Hembus angin malam terasa dingin menerpa pipi Aryani dan membuatnya membuka mata. Astaga, rupanya ia ketiduran. Dirasakannya ada tangan yang sedang memeluk bahunya. Ia melirik ke arah Reksa dan menemukan cowok itu sedang merokok dengan sebelah tangannya yang bebas.
"Aku ketiduran ya?" Aryani mengerjapkan mata.
"He em...," gumam Reksa. "Baru juga satu lagu kamu sudah molor. Kalau satu album, bisa-bisa kamu ketiduran sampai pagi."
"Maaf ya Reksa..."
Reksa menoleh. "Buat apa?"
"Kamu main ke sini dan aku malah ketiduran. Siang tadi praktikum cadaver seharian di ruang Patologi Anatomi."
"Nggak apa-apa. Kalau ngantuk, kamu tidur sana gih, di dalam...," Reksa bangkit berdiri. "Aku naruh gitarku di sini aja ya?"
"Kamu mau kemana?"
"Pulang, Ary. Sekarang sudah jam sebelas malem. Ntar kamu diobrak lagi, sama Ibu Kos..."
Aryani menahan tangan Reksa. "Jangan pulang..."
Reksa menatap Aryani dengan sorot mata terkejut. "Tapi ini sudah malam, Ary..."
Aryani ikut berdiri. Tingginya yang hanya sebatas bahu Reksa, membuat gadis itu mendongak. "Jangan pulang, Reksa..."
Reksa tertegun. Melihat tatapan Aryani, hati Reksa tak mampu menolak.
__
Sekelumit kehidupan seorang Reksa, di sela pahit hidup dan beban tanggungjawab keluarga di pundaknya, bertemu dan jatuh cinta pada Aryani, seorang gadis yang mampu menjungkirbalikkan dunianya.
Apakah Aryani, memiliki perasaan yang sama terhadap Reksa, membuka kesempatan Damar sahabat Reksa untuk mendekatinya, atau justru gadis itu menerima perjodohan dari orang tuanya?
karya-karya mu seharusnya di bukukan atau mungkin sudah? I know you are so talented.. sukses buat kamu
29/05
0keren
30/06/2025
0ok banget si menurutku
21/01/2025
0ok mantap
20/10/2024
0mantap jadi wawasannya buat ane
22/07/2024
0Sangat puas
17/07/2024
0Bagus ceritanya
25/06/2024
0bagus buanget
09/06/2024
0ceritanya bagus aku sangat menyukainya
31/03/2024
0baik sekali
19/01/2024
0