Total : 62Bab 1 Siapakah Menantu Harry?
"Selamat pagi, Pak Harry," sapa Haitsam pada bosnya. Sambil membungkukkan badan, pria itu berperan s
readmore Bab 2 Wanita yang Mirip Dengannya
Ramdan memarkirkan roda empatnya di parkiran kantor milik sang ayah. Ia tak datang sendiri. Ada istr
readmore Bab 3 Cinta tak Direstui
(Lima Tahun yang Lalu) "Mau sampai kapan kamu menunggu mayat hidup itu bangun? Tinggalkan Haitsam dan
readmore Bab 4 Rasa yang tak Pernah Padam
Meeting sore ini baru saja dibubarkan. Di rapat tadi Harry tak lupa memperkenalkan Kanaya kepada par
readmore Bab 5 Saingan Kanaya
"Jadi Kanaya itu menantunya Pak Harry?!" tanya Fikri terkejut. Haitsam mengangguk lemah. Ia baru saja
readmore Bab 6 Cemburu
"Jadi ini rumahnya mantan Kakak?" tanya Veny begitu mobil Haitsam baru saja sampai di depan pagar ru
readmore Bab 7 Penyakit Kanaya
"Sam, makan siang bareng di cafetaria, yuk. Jangan kerja terus, nanti sakit, loh. Kamu kan bujang, k
readmore Bab 8 Ikhlas Melepasmu
Kanaya telah ditangani oleh dokter. Sekarang kondisinya sudah agak membaik. Saat ini Kanaya tengah b
readmore Bab 9 Rasa Bersalah
"Selamat malam, calon pacar. Menu makan malamnya udah siap." Haitsam baru saja membuka pintu rumahny
readmore Bab 10 Kapan Hamil?
Kanaya perlahan terbangun ketika merasakan ada tangan hangat yang tengah mengusap-usap kepalanya. Se
readmore Bab 11 Rahasia Besar Adam
Ramdan baru saja memasuki gedung sebuah cafe. Si penelepon misterius tersebut meminta ketemuan di te
readmore Bab 12 Upaya Menjauhkan Diri
"Bu Naya. Di depan ada tamu, Bu," kata Risa--seorang asisten rumah tangga di rumah Kanaya. Detik ini
readmore Bab 13 Pertemuan tak Terduga
Haitsam baru saja memasuki ruang kerja Kanaya. Tampak wanita itu tengah sibuk memeriksa dokumen-doku
readmore Bab 14 Amarah Rania
"Kamu sakit apa, Nia? Kok tiba-tiba begini? Bukannya tadi kamu masih baik-baik saja?" Dahlan tengah
readmore Bab 15 Kelicikan Adam
"Eh, Naya. Silakan masuk, Nay. Tumben sekali kamu datang ke sini." Devy menyapa kedatangan anak tiri
readmore Bab 16 Panggilan Sayang
"Americano coffe untuk Tuan Putri dan Tuan Muda. Silakan dinikmati." Fikri baru saja menghidangkan d
readmore Bab 17 Move On? Bisa Tidak, Ya?
"Sendirian aja, Neng? Gandengannya mana?" Fikri baru saja menghampiri Veny yang tengah asyik makan e
readmore Bab 18 Ancaman Veny
"Kok cuma dibaca aja, sih? Nggak kayak biasanya, deh, dia kayak gini." Kanaya tengah duduk di sofa r
readmore Bab 19 Masih Cinta
"Permisi, Mba, Selamat siang." Kanaya baru saja sampai di depan meja resepsionis yang berada di peru
readmore Bab 20 Ketidaktegasan Ramdan
Kanaya baru saja turun dari mobil taksi. Posisinya saat ini telah sampai di depan gedung perusahaan
readmore Bab 21 Bolehkah Menginap di Tempatmu?
"I-ini maksudnya apa, ya, Bu?" Kinan sama sekali tidak mengerti ketika Kanaya menyodorkan sebuah cek
readmore Bab 22 Ketahuan Berpelukan
"Pagi, Mba. Pak Ramdan-nya ada?" tanya Rania pada Kinan. Pagi ini ia kembali mendatangi Ramdan di ka
readmore Bab 23 Hati yang Patah
"Aku boleh gabung?" pinta Haitsam. Lelaki itu tengah berdiri di depan Kanaya sembari membawa nampan
readmore Bab 24 Janji Haitsam
Kamu udah bahas perihal resign sama Pak Harry belum? Gimana reaksi beliau?" tanya Haitsam yang saat
readmore Bab 25 Kado Terburuk
"Ramdan!" Rania tengah melambai-lambaikan tangan ke arah Ramdan. Wanita itu kemudian bergerak mengha
readmore Bab 26 Perhatian Kecil dari Haitsam
"Aku ada di depan pintu rumah kamu. Kamu keluar, gih," ucap Haitsam. Lelaki itu tengah berbicara via
readmore Bab 27 Kelicikan Rania
"Eh, Pak Ramdan. Baru pulang, Pak?" tanya Risa begitu mendapati majikan laki-lakinya berada di ruang
readmore Bab 28 Kutunggu Jandamu
"Rakus amat jadi laki," sindir Haitsam. Ramdan lantas melepaskan Kanaya dari pelukannya. Ia lalu mena
readmore Bab 29 Dipertemukan Kembali
"Loh, Ramdan? Kamu tidak salah datang ke sini? Mimpi apa om semalam, tahu-tahu kedatangan tamu penti
readmore Bab 30 Jiwa Matre Adam
"Diminum kopinya, Nak Haitsam." Devy baru saja menyajikan secangkir kopi hitam di atas meja ruang ta
readmore Bab 31 Rahasia Haitsam dan Kanaya
Rania tengah melangkah menuruni anak tangga. Ia tampak sedang terburu-buru. Ia berencana menemui Ram
readmore Bab 32 Permintaan Ramdan
Ramdan tengah berdiri sembari merenung di balkon kamar. Perhatiannya lantas terbagi ketika mendapati
readmore Bab 33 Patah Hati Lagi
"Pagi, Ya," sapa Haitsam begitu memasuki ruang kerja mantannya. Tampak Kanaya tengah duduk di kursi k
readmore Bab 34 Kembali Rapuh
"Sam, kamu lagi nggak ada kerjaan, ya? Tumben kamu beres-beres?" Lany baru saja kembali dari toilet.
readmore Bab 35 Cogan Setia
"Ya, tunggu, Ya!" Haitsam baru saja berhasil menghentikan langkah Kanaya. Kondisi tangannya kini ten
readmore Bab 36 Galang
"Nanti siang Mba-nya sudah boleh pulang. Sekarang Mba-nya makan dulu, terus ini obatnya nanti diminu
readmore Bab 37 Veny yang Malang
"Iya, Mas, ada apa?" Kanaya baru saja menerima panggilan telepon dari sang suami. Posisi wanita itu
readmore Bab 38 Kanaya atau Veny?
Dengan langkah terburu-buru, Kanaya bergegas memasuki gedung rumah sakit. Ia berniat menuju ke ruang
readmore Bab 39 Ayah Angkat Haitsam
"Ya, ayahmu sakit apa?" Haitsam bergerak mengikuti Kanaya. Ia mencoba mensejajarkan langkahnya denga
readmore Bab 40 Ketakutan Kanaya
Dalam perjalanan pulang, Veny senantiasa menekuk wajahnya. Ia merasa kesal karena Haitsam gagal meng
readmore Bab 41 Ketahuan
"Iya, Sam. Kamu cepat ke sini, ya. Ada hal penting yang ingin ayah bicarakan dengan kamu." Harry kem
readmore Bab 42 Upaya Terakhir
"Itu bukannya mobilnya Kanaya? Kalau dilihat dari platnya, sih, iya. Dia lagi di sini ternyata." Hai
readmore Bab 43 Kedatangan Aldo
Pagi ini Kanaya tengah bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Meski ia sudah memutuskan untuk resign, t
readmore Bab 44 Jebakan
"Jadi ... Pak Ramdan telah menunjuk Pak Aldo sebagai pengganti Bu Kanaya di perusahaan ini?" tanya H
readmore Bab 45 Saksi
"Naya minta maaf, Yah. Naya nggak bermaksud ingin membohongi Ayah, tapi Naya juga baru tau tadi pagi
readmore Bab 46 Rindu Masa Lalu
"Siang, Ven," sapa Galang ramah. Veny baru saja membuka pintu rumahnya. Kalau saja ia tahu yang data
readmore Bab 47 Tukang Nguping
"Kamu kenapa jadi orang nekatan banget, sih, Sam?! Bisa-bisanya kamu kasih tau Ayah Harry soal masa
readmore Bab 48 OB Misterius
"Apa?! Ayah Harry telah menunjuk Haitsam sebagai penerus perusahaan?!" tanya Ramdan tak percaya. Ia
readmore Bab 49 Kenangan Terakhir
"Nia, di mana kamu sekarang? Kata sekretaris kamu, kamu sedang melakukan perjalanan bisnis ke Suraba
readmore Bab 50 Pertengkaran Hebat
"Bu Naya, dari tadi Pak Ramdan nelponin rumah terus, Bu. Nanyain Ibu ada di mana, terus bawa handpho
readmore Bab 51 Lelah Bertahan
Kanaya memilih mengabaikan pertanyaan suaminya. Ia justru fokus memasukkan baju-bajunya ke koper. "B
readmore Bab 52 Bukti yang Semakin Kuat
Kanaya sama sekali tidak bisa tidur. Ia selalu kepikiran dengan masalah yang sedang dihadapinya. Wan
readmore Bab 53 Kanaya Hilang
Pagi ini Ramdan bangun agak kesiangan karena semalam ia susah tidur. Ia bergerak keluar kamar, dan m
readmore Bab 54 Tertuduh
Haitsam melangkah cepat menuju pintu rumah ketika terdengar ada yang mengetuk berkali-kali. "Kanaya
readmore Bab 55 Bertahan atau Berpisah?
"Eh, Nay, kamu udah bangun?" tanya Rajani ramah begitu mendapati Kanaya tengah bergerak menghampirin
readmore Bab 56 Rahasia yang Sebenarnya
"Astaga ... mau sampai kapan kamu mendiamkan aku, Nay? Tolong aktifin hp kamu. Aku bener-bener khawa
readmore Bab 57 Bebaskan Aku
"Kalian rencananya mau ke mana?" tanya Haitsam begitu melajukan mobilnya. "Kita mau ke tempat ayah m
readmore Bab 58 Bujukan Ramdan
Haitsam yang sedari tadi bersembunyi di balik pintu rumah, kini refleks bergegas pergi ketika Kanaya
readmore Bab 59 Rujak Es Krim
Haitsam menghentikan mobilnya ketika terlihat Kanaya dan Rajani turun dari taksi. Tampak dua wanita
readmore Bab 60 Terlanjur Benci
"Apa rencana kamu selanjutnya, Ram? Apa kamu akan terima begitu saja keputusan Kanaya yang ingin ber
readmore Bab 61 Keadilan untuk Haitsam
"Eh, Yah, selamat pagi. Ayah tumben ke sini?" sapa Haitsam begitu Harry memasuki ruang kerjanya. Ia
readmore Bab 62 OB Gadungan
"Jadi anak-anak pantry nggak ada yang tau siapa OB yang hari Rabu siang itu nganterin jus ke saya?"
readmore
good job
28/09/2024
0Bagus
27/10/2023
0sangat cocok untuk saya yang suka membaca novel
04/07/2023
0bagus banget ♥️
19/06/2023
0omg bgs
19/06/2023
0kerennn
11/06/2023
0Baik se
08/06/2023
0bagusss
08/06/2023
0cinta tulus
05/06/2023
0aku suka dengan aplikasi inih bisa membantu orang yang sedang lagi butuh uang
04/06/2023
0