Dan di sanalah aku melihatnya.
Sebuah truk besar terparkir miring di pinggir jalan, tampak oleng dan tergores. Di depannya, motor bebek yang sudah ringsek nyaris tak berbentuk. Dua tubuh tergeletak. Yang satu tertutup jaket hitam, dan yang satunya... mengenakan jaket merah. Silva.
Tangisku pecah.
Riska menutup mulutnya. “Oh Tuhan… tidak...”
Angga berdiri terpaku. Arka hanya bisa memandangi puing-puing motor itu dengan tatapan kosong. Tidak ada yang berkata-kata. Hanya isakan pelan dan suara ambulans yang mendekat.
Aku merunduk dan memejamkan mata. Dalam hatiku hanya ada satu pikiran:
Mimpi itu nyata.
Dan aku tidak bisa mengubah akhirnya.
aku suka ceritanya
10/01
0bagus banget
15/11
0ceritanya bagus sekali
27/10
0masih ada lanjutannya kah?
23/10
0good
14/10
0menegangkan
10/10
0bagus
27/09/2025
0Cerita nya seru
25/09/2025
0memang best
22/09/2025
0rsrf
19/09/2025
0