Rahayu. Hari bersejaBab 18 Status Baru
"Krisna, ayah berdoa dan berharap supaya kamu bisa menjadi suami dan imam yang baik buat Putri.Bab 19 Suasana Pengantin Baru
"Mereka di mana, Bu?" tanya Hendro karena tidak melihat Krisna dan anaknya di meja makan.
"Itu,Bab 21 Pergi ke Cafe
Sebagai pengantin baru dengan lingkungan baru dan suasana baru membuat Krisna harus kembali beraBab 22 Keributan di Cafe
Meskipun Krisna dan Putri sudah resmi menjadi suami istri, namun suasana canggung tetap menyelimuBab 23 Menunggu Sang Suami
"Wah, ini serius ruang kelas Krisna dan teman-temannya? Bu Rahayu, apa yang sudah ibu lakukan pada aBab 24 Cincin Kawin
Senja itu, Putri menikmati keindahan warna langit yang berubah warna kemerahan. Hati Putri menjadi tBab 25 Terlambat Masuk
Kring!!!
Hari itu, Krisna masuk sekolah dengan status sebagai suami dari guru dan wali kelasnya membeBab 26 Muncul Permasalahan
Tak terasa pernikahan Krisna dan Putri Rahayu sudah berjalan satu minggu. Selama itu pula, hari-hariBab 27 Keinginan Tinggal di Rumah Sendiri
Tak ada pilihan lain bagi Krisna, sepulang sekolah ia terus memikirkan jalan keluar terbaik untuk meBab 28 Izin Pada Mertua
Setelah menikmati makan malam, keluarga Putri berkumpul di ruang keluarga. Mereka terlihat kompak seBab 29 Krisna Terluka
"Woy, lagi ngapain lo?" tanya Bagus sambil menggebrak meja Putra.
"Kampret lo!" seru Putra ketika tulBab 30 Nasihat Seorang Sahabat
Bagus dan Putra mengantar Krisna pulang. Bagus mengendarai motor Krisna, sedangkan Krisna ikut di moBab 31 Boleh Pegang Tidak?
Di dalam hati, Putri merasa bersalah ketika melihat suaminya merasa kesulitan mengoleskan salep padaBab 32 Berkunjung ke Rumah Mertua
"Ibu, Putri sama Krisna pamit, ya? Jangan lupa ibu datang ke rumah baru kita!" ucap Putri sambil memBab 33 Jangan Sentuh Milikku
Krisna menyipitkan matanya ketika melihat istrinya sedang berbicara dengan salah satu guru di sekolaBab 35 Salah Memilih
Sepulang sekolah Krisna langsung menemui ibunya yang bersikap dingin pada Putri. Krisna juga bilaBab 36 Ada Apa Dengan Putri?
Setibanya di rumah, Putri langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Mestinya ia sudah bisa mengBab 37 Kecupan Putri
Tok.... Tok......
Lamunan Putri dibuyarkan oleh suara ketukan pintu dari luar. Putri berjalanBab 38 Nasi Goreng
Bu Dini menepuk punggung Krisna. Dia sangat yakin siswanya ini akan sanggup membawa medali pulang.Bab 39 Turnamen Basket
Seperti yang sudah disepakati dari awal, setelah selesai mengikuti Lomba Mata Pelajaran dan AlhaBab 40 Memenangkan Pertandingan
"Apa kalian sudah siap?" tanya pelatih basket mereka.
Hari ini memang perwakilan dari SMANDEL sudah sBab 41 Pagi Yang Melelahkan
Putri minta diturunkan di jalan yang masih jauh dari sekolah. Dengan berat hati, Krisna menuruti keiBab 42 Dilanda Cemburu
Putri segera bergegas pergi ke ruang guru. Dia harus bersiap-siap untuk mengajar. Namun, di saat iaBab 43 Semua Tentang Kamu
"Tapi tetap saja, kamu mau diboncengin sama Pak Gunawan, tapi sama aku...." Krisna memalingkan wajahBab 44 Semua Tentang Kamu (2)
"Memang kamu tahu makanan kesukaan aku?" tanya Putri.
"Tentu saja aku tahu. Semua tentang kamu aku taBab 45 Fantasi Liar
Krisna terkejut, namun bukan karena Putri menabrak tubuhnya melainkan handuk yang masih melilit di pBab 46 Bekas Gigitan
Tidak ada jawaban atau tanda-tanda Putri akan membuka pintu. Krisna terus mengetuk pintu, dia melakuBab 47 Pengaman
Putri terdiam, mendengar pernyataan suaminya membuatnya semakin merasa bersalah. Bagi Putri, ucapanBab 48 Nasihat Seorang Ibu
"Kenapa, Put?" tanya Krisna.
"Aku tidak pandai memasak, Put," ujar Putri sedikit kikuk. "Aku tidak liBab 49 Ayam Kecap
Krisna dan Putri sudah tiba di rumah. Langsung saja Krisna membawa belanjaan ke dalam dibantu oleh PBab 50 Menagih Janji
"Dik, tidur ya, belum saatnya kamu keluar. Aku belum bisa menjinakkan pawangmu. Kalau sudah, nanti kBab 51 Semakin Kagum
Setelah Salat Isya, Putri memilih untuk berdiam diri di dalam kamar, duduk selonjoran di atas tempatBab 52 Merasa Diabaikan
Putri mendelik, namun ia tetap memeluk Krisna.
Cup!
Krisna mencium sebelah pipi Putri, refleks Putri lBab 53 Merasa Bersalah
Pesan WA yang dikirim oleh Putri belum juga dilihat oleh Krisna dan hal ini membuat Putri semakin ceBab 54 Mulai Terbiasa
Menyadari akan posisinya yang begitu intens, Putri buru-buru bangkit dari pangkuan Krisna. "A... AkuBab 55 Perkelahian Krisna
"Bu Rahayu, saya perhatikan belakangan ini bekal Bu Rahayu berbeda, terlihat lebih menggoda sepertinBab 56 Sebagai Istri Atau Sebagai Guru?
"Kris, kamu bisa jelaskan apa yang terjadi sehingga kamu memukul ketiga temanmu itu?" tanya Pak DoniBab 57 Karena Membela Istri
Tak lama kemudian, Putri sudah mengganti pakaian rumahan dan kembali duduk di dekat Krisna dengan poBab 58 Pura-pura Tidur
Krisna menunduk dengan wajah polos. "Maaf, kamu pasti kecewa sama aku kan?"
"Hemmm, sedikit. SebelumBab 59 Menggigil Kedinginan
"Put!"
Putri terperanjat ketika melihat ternyata Krisna ada di dapur, karena dia sama sekali tidak meBab 60 Merasa Khawatir
Kini, dua lapis selimut sudah membungkus tubuh Krisna. Badannya panas, tapi Krisna justru mengeluh dBab 61 Sakit Membawa Berkah
"Nggak ah, beneran aku nggak apa-apa Put, kamu ngajar aja. Aku hanya minta dimandiin sama kamu aja."Bab 62 Seblak dan Es Boba
Putri membuka pintu rumah, tetapi sepi seperti tidak ada orang.
"Assalamualaikum alaikum. Kris, aku pBab 63 Pakaian Wajib
Krisna diam-diam memasukkan sendok ke dalam mangkuk berisi seblak. Namun, langsung mendapatkan cubitBab 64 Karena Ulah Gunawan
Selama menjalani masa hukumannya dari sekolah, Krisna tidak keluar rumah selain pergi Alko Cafe miliBab 65 Karena Cemburu
Melihat Putri yang seperti ingin menangis membuat Krisna menjadi gelagapan. Dia tidak menyangka, jikBab 66 Nonton Berdua
"Tadi aku iseng buat bakso, semoga kamu suka, Put. Sekaligus aku ada rencana untuk tambah menu baksoBab 67 Kehilangan Dompet
Awalnya Krisna masih terlihat biasa saja, namun beda dengan Putri, dia dari tadi sudah melingkarkanBab 68 Pertemuan Dengan Gunawan
Krisna dan istrinya masih terus berusaha mencari, siapa tahu saja masih bisa ditemukan, meski rasanyBab 69 Puisi Cinta
Putri dan Krisna masih betah berlama-lama di ruang tengah. Mereka memilih untuk nonton televisi.
"PutBab 70 Menyaksikan Pentas Seni
Krisna menghela nafas, "Malam ini sial sekali aku, sudah ditolak cinta, kehilangan dompet, eh ketemuBab 71 Memata-matai Suami
"Bu Rahayu, apakah melihat sesuatu?" tanya Bu Dini menyadarkan lamunan Putri.
Putri menoleh, "Ah, tidBab 72 Banyak Wanita Mendekati Suamiku
Karena tidak ingin ketahuan suaminya, Putri langsung menarik lengan Bu Dini untuk keluar dari toko tBab 73 Istriku Jauh Lebih Penting
"Lah kok cuma satu, Kris? Buat kamu mana?" tanya Putri ketika suaminya hanya membawa satu porsi nasiBab 74 Takut Pada Tikus
Putri sama sekali tidak merasa marah, justru ada senyum yang tersungging di sudut bibirnya dan melihBab 75 Terjatuh di Kamar Mandi
"Put!" panggil Krisna. Krisna melihat Putri yang menekuk kakinya sambil memeluk kakinya.
"Kris!" pangBab 76 Ada Yang Aneh Sama Bini Lo
"Sudah Put cukup, aku tidak apa-apa," ujar Krisna sedikit menepis tangan Putri.
"Kenapa? Aku hanya inBab 77 Di Bawah Pengaruh Obat
Krisna segera mengikuti arah pandang Putra dan ternyata benar, Putri seperti tidak nyaman dengan posBab 78 Di Bawah Pengaruh Obat (2)
Pak Gunawan mulai mengendus ceruk leher dan telinga Putri. Dari bagian ketiak, Pak Gunawan bisa mencBab 79 Lo Tahu Jawabannya!
Setelah hampir dua jam berendam dalam air dingin, akhirnya Krisna mengangkat tubuh Putri. TangannyaBab 80 Akhirnya Keduanya Menyatu
Krisna menatap kosong pada televisi yang ada di hadapannya. "Nggak bisa!"
"Gue lebih sarankan pada LoBab 81 Kamu Istriku
"Saya sudah pernah bilang, jangan pernah sentuh saya di luar batas toleransi! Kamu sama sekali tidakBab 82 Mencari Putri
Krisna mendengar semua yang diucapkan oleh Putri. Hatinya terluka. Dia tidak menyangka Putri bisa meBab 83 Butuh Waktu
Satu minggu sudah berlalu, namun keberadaan Putri belum juga diketahui. Krisna bukannya tidak mencarBab 84 Mengikuti Istri Sendiri
"Kris."
Panggilan itu mengalihkan atensi Krisna dan Clara. Wanita itu tampak setengah berlari untuk mBab 85 Pertemuan Yang Tidak Disangka
Mau tidak mau, hari ini Krisna harus pergi ke sekolah setelah mendapat peringatan dari Bu Dini. MemaBab 86 Mimpi Putri
Kecewa adalah perasaan yang dirasakan oleh Krisna saat ini. Tindakan Putri yang tidak pernah ia dugaBab 87 Semua Karena Ego
"Kamu terbangun dari tidur?" tanya Clara yang sudah waspada dengan jawaban Putri. Dia takut jika PutBab 88 Akhirnya Pulang
"Aku belum siap, Clar." Putri menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Ego aku masih besar, kamu tahuBab 89 Semakin Tercipta jarak
"Eh, Bi, Krisna minta tolong, buatkan teh hangat ya, Bi!"
"Siap, Den."
Krisna meneguhkan diri untuk meBab 90 Kembali Ditolak
"Aku tadi lihat Bu Rahayu," ujar Putra dengan nada serius.
Krisna mengangguk, "Udah, tahu."
"Masih samBab 91 Usaha Yang Tidak Dihargai
"Put, Putri!" teriak Krisna ketika Putri sudah pergi tanpa menjawab pertanyaannya.
Krisna melangkahkaBab 92 Bermain Peran
Ketryn tertawa melihat tingkah suaminya. "Iya. Kalian sendiri kenapa nggak pernah main ke rumah kitaBab 93 Ngidam Mangga Muda
Pagi-pagi sekali, Bibi, asisten rumah tangga di rumah Krisna, dibuat heboh ketika tiba-tiba Putri meBab 94 Bicara Serius
Krisna akhirnya menyerah. Setelah dua bulan tinggal satu atap dengan Putri tidak menunjukkan hubungaBab 95 Menikmati Rasa Manis Pernikahan
"Cerai!"
Satu kata yang membuat Krisna kembali menegang. Apakah dia harus mengorbankan ikatan suci inBab 96 Pengen Cilok
"Saya kira Bu Rahayu akan pindah sekalian," ujar Bu Dini jujur. Dugaan itu muncul saat Putri tidak kBab 97 Itu laki-laki kamu!
Krisna melirik jam tangannya sekilas, lalu mengangguk, "Iya."
Krisna sangat senang melihat kinerja MiBab 98 Kekhawatiran Krisna
Mata Putri terlihat menyipit. Mencoba memastikan apa yang baru saja diucapkan oleh Clara. Setelah beBab 99 Bubur Ayam
Decihan terdengar dari mulut Putra. "Makanya, jangan sok jadi orang! Begini kan jadinya?"
"Lebih baikBab 100 Beginikah Rasanya Jadi Calon Orang Tua?
"Gak ada yang bakalan ambil!" ucap Krisna ketika melihat cara makan Putri yang terburu-buru.
"BuburnyBab 101 Dikira Hamil di Luar Nikah
Mata Krisna sangat dimanjakan oleh pemandangan Putri yang ada di depan sana. Putri dengan wajah gembBab 102 Pengakuan Kehamilan Putri
"Tenang Bro, ini di sekolah!" Bagus mencoba melepaskan cengkeraman Krisna pada kerah siswa yang masiBab 103 Terluka dan Kecewa
Apakah ada seorang ayah yang mau anaknya diakui sebagai anak orang lain? Tidak hanya rasa marah, namBab 104 Mencari Kebahagiaan Dengan Yang Lain
Kasus Putri memang sangat berbeda dengan yang lain. Ucapan itu tidak bermaksud untuk menyakiti KrisnBab 105 Keputusan Krisna
Angin berhembus kencang hingga membuat sendi-sendi terasa ngilu. Tubuh terasa menggigil. Namun, dingBab 106 Semua Di Antara Kita
Entah musibah atau berkah, skors tiga hari yang didapatkan dimanfaatkan untuk menjernihkan pikirannyBab 107 Salah Paham
Kedua alis Krisna menukik tajam. Matanya memicing. Dia mencoba mengingat, adakah dari tingkahnyaBab 108 Saling Berpelukan
"Walah, aku tanya nih!"
Krisna terpaksa menghentikan langkah kakinya. Setelahnya, dia menolehBab 109 Awal Perkenalan Dengan Mia
"Dari mana?" tanya Putri dengan tangan yang masih bermain di rambut Krisna.
"Ada urusan."Bab 110 Kebahagiaan Krisna dan Putri
Bab 110. Kebahagiaan Krisna dan Putri
"Siapa?" Putra berdecak ketika Yoga bertanya balik. Dia kemBab 111 Kebahagiaan Krisna dan Putri (2)
Kencan mereka tidak berhenti sampai di situ. Setelah kenyang dengan satu porsi soto, mereka kembaliBab 112 Suka Ngemil
Suka Ngemil
Ibunya Putri menggelengkan kepalanya tegas. Dia sangat tidak setuju dengan pemikiran suamBab 113 Ulah Bu Nia
Teriakan alay dan bisik-bisik menyambut kedatangan tiga pentolan SMANDEL. Tidak heran lagi dengan siBab 114 Membahagiakan Istri dan Anak
Krisna tidak lupa dengan janjinya. Dia membawa Putri ke mall setelah pulang sekolah. Tujuan utama meBab 115 Tidur Di Luar
Krisna kurang beruntung hari ini. Karena tindakannya mencium bibir Putri, ia harus menikmati bagaimaBab 116 Setelah Kejadian Waktu Itu
Tak terasa kehamilan Putri sudah memasuki bulan ketujuh. Krisna dan Putri semakin tidak sabar menungBab 117 Perkelahian Krisna
Putri menyesali karena tidak bisa menolak keputusan Krisna untuk mengantarnya sampai halaman parkir.












bagus bangettt
18/03/2025
0ya bagus
01/03/2025
0good
24/12/2024
0Lanjut dong,up nya jangan lama-lama😭
28/08/2024
0good👍
17/08/2024
0bagus, tp ceritanya belum selesai...gw tunggu nih ya?
13/08/2024
0waw
15/07/2024
0BEUHHH GACOR WAKK👿
23/06/2024
0bagus ceritanya,cuma kalau ada sambungannya lg bagus...👍👍👍..semoga terus sukses selalu
21/06/2024
0seru aja
19/06/2024
0