Total : 61Kisah 1 : Tarian Pemanggil
Siluet gadis menari tampak di bawah sinar bulan purnama. Begitu lincah gerakannya. Tangannya mengayu
readmore Kisah 2 : Kitab Dua Alam
Malam berikutnya, Mo Yue seperti biasa mendapatkan makan dari bibinya. Ah Shi pun sama. Tapi entah m
readmore Kisah 3 : Perubahan Nasib
Semenjak adanya kitab yang tertulis di bagian sampulnya sebagai “Kitab Dua Alam”. Mo Yue banyak meng
readmore Kisah 4 : Kegigihan Mo Yue
Bibi Rue menemui seorang lelaki tua yang tengah membawa ember air. Tampak jalannya payah. Air yang d
readmore Kisah 5 : Akal Pikiran
Awalnya Mo Yue bekerja dengan mengandalkan kekuatannya. Ketika sudah tak kuat dia akan istirahat. Te
readmore Kisah 6 : Cemburu
Tuan Zhen diam-diam mengamati apa yang dilakukan Mo Yue. Dia bekerja tapi juga rupanya suka membantu
readmore Kisah 7 : Sebuah Pembuktian
Mo Yue pergi sungguhan ke tempat pengrajin gerabah. Ia melihat ada banyak orang yang sedang bekerja.
readmore Kisah 8 : Pertemuan Tak Disengaja
Saluran air itu kini berfungsi. Kakek Dong juga senang karena ia tak perlu capek mengangkat ember ai
readmore Kisah 9 : Pengelana Dari Timur
Awalnya Mo Yue terus mengikuti bibinya. Dia belajar bagaimana melayani tamu penginapan. Hingga perla
readmore Kisah 10 : Pemuda Bernama Qing Fei
“Guk!” “Ah Shi, berhentilah menggangguku ya! Kau tidak lihat aku sedang membaca ini?” Mo Yue hari ini
readmore Kisah 11 : Misi Rahasia
Setelah dirasa cukup jauh dari area penginapan. Qing Fei pun menghentikan langkah kakinya. Dia melih
readmore Kisah 12 : Malam Purnama
“Apa yang kau dapatkan tentang keponakanku?” “Aku harus pergi ke sungai yang jarang tersentuh.” Lama R
readmore Kisah 13 : Bai Hu
Sosok menyeramkan itu menatap tubuh Mo Yue yang masih lemas. Sementara Ah Shi terus menggonggong. Ga
readmore Kisah 14 : Ru Hua Bercerita
Akhirnya tangisan Mo Yue mereda. Kini Qing Fei yang dibuat bingung karena mencari cara untuk mengemb
readmore Kisah 15 : Langkah Selanjutnya
“Sekarang apa yang mau kau lakukan?” Pertanyaan itu meluncur dari mulut Ru Hua pada Qing Fei. Tentu y
readmore Kisah 16 : Perjalanan Keluar Desa
“Tolong jaga keponakanku baik-baik.” “Bibi tenang saja, aku sudah besar. Bukan anak kecil lagi.” Lebih
readmore Kisah 17 : Menuju Gunung Yun Shang
Perjalanan mereka semua akan berakhir di Gunung Yun Shang. Namun sebelum sampai sana mereka harus me
readmore Kisah 18 : Tanah Kedamaian
Mereka berempat melanjutkan perjalanan sambil ditemani oleh kicauan burung. Hutan ini tak lagi sunyi
readmore Kisah 19 : Dinginnya Malam
“Aku harap kalian bisa bersabar dan tinggal lebih lama disini. Sebab guru Yan sedang tidak bisa diga
readmore Kisah 20 : Pertapa Awan
Mo Yue terbangun dengan sendirinya. Ia merasakan suhu pagi ini lebih hangat dari malam tadi. Matahar
readmore Kisah 21 : Perjalanan Berbahaya
“Setahuku Lembah Arwah bukan hal yang bagus.” Qing Fei berkata begitu selepas bertemu dengan guru Yan
readmore Kisah 22 : Sebelum Pergi
“Kau sudah tahu semuanya, Qing Fei.” “Tapi aku tidak merasa kitab itu berbahaya. Bahkan aku tidak tah
readmore Kisah 23 : Sifat Asli Xu Lanyin
Kedua perempuan itu tak bisa berbuat apa-apa selain menunduk. Mo Yue tentu saja mengenalnya. Mereka
readmore Kisah 24 : Jalur Kabut Terlarang
“Ooh…sebuah pengkhianatan yang indah dilakukan oleh manusia sok suu….” “Kau sedang bernyanyi, Bai Hu?
readmore Kisah 25 : Siluman Kabut
Bai Hu akhirnya masuk ke dalam dunia ilusi yang sedang dialami oleh Qing Fei. Dia sedang diarak keli
readmore Kisah 26 : Reinkarnasi tak Sempurna
Kabut pun perlahan hilang, menunjukkan banyaknya pohon pinus yang berdiri tegak disini. Ternyata sem
readmore Kisah 27 : Tetua Desa
“Maaf, tapi kami rasa tidak sopan kalau langsung masuk.” “Aku sudah tidak mampu berjalan kecuali diba
readmore Kisah 28 : Gangguan Arwah Gentayangan
“Jangan samakan aku dengan para pencabut nyawa. Aku hanya bertugas menjaga alam roh saja agar mereka
readmore Kisah 29 : Semuanya Telah Kembali
Sampai lama Bai Hu dan Ah Shi tak kembali juga. Qing Fei pun tak kuat lagi menahan kantuknya. Sement
readmore Kisah 30 : Akhirnya Terlepas Juga
“Apa yang terjadi?” “Sudah, semua arwah itu telah masuk ke alam roh.” Mendengar perkataan Bai Hu para
readmore Kisah 31 : Perbatasan Beiyin
Mereka semua akhirnya sampai ke satu gerbang besar yang dikelilingi oleh dinding tinggi. Bisa saja m
readmore Kisah 32 : Mantan Prajurit
“Bukan siapa-siapa, dia pasti salah orang.” Qing Fei seperti menghindari percakapan. Dia menunduk ata
readmore Kisah 33 : Luka Masa Lalu
Qing Fei akhirnya mau bicara juga. Ia pun duduk sambil mengambil satu gelas teh yang isinya masih ut
readmore Kisah 34 : Krisis Identitas
Han Shou meminta izin untuk pergi ke dalam sebentar. Ia pun lantas keluar membawa satu kotak kayu. M
readmore Kisah 35 : Kebiasaan Lama Terulang Kembali
“Semoga kalian baik-baik saja sampai di kota.” “Terima kasih atas tumpangannya, Tuan Han.” Rombongan i
readmore Bab 36 : Rumah Kebahagiaan
Qing Fei sampai tidak habis pikir kenapa malah justru jadi begini. Padahal niatnya hanya ingin membe
readmore Bab 37 : Bai Luomian
“Ah Shi, kenapa kau kembali tanpa Mo Yue?” Bai Hu dan Qing Fei menunggunya di lorong sepi. Ah Shi ber
readmore Bab 38 : Segel Keramat
Mo Yue tak berani banyak gerak. Dia diam untuk mengatur strategi. Sementara Qing Fei masih diam memp
readmore Bab 39 : Sebuah Pengkhianatan
“Tidak…ini tidak mungkin!” “Ooh, apa yang tidak mungkin untuk anak nakal sepertimu?” Bai Hu berusaha m
readmore Bab 40 : Pengadilan Yang Luo Wang
Beberapa anak buah Yan Luo Wang membawa meja peradilan dengan tenang. Seketika tempat berbatu yang d
readmore Bab 41 : Jawaban Pertanyaan Terlarang
“Pertanyaan apa yang tidak bisa ku jawab dari manusia yang bahkan seharusnya kau sendiri sudah berad
readmore Bab 42 : Neraka & Jawaban Yang Mulia
Mo Yue & Penjaga Alam Roh Karya : Ditarina Neraka dan Jawaban Yang Mulia Namun keadaan kaisar Li Xuan
readmore Bab 43 : Kediaman Hakim Agung
“Buka pintunya cepat!” Tak perlu menunggu waktu lama, pintunya segera terbuka. Tampak wajah pelayan y
readmore Bab 44 : Rahasia yang Belum Terbuka
Qing Fei tidak merasakan lelah bahkan rasa kantuk sama sekali. Dia malah menikmati suara hujan yang
readmore Bab 45 : Permaisuri yang Terlupakan
Han Longxian juga ikut makan pagi bersama. Membuat para pelayan semakin sibuk mempersiapkan makanan.
readmore Bab 46 : Ibu
Permaisuri Shen Yue Lan menengok saat ada yang memanggilnya ibu. Meski panggilan itu masih berupa se
readmore Bab 47 : Sebelum Menuju Istana
Han Longxian sejenak terdiam, dia teringat di malam itu tiba-tiba saja ingin keluar sendiri. Padahal
readmore Bab 48 : Tantangan Maut
Sebuah patung naga besar di istana menjadi tempat menguji sejak jaman dahulu. Banyak yang meyakini d
readmore Bab 49 : Peringatan dari Penjaga
Qing Fei berpisah dengan Han Longxian. Hakim Agung itu memang mau kembali ke istana menjalankan tuga
readmore Bab 50 : Berlatih Empat Elemen
“Kalian mau mengusirku ya? Tidak bisa! Kalau mau berlatih ya latihan saja. Aku mau menonton disini.”
readmore Bab 51 : Kekuatan Baru
Bukan hanya Qing Fei saja yang berlatih dengan penuh kesungguhan. Mo Yue saat ini juga terus dilatih
readmore Bab 52 : Bukan Pertarungan Biasa
Akhirnya hari yang dinanti pun tiba. Qing Fei beserta peserta lainnya melihat ke arah tulisan yang t
readmore Bab 53 : Keseriusan Li Xuan Zhao
Arena pertarungan terus saja dihantam dengan kapak raksasa milik Wu Dazhan. Belum lagi dua anak buah
readmore Bab 54 : Teknik Curang
Li Xuan Zhao mulai serius lagi. Dia bisa meniupkan api dari mulutnya dan menghanguskan semua laba-la
readmore Bab 55 : Bukan Lagi Manusia
Ikatan rantai itu semakin kuat. Li Xuan Zhao seharusnya berteriak kesakitan. Karena tubuhnya seperti
readmore Bab 56 : Permainan Nada
Xu Lanyin terus memainkan Gu Zheng miliknya. Sementara Pangeran Li Xuan Zhao berusaha menghindar kar
readmore Bab 57 : Tidak Semudah Itu
Qing Fei menundukkan kepala tanda dia izin terlebih dahulu sebelum membopong tubuh gurunya keluar da
readmore Bab 58 : Racun Langka
Xu Lanyin merasakan malu yang teramat sangat. Murid di sekte Tarian Surgawi yang sempat ia remehkan.
readmore Bab 59 : Si Gila Liu Shefan
Qing Fei keluar dari penginapan itu. Ternyata Mo Yue, Ah Shi dan Bai Hu masih menunggunya di luar. M
readmore Bab 60 : Proses Pengobatan
Tidak bisa disebut rumah. Tempat ini benar-benar berantakan sekali. Beberapa botol tergelempang begi
readmore Bab 61 : Bantuan dari yang Tak Terduga
“Kita bicarakan ini di luar saja, tuan.” Qing Fei dan Liu Shefan pun meninggalkan ruangan Xu Lanyin.
readmore
bagus
16/08
0sangat bagus
24/06
0sangat seru
27/04
0Bagus banget
25/04
0bgus
12/04
0lanjutkan kak bagus lo jalan ceritanya
25/02
0semangat tor
24/01
0keren
04/01
0Bagus bget😘
31/12
0