Total : 117Air Terjun Maramuda (Bab 1)
Dalam cerita sebelumnya… Dayun pada akhirnya berhadapan dengan Jambrong. Musuh yang pernah ia lawan d
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 2)
“Selama ini aku menjadikanmu sebagai panutan lho, Mas Dayun. Iso tarung karo demit, lawan dukun-duku
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 3)
“Kenapa kamu nanya begitu, La?” “Aku tahu dari Mas Irul sih. Ya kan akhir-akhir ini Mas Dayun tuh bed
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 4)
Mendapatkan lampu hijau dari Pakdhe Dadi seharusnya membuat Dayun senang. Tapi ia malah justru terbe
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 5)
Yvanna alias Dita itu akhirnya setuju. Mereka semua pergi dengan kendaraan masing-masing menuju ke r
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 6)
Obrolan kemarin setidaknya membuka jalan pikiran Dayun. Laki-laki yang khas dengan kain ikat kepalan
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 7)
“Aku melu entuk gak, Mas Dayun?” Irul sudah hadir disini dengan pakaian lengkap. Malah gayanya sepert
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 8)
Tidak ada pilihan bagi Irul selain menuruti kata-kata Dayun. Tatapan temannya itu makin tajam saja.
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 9)
“Maaf, Pak Djito. Saya mau ada urusan lagi. Ini sudah ditunggu sama orang.” Dayun ijin untuk pergi ke
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 10)
Jatayu adalah Khodam milik Dayun yang berwujud burung besar berwarna hitam. Ia masih terhitung muda
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 11)
Setidaknya Dayun mulai paham dimana masalah intinya. Bukan penghuni asli dari air terjun ini alias p
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 12)
Ratri tampak mengancam betul. Ia kini merasa lebih kuat karena ada dua orang manusia yang membantuny
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 13)
Sudah sampai di ubun-ubun emosi Dayun melihat Jatayu yang sulit diatur. Kali ini burung gaib itu ben
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 14)
Khodam yang tersisa tinggal empat. Tetapi memanggil sang resi tidak akan berdampak apapun disini. Da
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 15)
Para makhluk bersayap kelelawar tadi ada yang masih berusaha mengejar. Meski sebagian telah mati hin
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 16)
Jaring laba-laba emas tadi langsung putus. Diikuti dengan semburat api keluar dari Arumekso ketika d
readmore Air Terjun Maramuda (Bab 17)---Tamat
Mbok Sarmini sudah bisa diajak bicara. Bahkan ia minta pulang secepatnya tapi belum diperbolehkan. S
readmore Lukisan Hidup (Bab 1)
Kondisi Maya masih sama seperti dulu. Tetapi setidaknya sudah ada orang yang bisa dipercaya oleh Pak
readmore Lukisan Hidup (Bab 2)
“Masih seperti itu, Rul.” Dayun hanya menatap lama ke arah lainnya. Membiarkan teman semasa sekolahny
readmore Lukisan Hidup (Bab 3)
Zendega meminta keduanya untuk berdiri lagi. Baru dua sosok yang sangat dihormati oleh Dayun serta S
readmore Lukisan Hidup (Bab 4)
Kembali Dita kemari bersama Zendega. Setidaknya Dayun lega karena keduanya kemari saat ia membalikka
readmore Lukisan Hidup (Bab 5)
“Sebenarnya aku malas untuk mengatakan hal ini.” Dita mulai bercerita tentang salah satu klien Tarotn
readmore Lukisan Hidup (Bab 6)
Dita yang minta semuanya berkumpul di rumahnya. Dia juga sudah menitipkan tokonya pada pegawai senio
readmore Lukisan Hidup (Bab 7)
Seorang pelayan datang membawa minuman. Sambil menunggu Dita mempersiapkan kartunya. Vina mempersila
readmore Lukisan Hidup (Bab 8)
Interogasi berlanjut pada dua pelayan laki-laki yang sudah hadir disini. Keduanya sama seperti Ina y
readmore Lukisan Hidup (Bab 9)
“Dulu aku pernah kemari sewaktu masih kecil. Ternyata tak banyak yang berubah.” Vina terus menuruni t
readmore Lukisan Hidup (Bab 10)
Dita segera turun dari mobil untuk membuka pagar rumahnya. Sesekali ia menengok ke kanan dan kiri. M
readmore Lukisan Hidup (Bab 11)
Malam ini suasana sedikit berbeda. Bulan purnama bersinar begitu terang. Satpam yang berjaga di ruma
readmore Lukisan Hidup (Bab 12)
Suara klakson mobil terdengar kencang. Sudah berlangsung sekitar tiga menitan. Tetapi tak ada yang m
readmore Lukisan Hidup (Bab 13)
Cucian motor hari ini sepi saja. Beruntung Irul juga tak kemari. Entah apa kesibukannya. Biasanya di
readmore Lukisan Hidup (Bab 14)
Tampak seorang perempuan menghadang jalan mereka. Siapa lagi kalau bukan Vina. Dia sendiri menunggu
readmore Lukisan Hidup (Bab 15)
Zendega tersenyum saja karena ia menyadari kepasrahan Vina dalam menghadapi situasi semacam ini. Sek
readmore Lukisan Hidup (Bab 16)
“Hentikaaaan…!” Vina tak akan berhenti menggoyangkan lonceng kecil itu sampai makhluk tadi berhenti m
readmore Lukisan Hidup (Bab 17)
Makhluk hitam besar tadi pun terkurung di dalam lapisan tanah liat yang kuat. Melalui tekanan energi
readmore Lukisan Hidup (Bab 18)---Tamat
Pertarungan masih berlanjut sekalipun ketiganya hanya bisa menghindar saat ini. Bahkan tinju Zendega
readmore Rumah Di Atas Bukit (Bab 1)
Kasus di rumah Vina sudah selesai. Dayun, Dita dan Zendega juga ingin bertanggung jawab dengan kerus
readmore Rumah Di Atas Bukit (Bab 2)
Mei Lin mulai bercerita sewaktu dia kecil dulu yang suka menggambar. Semua tempat jadi arena menggam
readmore Rumah Di Atas Bukit (Bab 3)
“Sepertinya Bang Zend tahu sesuatu dengan Susuk. Padahal aku baru cerita soal dia saat ini.” “Jangan
readmore Rumah di Atas Bukit (Bab 4)
“Aku ini sebenarnya juga bukan seorang ahli. Hanya ada yang mengajarkan padaku agar bakat yang ku mi
readmore Rumah di Atas Bukit (Bab 5)
Semuanya sudah siap termasuk segala informasi menuju ke rumah Susuk-nya Mei Lin. Memang di email yan
readmore Rumah Di Atas Bukit (Bab 6)
Staff di kantor desa itu pun menjelaskan jika memang betul dulu pernah ada orang bernama Ferdinan da
readmore Rumah Di Atas Bukit (Bab 7)
“Tapi ingat jangan katakan kalian mau ke rumah itu pada ibunya ya!” Ibu tadi mau mengantar mereka ke
readmore Rumah Di Atas Bukit (Bab 8)
“Terus masnya tahu nggak dimana orangnya?” Lama Ridho tak menanggapi perkataan Mei Lin. Sampai ibunya
readmore Rumah Di Atas Bukit (Bab 9)
Semenjak peristiwa itu, Ridho menceritakan semua pada ibunya. Dia juga benar-benar tak mau kembali.
readmore Rumah Di Atas Bukit (Bab 10)
Susah menyuruh Ridho ini serius. Dia berulang kali selalu ingin kabur. Tak mau mata batinnya dibuka.
readmore Rumah Di Atas Bukit (Bab 11)
“Tidak ada apa-apa, komandan!” “Baik, kita jalan lagi saja.” Mereka pun jalan kembali. Dita menyuruh s
readmore Rumah Di Atas Bukit (Bab 12)
Siluman kalajengking betina tadi sudah kalah bahkan nyaris hilang nyawanya. Tetapi ada yang segera d
readmore Rumah Di Atas Bukit (Bab 13)--TAMAT
“Tolong aku, Mei. Aku ini Susuk-mu. Apa kamu sudah tak mengenalku?” Mengiba terus lelaki itu di hadap
readmore Pohon Berdarah (Bab 1)
“Sudah semua dahannya ditebang?” “Sudah, pak!” Orang-orang yang memotong pohon di SMP Negeri 3 itu seg
readmore Pohon Berdarah (Bab 2)
Dayun baru saja kembali ke tempat cucian motor. Dua bungkus nasi baru saja dibelinya dari Warung Mba
readmore Pohon Berdarah (Bab 3)
Cerita dari Sarmila tidak lengkap. Dayun juga tak mau bertanya lebih lanjut dengan teman kuliah gadi
readmore Pohon Berdarah (Bab 4)
Ibunya Gendhis mulai bercerita. Sama seperti cerita Lastri tadi hanya saja lebih lengkap. Sebenarnya
readmore Pohon Berdarah (Bab 5)
Makhluk dalam tubuh Gendhis sempat terdiam sebentar. Tiba-tiba dia tertawa keras. Meski dalam kondis
readmore Pohon Berdarah (Bab 6)
Nyaris saja Dayun melewati rumah pak ustad. Dia memang sedikit ngebut karena jalanan lancar. Ternyat
readmore Pohon Berdarah (Bab 7)
Gimana, Mas Dayun? Maaf ya aku gak bisa nganter loh kemaren soalnya kegiatan kampus mayan banyak dah
readmore Pohon Berdarah (Bab 8)
“Nama saya Randi, mas. Guru olah raga di sekolahan ini.” “Saya, Dayun. Tadi kesini dipanggil sama ibu
readmore Pohon Berdarah (Bab 9)
Pak Sularno, kepala sekolah SMP 3 Negeri itu memperkenalkan dirinya pada Dayun. Sebaliknya dengan le
readmore Pohon Berdarah (Bab 10)
Setidaknya pernyataan pak kepala sekolah membuat Ustad Faqih yakin. Baru lanjut menjelaskan tentang
readmore Pohon Berdarah (Bab 11)
Dayun sudah datang sedari tadi di depan rumah Ustad Faqih. Tapi tak ada satupun yang muncul. Pintu d
readmore Pohon Berdarah (Bab 12)
Untuk pertama kalinya Dayun membawa motor kemari. Meski disini juga mereka sudah memakai kendaraan r
readmore Pohon Berdarah (Bab 13)
“Ada paksaan dari Jambrong juga begitu ya, Nyai?” Jambrong itu mudah sekali memanipulasi siapapun. Te
readmore Pohon Berdarah (Bab 14)
Ustad Faqih minta berhenti sebentar. Bukan karena ia ragu mau melanjutkan. Tetapi masih penasaran de
readmore Pohon Berdarah (Bab 15)
“Ya sudah kalau mau dilanjut besok, pak ustad. Tidak apa-apa bisa kita kondisikan nantinya.” Mereka s
readmore Pohon Berdarah (Bab 16)
“Belok sini, mas!” “Sini tuh mana, kanan apa kiri?” “Eh ng…kiri kiri, mas!” Motor matic itu berbelok ke
readmore Pohon Berdarah (Bab 17)
Ternyata bapaknya Fauzi mau coba mengobati lukanya Dayun. Dia merasa berhutang budi karena anaknya y
readmore Pohon Berdarah (Bab 18)
Sardi jelas pasti ikut membonceng di belakang. Tanpa diberi aba-aba dia sudah siap. Dayun tinggal ny
readmore Pohon Berdarah (Bab 19)
“Mas, aku gasik lho datengnya!” Irul tiba-tiba muncul saat Dayun sudah mandi dan siap berangkat ke se
readmore Pohon Berdarah (Bab 20)
“Kalian berdua memikirkan apa kemungkinan terburuk dari raja itu?” Pertanyaan dari Muwafiq langsung m
readmore Pohon Berdarah (Bab 21)
“Pak ustad apa belum selesai pindahnya ini?” “Mulai saja belum, Pak Larno. Raja dari kerajaan jin itu
readmore Pohon Berdarah (Bab 22) TAMAT
“Masihkah Yang Mulia Percaya dengan perkataan dia?” Kata-kata Muwafiq pun berbeda. Dia jadi lebih lem
readmore Selendang Kuning (Bab 1)
“Mau ketemu siapa ya?” Seorang satpam menemui Dayun yang sudah tiga kali membunyikan bel di dekat pag
readmore Selendang Kuning (Bab 2)
Baru Mei terpikir soal itu. Temannya yang bernama Ratna itu sedikit demi sedikit menunjukkan perubah
readmore Selendang Kuning (Bab 3)
“Iya juga ya, Mas Dayun. Deket dia tuh sekarang gak enak bener. Kek berasa di tusuk-tusuk jarum keci
readmore Selendang Kuning (Bab 4)
Hanya sebentar saja latihan menari mereka. Ratna yang meminta berhenti setelah sekali latihan. Biasa
readmore Selendang Kuning (Bab 5)
Dayun terkejut membaca chat dari Mei Lin. Padahal sebelumnya masih ada. Bahkan ia bertemu tatap muka
readmore Selendang Kuning (Bab 6)
“Kita ke rumahnya Ratna sekarang.” “Nah, aku belum pernah kesana sama sekali. Kalau kamu gimana, Mei?
readmore Selendang Kuning (Bab 7)
Mereka bertiga sampai juga di satu rumah. Saat Dayun turun dan mengetuk pintunya, ada seorang anak l
readmore Selendang Kuning (Bab 8)
Bingung Dayun dalam kondisi seperti ini. Dia menjelaskan bukan dukun apalagi kyai. Hanya karena bisa
readmore Selendang Kuning (Bab 9)
Semuanya berjalan seperti biasa. Irul bahkan tak buat onar apapun pagi ini. Ia kalem saja pada Dayun
readmore Selendang Kuning (Bab 10)
Demi menyelamatkan Mei Lin, William mau ke kampus malam ini. Meski tak ada kegiatan apapun. Dia perl
readmore Selendang Kuning (Bab 11)
“Kenapa nggak dari tadi mas ngobrolnya?” “Ya ini penting sebelum kita masuk. Aku belum kepikiran tadi
readmore Selendang Kuning (Bab 12)
Ketiganya mengikuti lelaki tua itu. Terlihat jelas postur tubuhnya yang membungkuk saat ia jalan di
readmore Selendang Kuning (Bab 13)
Setelah makhluk aneh itu mati, semuanya pun berubah. Segalanya ikut aneh dengan hilangnya rumah oran
readmore Selendang Kuning (Bab 14)
“Nggak sih kita lagi cari temen yang kesasar disini…eh!” “Teman kalian masuk kemari?” William tak jadi
readmore Selendang Kuning (Bab 15)
Perempuan tua itu meminta mereka saling berpegangan tangan dengan formasi membentuk lingkaran. Lalu
readmore Selendang Kuning (Bab 16)
Nenek tadi meminta mereka memperkenalkan diri. Mulai dari Dayun hingga William. Bao Yun hanya diam s
readmore Selendang Kuning (Bab 17)
“Sekarang bagaimana keputusan kalian?” Bagi Mei Lin dan Dayun sudah jelas mereka akan tetap melangkah
readmore Selendang Kuning (Bab 18)
Para serigala muncul dari kejauhan. Tampak siluet mereka berjejer naik turun. Beberapa ada yang berj
readmore Selendang Kuning (Bab 19)
“Tidak ku sangka kita akan bertemu lagi, Rompah.” “Apakah yang mulia ratu masih mau menangkap hamba?”
readmore Selendang Kuning (Bab 20)
Semuanya berjalan menuju ke istana yang ternyata terasa begitu dekat. Padahal William dan Mei tadi s
readmore Selendang Kuning (Bab 21)--Tamat
“Aku nggak bisa nari nih, sueeerrr!” “Yeee…apalagi aku. Tapi kita lihat dulu deh.” William dan Mei Lin
readmore Boneka Maya (Bab 1)
Tidak ada yang istimewa di hari ini. Tempat cucian motor juga berjalan seperti biasa. Pelanggan yang
readmore Boneka Maya (Bab 2)
Pakdhe Dadi yang sudah gemas sedari tadi dengan tingkah istrinya. Akhirnya bisa menarik lengan Bude
readmore Boneka Maya (Bab 3)
“Prasti, ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi.” “Aku dikejar sama mereka….” Prasti menceritaka
readmore Boneka Maya (Bab 4)
Setelah semua urusannya selesai di rumah Maya. Dayun pulang mengendarai motornya seperti biasa. Begi
readmore Boneka Maya (Bab 5)
Badannya lelah tapi matanya tak mau terpejam. Biarpun malam ini ada adiknya yang ikut tidur berdesak
readmore Boneka Maya (Bab 6)
Sebelum masuk ke dalam rumah Maya. Dayun mengelilingi untuk mengecek pagar gaib yang dibuatnya. Tern
readmore Boneka Maya (Bab 7)
“Yun, a-apa kie?” “Sudah aku bilang bude tuh jangan disini dulu…eh.” Rasa tak sopan Dayun bicara begit
readmore Boneka Maya (Bab 8)
Sesampainya di pasar, mereka tidak bisa mengobrol dulu. Rupanya pelanggan lama sudah menunggu. Pakdh
readmore Boneka Maya (Bab 9)
“Di, sekarang gimana menurutmu?” “Apanya yang bagaimana, mas?” “Maksudnya soal Prasti itu bagaimana se
readmore Boneka Maya (Bab 10)
“Nyai, tolong tetap ada di dunia manusia dulu sampai aku bisa membawa Prasti kembali kesana.” “Itulah
readmore Boneka Maya (Bab 11)
“Apa maksudmu bilang begitu?” Raut wajah Dayun mulai tak suka. Tetapi santai saja Prasti menanggapiny
readmore Boneka Maya (Bab 12)
“Di, kamu ada disini ternyata. Tapi Maya eh Prasti ada dimana?” Sardi tak bisa berkata apapun. Tubuhn
readmore Boneka Maya (Bab 13)---Tamat
Getireng memang pantas masuk kesana. Karena dia awalnya makhluk yang baik. Menjadi jahat karena seri
readmore Saudara yang Hilang (Bab 1)
Udin melihat ke langit yang sudah mulai berubah kembali seperti semula. Tangannya mengepal keras. Ia
readmore Saudara yang Hilang (Bab 2)
“Dia sekarang dikurung di antara dua tebing yang dijepit oleh gurunya.” Mendengar hal itu, Jambrong l
readmore Saudara yang Hilang (Bab 3)
Ular besar itu membuka mulutnya lebar, siap memangsa keduanya. Namun dengan cepat mereka bisa menghi
readmore Saudara yang Hilang (Bab 4)
Senjata laki-laki itu cukup asing di mata Udin. Berbentuk seperti pedang, tapi tidak panjang bilahny
readmore Saudara yang Hilang (Bab 5)
Suara moge milik Zendega terdengar dari kejauhan. Melaju menuju ke tempat cucian motor milik Sardjit
readmore Saudara yang Hilang (Bab 6)
Memang jika dibandingkan dengan Dayun, Sardi itu lemah dari segi kekuatan. Tetapi ia unggul dalam ha
readmore Saudara yang Hilang (Bab 7)
Ingin Dayun bertanya tentang saudara yang lain. Artinya ada anak dari Buana Jinggo yang belum dia ke
readmore Saudara yang Hilang (Bab 8)
Dayun merasa ada yang lain. Tidak mungkin hanya sekedar mencari keberadaan mendiang bapaknya. Hanya
readmore Saudara yang Hilang (Bab 9)
Sardi melihat pergerakan tangan pendekar itu. Tanda jika ia sedang memanggil senjatanya. Segera Ki L
readmore Saudara yang Hilang (Bab 10)
Dari balik kabut tebal, muncul satu sosok. Dia lagi yang hendak melawan Buana Jinggo katanya. Menyeb
readmore Saudara yang Hilang (Bab 11)
Pendekar Kabut mulai bersiap menyeruduk Dayun. Kerbau Tigo Mato yang pergerakannya lambat ketika mas
readmore Saudara yang Hilang (Bab 12)
Tidak dikira jika pendekar itu masih bisa bertarung meski tanpa Kerbau Tigo Mato dan Sukmanya Maya.
readmore Saudara yang Hilang (Bab 13) TAMAT
“Kalau mau seharusnya aku juga bakalan lakukan itu sejak dulu, Mas.” “Mas? Kau masih adikku…” “Aku ana
readmore
good...harap ada sambungannya.
16/05
0𝘪𝘪𝘩𝘩𝘩 𝘨𝘸 𝘴𝘶𝘬𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘢𝘮𝘢 𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘯𝘺𝘢, 𝘯𝘨𝘪𝘬𝘶𝘵𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘸𝘢𝘭 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭, 𝘱𝘭𝘦𝘢𝘴𝘦 𝘫𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘥𝘰𝘯𝘨 😭😭😭
24/12
1bagus banget😋😋
05/11
0sangatlah menarik.... apa akan ada sambungannya
16/10
1good
14/10
0keren
29/09
0cerita nya bagus
28/09/2025
1mantap
28/09/2025
0baguss
08/09/2025
0bagusss
08/09/2025
0