Total : 62Bab 1 Pesta Lendir
Cairan kental yang tercecer di granit lembab menguras sebagian besar tenaga Firyan Erlando. Lelaki b
readmore Bab 2 Teror
Saat membuka mata, Firyan seperti merasakan tubuhnya begitu berat dan sangat sakit. Dia mengerang ke
readmore Bab 3 Mengungsi di Lereng Gunung
"Alhamdulillah, prasangkaku enggak bener. Maafin aku, Bang karena sudah berpikir yang tidak-tidak,"
readmore Bab 4 Dikejar Kuntilanak Saat Melahirkan
"Lea, becanda elu orang enggak lucu, berengsek!" umpat Firyan. "Bang, tolong, Bang!" Seseorang di bal
readmore Bab 5 Enggak Sholat Marah, Giliran Sholat Dibilang Tumben
"Bang!" Suara Lea memecah lamunan Firyan. Lelaki itu segera menghampiri istrinya. "Lea, lu orang udah
readmore Bab 6 Kembali ke Sebesi
Selama empat puluh hari, terhitung dari hari pertama Lea sembuh, Firyan tidak lagi bertemu dengan An
readmore Bab 7 Itu Hantu yang Sama Saat Bencana Terjadi
"Apa, sih, Bang?" Lea menoleh ke belakang, kemudian dia mencebik. "Ini cuma boneka, Bang!" Lea mengam
readmore Bab 8 Guncangan Finansial
Mora mengalami kejang-kejang. Firyan mengambil Mora dari Lea dan dengan cepat di lari ke klinik terd
readmore Bab 9 Beras Terakhir
Firyan menggosok matanya, lalu mendekap seseorang yang mengganggu tidurnya. Membiarkan dirinya dikua
readmore Bab 10 Amarah Lea
"Bang, jangan keluar apa pun yang terjadi! Kalo enggak, kita bisa habis!" Kasih mengunci pandangan F
readmore Bab 11 Susahnya Mencari Bantuan
Lama larut dalam tanda tanya, Firyan akhirnya memutuskan untuk keluar mencari makanan untuk istrinya
readmore Bab 12 Beratnya Menjadi Bapak Rumah Tangga
Puas menjerit, Firyan langsung berlari ke kamar. Menghampiri Mora untuk meredakan perasaannya. Bayi
readmore Bab 13 Perubahan Lea yang Makin Menjadi
"Udah berani sama suami, hah?" Firyan meremas dagu Lea. "Kenapa aku harus takut sama suami zolim sepe
readmore Bab 14 Ayok, cerai!
"Aku liat istri kamu sama pria asing ngelakuin hal yang enggak senonoh," ucapnya. Firyan mengepalkan
readmore Bab 15 Menghajar Bagas
Firyan melempar tubuh Bagas yang sudah babak belur itu ke tembok. Pandangannya yang penuh kebencian
readmore Bab 16 Tenggelam Saat Diburu Polisi
Firyan menarik kerah baju yang tidak dia kenali, lalu melemparnya ke arah Lea. Perempuan itu membeku
readmore Bab 17 Kutukan Firyan yang Terwujud
"Mora ...." Sebuah nama terurai lirih dari bibir yang begitu kering. Tidak ada satu manusia pun yang
readmore Bab 18 Gadis Kecil yang Menjilat Sepatu
"Jadi, nama kamu Firyan?" tanya wanita paruh baya tersebut setelah kepergian pria yang membawa Firya
readmore Bab 19 Misteri Pondok Anik
"Weh, lu orang ...." Firyan bergegas melepas kawat duri yang membelenggu tubuh anak malang itu. "Firy
readmore Bab 20 Ruang Rahasia Rumah Anik
"Woy, ngapain?" Teriakan Arman membuat linggis di tangan Firyan luruh begitu saja. "Bangsat lu orang!
readmore Bab 21 Insiden Berdarah di Vila Cohaus
Firyan harus menghadapi kenyataan yang tidak diterima oleh nalurinya sebagai seseorang yang pernah m
readmore Bab 22 Hukuman Mati
Darah mengucur deras dari bahu Firyan setelah beberapa detik suara peluru menggetarkan dinding ruang
readmore Bab 23 Kabur Menjelang Eksekusi
"Lea ...." lirih Firyan. Matanya yang merah mulai berkaca-kaca. "Iya, Bang. Ini aku, seorang ibu yang
readmore Bab 24 Bersembunyi di Toren Air
Pacuan jantung Firyan menempatkannya dalam kegentingan. Tak tahu lagi bagaimana harus bertindak. Per
readmore Bab 25 Penjual Tempe di Jalan Remang-remang
Firyan mengepalkan tangan demi menjaga emosinya tetap terkendali. Dua orang yang sangat dia kenali t
readmore Bab 26 Gue Balik ke Kelas, Lo Balik ke Tuhan!
"Ical!" lirih Firyan. Betapa menyeramkannya anak kecil korban siksaan si Anik. Tubuhnya yang penuh d
readmore Bab 27 Bergabung Dengan Mafia
"Saya punya informasi tentang Firyan. Napas Firyan berembus panas melihat Daniel dengan sengaja meng
readmore Bab 28 Menyelasaikan Misi di Rumah Bordil
"Kamu di mana? Cepet balik, ada tugas mendadak!" Suara Daniel terdengar dari ponsel Firyan. Setelah m
readmore Bab 29 Kehamilan Kasih dan Titik Terang Kematian Junet
Sebuah berkas yang tergeletak asal di kursi luar toilet mencongkel bola mata Firyan. Itu adalah sura
readmore Bab 30 Kepala Di Lemari Pendingin Mayat
Firyan mengepalkan tangan. Amarah yang membuncah membakar habis seluruh kesabarannya. Dengan langkah
readmore Bab 31 Mencari Kelemahan Daniel
"Ini ...." Firyan menyodorkan bunga pesanan Kasih. Gadis itu tersenyum sumringah dan bergegas menyia
readmore Bab 32 Merusak Rencana Kejam Daniel
"Setelah racun ini masuk ke dalam tubuhmu, semua yang kamu miliki akan menjadi milik saya," gumam Da
readmore Bab 33 Terlahir Kembali Dengan Identitas Baru
Setelah tertidur dalam waktu yang cukup lama sejak cairan anestesi masuk ke tubuh Firyan, akhirnya d
readmore Bab 34 Mempermalukan Bagas
Firyan memungut dompet yang tidak sengaja jatuh dari handbag Lea ketika Bagas membawanya pergi, lalu
readmore Bab 35 Jangan Bawa-bawa Agama
Setelah puas mempermalukan Bagas, Firyan pun menepati ucapannya untuk memberikan paket wedding grati
readmore Bab 36 Daniel Menculik Nadia
Firyan menatap wajah Lea yang pucat pasi. Tiba-tiba saja dia teringat dengan kisah indah mereka di m
readmore Bab 37 Pertarungan Sengit Firyan dan Daniel
"Melvin! Melvin!" Nadia menggedor pintu kamar Melvin dengan panik, wajahnya pucat pasi. Melvin membuk
readmore Bab 38 Keajaiban
"Lea ... Lea ... Lea!" Firyan berteriak. Kelopak matanya terangkat seiring dengan denyutan hebat di
readmore Bab 39 Api Cemburu
Setelah Lea sepakat, Firyan pun membawa Lea ke rumah. Sebelumnya, Lea tidak pernah berpikir akan bek
readmore Bab 40 Kamu Harus Mati!
Cahaya rembulan redup menembus celah tirai, menerangi wajah Firyan yang penuh keringat dingin. Dia t
readmore Bab 41 Kekuatan Gelap Menguasai Nadia
"Sejak kapan kamu doyan makanan begini? Bukannya kamu enggak doyan, ya?" Nadia menyelidik. Firyan mel
readmore Bab 42 Peringatan dalam Kegelapan
Bulan tergantung tinggi di langit, memancarkan cahaya menakutkan yang menerobos melalui celah-celah
readmore Bab 43 Malam Berdarah
"Lea?" lirih Firyan. "Apa dia orang bilang? Darimana dia orang tahu kalo gue bukan Melvin?" gumamnya
readmore Bab 44 Kematian Nadia dan Upaya Lea Bunuh Diri
Bagaimana jika ia dapat melestarikan esensinya? Bagaimana jika ia dapat mengubahnya menjadi sesuatu
readmore Bab 45 Pernikahan Terlarang
Saat Lea melompat ke jurang, kerumunan orang yang semula berseteru hanya menyaksikan kejadian itu, s
readmore Bab 46 Aura Kematian di Loteng
Kelopak mata Firyan terasa lengket, enggan sepenuhnya terbuka, seolah sisa mimpi masih berupaya mena
readmore Bab 47 Jebakan
Rasa dingin yang menguliti tubuhnya makin tak terkendali. Kegelapan yang mengitari makin kuat. Menta
readmore Bab 48 Kehancuran Bagas
Sayang, beban itu bertambah berat ketika pekikan alarm mansion Melvin Castero—gemanya mencakar dindi
readmore Bab 49 Kebenaran yang Mengoyak Jiwa
Lea membuka matanya perlahan, kelopak matanya terasa begitu berat, seolah tertahan beban berton-ton
readmore Bab 50 Bayangan Teror yang Mendekat
Pekuburan itu lengang, hanya deru angin yang sesekali berbisik di antara nisan-nisan. Lea berjalan m
readmore Bab 51 Kembalinya Kasih
"Saya Lea. Senang bertemu Anda, Nyonya Kasih. Kalo begitu, saya pamit kerja lagi," ucap Lea yang seg
readmore Bab 52 Jejak Pengkhianatan Berdarah
"Nyonya ...." Lea terperangkap dalam rasa takut yang dalam. Tiba-tiba siluet Kasih memanjang drastis,
readmore Bab 53 Bangkit dalam Kubangan Kehancuran
Cahaya putih menusuk kelopak mata Lea yang bengkak. Dia mencoba mengerjap, tampak kelopak matanya te
readmore Bab 54 Nasib Tragis Bagas
Ketika kesadaran perlahan merayapi Lea, yang pertama ia rasakan adalah dingin yang menggigit tulang
readmore Bab 55 Topeng yang Terlepas (Mimpi atau Nyata?)
Sengat mentari makin tajam menusuk pori, menambah gejolak yang ada terasa makin panas. Lea mengangka
readmore Bab 56 Rahasia Besar yang Terbongkar
Rasa dingin menusuk Lea hingga ke tulang. Setelah malam yang mengerikan bersama Kasih, ia terbangun
readmore Bab 57 Awal Kebangkitan Lea
Lea terhuyung di antara nisan-nisan pemakaman, kakinya seolah tak bertulang. Kata "Ayah" yang teruca
readmore Bab 58 Mantra Harmoni Palsu dan Bisikan Kebencian
Pagi itu, mansion Melvin diselimuti aroma yang familiar, aroma yang sudah lama tak tercium di sana,
readmore Bab 59 Retakan di Balik Topeng Porselen
Mansion itu tak ubahnya panggung sandiwara yang megah dan Lea adalah penonton sekaligus pemain yang
readmore Bab 60 Amarah yang Pecah
Mansion itu tenggelam dalam keheningan yang menyesakkan, sebuah sunyi yang seolah menyembunyikan rib
readmore Bab 61 Badai Awal Firyan dan Kasih
Setelah badai emosi itu berlalu, mansion Melvin Castero tidak lagi terasa seperti rumah, melainkan s
readmore Bab 62 Jati diri Kasih
Ruangan megah itu tak ubahnya seperti sebuah organisme hidup yang sedang sekarat; dinding-dinding ma
readmore
bguss...
29/11
0lumayan
05/07/2025
0ceritanya bagus kk TPI aga kurang karna logatnya malah kyk chines" gitu bukan kyk logat jawa
27/06/2025
0bagus
24/06/2025
0bagus sekali
22/06/2025
0Bagus sekali
22/06/2025
0ini seru banget
20/06/2025
0ceritanya agak tidak seram namun saya baca saja
04/06/2025
0seru poll
02/06/2025
0Sangattt seruuuuu dannnn membuattttt dagdigduggg di setiappp jumskernyaa
01/06/2025
0