Total : 84Bab 1 Sosok yang Tak Terlupakan
-PROLOG- Bagaimana caranya tahu kalau seseorang itu cinta pertamamu? Ibu pernah bilang, cinta pertama
readmore Bab 2 Bayangan Masa Lalu yang Muncul Lagi
Bagian paling terkendali dari hari Yue Lee adalah lima menit di pukul 9:05 pagi. Mejanya adalah gamba
readmore Bab 3 Berbagi Cerita
--- Kantor dipenuhi dengan energi siang hari yang biasa—telepon berdering, suara ketikan keyboard, pe
readmore Bab 4 Pertahanan yang Runtuh.
Yue telah menguasai seni menyembunyikan perasaan. Selama bertahun-tahun, dia melipat perasaannya terh
readmore Bab 5 Perubahan Kecil
Kantor masih sama—suara kertas berdesir, dering telepon, langkah kaki yang menggema di lantai mengil
readmore Bab 6 Kemunculan Sang Mantan
Berawal dari satu makan siang bersama. Lalu yang kedua. Dan berikutnya. Sebelum Yue menyadarinya, be
readmore Bab 7 Gadis Bernama Hazel
Hazel Han. Gadis yang bertemu Elliot di bangku kuliah. Gadis yang, meskipun mengenalnya dalam waktu y
readmore Bab 8 Pertemuan Mereka
Yue duduk di mejanya, jari-jarinya mengetuk permukaan dengan ringan saat ia menatap layar yang bersi
readmore Bab 9 Persahabatan Tidak Terduga
Yue tidak menyangka Hazel ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengannya. Jika ada, dia justru meng
readmore Bab 10 Tamu yang Lain
Yue menatap pantulannya di cermin kamar mandi, menggenggam erat tepi wastafel hingga buku-buku jarin
readmore Bab 11 Pertemuan 'Tidak Terduga'
Kedatangan Jaekyeom ke kantor tidak kurang dari dramatis. Bukan hanya perubahan suasana yang membuat
readmore Bab 12 Membuat Kekacauan
--- Yue nyaris tidak punya waktu untuk menenangkan diri setelah kepergian Jaekyeom. Jantungnya masih
readmore Bab 13 Yue dan Jae
--- Yue menghela napas tajam, menekan jemarinya ke permukaan meja yang dingin. Kantor kini sudah koso
readmore Bab 14 Kau Pikir Aku Tampan?
Yue keluar dari ruang rapat dengan sedikit kerutan di dahi, jari-jarinya menekan pelipisnya saat ber
readmore Bab 15 Makan Malam Bersama
Yue mendapati dirinya mondar-mandir di apartemennya malam itu, kata-kata Jaekyeom masih terngiang di
readmore Bab 16 Kelelahan
Percakapan itu tetap menggantung di udara bahkan ketika mereka beralih ke topik lain, tetapi Yue tak
readmore Bab 17 Yue yang Bodoh
Elliot tersenyum, tetapi tatapan Jaekyeom tetap terpaku. Saat Yue bersiap pergi, tanpa sadar dia ber
readmore Bab 18 Ini Baru Awal
Ruang rapat dipenuhi dengan dengungan percakapan pelan saat tim pemasaran dan pengembangan bisnis be
readmore Bab 19 Sedikit Perhatian Berarti Bayak
Penerbangan ke lokasi workshop mereka dijadwalkan pada pagi hari, dan tim berkumpul di bandara saat
readmore Bab 20 Kerjasama yang Tak Terduga
Matahari pagi memancarkan cahaya keemasan ke vila, kehangatannya meresap melalui jendela besar di ru
readmore Bab 21 Intuisi Wanita
--- Elliot mengangkat bahu. "Beberapa orang memilih untuk sendiri karena mereka menyukainya. Yang lai
readmore Bab 22 Sisi yang Tidak Nampak
Jari-jari Yue mengerat di sekitar sisirnya. Dia menjaga ekspresinya tetap netral, memaksakan senyum
readmore Bab 23 Renungan Jaekyeom
Jaekyeom tetap berdiri di balkon, jemarinya mengeratkan genggaman pada pagar logam yang dingin. Udar
readmore Bab 24 Ada yang Berubah
Tim baru saja tiba di lokasi penelitian, sebuah kota ramai yang dikenal dengan tren pasar yang dinam
readmore Bab 25 Bukan Sekedar Permainan
Setelah hampir dua jam tersesat, cahaya senja yang memudar menyelimuti Yue dan Elliot saat mereka ak
readmore Bab 26 Persaingan yang Mulai Muncul
Beberapa saat pada hari itu , selama lokakarya strategi, diskusi berubah drastis ketika seoran
readmore Bab 27 Retakan di Atas Permukaan
Lorong itu terbentang sepi di sekitar mereka, dengan dengungan samar suara dari ruang pertemuan yang
readmore Bab 28 Perang Dingin
Udara malam terasa sejuk, membawa aroma tanah basah dan pinus dari hutan yang mengelilingi vila. Sua
readmore Bab 29 Rasa Insecure
Kantor dipenuhi dengan energi seperti biasa, namun ada sesuatu yang terasa berbeda. Setelah beberapa
readmore Bab 30 Cinta yang Rumit
Yue duduk di mejanya, menggulir angka-angka di layar dengan alis sedikit berkerut. Masalah anggaran
readmore Bab 31 Sederhana Tapi Mendalam
Kedai kopi lebih sepi dari biasanya, dengungan percakapan menjadi latar belakang lembut bagi badai y
readmore Bab 32 Tidak Begitu Buruk
Kantor dipenuhi urgensi, dengungan produktivitas yang biasa kini dibayangi ketegangan yang tak teruc
readmore Bab 33 Hal yang Lebih Baik
Restoran itu lebih sepi dari yang Yue perkirakan, tersembunyi di sudut kota dengan suasana yang lebi
readmore Bab 34 Sesuatu yang Lain
Kantor sebagian besar sudah kosong, menyisakan hanya dengungan mesin dan sesekali suara kertas yang
readmore Bab 35 Menyadari
Kafe itu lebih sepi dari biasanya, hanya terdengar dengungan percakapan lembut yang berpadu dengan a
readmore Bab 36 Frustasi yang Subtil
Larut Malam di Kantor Kantor hampir kosong. Sebagian besar lampu telah diredupkan, menyisakan
readmore Bab 37 Aku Mencintaimu
Kota itu telah tenggelam dalam ketenangan khas malam liburan akhir pekan, jalan-jalan lebih sepi dar
readmore Bab 38 Gemuruh Malam
Ponselnya bergetar. Suara itu memotong udara seperti pengingat yang kejam. Elliot tersentak. Yue menata
readmore Bab 39 Keputusasaan
-POV Elliot- Hujan terdengar memekakkan telinga. Setiap tetesnya menghantam aspal, memenuhi kes
readmore Bab 40 Terjebak dalam Permainannya Sendiri
Jaekyeom keluar dari mobil , otot-ototnya tegang, udara masih berat dengan sisa-sisa hujan yan
readmore Bab 41 Ini Tentang Hazel, atau.... Yue?
Kantor itu sunyi di pagi buta. Udara terasa segar dengan aroma kopi baru diseduh, dengungan komputer
readmore Bab 42 Terombang-ambing
Jaekyeom berpikir dia bisa mengabaikannya. Kata-kata Elliot tadi masih melekat di benaknya, seperti g
readmore Bab 43 Sesuatu yang Sangat Berbeda
- Elliot PoV - Elliot tidak tahu apa yang sebenarnya ia harapkan. Apakah ia membayangkan bahwa
readmore Bab 44 Runtuh
Yue bertindak seolah-olah semuanya baik-baik saja. Dia membawa dirinya seperti biasanya—efisien, tena
readmore Bab 45 Ada Untukmu
Jaekyeom telah melihat banyak hal dalam hidupnya. Dia telah melihat patah hati dalam bentuknya yang p
readmore Bab 46 Usaha untuk Move On
Malam Itu – Apartemen Jaekyeom Jam di meja samping tempat tidurnya bersinar redup—02:37 pagi. J
readmore Bab 47 Temanku yang Berharga
Jaekyeom tidak tidur nyenyak. Bahkan setelah pulang ke rumah, bahkan setelah menutup matanya,
readmore Bab 48 Aku Juga Mencintaimu
Elliot berdiri di depan pintu apartemen Hazel, detak jantungnya tetap stabil, tetapi terasa berat. D
readmore Bab 49 Dia Telah Jatuh Cinta
Udara malam terasa sejuk, dingin menyentuh kulitnya yang masih basah oleh keringat. Napas Jaekyeom t
readmore Bab 50 Akankah Dia Pernah Menginginkannya?
Keempatnya duduk mengelilingi meja di restoran yang hangat diterangi cahaya, piring mereka setengah
readmore Bab 51 Memang Begitulah Cinta Pertama
Udara malam masih dipenuhi sisa-sisa dari pertemuan mereka—gema tawa yang masih terngiang di benak,
readmore Bab 52 Patah Hati yang Lain
Atap itu membentang luas di hadapan mereka, sunyi dan sepi, sebuah ruang yang terisolasi, melayang d
readmore Bab 53 Kabur
Jaekyeom tidak tahu sudah berapa lama dia berdiri di sana, membiarkan gerimis meresap ke dalam ku
readmore Bab 54 Maaf
Jaekyeom nyaris tak menyadari suara Hazel dan Elliot memanggilnya saat mereka kembali masuk ke kanto
readmore Bab 55 Saatnya Memasang Topeng
Keesokan Harinya Jaekyeom menatap bayangannya sendiri di cermin kamar mandi, kedua tangannya b
readmore Bab 56 Alasan di Balik Kehancuran
Jantungnya berdebar, tetapi dia tidak punya jawaban. Karena dia tidak pernah tahu bagaimana menghada
readmore Bab 57 Lupakan Aku
Ponsel Jaekyeom bergetar di atas permukaan meja kerjanya yang mengilap. Sudah larut malam, kantor su
readmore Bab 58 Kenapa Bukan Aku?
Jaekyeom berhenti bernapas sejenak. Sungai terus mengalir. Angin terus berhembus. Kota terus bergerak
readmore Bab 59 Kekosongan
Kantor lebih sepi dari biasanya. Proyek telah resmi berakhir, dan kolaborasi antara tim telah selesa
readmore Bab 60 Potongan yang Hilang
Kantor lebih sepi hari ini. Bukan kesunyian yang datang di pagi hari, sebelum suara percakapan dan de
readmore Bab 61 Tiga Tahun Kemudian
Ruang konferensi dipenuhi dengan bisikan kekaguman. Bukan hanya karena kemegahan tempat itu, k
readmore Bab 62 Sesuatu yang Masih Ada
Keadaan hangat di dalam rumah terasa kontras dengan udara malam yang dingin saat Jaekyeom bersandar
readmore Bab 63 Satu Nama yang Sama
Kehangatan rumah masih terasa di kulit mereka saat Jaekyeom dan Yue melangkah keluar, meninggalkan d
readmore Bab 64 Melangkah Maju
Jaekyeom tidak bergerak. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, dia merasa seolah tanah di bawa
readmore Bab 65 Waktu
Tiga tahun lalu, Yue naik pesawat dengan tiket sekali jalan, sebuah promosi, dan tekad untuk meningg
readmore Bab 66 Perubahan Halus
Sudah larut ketika Yue akhirnya meninggalkan kantor. Kota mulai lebih sepi, lampu jalan memancarkan
readmore Bab 67 Sampai Kapan Harus Menunggu?
Malam sudah larut—lebih larut dari seharusnya. Mereka makan malam bersama, bukan sesuatu yang resmi,
readmore Bab 68 Kecemburuan yang Menyeruak
Bar itu remang dengan nyaman, cahaya hangat dari lampu gantung memantul di atas gelas-gelas setengah
readmore Bab 69 Satu Langkah Ke Belakang
Yue tidak melihat Jaekyeom keesokan paginya. Tentu saja, itu masuk akal. Mereka tidak bekerja
readmore Bab 70 Insecurity
Mereka bertemu di sebuah kafe tenang yang tersembunyi di antara gedung-gedung perkantoran—tempat ora
readmore Bab 71 Meraihnya
Suasana di kantor Jaekyeom seperti biasa: efisien dan penuh wibawa yang tenang. Jendela dari lantai
readmore Bab 72 Ciuman Pertama
Semua ini tidak direncanakan. Tapi memang, tidak ada yang pernah benar-benar direncanakan antara mer
readmore Bab 73 Pagi yang Tenang dan Intim
Jaekyeom terbangun perlahan, sisa kantuk masih menempel berat di tubuhnya. Pagi begitu tenang, hanya
readmore Bab 74 Melewati Batas
Pintu lift menutup perlahan, dan keheningan di antara mereka membentang. Jaekyeom mengembuskan
readmore Bab 75 Aku Juga Mencintaimu
Restoran kini jauh lebih sepi, jam makan malam sudah lama berlalu. Di luar, kota berdengung dalam ir
readmore Bab 76 Ide Tentang Pernikahan
Kehangatan itu tetap menggantung di antara mereka, sebuah kehadiran tak terucap yang belum siap mere
readmore Bab 77 Terlalu Jauh
Jaekyeom mengembuskan napas tajam, meletakkan karton telur seolah-olah bisa meledak kapan saja di ta
readmore Bab 78 Anak Kucing Tersesat
Akhir pekan tiba, tapi untuk sekali ini, Jaekyeom tidak punya rencana apa pun. Atau lebih tepatnya—di
readmore Bab 79 Tuan Overthinking
Jaekyeom menyandarkan tubuh ke kursinya, memijat pelipis sementara tawa Hazel masih menggema di ruan
readmore Bab 80 Rumahnya
Bunyi dentingan sumpit yang membentur porselen memenuhi ruang makan yang tenang. Yue duduk be
readmore Bab 81 Ibu Menanyakanmu
Jaekyeom bukan tipe orang yang suka terlalu banyak berpikir. Setidaknya, dulu tidak. Tapi hari
readmore Bab 82 Bagaimana Pendapatmu tentang Pernikahan?
Jaekyeom belum pernah sebingung ini seumur hidupnya. Beberapa hari terakhir, pikiran tentang pernikah
readmore Bab 83 Sesuatu yang Nyata
Yue bukanlah tipe orang yang mudah gugup. Ia telah menghadapi pertemuan penting, presentasi yang men
readmore Bab 84 Perjalanan Cinta
Hari itu akhirnya tiba. Tempatnya bersuasana intim, persis seperti yang mereka rencanakan. Cah
readmore
novelnya bagus banget
16/05/2025
0puas
15/04/2025
0bgusss
07/04/2025
0pengen tau apakah bagus
18/03/2025
0nice
18/03/2025
0bagus ka
18/03/2025
0bagus banget
17/03/2025
0good story
13/03/2025
0good
12/03/2025
0aminbermanfaatkomentar,bagikita,semua,indonesia,merdekasuara,rakyat
09/03/2025
0