Total : 23Bab 1 pesisir kota
Ombak menerjang karang dengan kuat. Ah, karang itu bahkan terlalu kokoh meski ombah dahsyat menghant
readmore Bab 2 pusat kota
Tiga puluh kilo meter dari persisir , sinar mentari kian meninggi. Cahaya kuning mengambang disepanj
readmore Bab 3 tak ada yang menyalahkanmu
Gemerlap lampu kota, kerlap kerlip seperti gemintang yang sedang jatuh, mengambang dijalanan kota. S
readmore Bab 4 keterbatasan Delima
Tubuh Bunda masih saja lemah, typusnya kambuh sejak beberapa hari lalu. Hanya tebaring ditempat
readmore Bab 5 Janji Langit
Seharian penuh Delima tak terkendali, marah tanpa sebab, melempar apa saja yang diraih. Meraj
readmore Bab 6 pasangan sempurna
Pagi yang cerah, semalam hujan mengguyur terlalu deras. dingin menyelimuti seisi kota. Kabut me
readmore Bab 7 kekuatan doa
Minggu yang cerah, mentari begitu terik menyengat kulit. Padahal ini masih jam tujuh pagi. Ki
readmore Bab 8 sebuah jawaban
Pagi kembali hadir untuk kesekian kali. Pagi, tak hanya tentang mentari terbit dengan semburat mewah
readmore Bab 9 teh panas
Hari terus berlalu, sebagian merasakan sangat cepat, sebagian sangat lambat , seperti siput. Se
readmore Bab 10 maafkan Bunda sayang
Sembari bunda mengantarkan kamar untuk Tegar, ia mendengarkan persyaratan yang di minta Tegar,
readmore Bab 11 aku sungguh merindukanmu
Ke esokan paginya, meja makan masih dengan situasi yang cukup tenang. Kicau burung bernyanyi
readmore Bab 12 maaf anakku, kau harus pergi
Tonah yang sejak awal memang tak menyukai kehadiran Tegar. Siang itu sengaja mengintip kamar Tegar.
readmore Bab 13 rumah belajar
Tegar selesai pendidikan seperti yang diharapan ayahnya, meski saat ini tubuhnya terlihat kurus, ke
readmore Bab 14 sebuah keajaiban
Untuk kesekian kalinya, pagi kembali merekah dipebukitan. Pagi yang selalu berisi tentang janji . Ka
readmore Bab 15 kursi
"kosongkan ruang Tenga nyonya... Mengajari makan menggonakan sendok hanya untuk membuktikan bahwa ot
readmore Bab 16 aku tidak akan meninggalkanmu
Burung kutilang hinggap dikabel kabel listrik , menghubungkan satu rumah menuju rumah lainny
readmore Bab 17 berjuanglah anakku
"mengajari makan menggunakan sendok hanya langkah awal nyonya. Hal itu hanya menunjukkan bahwa otakn
readmore Bab 18 kabar gembira
Benar, urusan ini amatlah rumit. Meskipun hanya makan menggunakan sendok, itu sudah menjadi terobosa
readmore Bab 19 Intan
"ayah, semua urusan ini sangatlah tidak mudah. Benar benar lebih mudah melatih lumba lumba sirkus. U
readmore Bab 20 sebuah janji
Andai saja bibir Tegar sanggup untuk berucap. Pasti segala kerinduan itu tumpah. Bunda menyadari tat
readmore Bab 21 rasa sakit
Pagi lagi. Tepatnya lima hari sejak kaki Delima menginjak serpihan tembikar. Selama lima hari ini De
readmore Bab 22 surat singkat untuk Allah
Seminggu kembali berlalu. Kaki Delima sudah boleh diajak berjalan. Malah hari ini ia terlihat berlar
readmore Bab 23 semoga bunda disayang Allah
Tegar memang sudah angkat kaki dari rumah pebukitan. Tapi tidak dengan adab yang Delima tinggalkan.
readmore
siiip
03/07
0e bagus
16/02
0terbaik 👍👍❤️
18/07/2025
0bagus
22/06/2025
0waww keren
02/06/2025
0MasyaAllah bagus banget
20/05/2025
0good
19/05/2025
0bagus banget
08/05/2025
0bagus ka👍👍😁
07/05/2025
0Bagus sekali ceritanya🥰🥰
01/05/2025
0