Total : 35Bab 1 Sepuluh Tahun Penantian
Camilla mengusap lembut cangkir kopinya yang terbuat dari porselen halus berlapis emas, matanya mene
readmore Bab 2 Keputusan besar
Suasana ruang keluarga mendadak berat. Televisi menyala menampilkan berita malam, namun tak satu pun
readmore Bab 3 Percikan
Sore itu, rumah Camilla dan Nathan disinari cahaya lembut matahari yang mulai turun. Camilla dengan w
readmore Bab 4 Yang datang dan yang pergi
Camilla berjalan mondar mandir di depan pintu kamar mandi yang tertutup, dadanya berdebar-debar mena
readmore Bab 5 Keguguran
Beberapa hari berlalu sejak kepergian Camilla. Nathan menjadi lebih pendiam. Ia masih menjalankan pe
readmore Bab 6 Rahasia dibalik sunyi
Rumah terasa sunyi seperti kuburan. Setelah pulang dari rumah sakit, Marissa dan Nathan masuk tanpa s
readmore Bab 7 Rasa bersalah
Nathan terbangun lebih awal di pagi hari. Matanya terasa berat, pikirannya berantakan. Cahaya matahar
readmore Bab 8 Di antara Kabar bahagia
Nathan duduk di ruang kerjanya, matanya menatap kosong ke layar laptop yang sejak tadi tak kunjung i
readmore Bab 9 Permainan halus Marissa
“Agghhh... kenapa semuanya jadi begini sih.” Nathan meremas rambutnya, tubuhnya jatuh ke sofa dengan
readmore Bab 10 Kembalinya Camilla
Marissa meringkuk manja di sofa, matanya berbinar saat menatap Nathan yang duduk di sampingnya. “Tuan
readmore Bab 11 Ancaman Marissa
Suasana makan malam itu seharusnya menjadi momen manis untuk keluarga kecil mereka. Namun, kehadiran
readmore Bab 12 Cemburu
Sejak ancaman Marissa, suasana di rumah terasa berbeda. Nathan berusaha menjaga jarak dari Marissa,
readmore Bab 13 Pelarian Marissa
"Tuan, mau ke mana?” Marissa mencoba menghadang langkah Nathan yang dengan tergesa mengejar Camilla.
readmore Bab 14 Hilang
"Marissa?" suara Camilla memecah kesunyian dini hari itu. Sunyi. Tak ada jawaban. Ia hanya ingin meng
readmore Bab 15 Pertemuan Takdir
Tiga bulan berlalu. Tiga bulan penuh pencarian tanpa hasil. Camilla nyaris menyerah. Luka kehilangan b
readmore Bab 16 Anugerah Tuhan
"Aku mau memberi nama anak ini Matthew." Ucap Camilla setengah berbisik, suaranya bergetar saat ia m
readmore Bab 17 Luka tanpa darah
Marissa berjalan terseok-seok di jalan setapak yang becek, tubuhnya lunglai seperti akan runtuh kapa
readmore Bab 18 Pertanda datangnya badai
Lima tahun berlalu. Camilla dan Nathan membangun hidup yang tampak nyaris sempurna di mata ora
readmore Bab 19 Sosok tak di harapkan
Marissa duduk sendirian di ruang kerjanya yang mewah. Dinding kaca besar di belakangnya memantulkan
readmore Bab 20 Topeng Marissa
Hari-hari di perusahaan milik Nathan kini terasa berbeda. Aura ketegangan menggantung di setiap sudu
readmore Bab 21 Pertemuan yang tidak diharapkan
Camilla membuka pintu rumahnya setelah suara bel berbunyi dua kali. Mata wanita itu langsung membesa
readmore Bab 22 menyiapkan jebakan
Marissa berdiri di sudut ruangan kerja Nathan, memperhatikan dengan seksama letak kamera CCTV yang b
readmore Bab 23 Guncangan
Pagi itu, Camilla menerima amplop cokelat polos tanpa nama pengirim. Sopir rumah menemukannya tersel
readmore Bab 24 Petaka datang
Langkah Nathan terdengar mantap saat memasuki ruangan yang kini bertuliskan Marissa – Co-CEO. Perasa
readmore Bab 25 Luka Camilla
Camilla berlari tanpa sepatah kata, meninggalkan Nathan dan Marissa, meninggalkan semuanya—termasuk
readmore Bab 26 Penantian bocah kecil
Rumah itu terasa lengang tanpa suara Camilla. Tidak ada lagi aroma masakannya di pagi hari. Tidak ad
readmore Bab 27 Aku akan pulang
Camilla masih melakukan aktivitas yang sama seperti beberapa hari belakangan—duduk di beranda rumah
readmore Bab 28 Kebenaran di Udara
Udara pagi di lereng pegunungan masih menyisakan kabut ketika Camilla berdiri di depan rumah Adele. K
readmore Bab 29 Mama pulang nak
Langit sore yang temaram menyambut kedatangan Camilla di bandara. Warna jingga menyapu cakrawala sep
readmore Bab 30 Serangan balik
Camilla masih duduk di samping putranya yang sejak kedatangannya enggan melepaskan diri dari dirinya
readmore Bab 31 Sebuah kebenaran
Sudah beberapa hari sejak kejadian di kantor. Sejak kejutan kecil yang Camilla dan Matthew berikan k
readmore Bab 32 Marissa Terpojok
Ruang rapat utama kantor Nathan sore itu terasa dingin dan tegang. Tak ada senyum, tak ada basa-basi
readmore Bab 33 Membujuk Matthew
Camilla akhirnya sampai di depan sekolah Matthew. Ia sedikit terlambat hari itu—kepalanya masih dipe
readmore Bab 34 Akhir Marissa
dua mobil polisi melaju kencang di jalanan sunyi menuju pinggiran kota. Di dalam salah satu mobil, N
readmore Bab 35 Bahagia dan Karma (END)
Mentari pagi menyinari halaman rumah bergaya modern minimalis milik keluarga Nathan. Suara tawa Matt
readmore
mantap
04/08/2025
0best
04/08/2025
0baguss
29/05/2025
0bagus
25/05/2025
0baik dan sangatt menarikk
24/05/2025
0bagus
17/05/2025
0cerita yang bagus
13/05/2025
0bagusss bangett
13/05/2025
0bagus bgt kakk
12/05/2025
0Baguuussss
07/05/2025
1