
GEJOLAK GAIRAH DILAN
Black SkyBerkelanjutan
150770 kata-kata
Ikhtisar
|Katalog
- Tag(s):
- Ditinggalkan
- Pernikahan yang diatur
- Kampus
- Cinta satu malam
- Pornografi
- Menggoda
- Cinta yang manis
- Tragedi
Adult romance 21+ !!! Hanya butuh tiga kali interaksi untuk membuat Dilan dan Nessa menjadi akrab dan dekat. Namun, Dilan tidak pernah mengira, pada interaksi ketiga pula, ia harus merasakan patah hati. Hingga satu kejadian tidak sengaja, akibat pil perangsang yang bereaksi di tubuh Nessa membuat Dilan harus melanggar janjinya untuk menjaga kehormatan wanita yang sangat ia cintai tersebut. Akankah cinta Dilan dan Nessa bisa bersatu ? Akankah Nessa bisa memaafkan Dilan ? Akankah segala kesalahpahaman diantara mereka menemui titik terang? Temukan jawabannya hanya di novel, "GEJOLAK GAIRAH DILAN." karya ekslusif, Black Sky.
Pembaharuan Terakhir
Pilihan Editor
Rekomendasi
Komentar Buku (79)
- Total: 140
Bab 1 AWAL MULA
Ketika terjaga dari tidur, Nessa merasakan sesuatu menindih tubuhnya. Hmm... inikah fenomena yang keBab 2 SEDIKIT EKSISTENSI
Ketika pesanan nasi goreng mereka tiba, obrolan tidak lantas berhenti. Justru sebaliknya, perbincangBab 3 LANTAS PATAH HATI
"Baca, ya!" minta Dilan. "Kalau udah selesai, kembalikan. Nanti kupinjamkan buku yang lain. Anggap aBab 4 KENAPA MENJAUH
Jam kuliah Pengantar Manajemen telah usai. Ada jeda 80 menit sebelum memasuki kelas berikutnya. DilaBab 5 UTARAKAN HATI
"Sakit, Dilan...!" rutuk Nessa.
Dilan segera melepaskan pegangannya. "Maaf."
Bayangan Dilan, Nessa akaBab 6 MENGHILANGNYA DILAN
Kembali ke kampus sebuah politeknik. Nessa, Sadiah dan Rania tengah duduk-duduk di atas sebuah bangkBab 7 MENGHIBUR HATI YANG LARA
Rere mulai menyantap baso tahunya, yang terdiri dari masing-masing dua potong tahu, siomay dan kol iBab 8 TAMPARAN TELAK
"Siapa?" bisik Dilan, dengan mata terarah pada kawannya. "Ibu kost menggerebek kita?"
Kawannya tertawBab 9 HUBUNGAN DILAN DAN RERE
Tujuan Dilan dan Rere selanjutnya, adalah sebuah toko kecil yang menjual beragam rasa roti dan kue,Bab 10 KANGEN DAN CEMBURU
Nessa teringat pada Dilan. Lelaki yang selama berbulan-bulan hampir tidak pernah berinteraksi denganBab 11 BERTAHAN KARENAMU
Dilan sendiri tidak pernah mengerti, mengapa ia bisa jatuh cinta kepada Nessa. Perempuan ini bukanlaBab 12 JURIT MALAM
"Aku minta maaf," ucap Nessa pelan. "Aku nggak bisa menemani kamu membimbing peserta."
"Nggak apa-apaBab 13 KECUPAN MESRA
Dilan lebih dulu menghabiskan nasi bungkusnya. Nessa terpaut empat suap lebih lambat. Bersama-sama,Bab 14 SISI LAIN DILAN
Tepat di pertigaan yang mempertemukan Jl. Waruga Jaya dengan Jl. Gegerkalong Hilir, terdengar suaraBab 15 CEMBURU ADALAH BUMBU
"Ternyata kamu peminum," jawab Nessa. "Eh ... bukan hanya peminum, tapi pemabuk. Yah... kalau sampaiBab 16 PERGERAKAN YANG MENGANCAM
Dilan, Wahyu dan Aji langsung melompat turun lewat pintu belakang bus, segera setelah bus besar ituBab 17 MENGAKHIRI KEBIMBANGAN
"Aku minta maaf," lirih Nessa.
"Nggak usah dipikirkan," Dilan menepuk pelan ubun-ubun Nessa. "GimanaBab 18 12 SEPTEMBER
"Kamu cemburu?" tanya Nessa lagi.
Kembali, Dilan mengangguk.
"Tapi, kamu bisa tetap percaya, kalau antBab 19 HAPPY NEW YEAR
Dilan merasa dirinya benar-benar telah dinanti oleh anggota keluarga Nessa. Kedua orang tuanya, kakaBab 20 CUMBUAN PENUH KASIH
Dan anggukan Dilan ditanggapi Nessa dengan naik ranjang, lalu menindih tubuh kekasihnya. DiciuminyaBab 21 SEPERTI SUAMI ISTRI
Banyak orang bilang, berpacaran dengan seseorang yang berada satu lingkungan, yang memungkinkan untuBab 22 AWIT YANG ANEH
"Kenapa kamu kepingin Kang Dilan ikut makan bareng keluarga kita?" selidik Nessa.
"Nggak apa-apa," jaBab 23 APAKAH KITA BERJODOH?
Empat hari kemudian, Dilan turun sebagai pemain, saat Himpunan Mahasiswa Perbankan berhadapan denganBab 24 SALING TERANGSANG
"Rasanya aku lega," ucap Dilan, sambil membaringkan tubuhnya telentang di atas ranjang. "Pulang ke rBab 25 HADIAH KECIL
Hingga kemudian Nessa mengerahkan tenaga lebih agar dapat menarik tangan Dilan keluar dari dalam celBab 26 SAKIT
Rere mulai memberikan perhatiannya kepada Nessa. Dan Dilan, segera bangkit, sambil memerhatikan rakBab 27 BERTINGKAH ANEH
"Ada apa, Sayang?" gumam Dilan, sambil berinisiatif menarik tubuh Nessa ke dalam pelukannya. Saat itBab 28 PELECEHAN
Selanjutnya, mereka tetap berpelukan hingga puluhan menit ke depan. Baik Dilan mau pun Nessa, sama-sBab 29 AWAL MULA INSIDEN PELECEHAN
Nessa merengkuh wajah Dilan, dan menatap mata lelaki itu lekat-lekat.
"Aku kepingin selalu bersama kaBab 30 TINDAKAN CABUL AWIT
"Kalau nggak ada Dilan, masih ada aku, Nessa," Awit tersenyum, seraya meraba pundak kiri Nessa. "SebBab 31 PERTEMUAN KELUARGA
Di Kopo Bihbul, lokasi kediaman keluarga Dilan, suasananya sungguh bertolak belakang. Lelaki itu berBab 32 BINTANG JATUH
Suasana obrolan yang cair membuat semua merasa nyaman. Alhasil, tanpa terasa, acara makan malam punBab 33 OBAT PERANGSANG
Segera setelah Dilan dan Nessa muncul di ruang tengah, Papa berkata.
"Pulang sekarang, Dilan?"
"Hayu,"Bab 34 TERANCAM D.O
Kening Dilan kembali berkerut.
"Kamu pikir, Papa dan Mama nggak stres menghidupi kita sebagai anak-anBab 35 BISEKSUAL
Dilan memang kerap bersikap menyebalkan. Berkali-kali Nessa dibuat dongkol. Namun, karena sikap lelaBab 36 SANGAT BERNAFSU
Aku pernah baca artikel tentang aphrodisiac di majalah," jelas Dilan. "Zat perangsang itu punya efekBab 37 DESIRAN BIRAHI
Dilan sedikit beringsut ke arah kiri, turun dari tubuh Nessa. Lengan kanannya terulur ke arah selangBab 38 HAUS AKAN KEPUASAN
Seraya batang kejantanan Dilan dirangsang mulut dan tangan sang kekasih, kecurigaan Dilan makin terpBab 39 BERUSAHA MENGHINDAR
Keesokan harinya, 15 Mei 2002.
Sikap Nessa terhadap Dilan berubah. Sangat berbeda dengan biasanya. PeBab 40 HARI TERPAHIT
"Jujur, aku menikmati," ucap Nessa pelan. "Nggak seperti tadi malam, yang aku sendiri nggak mengertiBab 41 RAPUH
"Pacaran sama kamu, adalah saat-saat terindah yang pernah aku alami dalam hidup aku," terdengar ucapBab 42 KALAH BUKAN MENYERAH
16 Mei 2002.
Mendapati Dilan berdiri di depan pintu kamarnya, dalam keadaan baik-baik saja, adalah saBab 43 SETELAH PUTUS
Ingatan Dilan melayang pada suatu hari, sekira empat bulan lalu. Kala itu, ia tengah bersiap menghadBab 44 MASIH MENGHARAP WALAU MUSTAHIL
Menjelang sore, pukul tiga lewat sepuluh menit, kuliah kedua sekaligus terakhir pada hari ini pun usBab 45 JARAK YANG MENYAKITKAN
Hampir dua jam kemudian, mereka tiba di rumah. Disambut Papa, Mama dan Deki dengan tatapan heran.
"TuBab 46 HILANG
Keesokan harinya, 4 Juni 2002.
Dilan tidak masuk kuliah, meski hari ini ada jadwal kuis salah satu maBab 47 BERHENTI BERHARAP
Ya, saat semester II dulu, Aji sempat merasakan patah hati, saat pernyataan cintanya ditolak Sadiah.Bab 48 TAK MUDAH MELUPAKAN
30 Juli 2002.
Dilan membaca sehelai kertas, sambil berbaring. Ia sedikit tidak peduli dengan kemungkiBab 49 ANGKATAN BARU
Andai tidak ada ajakan dari Aji, mungkin Dilan tidak akan berangkat ke kampus. Tubuhnya yang masih lBab 50 NAMANYA MIRA
Sekitar tujuh menit kemudian, Mira telah selesai melengkapi formulir dan menerima kata-kata ajakan dBab 51 BERTEPUK SEBELAH TANGAN
20 Agustus 1999.
Dilan benar-benar merasakan bahwa bagi para perempuan seusianya, predikat anak bandBab 52 FILM HOROR
9 November 1999.
Empat ratus meter menjelang gedung sekolah, Mira mencegat Dilan.
"Mabal, yuk!" bujukBab 53 MENUNGGU SIDANG
4 Januari 2000.
Semenjak pergantian tahun hingga hari ini, Dilan belum pernah lagi melihat sosok MiraBab 54 KESEPIAN
Dilan dan Rere sudah tiba di kost-an. Menurut Rere, beberapa penghuni kost belum kembali, masih meniBab 55 MASIH SALING MENCINTAI
Oh, ya, Rere ingat. Pernah sekali, Dilan bercerita tentang seorang adik kelas di sekolahnya, yang keBab 56 KABAR GEMBIRA
Dilan tidak lagi terpikir untuk sekadar membasuh wajahnya yang agak kuyu saat terbangun. Hinyai, kalBab 57 SEPERTI DEJAVU
"Kamu bisa hadir?" tanya Dilan lagi.
"Nggak tahu, Dilan," jawab Nessa. "Aku... aku nggak ..."
"Aku menBab 58 SULIT UNTUK MEMBENCI
Cukup lama mereka saling diam. Hingga kemudian Nessa bertanya,
"Kamu masih menginginkan aku, Dilan?"
DBab 59 JANJI
"Aku berharap kamu menjauhi aku," jelas Nessa. "Kita nggak pernah bertemu lagi. Jujur, makin seringBab 60 GENJATAN PERANG
Dilan kembali mengangkat gagang telepon dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya memijit sedBab 61 CEMBURU ATAU KECEWA?
Terkadang, Dilan merasa bahwa Mira terlalu berlebihan dalam menyikapi hubungan mereka. Perempuan canBab 62 SALING PERCAYA
"Mestinya kamu nggak usah berjanji," lirih Nessa. "Datang ke Ciwaruga jam sembilan, lah. Mau langsunBab 63 SEPERTI DEJAVU 2
Esok harinya, 21 September 2002.
Benar-benar seperti déjà vu, atas peristiwa yang dialami Dilan dan NBab 64 PANDANGAN GELAP
Nessa berdiri, diikuti oleh Dilan.
"Kamu mau mencoba tidur, ya?" ucap Dilan.
Nessa mengangguk. "Kamu?"Bab 65 SELALU ADA DI SISIMU
Dengan gerakan yang tidak kentara, Nessa berkali-kali mencuri pandang ke arah mulut tenda medis. MesBab 66 MENEBUS DOSA
Nessa merindukan kebersamaan yang hangat dengan keluarga Dilan. Salah satu hal yang membuatnya menyeBab 67 MULAI MEMBAIK
Rere menghampiri mereka.
"Nessa boleh tidur, 'kan?" tanyanya. "Kasihan, hampir semalaman Nessa belumBab 68 KEHANGATAN YANG DIRINDUKAN
"Kasihan ..." ucap Mama. "Lihat, demi kamu, Nessa sampai kehausan, Dilan!"
"Nggak apa-apa, Ma," NessaBab 69 RENCANA KE DEPAN
10 Februari 2003.
Setelah menjalani cuti akademik, Dilan masuk kuliah lagi.
Ini adalah hari pertama seBab 70 PERASAAN DAN TEKAD MIRA
"Nggak ada yang nggak mungkin," Dilan mengangkat bahu. "Apapun bisa terjadi, termasuk berangkat ke JBab 71 DEKAPAN TIBA-TIBA
Mata Kuliah terakhir di hari pertama semester genap pun usai. Dilan memilih untuk menunggu hingga 23Bab 72 TAKUT KEHILANGAN
Duh... gerimis! seru Nessa di dalam hati.
Ia menatap ke arah langit, yang tampak gelap dan tanpa bintBab 73 BAYANG-BAYANG MIRA
Dilan merengkuh kedua pundak Nessa, dan menarik tubuh perempuan itu ke dalam dekapannya. DipeluknyaBab 74 MENJAGA KEPERCAYAAN
Hingga Nessa melepaskan diri dari cumbuan Dilan.
"Kamu jangan pulang," cetusnya. "Tidur di sini aja."Bab 75 CHEMISTRY YANG BERBICARA
14 Februari 2003.
Menjelang waktu Shalat Jumat, Dilan bertemu dengan Nessa. Dilan baru saja keluar daBab 76 PANTANG MENYERAH
Sejak SMA dulu, Dilan memang tidak pernah menaruh perasaan khusus terhadap Mira. Terlebih setelah iaBab 77 RASA CINTA
Esok harinya, 15 Februari 2003.
"Jadi main ke rumahku?" tanya Dilan, saat bertemu Nessa, seusai jam pBab 78 ANTARA BENCI DAN CINTA
Dilan dan Nessa tiba di Pasir Impun, cukup larut malam. Hampir pukul sepuluh. Namun, karena tadi NesBab 79 SAAT YANG DINANTI
Bagaimana rasanya kehilangan sesuatu atau seseorang yang telah menjadi bagian dalam keseharian kita?Bab 80 AIR MATA PERPISAHAN
Jemari kedua tangannya pun mulai bergerak memainkan gitar bas, sambil perlahan melangkah dan naik paBab 81 SELEPAS KAU PERGI
"Aku sayang kamu," ucap Dilan, sebelum akhirnya berbalik dan melangkah ke arah gerbang timur kampus.Bab 82 KAU BUKAN DIA
Sepuluh menit kemudian, Dilan telah kembali ke ruang tengah dengan tubuh dan wajah segar, plus busanBab 83 TENGGELAM DALAM LAUTAN NAFSU
Tangisan Mira mulai berubah menjadi lebih nyaring. Hal tersebut memaksa Dilan untuk merengkuh kepalaBab 84 ATAS DASAR NAFSU BELAKA
Lupakan hukum Gossen. Saatnya Dilan dan Mira menyantap makan malamnya yang sempat tertunda akibat teBab 85 HUBUNGAN TIDAK SEHAT
"Kamu nggak layak bersikap begini," gumam Dilan.
Mira tersenyum. "Aku berjanji, nggak akan menggangguBab 86 SEMAKIN PUPUS
Sejujurnya, interaksi antara Dilan dan Ibu berjalan sedikit kaku. Dilan tidak berani bersikap enjoyBab 87 AKAPAH PANTAS DI KASIHANI?
Dilan sudah tidak mampu lagi membedakan. Apakah Mira memang pantas dikasihani? Ataukah Mira terlaluBab 88 PENGAKUAN DOSA
"Maksudnya?" kembali, Mira bertanya.
"Aku nggak mau terjebak dalam hubungan seperti ini," jelas DilanBab 89 UFO DAN PEREMPUAN
"Bagaimana perasaanmu?" tanya Rere lagi. "Apa bedanya, dengan yang kamu rasakan setelah ML dengan MiBab 90 NAMANYA NETA
Pesanan nasi uduk Mira tiba.
"Makan, Kang," ucap Mira, sambil mulai menyantap sarapan terlambatnya.
DiBab 91 PENGGANTI YANG TEPAT?
Perjalanan di sore hari kerap tersendat. Apalagi ketika bus melintasi persimpangan antara Jl. PasirkBab 92 SEMANGAT BARU
Dilan keluar kamar, dan menghampiri pesawat telepon yang diletakkan di dekat ambang pintu menuju ruaBab 93 DUNIA JUNGKIR BALIK
Menanti momen yang ditunggu-tunggu, selalu terasa lebih lama daripada kenyataannya. Seratus menit seBab 94 MENCOBA UNTUK MEMBUKA HATI KEMBALI
Dua puluh menit kemudian, Dilan dan Neta pun turun di persimpangan antara Jl. Oto Iskandardinata danBab 95 KEGELISAHAN MIRA
Dilan telah meninggalkan kediaman keluarga Neta, sejak setengah jam lalu. Lelaki itu beralasan,
"NggaBab 96 BENDERA PUTIH MIRA
"Akhirnya, Kang Dilan bisa melupakan Téh Nessa," ujar Mira. "Aku ikut senang."
"Aku nggak melupakan NBab 97 CIUMAN HANGAT
Tak sampai satu jam kemudian, Dilan tiba di kediaman keluarga Neta. Dan ia dikejutkan dengan ucapanBab 98 SEMAKIN MENJURUS PANAS
Neta menarik kepala Dilan agar wajah lelaki itu kembali berdekatan dengan wajahnya. Keduanya melanjuBab 99 IZINKAN AKU MENCINTAIMU
"Udah lama jadi babysitter, Kang?" kelakar Neta lagi.
"Baru hari ini," jawab Dilan. "Dan langsung dihBab 100 HARI YANG MENEGANGKAN
Hari ini adalah salah satu momen paling penting dalam hidup Dilan. Hari ini, Dilan akan menjalani siBab 101 MERAYAKAN KELULUSAN
Sayangnya, karena berangkat terlalu siang, dan mengendarai motor dengan laju yang cukup santai, mereBab 102 HADIAH NAKAL NETA
Dilan terbangun ketika langit sudah gelap. Neta masih tertidur. Keduanya tetap berpelukan, hal manaBab 103 AKU MAU KEHANGATAN TUBUHMU
Penuh semangat, Dilan dan Neta menyantap mie bakso urat masing-masing. Perasaan excited yang munculBab 104 MENCAPAI PUNCAK GAIRAH
"Kalau ternyata kita memang berjodoh," bisik Dilan. "Maukah kamu menikah denganku, suatu hari nanti?Bab 105 JANGAN KELUAR DALAM
Setelah pelepasan Neta mereda, Dilan mencabut kejantanannya dari rongga liang cinta sang kekasih. LaBab 106 LEBIH PANAS DAN LEBIH NAKAL
Pada kenyataannya, mood keduanya telah kembali, tak sampai setengah jam kemudian. Neta tidak dapat bBab 107 PANGGILAN WAWANCARA
Dan mulailah Dilan dan Neta menikmati kue balok plus minuman masing-masing. Kue balok adalah salah sBab 108 MENDEKATI KELUARGA NETA
Malam telah tiba. Dilan masih berada di kediaman keluarga Neta. Keberadaan Dilan di rumah tersebut,Bab 109 NIAT SERIUS
Bersama-sama, Dilan dan Neta mencuci piring dan sendok kotor di dapur. Sejenak, Dilan terjebak akanBab 110 EVENT MUSIK
7 Agustus 2005.
Hari Minggu.
Pagi menjelang siang, Dilan telah berada di kediaman keluarga Neta.
"VenueBab 111 YANG PENTING GELAP
Panggung utama Selatan mulai berdentum, pertanda bahwa sesaat lagi akan tampil sebuah band. Dan takBab 112 MENGINGINKAN LEBIH
Sejenak, Dilan dan Neta berhenti berbincang, karena terlalu asyik menyantap camilan masing-masing. KBab 113 NYARIS KETAHUAN
Menjelang pukul 22.00, penonton makin memadati area di depan panggung utama Barat. Penampil terakhirBab 114 MEMPERKENALKAN NETA
Tiga tahun kemudian,
Tak ada yang mengira bahwa hubungan Dilan dan Neta akan bertahan lama. Namun ituBab 115 BIRAHI YANG MENINGGI
"Kamu pasti akan merasa nyaman berada di tengah keluargaku," yakin Dilan. "Kamu tenang aja."
"Bantu aBab 116 LEGUHAN KENIKMATAN
Dilan menarik kedua tangan Neta agar bangkit. Lalu, giliran dirinya sendiri yang berbaring telentangBab 117 PENDEKATAN KELUARGA
Setelah sejenak menghentikan penetrasinya demi memberi kesempatan bagi Neta untuk melepaskan ejakulaBab 118 PENDEKATAN KELUARGA 2
Dilan, Neta dan Mama telah duduk mengelilingi meja makan. Bersiap makan siang yang agak terlambat kaBab 119 ADA APA DENGAN NETA?
Sepuluh menit kemudian, Dilan telah kembali dengan sekotak rokok. Sebatang di antaranya, telah berteBab 120 BAYANGAN SANG MANTAN
Lima menit kemudian, Neta kembali dengan segelas sirup dingin. Dari warnanya, Dilan dapat menebak buBab 121 KECAMUK HATI
Ruas Jl. Sukajadi dan Jl. Setiabudi yang sangat padat dan nyaris macet, membuat durasi perjalanan DiBab 122 RELAKAN AKU PERGI
"Aku mohon, Néng ..." Dilan bersimpuh di hadapan Neta. "Aku nggak mau semua ini berakhir. Aku mau hiBab 123 HILANG GAIRAH HIDUP
Ponselnya berdering. Dilan melirik layar, dan mendapati nama Rere sebagai penelepon. Dijawabnya pangBab 124 NASEHAT SEORANG IBU
Baru beberapa menit nongkrong, pintu rumah dibuka seseorang. Dilan menoleh, dan mendapati Mama berdiBab 125 PERSIAPAN PERNIKAHAN RERE
Pak Jaka duduk di bangku besi, yang beberapa menit lalu diduduki Mama.
"Ini tentang pekerjaan," tuturBab 126 HARI RESEPSI
Belasan menit kemudian, baik Dilan dan Rere tidak bicara sepatah kata pun. Rere asyik menatap setiapBab 127 ADA NESSA?
Obrolannya dengan Bu Atik, yang sempat terhenti, kembali berlanjut.
"Kapan Aa menyusul Téh Rere?" tanBab 128 SEPUCUK SURAT DARI NESSA
Rere duduk kembali, sambil menatap Dilan yang turun dari pelaminan dan melangkah menuju meja-meja khBab 129 HARAPAN DAN DOA
Dilan...
Aku minta maaf karena menghindari kamu. Aku nggak sanggup ketemu kamu. Aku banyak berbuat saBab 130 TINGGAL KENANGAN
Tak lama, Dilan pun telah selesai menyeduh kopinya. Ia keluar dapur, dan melangkah menuju halaman. LBab 131 TALITA
Jam kerja yang cukup melelahkan namun tetap terasa menyenangkan bagi Dilan pun berakhir. Seperti biaBab 132 USAHA PERJODOHAN
Obrolan yang tiba-tiba beralih tema ke ranah kopi, membuat Dilan tergelitik. Ia teringat peristiwa kBab 133 ANGGOTA BARU KELUARGA
Segelas kopi telah selesai diracik. Dilan membawa gelas itu ke arah depan rumah.
"Ke mana?" tanya MamBab 134 NEGERI SAKURA
Selepas jam makan siang, Pak Jaka, tetangga sekaligus atasannya di kantor, meminta Dilan untuk menghBab 135 MENJELAJAHI KOTA TOKYO
Sejenak ia membayangkan situasi yang sama dialami para tenaga kerja Indonesia. Ketika suasana hati sBab 136 ADULT STORE JAPAN
Menjelang pukul 12, Dilan meninggalkan Asakusa District, dan beranjak kembali ke Asakusa Station. TuBab 137 EXPLORE JAPAN
Perjalanan Dilan di Takeshita-dōri berujung di Kinji, sebuah tempat yang menjual pakaian bekas. SecaBab 138 TRAVELER CANTIK
Pukul 20.45, dari Shibuya Station, Dilan menumpangi subway Yamanote Line untuk mencapai kawasan AkihBab 139 SKY GARDEN
Obrolan pun tercipta di antara Dilan dan Maria, meski beberapa kali agak tersendat akibat keterbatasBab 140 CHINA TOWN
Pukul 11 kurang, Dilan keluar dari area Yokohama Landmark Tower. Tujuan selanjutnya adalah Cup Noodl












wawww seru sekali hoby bisa d bayar
29/06/2025
0mantap banget
09/03/2025
0bagusss
17/12/2024
0mantap sihhh gacorr
08/12/2024
0bagus banget ceritanya 👍👍
30/11/2024
1bagusss
17/11/2024
0Bangus ceritanya
15/11/2024
0bagus
13/11/2024
0bagus
04/07/2024
0iziii
30/06/2024
0