Total : 261 - Keputusan untuk Pindah
Ada panas yang membara, ada jalan setapak. Hembusan napas memburu terasa mengerik tenggorokan hingga
readmore 2 - Sosok di Rumahnya
Mobil SUV hitam itu melambat saat memasuki jalanan setapak yang dinaungi pepohonan jati. Udara di si
readmore 3 - Kekecewaan
Hujan sepertinya masih belum ingin menyelesaikan tetesannya. Meski demikian, cahaya matahari yang me
readmore 4 - Siapa?
Tangan lembut Bi Narti menyentuh bahu Almira, terasa seperti tarikan kembali dari kedalaman samudera
readmore 5 - Andri Datang
Ting tong! Suara bel menutup lamunan Almira yang tengah membaca buku di kamar utama lantai dua. Setel
readmore 6 - Nuansa Oranye
Pertemuan dengan Andri ternyata membuat Almira memikirkan sebuah kemungkinan. Lantai kamar mandi yan
readmore 7 - Aku dan Keluargaku
Almira menyandarkan kepalanya di bantal yang tinggi, menatap nanar semangkuk bubur di hadapannya yan
readmore 8 - Kembali ke Rumah
Lampu neon di dalam toilet itu berkedip sekali sebelum memancarkan cahaya putih yang dingin. Toilet
readmore 9 - Pulang, dan Segala Omongan Orang
Tak ada yang salah dengan anak yang pulang ke rumah, bukan? namun rasanya, ada yang tidak menyukai h
readmore 10 - Cara Tak Biasa
“Akhirnya sampai juga,” kata Andri sambil merenggangkan lehernya yang kaku. Setelah melewati macetn
readmore 11 - Terasa Nyata, Terasa Hilang
Lantai kayu yang dipijak Almira terasa rapuh, seolah bisa hancur kapan saja menjadi debu. Ia mengali
readmore 12 - Ibu Menyalahkan Almira
Mungkin, ini kali pertama mereka berdua berbincang sebagai saudara yang mencemaskan satu sama lain.
readmore 13 - Siapa yang Paling Bersalah?
Rumah ini seharusnya menjadi tempat yang hangat dan nyaman, apalagi jika seluruh keluarga berkumpul.
readmore 14 - Sebuah Kemungkinan
Kelopak mata Almira bergetar pelan sebelum akhirnya terbuka sempurna. Ia menarik napas panjang, mera
readmore 15 - Yang Disembunyikan
Andri dan Burhan duduk saling bersebelahan di kursi rotan. Udara pagi baru menyentuh kulit mereka da
readmore 16 - Orang Lain
Andri tak akan diam saja dengan kepastian yang ia peroleh dari Karim. Setidaknya, ia tahu bahwa ada
readmore 17 - Babak Baru
“Mas, aku masih takut,” kata Almira sambil menelan ludah. Padahal, ujung jalan yang mereka lalui ini
readmore 18 - Sebuah Ledakan
Kepulan asap itu.. Andri yakin melihatnya. Namun di saat yang sama, rumah ranpak biasa saja. “Di sana
readmore 19 - Rumah Sakit
Lampu depan mobil Arman membelah rintik hujan yang mulai mereda saat ia tiba di teras. Awan mendung
readmore 20 - Kekuatan yang Melemah
Pengandaian sudah tak akan sanggup menutup ketakutan yang kini dirasakan oleh dua anak bersaudara in
readmore 21 - Pemakaman
Memang, kematian adalah hal yang paling pasti pada manusia. Tak akan ada yang sanggup meminta penund
readmore 22 - Rahasia yang Lain
Gerimis yang awet itu akhirnya berhenti. Jarum jam dinding menunjukkan tepat pukul dua belas malam s
readmore 23 - Langkah untuk Tidak Menyerah
Hari tanpa ibu, bagaimana rasanya? Kesedihan belum benar-benar mereda. Bahkan pagi ini, justru peras
readmore 24 - Usaha untuk Keluar
Pertanyaan ustaz Nurman tidak ditanggapi oleh orang-orang yang terserang panik atas Almira yang tiba
readmore 25 - Bertahan
Tidak ada yang sanggup melihat buah hatinya menderita. Burhan, bahkan belum benar-benar berduka, men
readmore 26 - Buhul
Jantung Andri mencelos. Nama adiknya disebut oleh orang asing dengan cara seperti ini jelas bukan ke
readmore
bagus
08/07
0bener bener lebih seru
22/04
0bagus sekali
19/04
0